SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 104. Berangkat menuju Mall, Promosi Krim.


__ADS_3

Bab 104. Berangkat menuju Mall, Promosi Krim.


Selesai dengan semua masalah, Jono keluar dari ruangan milik Jiang Meng, Jam sudah menunjukan pukul 7 malam, Jono berencana melihat pameran promosi Krim penambah kecantikan yang diadakan oleh Beautiful Face di Macau Brilliant Mall, mall milik Jono sendiri.


Jono pergi keluar bersama Steve dan Bing Sun dari tempat pelelangan, tidak ada yang berani menghentikan mereka keluar, karena Jiang Meng memberikan ultimatum, siapapun yang berani mencari masalah dengan Jono, maka mereka akan dihabisi oleh Jiang Meng.


Jono sudah berada diluar tempat pelelangan," pak Bing Sun, saya akan pergi ke Macau Brilliant Mall, ada sesuatu yang harus saya kerjakan disana, apakah anda mau pergi bersama saya kesana," tanya Jono kepada Bing Sun.


Bing Sun berpikir sejenak, dia akhirnya menggelengkan kepalanya," tuan Jono, akan ada rapat penting diperusahaan, ada kerjasama dengan perusahaan dari amerika dengan perusahaan kita, Jadi saya harus menghadiri rapat, tuan Jono, maafkan saya tidak bisa menemani anda," Kata Bibg Sun dengan nada bersalah.


Jono mengerti Bing Sun pasti sangat sibuk, dia sangat berdedikasi dengan pekerjaannya," tidak apa-apa pak Big Sun, saya akan berangkat menggunakan taksi saja, mari saya permisi," kata Jono kepada Bing Sun.


Bing Sun segera berkata," tuan Jono, saya sudah akan dijemput kesini, tuan silakan gunakan mobil ini, saya akan menunggu disini, dalam 15 menit mobil jemmputan saya akan segera datang," Bing Sun segera menyerahkan kunci mobil kepada Jono.


Jono hanya bisa menerima, dia segera masuk kemobil, Steve juga masuk kekursi pengemudi, dia menyalakan Navigasi menuju kearah Mall, Segera mobil melaju meninggalkan rumah lelang Judi batu.


perjalanan menuju ke Macau Brilliant Mall membutuhkan 30 menit perjalanan menggunakan mobil, mereka berkendara dengan santai menuju kearah Mall.


30 menit berlalu, mereka akhirrnya sampai di Macau Brilliant Mall, mereka melihat Gedung yang sangat besar didepan mereka, dengan nama Macau Brilliant Mall tertulis diatas gedung.

__ADS_1


Mereka memarkirkan mobil dibasement Mall, mereka segera turun dari mobil, Jono mengambil handphonenya dan menghubungi Tari," Halo Tari, Tari dimana, mas sudah sampai dimall," kata Jono setelah panggilan tersambung.


Tari menjawab dengan lembut," mas Jono, Tari berada dilantai teratas Mall, disini diadakan pameran dari semua merk kecantikan dunia, disini sangat ramai mas, cepatlah kesini, Tari sudah kangen dengan mas Jono," kata Tari kepada Jono, Jono tersenyum medengar perkataan Tari.


Jono segera berkata," Tari, mas akan segera kesana, tunggu mas ya, mas juga sangat rindu dengan Tari," Jono segera menutup panggilannya, dia ingin menemui Tari segera.


Jono memasuki Mall, dia segera naik kelantai sepuluh, karena lantai sepuluh merupakan lantai tertinggi di Macau Brilliant Mall, Jono segera sampai dilantai sepuluh, dia melihat kerumunan orang yang sangat banyak, bahkan hampir menutupi seluruh lantai sepuluh, kebanyakan didominasi oleh wanita.


Jono melihat kesekeliling, dia mencari keberadaan Tari, Adrian dan Staff Beautiful Face, dia berjalan menyusuri seluruh pameran, dia akhirnya melihat stan milik Beautiful Face disudut Mall, tapi anehnya stan dari Beautiful Face sangat sepi tanpa satupun pengunjung mendatangi stan mereka.


Jono melihat Tari didepan stan sedang mempromosikan Krim penambah kecantikan, tapi tidak satupun yang tertarik dengan Krim penambah kecantikan yang ditawarkan oleh Tari.


Tari melihat Jono, dia menjadi murung," mas Jono, jangankan menjual, dilirikpun tidak mas, mereka tidak tahu merk dari krim kita, ada beberapa yang datang bertanya, tapi saat tahu harga dari produk kita, mereka seketika pergi dari stan milik kita," kata Tari dengan nada sedih, dia berharap promosi dapat dilakukan dengan baik.


Jono melihat ekspresi sddih Tari, dia merasa harus melakukan sesuatu," Tari, biarkan mas yang akan melakukan promosi, kita akan menjual banyak produk kita disini," kata Jono dengan percaya diri.


Tari mengangguk, dia percaya Jono pasti bisa melakukan promosi dengan baik, Jono bisa melakukan apapun yang mustahil menjadi mungkin.


