SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 83. Hancurnya Miguel, Hanya sekumpulan orang munafik.


__ADS_3

Bab 83. Hancurnya Miguel, Hanya sekumpulan orang munafik.


Jono berjalan mendekati meja nomor satu untuk memberikan pelajaran kepada Miguel, dia sudah sangat muak dan marah melihat kelakuan Miguel, dia akan menghancurkan Miguel sampai berkeping-keping.


Melihat Jono berjalan mendekatinya, Miguel sangat ketakutan, badannya bergetar, keringat dingin memenuhi badannya.


Setelah Jono sampai dimeja nomor satu, Jono melihat Miguel dengan seringai dibibirnya," apakah kamu lupa dengan taruhan kita ,cepat berlutut dan menggonggong seperti anjing, jangan mengingkari taruhan kita, ini peringatan untukmu, juga kesempatan terakhir yang kuberikan untukmu, kalau tidak memenuhibtarihan kita, kamu akan sangat menyesali keputusanmu mengingkari taruhan kita," Jono memberi Miguel satu kesempatan terakhir, Jono akan mempertimbangkan memaafkan Miguel, kalau Miguel memenuhi taruhannya, dia bukanlah orang yang sangat kejam.


Tapi kalau Miguel mengingkari taruhannya, bersiaplah untuk hancur, Jono sangat membenci seseorang mengingkari perkataannya, dia sangat benci orang yang licik.


Biarpun Miguel ketakutan dia masih berpura-pura bodoh," taruhan apa, kita tidak pernah melakukan taruhan apapun, semua orang disini menjadi saksi, apakah kalian semua pernah mendengar taruhan kami?," Miguel melihat kesemua orang, dia menatap mereka semua dengan sangat tajam.


Semua orang terdiam, mereka mendengar taruhan Jono dan Miguel, tapi mereka tidak berani mengatakan apapun, mereka sangat takut dengan Big England Bank yang menjadi pendukung dari Miguel.


Melihat semua orang diam tanpa mengatakan yang sebenarnya, Jono menjadi marah dia melihat semua orang disini ternyata sangat munafik.


Miguel lembali berkata dengan sangat sombong kepada Jono," lihat, tidak ada yang mendengar kita bertaruh, jangan mengucapkan sesuatu yang tidak terjadi atau kamu akan menerima akibatnya," Miguel merasa menang, dia tidak menyadari keputusannya untuk mengingkari taruhannya dengan Jono adalah bencana bagi dirinya.


Jono melihat Miguel dengan dingin," aku sudah memberimu kesempatan terakhir, tapi kamu membuangnya begitu saja, maka terimalah nasibmu, karena telah berani melanggar taruhan yang kita buat," Jono berkata dengan datar, dia segera akan menghancurkan Miguel.


Jono melihat kearah Miguel, dia menggunakan kemampuan mata super mesumnya.


Nama: Miguel Fernando.


Umur: 33 Tahun.


Kesetiaan: 0%

__ADS_1


ketampanan: 65.


Kepintaran: 60 Poin.


Ukuran: 10 cm.


Golongan darah: AB.


Kemampuan: Korupsi, mabuk, menggertak orang yang lebih lemah darinya.


Hobi: bermain wanita, korupsi, bolos bekerja, pergi kediskotik.


Kelemahan: memiliki banyak musuh, sangat mudah ketakutan, sangat bodoh.


Hubungan: anak dari Markus Fernando dan Desi fernando, dapat bekerja menjadi direktur karena ayahnya adalah sahabat dari Gustafo Jakinston, Ceo dari Big England Bank.


Jono segera mengambil handphonenya, dia mencari nomor telepon Gustafo," Halo tuan Jono, bisakah saya bertanya, kenapa tuan menghubungi saya, apakah ada instruksi yang ingin tuan Jono sampaikan?," panggilan diterima sangat cepat oleh Gustafo, Gustafo masih ketakutan saat berbicara dengan Jono, dia masih ingat masalah yang dibuat olehnya kemarin.


Jono berbicara dengan Gustafo dengan nada dingin," Gustafo, apakah kamu lupa dengan peringatanku, selidiki kasus korupsi didalam Bank, aku sudah memberimu kesempatan kemarin, apakah kamu melupakan apa yang kukatakan kepadamu," Gustafo berkeringat dingin, dia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Jono.


Dengan suara bergetar ketakutan, Gustafo berkata," tuan Jono, maafkan saya, saya tidak tahu siapa yang tuan maksud, apakah ini tentang Roger, dia sudah dimasukan kedalam penjara, dia akan dihukum seberat-beratnya tuan Jono," Gustafo mengira Ini masih masalah tentang Roger.


Jono dengan marah berkata," apakah kamu selama ini bekerja dengan benar Gustafo, haruskah aku menggantimu?, aku sudah menyelidiki semua yang terjadi diBank, apakah kamu menakukan nopotisme, menerima seseorang yang tidak kompeten untuk menjadi direktur didalam bank, apakah kamu tidak tahu ada aliran dana ilegal yang masuk secara rutin kerekening Miguel Fernando, aku perintahkan kamu sekarang, pecat Miguel Fernando, sita semua hartanya, masukan dia kedalam penjara, apa kamu mengerti apa yang kukatakan Gustafo!!!, ini akan menjadi kesempatan terakhirmu, kalau masih ada yang salah, maka pergilah dari Big England Bank," Jono mematikan telepon sebelum Gustafo sempat berbicara.


