
Bab 38. Menolong Nenek Atun, Memaafkan Jono.
Apa yang dikatakan Melati ditelepon adalah kebenaran dialah yang berburuk sangka dan menyakiti Melati dengan kejam.
Jono hanya menangis dalam diam," apa yang aku lakukan, bukaannya aku membahagiakan Melati, aku memberinya luka yang sangat dalam, manusia macam apa aku ini," batin Jono teriris saat mengingat tangisan Melati 3 hari yang lalu.
Nenek Atun melihat kearah Jono, melihat Jono menangis Nenek Atun menjadi khawatir," nak Jono, kenapa kamu menangis, apakah terjadi sesuatu," tanya nenek Atun kepad Jono.
Jono menggelengkan kepalanya," Tidak nek, aku hanya merindukan Melati, sudah lama aku tidak melihat melati, bagaimana kabarnya sekarang?," Jono bertanya kabar melati kepada nenek Atun.
Raut wajah nenek Atun seketika berubah sedih," nak Jono, kabar Melati baik-baik saja, tapi 3 hari ini Melati selalu menangis dikamarnya, raut wajah Melati selalu sedih saat keluar dari kamarnya," kata nenek Atun menjelaskan keadaan Melati.
Seketika tangan Jono memegang stir mobil dengan sangat erat," kamu manusia hina Jono, inikah balasanmu atas kebaikan Melati kepadamu," batin Jono mencaci maki dirinya sendiri.
Nenek Atun kembali berkata," mari nak Jono, kita masuk, Melati sendiri dirumah, orang tuanya sedang pergi keluar kota 2 hari yang lalu, Melati sendirian dirumah, mungkin melihatmu lagi, dia akan bahagia," saat nenek Atun akan keluar mobil, Jono menghentikannya, dia memegang tangan nenek Atun.
Jono menggeleng dengan keras," Nek, Jono mohon, jangan memberitahu Jono adalah orang yang dirawat oleh Melati dulu, biarkan Jono yang memberitahu Melati nanti, Jono mohon nek, kabulkan permintaan Jono yang satu ini," Jono tak kuasa menahan airmatanya mengalir lagi.
Jono sangat takut Melati mengetahui dia adalah orang yang dirawat oleh melati dengan kasih sayang yang tulus dulu, dia ingin menyembuhkan hati Melati yang terluka oleh perlakuannya yang sangat kejam.
Melihat Jono kembali menangis, nenek Atun mengiyakan permintaan Jono," baik nak Jono, nenek tidak akan mengatakannya kepada Melati, memang ada benarnya nak Jono sendiri yang menjelaskan siapa nak Jono sebenarnya," kata nenek Atun kepada Jono.
Nenek Atun kembali berkata," mari nak Jono, masuk kedalam, nenek akan mengatakan nak Jono menolong nenek saat kecelakaan, supaya Melati tau alasan nak Jono kesini bersama nenek," kata nenek Atun menjelaskan kedatangan Jono kepada melati.
Jono mengangguk mendengar perkataan nenek Atun," baik nek, ayo kedalam, Jono juga sangat ingin melihat Melati," Kata Jono, merekapun keluar dari mobil.
__ADS_1
Nenek Atun membuka pagar rumahnya merekapun berjalan menuju kepintu rumah.
Nenek Atun menekan bel rumah," Melati, nenek pulang," Kata nenek Atun setelah selesai memencet bel pintu.
Setelah beberapa saat, pintu perlahan terbuka, terlihatlah Melati dibalik pintu rumahnya.
Saat melati melihat Jono disebah nenek Atun, seketika wajah Melati menjadi pucat, Melati menundukan wajahnya saat bertatap mata dengan Jono.
Jono menatap mata Melati, dia melihat luka yang sangat dalam dari tatapannya," dasar manusia hina kau Jono, inikah yang kau inginkan?, lihat perbuatanmu, bukan kebahagiaan yang kau berikan, tapi luka yang kau torehkan," batin Jono memaki dirinya kembali saat melihat sorot terluka dari tatapan Melati.
Nenek melati memecahkan keheningan," melati, ini nak Jono, tadi nenek kecelakaan dijalan, nak Jono membantu nenek dan mengobati nenek, nenek mengundang nak Jono kesini untuk berterima kasih kepadanya," Nenek Atun menjelaskan kepada Melati kenapa Jono berada disini.
Melati masih menunduk saat dia menjawab neneknya," i,iya nek, ajak mas Jono kedalam, kasihan mas Jono pasti lelah mengantar nenek kesini," Kata Melati mempersilakan Jono masuk kerumahnya.
