SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 31. Jani menangis ketakutan, Kemarahan Jono.


__ADS_3

Bab 31. Jani menangis ketakutan, Kemarahan Jono.


Saat Jani tertawa, Jono melihat seseorang tidur diaspal , dia menggandeng tangan Jani dan menghampiri orang tersebut.


Jono mencoba membantu orang itu bangun dari tidur nyenyaknya di aspal," pak, bangun pak, kenapa bapak tidur disini, sini saya bantu bangun, apakah bapak tidak punya kasur dirumah sampai bapak tidur disini," Jono merasa kasihan melihat bapak tersebut tidur diaspal, pasti hidupnya menderita karena kasur saja tidak punya.


Jani menimpali Perkataan Jono," kak Jani takut, bapak ini aneh, apakah bapak sejenis dengan teman kakak asep yang aneh itu," Jani takut, dia mengira bapak yang tidur diaspal itu sama dengan teman Jono si asep.


Sang tukang parkir membatin," kalian berdua yang aneh, aku jatuh dikira tidur-tiduran diaspal, tuhan, jauhkan hamba dari kedua orang ini," tukang parkir takut keanehan kedua orang ini menular.


Udin sang tukang parkir, akhirnya berhasil berdiri setelah dibantu oleh Jono," pak jangan tidur lagi di aspal, ini uang 20 juta untuk beli kasur," Jono mengeluarkan Uang dari kantong celananya.


Biarpun Udin berdoa kepada tuhan untuk membuatnya miskin supaya tidak menjadi aneh seperti Jono, dia tetap tidak bisa menahan godaan uang 20 juta dari Jono


Udin menerima uang dari Jono," terima kasih pak, saya sangat membutuhkan uang ini untuk membeli kasur, kasur dirumah saya gadaikan untuk membeli makan pak," Alasan Udin tidak masuk akal, mana ada yang mau menerima gadaian kasur bekas.


Jono tidaklah sebodoh itu, tadi saat Jono selesai mengunci pintu mobil, dia melihat Udin berlari mendekati tempat mereka, tapi udin seketika terjatuh saat dia mendengar teriakan aneh dari Jono, Jono mengatakan Udin tidur di aspal untuk mengurangi rasa malunya, dan uang tersebut sebagai uang tutup mulut untuk Udin.


Jono kembali berkata," bapak tukang parkir kan?, tolong jaga mobil saya disini, saya akan masuk kedalam taman bermain, nanti saya tambah uangnya," Jono meminta Udin menjaga mobil laknatnya.


Udin mengangguk," baik pak saya akan menjaga mobil bapak dengan sebaik-baiknya," Udin berkata dengan semangat, memikirkan Jono menambang uang untuknya.


Jono segera menggandeng tangan Jani, sebelum Jani bertanya yang tidak-tidak kepada Udin, nanti ketahuan dia malu karena teriakannya sendiri.

__ADS_1


Diloket penjualan tiket masuk taman bermain, ada seseorang yang terlihat wajahnya sangat mesum, dia bernama burhan, adik ipar Parto, pengelola taman hiburan malang, dia bekerja diloket penjualan untuk memeriksa barang bawaan dari pengunjung laki-laki.


Dia melihat Jono dan Jani berjalan mendekati loket penjualan tiket masuk," wanita itu sangat cantik, hehehehe, pasti badannya sangat bagus," Burhan sudah merencanakan untuk meraba-raba badan dari Jani.


Burhan memanggil mawar, petugas pemeriksa barang bawaan dari pengunjung wanita untuk mendekatinya," mawar kesini kamu, aku akan memeriksa tamu pria dan wanita itu, kamu jangan ikut memeriksa mereka itu bagianku," Burhan memerintah seolah-olah dialah bos disana.


Mawar dengan takut menjawab," tapi ini tugas saya pak burhan, tidak etis laki-laki memeriksa tubuh dan barang bawaan wanita," Mawar memberitahu burhan tidak baik melakukan hal tersebut.


Burhan membentak Mawar," Diam, kamu!!!, jangan ikut campur, atau akan aku adukan kamu kepada kakak iparku karena bekerja tidak baik, agar kamu dipecat dari pekerjaan ini," ancam burhan kepada Mawar.


Mawar sangat takut dengan ancaman burhan, dia sangat membutuhkan pekerjaan ini, dia adalah tulang punggung dari keluarganya, Jadi Mawar hanya bisa mengangguk.