Miguel sempat kaget dan ketakutan, Jono mengetahui dia melakukan korupsi, tapi dia tidak mempercayai Jono mengenal Miguel," Aktingmu sangat bagus, sampai aku hampir percaya kamu mengenal om Miguel, semua orang juga mengetahui Miguel adalah Ceo dari Big England Bank," Miguel masih sangat percaya diri.


Tiba-tiab sebuah bunyi telepon bergema, sampai mengagetkan Miguel, dia merasakan getaran dari kantong celananya, dia mengambil handphonenya ,dia merinding melihat itu adalah panggilan telepon dari Gustafo kepadanya.

__ADS_1


Dengan tangan gemetar Miguel mengangkat panggilan Dari Gustafo," dasar kurang ajar, anak sialan ,beraninya kamu melakukan korupsi, aku sangat mempercayaimu tapi apa yang kamu lakukan kepadaku, kamu dipecat, aku sudah menghubungi polisi yang berada dimalang, kamu akan ditangkap dan akan dideportasi keinggris, kamu akan mendekam dipenjara untuk waktu yang lama," Gustafo berteriak marah, dia merasa dikhianati kepercayaannya oleh Miguel.


Gustafo menutup teleponnya tanpa mendengar pembelaan dari Miguel, ketakutan ekstrim melanda Miguel, dia segera berlutut didepan Jono.


Miguel berbicara kepada Jono," Tuan Jono, jangan masukan saya kedalam penjara, saya mohon pengampunan anda, saya akan berlutut dan menggonggong sekarang, saya akan menjadi seperti anjing sekarang," Miguel menyesal telah menolak kesempatan terakhir dari Jono tadi.


Jono berkata dengan dingin, dia menyeringai dengan kejam," aku sudah memberimu kesempatan terakhir, tapi kamu menolaknya, sekarang terimalah apa yang selama ini kamu tabur, mendekamlah kamu didalam penjara, inilah yang terjadi kalau kau berani mengganggu Janiku," Jono sangat kejam kepada Miguel, dia tidak akan memberi Miguel kesempatan kedua lagi.


Segera sirine polisi terdengar, polisi memasuki ruangan lelang," kami akan menangkap saudara Miguel Fernando, saudara Miguel, segera ikuti kami, anda akan dideportasi dan akan diadili atas kejahatan anda dinegara anda berasal," Miguel segera diborgol oleh polisi.


Miguel berteriak dengan histeris, dia memohon kepada Jono untuk memaafkannya, Jono hanya diam dan berbalik tanpa melihat kearahMiguel, karena tekanan mental yang berlebihan, Miguel pingsan sebelum dimasukan kedalam mobil polisi.


Kalau bisa waktu diputar, mungkin Miguel tidak akan pernah berani ingin merebut Jani dari Iblis seperti Jono, ya, Jono akan menjadi iblis kalau ada yang berani mengganggu dan menyakiti keluarga, Kekasih dan orang-orang yang disayanginya.


Jono segera menemui Jani kembali dimeja mereka," Jani, mas sudah memberi orang itu pelajaran, mari kita keluar, mas tidak suka berada disini, disini hanyalah sekumpulan orang munafik yang takut dengan orang yang lebih berkuasa dari mereka,"Jono berkata dengan lembut kepada Jani, tapi matanya melihat sekeliling dengan pandangan dingin.


Jani menuruti keinginan Jono," baik mas, Jani juga tidak merasa baik disini, ayo kita pulang mas," Jani mengandengan tangan Jono, mereka akan meninggalkan tempat ini, tempat yang dipenuhi oleh orang-orang munafik.


Jono sangat benci dengan semua orang kaya disana, merek sangat munafik, Jono tidak akan pernah mau berteman dengan mereka semua, lebih baik dia memiliki sedikit teman daripada memiliki banyak teman tapi hanya bisa menusuknya dari belakang.


Semua orang hanya bisa terdiam, semua orang merasa perkataan Jono memang benar, mereka takut dengan status dari Miguel, jadi mereka hanya terdiam saat Miguel mengancam mereka.


Semua orang ingin berkenalan dengan Jono, ingin menjalin kerjasama dengannya, mereka tahu status Jono pastilah sangat tinggi, tapi mendengar perkataan Jono, mereka mengurungkan niat mereka untuk berkenalan dengan Jono.


Jono bersama Jani menghampiri Austin," pak Austin, saya akan pulang sekarang, terima kasih sudah mau mengantarkan barang saya, sampai jumpa lagi pak Austin," Jono menjabat tangan Austin.


Austin segera menjawab," terima kasih kembali tuan Jono, anda adalah tamu kami, sudah sepantasnya kami melayani anda, sampai jumpa juga tuan Jono," Kata Austin kepada Jono.

__ADS_1


Jono bersama Jani keluar dari rumah pelelangan dengan bergandengan tangan, mereka menuju kearah basement untuk mengambil mobil mereka disana, mereka segera memasuki mobil dan mereka segera pergi dari rumah lelang dan kembali kevilla orang tua mereka.


__ADS_2