Mereka masuk keruang tamu dari rumah Melati, Jono ingin berbicara dan meminta maaf kepada melati atas ucapannya 3 hari yang lalu.
Setelah nenek Atun pergi kedapur, Jono memberanikan diri berbicara kepada Melati," Melati, mas...." sebelum Jono selesai berbicara Melati ikut berkata.
"Mas Jono, maafkan Melati, melati memang tidak pantas untuk mas Jono, Melati memang wanita hina, dan hanya menginginkan harta mas Jono, maka dari itu melati akan menjauh dan pergi dari hidup mas Jono, Melati mohon maafkan Melati," melati berbicara dengan menunduk, airmata melati menetes dari matanya.
Jono melihat airmata Melati menetes dan jatuh kelantai," lihat perbuatanmu Jono, mana Janjimu untuk membuat melatimu bahagia, mana!!!, kasih sayangnya yang tulus kau balas dengan membuatnya menangis," batin Jono teriris melihat airmata Melati.
Jono sangat ingin menghapus airmata Melati, tapi tangannya tidak sanggup untuk menyentuh pipi dari Melati, tangan Jono terlalu kotor untuk menyentuh Melati.
Melati mengusap airmatanya sebelum berdiri," mas Jono, Melati akan kedapur untuk membantu nenek Menyiapkan minuman untuk mas Jono, permisi mas," Melati berjalan kedapur untuk membantu neneknya.
__ADS_1
Jono tidak dapat mengucapkan apapun, mulutnya terlalu kotor untuk berbicara kepada Melati, Jono melihat kepergian Melati dengan perasaan yang hancur.
"Huuua, nenek, nenek kenapa, jangan tinggalkan Melati nek, nenek bangun," Jono mendengar tangisan histeris Melati dari arah dapur.
Jono panik mendengar tangisan Melati, dia berlari dengan secepat kilat menuju ketempat Melati, dia melihat Melati memangku Nenek Atun yang pingsan di pangkuannya.
Jono segera mendekati Melati, dia ingin memeriksa nenek Atun," Melati tenang, biarkan mas memeriksa nenek Atun, mas seorang dokter, Melati percayalah kepada mas sekali lagi, biarkan mas memeriksa nenek Atun," Jono berkata kepada Melati dengan sangat lembut.
Melati menganggukan kepalanya," mas, tolong nenek, Melati percaya kepada mas Jono," biarpun dimata Melati masih tersisa luka, tapi Jono juga melihat Ada pancaran cinta didalam mata dari Melati.
Jono segera menggendong nenek Atun menuju kekamar dari nenek Atun, Melati mengikuti Jono dari belakang.
Jono membaringkan nenek Atun diranjangnya, Jono segera memeriksa denyut nadi dari nenek Atun, dia memeriksa leher dari nenek Atun, Jono melihat ada tonjolan besar di leher nenek Atun, tersembunyi dibawah lehernya.
Jono segera mengeluarkan Jarum perak dari sakunya, dia memasang Jarum perak disekitar leher nenek Atun, 100 jarum perak harus dipasang dengan sangat akuran, Jono merasa mentalnya sangat lelah setelah selesai memasang 100 jarum dileher nenek Atun.
Dalam ingatan Jono, penyakit nenek Melati adalah penyakit kanker getah bening stadium akhir, penyakit ini sangat ganas, tidak bisa disembuhkan dengan obat herbal.
Penyakit ini hanya bisa disembuhkan dengan mengeluarkan getah secara perlahan melalui setiap Jarum yang dipasang oleh Jono.
Perlahan-lahan Jono mengeluarkan satu persatu Jarumnya dengan hati-hati, Disetiap Jarum keluar, ada getah yang mengalir dari lubang bekas Jarum yang dicabut, setelah semua Jarum tercabut, Jono memberikan salep penghilang luka dari kantongnya.
Salep ini adalah buatan Jono saat dia sedang bosan, salep ini dapat menutup luka dengan sangat sempurna.
Jono menatap Melati setelah selesai mengobati Nenek Atun," Melati, nenek Atun sudah sembuh, 10 menit lagi dia akan siuman, maafkan aku Melati atas perbuatanku yang menyakitimu," Jono jatuh pingsan karena kelelahan mental, biarpun Dia kuat secara fisik tapi mentalnya belumlah sekuat fisiknya.
__ADS_1
Mendengar Jono meminta maaf kepadanya, luka dihati Melati perlahan terobati, cinta dihati Melati mengalahkan luka dihatinya," Mas Jono, melati memaafkan mas Jono, bangun mas, jangan membuat Melati takut," Melati meletakan Jono di pangkuannya.