
Bab 40. Mama Eva telah sembuh, Hari pembalasan.
Hari sudah menjelang pagi, hari ini setelah melakukan check terakhir dari dokter, mama Eva akhirnya sudah sembuh dan diizinkan untuk pulang kerumah.
Jono Juga bersiap-siap untuk mandi, dia membersihkan dirinya, dan setelah selesai diapun berpakaian, dia melakukakan check-in harian seperti biasa.
"Kira, buka check-in hari ini" Jono berkata kepada kira.
[[Ding.....Selamat tuan rumah, anda mendapatkan uang tunai sebesar 100 miliar rupiah, uang kan dikirim kerekening tuan rumah]], bunyi pemberitahuan dari Kira.
Hp Jono bergetar, ternyata dari notifikasi bank.
**ding** suara dari notifikasi bank di hp Jono.
**nasabah bank bca yang terhormat, nomor rekening anda menerima transfer dana dari xxxxxxxx debesar Rp.100.000.000.0000. sisa saldo anda Rp.1.425.098.010.000**
Jono mengecek panel statusnya.
"Kira mohon buka panel statusku," Jono meminta Kira membuka panel statusnya.
Kira mohon buka sttusku," kata Jono.
Nama : Jono Prajana
Umur : 23
Jenis kelamin : laki-laki
Kekuatan : 1030
Kesehatan : 1050
__ADS_1
Kecepatan : 1040
Kepintaran : 75
Ketampatan : 95
dana : Rp.1.425.098.010.000
Aset : Villa Pondok Indah, Hennesey Venom Gt, 3000 perumahan Nusa Bangsa, Gedung Perkantoran Golden Street, Lamborghini Alpha.
Saham : 51% Trisula Group,100% saham RS.Diamond Medical,70% saham Malang Properti,65% saham Skyjet Airline.
Kemampuan : Skill mengemudi super, skill medis super, kemampuan pengacara super, kemampuan komputer super,kemampuan mata mesum super.
Misi: menjadi babufoods, dan mendapatkan 30 bintang 5(8/30).
Setelah selesai melihat panel sistemnya, Jono membantu Tari dan keluarganya untuk membereskan barang-barangnya, setelah selesai mereka bersiap untuk pulang kerumah.
Jono menjawab seadanya," oh, mobil mas yang lama mas taruh di rumahnya Mas, mobil ini mas beli dishoope Tari, mumpung ada diskon dan ada flashsale disana," Jawab Jono ngasal, tidak mungkin dia mengatakan bahwa mobil ini diberikan oleh sistemnya.
Tari hanya menganguk, karena terlalu percaya kepada Jono," owh, ada ya mas yang menjual mobil seperti ini, Tari pesan 1 ya mas, mumpung murah, ada diskon sama flashsalenya lagi," jiwa wanita Tari bergelora untuk mengejar diskon dan flashsale.
Jono panik, mana mungkin disana menjual mobil seperti ini," Tari mobil ini sudah sold out, sudah bayak dipesan karena murah meriah, nanti kalau ada lagi, mas pesankan untuk Tari ya," Jono berkeringat dingin saat mebohongi Tari.
Tari mengangguk mengiyakan ucapan Jono," baik mas, mobil bagus seperti ini pasti cepat habisnya, sudah murah dapat diskon lagi, ayo mas kita berangkat sekarang," Tari ikut dengan Jono dimobilnya, sedangkan Maha membawa maseratinya bersama mama Eva.
Mobil mereka berjalan beriringan di jalan, seua mobil takut saat melihat Mobil Jono dijalan.
"Mobil apa itu, indah sekali mobilnya, mas belikan aku satu mobil seperti itu," kata wanita dimobil kepada suaminya yang sedang menyetir, dia melihat mobil Jono didepan dengan mata dipenuhi bintang.
Sang suami berkata," jangan menghayal, kau Jual mobil kita tidak akan sanggup membeli roda dari mobil itu," Kata sang suami sinis, khayalan sang istri sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
Sang istri berkata dengn binggung," mana mungkin. cuma dapat ban saja tidak bisa, mobil ini seharga 2 miliar, semahal apa mobil itu, sampai banpun tidak bisa dibeli," Sang istri bertanya dengan tidak percaya.
