
Bab 42. Parjo dan Dian ketakutan, Balas dendam selesai.
Deni mendengar apa yang dikatakan Jono menjadi bingung, dia melihat wajah Jono, dia memang merasa familiar, seolah pernah melihat Jono dikantornya.
Deni kemudian melihat kearah Parjo yang mengeluarkan darah dari sudut mulutnya, Wajah Parjo ketakutan saat melihat Jono, ada wanita jatuh berlutut didekat Parjo.
Melihat wajah wanita itu, dia tahu wanita itu kekasih mantan karyawannya, yang diambil paksa oleh Parjo, seketika dia melihat kearah Jono dengan ketakutan.
Wajah ketakutan Deni terlihat Jelas," Jangan-jangan tuan Jono adalah mantan kekasih wanita ini," batin Surya menebak identitas Jono.
Deni kemudian bertanya kepada salah satu karyawannya," apa yang terjadi disini, kenapa tuan Jono sampai menghajar Parjo," tanya Deni kepada karyawannya.
Sang karyawan dengn cepat menjawab," Bos, begini ceritanya, Tuan Jono merupakan karyawan disini beberapa hari yang lalu, dia kemudian dipecat oleh Pak Parjo tanpa diberikan pesangon," mendengar perkataan karyawannya wajah Deni menjadi pucat.
Sang karyawan melanjutkan ceritanya," setelah tuan Jono dipecat, semua orang tau bahwa pak Parjo dan Dian kekasih dari Tuan Jono berhubungan dibelakang Tuan Jono selama 2 tahun, ketika tadi tuan Jono datang, Agung dan Hendra menghina tuan Jono tapi tuan Jono tidak menanggapinya", wajah Agung dan Hendra pucat pasi karena ketakutan.
"Kemudian Tuan Jono berjalan keruangan pak Parjo dan menendang ruangan tersebut sampai pintu terlepas dari tempatnya, Didalam pak Parjo dan Dian sedang bermain kuda-kudaan, tapi mereka berhenti setelah pintu terbuka, Pak Jono dan kami melihat kejadian menjijikan itu, Pak Parjo marah dan mencoba Memukul Tuan Jono tapi sebelum mengenai tuan Jono, dia ditendang oleh tuan Jono," sang karyawan mengakhiri ceritanya.
Ketika mendengar semua ini, Deni melihat Parjo dan Dian dengan sangat dingin, dia segera mendatangi Jono dan meminta maaf," tuan Jono, saya meminta maaf dengan semua yang terjadi selama tuan bekerja disini, saya akan memecat semua orang yang membuat tuan Jono merasa marah," Deni berusaha meminta pengampunan Jono.
__ADS_1
Jono hanya melihat Deni dengan pandangan dingin," apakah menurutmu memecat semuanya akan menghentikan masalah ini, kejadian yang menimpaku yang tidak diberikan gaji dan pesangonku saat dipecat apakah itu juga ulahmu, dia mengatakan itu adalah aturan perusahaan tidak memberikan pesangon dan gaji dari karyawan yang dipecat hanya karena memergoki dia bermain kuda-kudaan di parkiran," kata Jono kemudian.
Deni menggelengkan kepalanya," tidak Tuan Jono, semua orang yang dipecat, akan mendapatkan pesangon dan gaji terakhirnya saat diberhentikan, saya akan menyelidiki semua ini, saya akan menjebloskan siapapun yang berani melakukan itu diperusahaan saya," Deni mendatangi Parjo dan Dian.
Deni membentak Parjo dengan keras," ini semua salahmu, aku akan memecatmu dan selingkuhanmu dari perusahaanku, aku akan menyelidiki masalah ini kalau kai berani melakukan semua yang dikatakan tuan Jono kamu akan dipenjara untuk waktu yang sangat lama, aku jamin hal itu," Parjo ketakutan mendengar perkataan Deni.
Parjo mengambil uang perusahaan dan memecat karyawan seenaknya tanpa memberi mereka pesangon dan gaji mereka dia menggunakan uang itu untuk membelikan Dian baju dan tas branded, Parjo segera berlari kearah Jono dan berlutut didepannya.
Parjo berlutut dengan kepala berada dilantai," tuan Jono maafkan saya, saya tida ingin masuk penjara, saya dirayu oleh Dian, dialah yang salah, saya hanya korban disini tuan Jono, tolong jangan masukan saya kedalam penjara," Parjo sangat takut masuk penjara.
