
Bab 93. Memilih batu rongsokan, Panen melimpah.
Jono mendatangi stan penjual batu rongsokon, dia melihat label harga yang mencengangkan, barang disini sangat murah, bisa dibeli perkilo seharga 10 ribu pataca Macau, kalau dirupiahkan cuma seharga 18 juta perkilonya.
Jono menanyakan sesuatu kepada pemilik stan," pak, bisakah saya memilih batu sebelum membelinya atau harus memborong semua untuk membeli batu disini," kata Jono dengan datar, agar pemilik stan tidak curiga kepadanya.
Sang pemilik stan melihat kearah Jono, diapun segera menjawab pertanyaan Jono," anda bisa memilih batu mana yang ingin anda beli, tapi pembelian minimal dari batu disini seberat 100 kg, apakah anda mengerti peraturannya?," kata sang pemilik stan, dia mencoba menipu Jono untuk membeli sebanyak mungkin batu miliknya, sangat jarang orang membeli batu rongsokan seperti ini.
Jono mengangguk mengerti, dia tahu sang pemilik mencoba menipunya, tapi sang pemilik stan tidak tahu, Jono memiliki cheat dimatanya, tidak satupun orang bisa menipunya.
Jono mengangguk," baik pak, saya akan membeli setidaknya 100 kg disini, bisakah saya memilihnya sekarang?, tapi saya akan sangat lama memilihnya, saya harus memilih batu terbaik, saya baru belajar tentang judi batu," kata Jono berpura-pura polos, dia akan memeriksa semua batu disini, kalau banyak yang bagus dia akan memborong semuanya.
Sang penjual mengangguk senang, dia akhirnya bisa menjual batu rongsokan miliknya," baik, silakan dipilih tuan, saya nanti akan menghitung semuanya setelah tuan selesai memilih," kata sang pemilik stan, dia merasa akan mendapatkan untung besar dari transaksi ini.
Jono segera menuju kearah batu rongsokan diikuti oleh Steve dan Bing Sun dibelakangnya, Jono melihat tumpukan batu yang sangat tinggi didepannya ,Jono melihat mungkin jumlah batu ini setidaknya 2 ribu batu.
Bing Sun melihat keanehan dari sikap Jono dia kemudian bertanya," tuan Jono, ini hanya tumpukan batu sampah, untuk apa kita mencari batu disini, lebih baik kita menunggu leang batu nanti, tidak ada untungnya kita membeli batu sampah seperti ini," kata Bing Sun mengingatkan Jono.
Jono hanya tersenyum mendengar pekataan Bing Sun," pak Bing Sun, hal yang paling saya banggakan dari diri saya adalah saya memiliki keberuntungan yang sangat tinggi, apapun yang saya lakukan saya tidak akan pernah rugi, maka dari itu saya menjadi kaya seperti sekarang, lihatlah nanti saat batu yang saya pilih dipotong, maka anda akan tahu seberapa besar keberuntungan saya," kata Jono dengan percaya diri, dia tidak akan mengungkapkan kemampuan matanya kepada siapapun, bisa menjadi sebuah bencana kalau ada yang mengetahuinya.
Bing Sun hanya bisa mengangguk, dia hanyalah memberi nasehat, karena semua keputusan ada ditangan Jono, jadi dia hanya bisa diam saat Jono mulai memilih batu.
Jono segera menggunakan kemampuan dari mata super mesumnya untuk melihat kearah batu yang ada didepannya.
Batu pertama:
Kualitas batu: buruk
Berat: 12 kg.
Isi didalam batu: tidak ada.
Nilai harta: 0
Batu kedua:
Kualita batu: buruk.
Berat: 10 kg.
__ADS_1
Isi didalam batu: giok kualitas rendah, banyak bintik hitam didalam giok.
Berat giok: 10 gram.
Harga pergram: 3 ribu pataca Macau/5,4 juta rupiah.
Nilai giok: 30 ribu pataca Macau/ 54 juta rupiah.
Batu ketiga:
Kualitas batu: buruk.
Berat: 5 kg.
Isi didalam batu: giok kualitas rendah, bintik cukup samar tapi kurang murni.
Berat giok: 5 gram.
Harga pergram: 10 ribu pataca macau/18 juta rupiah.
Nilai total giok: 50 ribu pataca macau/ 90 juta rupiah.
