
Bab 30. Malu mengakui mobilnya, pergi ketaman hiburan Malang.
Jono dan Jani memasuki mobil, setelah mereka berdua duduk Jono berkata kepada mobilnya," sayang, perlihatkan rute terdekat dan bebas dari macet untuk menuju ke taman hiburan Malang," Jono bertanya kepada Mobilnya.
{{Baik tuan, ini jalan terdekat dan bebas dari kemacetan, tuan mau menggunakan berkendara otomatis atau mengemudi sendiri}}, sayang menunjukan rute terdekat kepada Jono.
Jono mengangguk," sayang, gunakan saja mode berkendara otomatis, pelan-pelan saja asal aman," Alasan Jono untuk lebih lama berduaan didalam mobil.
Jani mendengar Jono memanggil mobilnya sayang," kak Jono, kasian sekali yang punya mobil ini, dia kekurangan kasih sayang, mungkin sudah jomblo dari lahir, mobil sampi dinamai sayang," Jani sangat prihatin terhadap sang pemilik mobil.
Jono berpura-pura ikut prihatin, padahal dialah sang pemilik mobil," Benar Jani, dia memang sangat mengenaskan, sampai menamai mobilnya sayang, kakak akan mencoba menasehati teman kakak mencari pacar untuk merubah kebiasaan anehnya," Jono menebalkan mukanya saat berbicara.
{{Tuan Jono, bukannya pemilik mobil ini adalah....}}, Sayang mencoba memberitahu siapa pemilik mobil ini.
Jono panik, dia segera melanjutkan perkataan dari mobilnya," benar sayang, pemilik mobil ini adalah asep, biarpun dia jelek dan sedikit aneh, Tapi dia baik, dia pasti bisa mendapatkan pacar," Jono panik, kalau Jani tau Jono pemilik mobil ini, mungkin Jani mengira Jono aneh dan menjijikan.
Jani mengangguk," ternyata pemilik mobil ini bernama asep, kak nasehati temanmu, carilah pacar,kasihan Jani mendengar cerita kakak tentangnya, dia pasti sangat tersiksa sampai menganggap mobil ini pacarnya," Jani memberitahu Jono untuk menasehati asep,temannya.
Jono mengangguk mengiyakan," baik Jani, nanti kakak akan mensehatinya, dia harus berubah untuk menghilangkan kebiasaan ini," Jono hampir lupa dia pemilik mobil ini dan menganggap Asep sebagai pemilik mobil laknat ini, padahal diapun tidak tau siapa asep itu.
Jono mejalankan mobilnya dengan mode pengendara otomatis, dia melihat kearah Jani, dia penasaran dengan statistik Jani, diapun memakai kemampuan mata mesum supernya.
Jono berkata dalam hati," Aktiflah mata mesumku," Jono berkata dengan sangat malu didalam hatinya.
Jani Prajana.
Umur: 18 tahun
__ADS_1
Kecantikan :99
Kesetiaan:100
Kesukaan:100
Ukuran:36D
Keahlian: Memasak
Tanpa sengaja Jono melihat menembus kedalam baju Jani, seketika darah menyembur deras dari hidungnya," Kenapa itu sangat besar, pantas ukurannya 36D," Jono berkata dalam hati.
[[Peringatan!!,Peringatan!!, segera nonaktifkan kemampuan mata mesum super, atau darah tuan rumah akan terkuras habis]], nada peringatan sistem bergema di kepala Jono.
Jono belum mahir untuk menggunakan kemampuan super, dia sampai menembus kedalam pakaian Jani.
Jani melihat Jono mengeluarkan Darah dari hidungnya sontak khawatir," kak, kakak kenapa, kenapa banyak darah kelur dari hidung kakak, apakah kakak sakit," Jani khawatir melihat darah dari Jono, dia memeluk kepala Jono ke depan dadanya, padahal Jani tidak tau darah itu darah kesenangan dari Jono.
Jono berkata kepada kira," Kira, mata ini sungguh jahat dan sangat berbahaya, ternyata ini alasan kenapa dinamai Mata mesum super, hampir aku mati karena kehbisan darah, terima kasih kira atas peringatannya," Jono akhirnya tau kenapa kemampuan ini dinamai begitu, memang mata ini sangat mesum.
Jono berkata," nonaktiflah mata mesumku," Jono berkata dengan pelan dihatinya.
Seketika matanya kembali normal tanpa bisa melihat menembus pakaian Jani," Jani kakak tidak apa-apa, kakak cuma kelelahan bekerja untuk Jani dan orang tua kita, biarpun kakak lelah ini untuk masa depan kita," sungguh pandai Jono berkata, memutar balikan fakta, kemesumannya dibalikan menjadi lelah bekerja demi Jani dan masa depan keluarga mereka.