Sang suami mejelaskan," mobil itu namanya Lamborghini Alpha, hanya ada 2 didunia, harga yang tertera di situs yang aku baca, harganya 200 miliar,tapi kalau mau memilikinya mungkin membutuhkan 400 miliar, itupun kalau ada yang mau menjual mobil ini, hanya satu yang dijual Lamborghini kepasaran," kata sang suami kepada istrinya.
Dia melambatkan mobilnya, takut menggores mobil Jono, biaya perbaikan mungkin harus menjual semua harta bendanya, dia tidak mau miskin mendadak.
Semua mobil menghindar saat melihat mobil Jono dijalanan, takut menabrak mobilnya, diperjalanan mobil Jono melesat dengan bebas tanpa hambatan," siapa bilang jakarta kota kemacetan, lihat, disini lancar-lancar saja jalannya," batin Jono melihat Jalan yang lengang, jauh dari kata kemacetan.
Karena perjalanannya yang sangat lancar, mobil Jono dan Tari sampai di perumahan Nusa Bangsa, Jono menelpon Septo," Halo pak Septo, apakah rumah yang saya minta sudah disiapkan, saya sudah berada diperumahan Nusa Bangsa," kata Jono setelah panggilan terhubung.
Septo dengan cepat menjawab," sudah tuan, rumah yang saya siapkan berada paling dekat dengan sekolah Sma Nusa Bangsa, perumahan Nusa Bangsa no 1. Saya siapkan kepada Kepada keluarga pacar tuan Jono," Kata Septo penuh semangat.
Jono mengangguk," Baik pak Septo, saya akan kesana sekarang, apakah pak septo berada di perumahan sekarang," Jono bertanya keberadaan Septo.
Septo mengangguk," Benar tuan, saya sudah diperumahan, saya berada didepan perumahan Nusa Bangsa no 1. Sekarang, silakan datang tuan, segalanya sudah siap disini," Jono senang denga kinerja luar biasa dari Septo.
Jono sangat mengetahui letak dari perumahan nomor 1. dia pernah bersekolah di Sma Nusa Bangsa, setiap datang kesekolah dia akan melewati perumahan No 1. itu.
Jono telah sampai dirumah baru Tari,Jono melihat Septo sudah ada disana, dia memasuki perumahan No 1, dia segera turun setelah sampai didepan pintu rumah," mas apa Tari dan kekuarga Tari akan tinggal disini, rumah ini terlalu besar mas, Tari tidak bisa menerima rumah ini, Tari selalu merepotkan mas," Kata Tari melihat kearah Jono.
Mama Eva ikut menanggapi," benar nak Jono, mama gak enak tinggal disini, nak Jono terlalu baik kepada kami, bagaimana kami bisa membalas kebaikan nak Jono nanti," Mama Tari tidak enak menerima semua ini, Jono sangat baik kepada keluarga mereka.
Jono tersenyum lembut menjawab pertanyaan mereka," inilah yang harus saya lakukan ma, Tari sudah menjadi tanggung jawab saya, saya ingin membahagiakan Melati dan juga keluarganya, maaf ma, Jono tidak bisa ikut kedalam, Jono harus melakukan sesuatu untuk memenuhi janji Jono kepada Tari," Jono berpamitan kepada Mama Eva.
Jono menghampiri Tari," Tari, mas pergi dulu, mas mau mencari bukti tentang ayah Tari, mas ingin secepatnya membebaskan calon ayah mertua mas, doakan mas untuk cepat mendapatkan buktinya," Jono berpamitan, dan mencium kening Tari sebagai jimat diperjalanan.
Jono pergi dan melambai dari mobilnya," Tari, mama, Maha, aku pergi nanti aku akan kesini lagi setelah mendapatkan bukti tentang ayah mertua, doakaan aku," Jono berkata dari dalam mobil.
"Pak Septo perkenalkan lingkungan rumah kepada Tari, mama Eva dan Maha, saya percayakan kepada anda," Kata Jono sebelum pergi.
Septo mengangguk," baik tuan Jono, serahkan semuanya kepada saya," Septo mengangguk tegas.
__ADS_1
Jono segera berangkat kegedung perkantoran Golden Street," Dian dan bos pengkhianat, tunggu aku disana, saatnya pembalasan dimulai ," Jono akan melakukan pembalasannya kepada mereka berdua, setelah itu dia akan mencari bukti dari kasus ayah Tari.