Jono hanya memandang Parjo dengan sinis," inilah yang harus kamu terima, penjara adalah tempat yang paling pantas untukmu," Jono tidak akan memaafkan orang yang mengkhianatinya.
Dian mendatangi Jono dan seketika memeluk kaki Jono dan meminta maaf," Sayang, maafkan aku, aku khilaf, Parjo mengancamku untuk bersama dengannya, hatiku hanya ada kamu sayang, kita mulai dari awal ya sayang, maafkan aku sayangku," Dian percaya diri Jono akan memaafkannya.
Jono memandang Dian dengan Jijik," tidak ada maaf untuk pengkhianat, aku tidak membutuhkan barang bekas, pergi dari hidupku, kalau kau berani mengganggu hidupku lagi, kau tidak akan tau apa yang akan terjadi nanti," Jono sangat jijik disentuh oleh Dian.
Dwni kembali berbicara," Tuan Jono saya akan menyelidiki semuanya, saya akan memecat semua orang yang menyakiti anda, saya juga akan menjebloskan siapapun yang memakan uang karyawan kedalam penjara, apakah tuan Jono puas dengan semua ini," Deni bertanya kepada Jono.
Jono mengangguk," saya akan memperpanjang masa sewa anda, setelah semua yang anda katakan terealisasi," kata Jono tegas.
__ADS_1
Deni melihat kearah Parjo,Dian, Agung dan Hendra," Kalian berempat aku pecat, aku juga akan menyelidiki aliran dana yang dikorupsi oleh Parjo, kalau ada yang menerima aliran dana, maka akan diserahkan kepada pihak berwajib," kata Deni melihat keempatnya memiliki wajah yang sangat pucat.
Dian menyesali semuanya, dia mengetahui uang dari korupsi Parjo digunakan untuk membeli baju dan tas branded untuknya, dia akan mendapatkan masalah karena semua ini.
Tapi penyesalan terbesarnya melepaskan Jono, pria yang sangat kaya dan sangat mecintainya dan menjaganya seperti seorang putri.
Jono menatap Deni kembali ," pak Deni saya harap anda melakukan apa yang anda katakan, saya akan pergi keatas untuk mengurus sesuatu," Kata Jono kepada Deni.
Jono melihat kearah semua Ceo yang hadir," Semua masalah perpanjangan sewa saya serahkan kepada pengelola disini, saya tidak akan ikut campur terlalu banyak, silakan mengurus semuanya besok kepada pak Surya, hari ini saya ada urusan dengannya, silakan kembali keperusahaan kalian," Jono berkata kepada para Ceo yang hadir.
Mendengar Jono mengatakan tidak akan mengurus terlalu banyak, Para ceo perusahaan yang menyewa Golden Street merasa lega, bahwa pemilik baru dari gedung tersebut sangat baik, mereka semua bubar mendengar perkataan dari Jono.
Jono berjalan menuju kepintu keluar dari kantor Agraria Medical," pak surya tunjukan dimana ruangan pemilik disini, saya ingin melihatnya, ada yang harus saya lakukan disana," Jono mengingat janjinya kepada Tari, Jono akan menggunakan komputer disana yang terhubung dengan seluruh perusahaan disini untuk mencari bukti dari kasus ayah Tari.
Surya segera berjalan ketempat Jono," Tuan Jono, silakan ikuti saya kelantai paling atas, disana merupakan tempat pemilik sebelumya, sekarang itu adalah ruangan tuan Jono, mari tuan," kata Surya menunjukan Jalan menuju kelantai paling atas gedung.
Segera Jono meninggalkan Agraria Medical, Jono bahkan tidak memandang kebelakang saat Dian meneriakan namanya," Jono sayang maafkan aku, jangan tinggalkan aku," suara Dian bergema didalam kantor.
Mendengar teriakan Dian, Parjo menjadi murka,"plak,plak,plak, Semua ini salahmu, karena kamu merayu aku, aku dipecat dan akan dipenjara, dasar murahan, aku akan menyeretmu ikut denganku kedalam penjara, wanita tidak tahu diri," Parjo menampar Dian dengan keras sebanyak tiga kali, dia memaki dan menghina Dian dengan kejamnya.
__ADS_1
Mendapatkan tamparan dan makian dari Parjo, Dian hanya bisa menangis dan menyesal karena kehilangan Jono untuk selamanya, dia sudah dipecat dan akan mendekam dipenjara karena perbuatannya.