Jono mengambil krim dari stan dan segera melakukan promosi," para pengunjung yang terhormat, saya akan mempromosikan Krim dari perusahaan kami, Krim ini bernama Beauty Plus Cream, apakah ada diantara para tamu wanita yang hilang percaya diri dengan penampilan anda, tenang kami menghadirkan krim penambah kecantikan untuk anda, krim ini bisa menghilangkan Jerawat, kudis, kurap bahkan bisul diwajah anda, wajah anda akan kinclong dan bercahaya, silakan untuk mencoba krim kami," Jono berpromosi bagaikan penjual obat keliling.

__ADS_1


Jono melanjutkan promosinya," oh anda, benar anda, iya anda, apakah anda ingin menjadi lebih cantik?, apakah anda ingin menjadi cantik seperti artis ditv-tv?," kata Jono menunjuk seorang wanita dengan banyak jerawat memenuhi wajahnya bahkan jerawatnya sampai mengeluarkan nanah.


Sang wanita menunjuk dirinya sendiri," apakah anda menunjuk saya, apa yang anda inginkan, saya tidak percaya dengan krim anda, saya sudah bosan ditipu oleh orang seperti anda, hanya bermodal janji tanpa bukti" kata sang wanita, dia sering tertipu dengan iklan ditv, jadi dia menganggap Jono pasti akan menipunya.


Jono melihat sang wanita tidak percaya kepada krimnya, dia menyeringai," apakah anda korban iklan, ada pasti tersiksa dengan segala kebohongan yang diiklankan oleh setiap produk kecantikan itu, tenang kami memiliki solusi dari setiap masalah kulit diwajah anda, sekali pakai wajah anda akan bertambah cantik, segala masalah wajah anda akan segera hilang tanpa bekas, anda bisa mengujinya sekarang kalau anda tidak percaya," kata Jono kepada sang wanita, dia sudah merencanakan untuk membuat wanita ini menjadi contoh untuk dilihat oleh semua pengunjung didalam pameran.


Sang wanita yang bernama Yuang Ping melihat kembali kearah Jono, dia merasa perkataan Jono sangat jujur, dia kemudian melihat harga yang tertera dipembungkus krim, seketika matanya melotot," apa!!!, harga ini sangat tidak masuk akal, mana ada krim kecantikan seharga 50 ribu pataca macau( 90 juta rupiah), ini krim apa berlian, sangat mahal, mana ada yang mau membeli krim seperti ini," kata Yuang Ping dengan kaget.


Jono segera menjelaskan," nona, bahan dari krim kami sangat mahal, diperlukan berpuluh-puluh tahun penelitian untuk menciptakan krim yang kami miliki, apalagi krim ini diproduksi secara terbatas hanya 10.000 produk setiap tahunnya yang dapat diproduksi, kalau efek yang didapat sesuai yang saya katakan, apakah bagi anda harga ini akan menjadi mahal?," kata Jono kepada Yuang Ping.


Yuang Ping memikirkan penjelasan yang dikatakan oleh Jono, kalau semua sesuai yang dikatakan oleh Jono, maka harga yang dikatakan oleh Jono menjadi masuk akal, bahkan harga ini akan menjadi terlalu murah kalau semua efek yang dihasilkan oleh krim ini bekerja, bahkan dengan efek penambah kecantikan, maka setiap wanita konglomerat, bangsawan dan artis akan memburu krim ini dengan memababi buta.


Yuang Ping melihat kearah dompet miliknya, dia tidak melihat sepeserpun uang, dia ingat semua uangnya sudah dihabiskan untuk krim palsu diluaran sana, dia melihat Jono dengan ekspresi sedih," tuan, saya tidak memiliki uang sama sekali, apakah saya boleh berhutang, saya akan menggunakan ini sebagai jaminan," Yuang oing menyerahkan kalung miliknya.


Yuang Ping baru saja diselingkuhi oleh kekasihnya, kekasihnya selingkuh dengan wanita yang lebih cantik darinya, dia dicampakan setelah semua uang hadil kerjanya digunakan oleh kekasihnya untuk membelikan selingkuhannya sebuah tas.


Yuang Ping sudah putus asa, dia sudah pergi kedokter, dokter mengatakan jerawatnya sangat sulit untuk dihilangkan karena jerawatnya merupakan penyakit turunan dari keluarganya, Jerawatnya sudah memenuhi semua wajahnya, dia bahkan menghabiskan semua tabungan rahasia miliknya untuk membeli krim dan obat untuk menyembuhkan jerawatnya, tapi jerawatnya bertambah parah, bahkan sudah mencapai tahap bernanah.


Melihat harapan terakhirnya ada dikrim yang dijual oleh Jono, dia sampai ingin memberikan harta terakhirnya, yaitu kalung kesayangan miliknya, kalung dari mendiang orang tuanya.

__ADS_1


Yuang Ping sudah lelah menghadapi realita yang kejam dari dunia ini, dunia yang melihat hanya daru rupa dan harta, Jadi dia harus mengikuti realita, dia harus menjadi cantik walaupun harga yang harus dibayar sangat mahal.


__ADS_2