Sedangkan Jono dan Jani sedang berjalan menuju loket untuk membeli tiket masuk ketaman bermain, biarpun Jono pemilik saham terbesar, dia tidak ingin diganggu oleh pengelola taman hiburan ini, jadi dia ingin seperti pengunjung biasa saat ketaman bermain malang ini.


Burhan berkata saat Jono sudah berada didepannya," pak, saya akan mengecek barang dan tubuh anda, tolong kerja samanya," Burhan mengecek setiap saku dan kantong dipakaian Jono dengan sangat cepat, karena dia ingin meraba tubuh Jani dengan segera.


Burhan selesai mengecek Jono," baik pak, anda tidak membawa suatu yang mencurigakan, silakan masuk," Burhan berkata dengan cepat.


Segera Burhan menghampiri Jani," maaf mbak, saya akan memeriksa barang bawaan anda, mohon bekerja sama," Burhan berkata dengan seringai mesum dibibirnya.


Sebelum tangan Burhan menyetuh tubuh Jani, sebuah tangan menghentikan gerakan tangan Burhan untuk menyentuh tubuh Jani.


Jani sangat takut melihat Burhan, airmatanya sampai menetes melihat seringai mesum Burhan.

__ADS_1


Melihat Jani menangis ketakutan, amarah Jono mencapai titik tertinggi," aku akan menghancurkanmu, berani sekali kau membuat Janiku menangis, siapapun yang membuat Janiku menangis harus hancur," Jono berkata dihatinya, dia memandang Burhan yang ingin menyentuh Jani dengan amarah yang berkobar.


Jono mencengkram tangan burhan sangat keras sesaat sebelum menyentuh Jani dan Jono hampir mematahkan tangan burhan," akhhh, lepaskan, apa maksudmu memegang tanganku, aku hanya ingin memeriksa barang bawaan dari wanita ini," wajah Burhan memerah menahan rasa sakit ditangannya.


Jono berteriak dengan murka kepada Burhan," Berani sekali kau ingin menyentuh Janiku dengan tangan kotormu," Jono seketika tersulut emosi.


Burhan melihat Jono dengan takut," kau tau siapa aku, aku adik ipar parto, pengelola dari tempat ini, aku bisa menyuruh satpam untuk membuangmu dari sini," ancam Burhan kepada Jono.


Seketika Jono mengambil telponnya dan menelepon Jaka, Ceo Malang Properti," Halo Pak Jaka, Suruh pengurus Taman hiburan Malang menemuiku di depan Loket pembelian tiket masuk, bilang kepadanya 5 menit harus sampai disini kalau tidak tanggung sendiri akibatnya," Jono memerintahkan Jaka memanggil kakak ipar Burhan untuk menemuinya.


Jaka segera menjawab," baik tuan Jono, saya akan memberitahu Parto untuk menemui tuan, silakan ditunggu tuan," Panggilan diakhiri oleh Jono karena masih tersulut emosi.


Mendengar Jono menelpon Jaka, Burhan Hanya tertawa," wahahaha, kamu menelpon pak Jaka, itu tidak mungkin, aku tau kamu hanya menggertakku, siapa yang tidak tau pak Jaka, semua orang tau nama Ceo dari Malng properti adalah Pak Jaka, caramu membuatku takut sangat konyol, hahahaha,akhhh," Mendengar Burhan tertawa Joni kembali ingin mematahkan tangan Burhan.


3 menit kemudian Burhan melihat kakak iparnya, Jarno berlari dengan tergesa-gesa, Burhan menjadi pucat, dia merasakan firasat buruk mendatanginya.


Parto melihat wajah kesakitan adik iparnya di cengkraman tangan Jono, dia merasakan dia akan mendapatkan masalah yang serius.


Parto membungkuk dihadapan Jono," Tuan Jono, maaf tidak menyambut anda, saya adalah pengelola tempat ini, nama saya Parto , apakah adik ipar saya melakukan sesuatu kepada tuan Jono," Parto berkata dengan takut.


Jono melihat Parto dengan dingin," oh ternyata benar dia adalah adik iparmu, berani sekali di ingin menyentuh dan meraba badan Janiku, apakah begini cara kerja dari tempat yang kamu kelola Parto,".


Parto berkeringat dingin mendengar perkataan Jono," tidak tuan Jono, pegawai pria memeriksa pria, pegawai wanita akan memeriksa barang dan badan seorang wanita," Kata Parto menjelaskan peraturan pemeriksaan pengunjung.

__ADS_1


__ADS_2