Jani terharu mendengar perkataan Jono," huuaa, kak Jono, jangan terlalu memaksakan diri, Jani tidak masalah hidup miskin asalkan bersama kak Jono, jangan sampai sakit kak Jono, Jani takut kakak kenapa-napa," Jani memeluk Jono semakin erat.
Dipikiran Jono, Kira sangat kagum kepada Jono,[[ Tuan rumah, anda memenangkan kekaguman saya, dialam semesta ini, baru kali ini ada yang bisa memutarbalikan fakta dari mesum menjadi bijaksana seperti tuan rumah, tuan rumah tidak perlu mendapatkan kemampuan silat lidah super lagi, karena kemampuan tuan rumah sudah mencapai kemampuan silat lidah ultimate,]]kata Kira dengan kekaguman.
__ADS_1
Mendengar kekaguman kira Jono sangat bangga," kamu harus belajar dariku Kira, ini adalah dampak dari serum kepintaran sedang kemarin, kemampuan tersembunyiku akhirnya muncul tanpa diberikan olehmu," Jono berkata seolah-olah kemampuan ini adalah kemampuan paling hebat didunia.
Kira mengiyakan perkataan Jono,[[ baik tuan rumah, karena tuan rumah sudah dapat menciptakan kemampuan sendiri, maka dari sekarang, hadiah kemampuan dari sistem akan ditiadakan, selamat tuan rumah]], Kira berkata dengan bercanda, tapi Jono menganggapnya serius.
Jono mengemis Kepada kira mendengar perkataan Kira tersebut," Yang mulia Kira, maafkan hamba karena sombong, jangan berhenti memberikan hambamu ini hadiah kemampuan super," Jono menggunakan kemampuan Menjilat ultimatenya kepada kira.
Kira tersanjung mendengar perkataan Jono,[[oh, hambaku Jono, karena anda memanggilku yang mulia, aku akan memberikan banyak hadiah menarik saat menyelesaikan misi berikutnya, bahkan serum kepintaran super kepadamu, hahahahaha," Kira tertawa bahagia mendengar sanjungan Jono.
Jono menyeringai," hahahaha, AKHIRNYA, kena kamu Kira, ternyata benar kemampuan menjilat ini sangat bagus, Kirapun bisa terpedaya dengan kemampuan ini, Serum kepintaran super datanglah kepadaku nanti," Jono tertawa bahagia berhasil memperdaya kira.
Jani melihat Jono melamun sangat takut Jono terjadi apa-apa," kak bangun, jangan membuat Jani takut," Jani mengkhawatirkan keadaan Jono memburuk.
Mendengar Jani berbicara kepadanya, Jono kembali sadar dari lamunannya, padahal dia hanya berbicara dengan Kira didalam pikirannya.
Jono mengingat kembali ukuran 36D Jani, dia mencoba menahan Darah kembali mengucur di hidungnya," mata ini harus dilatih lagi" kata Jono didalam hatinya
Jono mengudap darah dihidungnya," kakak tidak apa-apa Jani, kakak hanya kelelahan saja, Jani tidak usah khawatir," Jono menenangkan Jani yang khawatir dengannya.
Setelah 30 menit mereka berdua telah sampai ditaman hiburan malang, Jono mencoba mencari parkiran paling sepi disana,dia ingat taruhannya,bisa malu setengah mati, kalau ada yang mendengar Jono meneriakan kata itu untuk menutup pintu mobilnya.
Setelah menemukan tempat sepi untuk parkir, yang berada dipaling ujung tempat parkir, Jono dan Jani segera keluar dari mobil.
Setelah dirasa sangat sepi, Jono berteriak dengan malu," Bim salabim abrakadabra, kunci pintunya sayang," Jono berteriak dengan wajah merah merona.
Jani kembali tidak bisa menahan tawanya," wahahahaha, maaf kak, Jani tidak bisa menahan tawa Jani, teman kakak bahkan melakukan itu untuk mengunci mobilnya," Jani tertawa terbahak-bahak.
Tanpa diketahui keduanya ada yang berlari mendekati mereka, ternyata itu tukang parkir di Taman Hiburan Malang, setelah melihat mobil Jono menuju parkiran dia segera berlari menuju ketempat Jono, takut mobil Jono lecet saat diparkirkan disana.
__ADS_1
Sang penjaga parkir berlari dengam sangat kencang, setelah dekat dengan tempat Jono, Jono sudah keluar dari mobil, sang tukang parkir menambah kecepatan larinya.
Saat akan sampai, dia mendengar Jono mengucapkan mantra, sang penjaga parkir jatuh dengan tidak elitnya mendengar teriakan Jono," ya tuhan, kenapa orang kaya ini aneh sekali, kalau membuua orang kaya jadi aneh seperti ini lebih baik aku miskin saja, ya tuhan miskinkanlah aku selamanya agar tidak seperti orang didepanku," batin tukang parkir didalam hati dan berdoa biar dia tidak menjadi aneh seperti Jono.