Jono melihat semua batu disini sangat sampah sampai dia melihat batu ke 50, dia melihat sesuatu yang membuatnya tercengang.
Kualitas batu: sangat buruk, banyak retakan.
Berat: 30 kg.
Isi didalam batu: giok murni hijau biasa, kualitas super.
Berat giok: 100 gram.
Harga pergram: 1 juta pataca macau/1,8 miliar rupiah.
Nilai total giok: 100 juta pataca macau/ 180 miliar rupiah.
Jono bersemangat melihat ada batu yang bagus berada disini, mungkin karena batu ini sudah banyak retak, jadi ditinggalkan disini sebagai batu sampah, Jono menunjukan wajah datar saat mengambil batu itu.
Steve segera berlari mengambil batu yang dipegang oleh Jono," tuan Jono, biarkan saya yang membawa batu ini, silakan pilih lagi batu yang tuan Jono inginkan," kata Steve penuh dedikasi.
__ADS_1
Jono mengangguk kepada steve, dia kembali melihat batu yang ada disana, tapi setelah lebih 100 batu dilihat olehnya, belum terlihat lagi batu yang bagus, memang benar sangat sulit memilih batu yang bagus, untung saja dia memiliki mata super, kalau tidak dia bisa bangkrut saat ini.
Jono melihat batu nomor 156, dia kembali senang didalam hatinya, dia akhirnya mendapatkan batu yang bagus lagi.
Batu ke 156:
Kualitas batu: sangat buruk, retakan hampir memenuhi seluruh batu.
Berat: 50 kg.
Isi didalam batu: giok murni hijau jamrud, kualitas super.
Berat giok: 200 gram.
Harga pergram: 5 juta pataca macau/ 9 miliar rupiah.
Harga total giok: 1 miliar pataca macau/ 1,8 triliun rupiah.
Jono sangat bersemangat, dia akhirnya mendapatkan batu yang sangat bagus, harga batu ini saja mencapai 1,8 triliun, hartanya akan bertambah banyak kalau memilih batu yang benar.
Jono dengan datar mengambil batu nomor 156, dia melihat batu kekiri dan kekanan, keatas dan kebawah, seperti seorang master peneliti batu, dia melakukan ini agar tidak ada yang curiga dengannya, Jono mengangguk, lalu menyerahkan batu itu kepada Steve.
Jono kembali mencari batu rongsokan didepannya, dia sudah mencari lebih dari 300 batu, tapi belum ada yang bisa memuaskan dirinya, dia melihat batu bernomor 340 didepannya, dia sangat gembira dengan apa yang dilihat olehnya, dia melihat sebuah batu besar dengan harta karun didalamnya.
Batu ke 340:
Kualitas batu: buruk.
Berat batu: 100 kg.
Isi didalam batu: giok murni hijau jamrud, kualitas super.
Berat giok: 500 gram.
Harga pergram: 5 juta pataca macau/ 9 miliar rupiah.
Harga total giok: 2,5 miliar pataca macau/ 4,5 triliun rupiah.
Jono kembali mengambil batu dengan wajah datar tanpa merasa berat dengan beban batu yang mencapai 100 kg, dia memeriksa batu seperti seorang master, dia meminta Steve mengambik troli yang disediakan disana, setelah Steve mengambil troli, Jono meletakan Batunya dengan sangat hati-hati, dia takut membuat isi didalamnya menjadi hancur.
__ADS_1
Jono kembali melihat tumpukan batu yang ada didepannya, dia seperti melihat gunung harta karun berdiri didepannya, Jono kembali mencari batu yang ada didepannya, sudah lebih dari 1000 batu dilihat olehnya, tapi belum ada lagi batu yang membuat hatinya tergugah, dia terus mencari dengan sangat giat, takut melewatkan harta karun yang ada didepannya.
Tujuan Jono mengunjungi rumah Judi giok ini bukan hanya untuk menambah kekayaannya saja, dia ingin membuatkan keluarganya dan semua kekasihnya sebuah gelang, anting dan kalung giok, inilah tujuan utama Jono kesini, untuk membahagiakan orang yang disayangi dan dicintai olehnya, karena Jono sangat tahu arti dari sebuah giok, yaitu giok adalah harta pembawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi pemakainya, Jono ingin semua orang yang menyayangi dan mencintai dirinya dibanjiri dengan kebahagiaan dan keberuntungan.