
Bab 82. Harga tawaran yang fantastis, Uang tidak penting bagiku.
Pelelangan sudah mencapai babak akhir, barang terakhir dari lelang dikeluarkan, semua oramg menunggu barang yang akan dilelang, semua orang melihat kearah Jono, karena mereka sangat tertekan dengan dominasi dan kekayaan dari Jono, Jono mendapatkan hampir semua barang lelang yang disediakan oleh rumah lelang, hanya barang terakhir yang belum Jono dapatkan.
Austin membuka sebuahh kotak perhiasan, dia berkata dengan penuh semangat," Para tamu yang terhormat, barang terakhir dari lelang ini merupakan sebuah kalung perhiasan dari ratu kleopatra pertama, sebuah kalung dengan dihiasi oleh puluhan batu rubby terbaik dan dikeilingi oleh batu berlian dengan total karatnya adalah 50 karat, kalung yang dipakai oleh ratu kleopatra terdahulu, kalung ini merupakan kalung yang dihadiahi oleh sang raja mesir atas penobatan sang ratu kleopatra pertama, dalam lelang terdahulu, kalung ini pernah terjual dengan harga 17 juta euro atau sekitar 300 miliar rupiah, dirumah lelang yang berada dieropa, harga awal dari lelang kalung kleopatra ini adalah 150 miliar rupiah, kenaikan penawaran tidak boleh kurang dari 20 miliar rupiah, tawaran dimulai sekarang," kata Austin bertambah semangat.
Semua mata tertuju kepada kepada kalung kleopatra yang sangat indah diatas panggung, Jono melihat kearah Jani, melihat Jani sepertinya sangat menyukai kalung yang sedang dilelang, Jono berniat membelikan kalung itu kepada Jani.
Saat Austin menjelaskan detail dari barang lelang terakhir, seketika tawaran silih berganti terdengar, Jono penasaran, seberapa banyak uang yang akan mereka tawarkan untuk kalung ini.
"Saya menawar 180 miliar rupiah".
"Saya menawar 200 miliar rupiah".
"Saya menawar 220 miliar rupiah".
Tawaran silih berganti terdengar, sampai menyentuh 300 miliar rupiah, Miguel yang merasa kalah dari Jono segera mengeluarkan ancamannya," Saya Miguel, direktur dari Big England Bank, saya menawar 400 miliar rupiah, tolong beri saya wajah, saya sangat ingin mendapatkan kalung ini," Miguel berkata dengan melihat sekeliling,dia menatap semua tamu dengan tajam.
Semua orang terdiam, mereka takut dengan nama Big England Bank, mereka akhirnya menyerah dengan barang lelang terakhir, Miguel dia melihat kearah Jono, dia kemudia berbicara," kamu lihat kekuatan dibelakangku, mereka semua takut dengan koneksiku, kamu sebaiknya menyerah, dan menyerahkan barang lelang terakhir ini kepadaku," kata Miguel dengan sangat sombong.
__ADS_1
Miguel kembali berkata," lebih baik kamu menyerah sekarang, biarpun kamu memenangkan hampir semua barang lelang, aku akan memenangkan barang termahal dan terbaik dipelelangan ini, serahkan saja wanitamu kepadaku, atau kamu harus menggonggong seperti anjing didepan semua orang," kata Miguel memprofokasi Jono lagi, Miguel mengira Jono sudah kehabisan semua uang yang dimilikinya.
Jono diam mendengar perkataan Miguel, dia menunggu saat yang tepat untuk menghancurkan Miguel dengan sangat buruk.
Melihat tidak ada yang menawar lagi, Austin merasa sangat kesal dengan Miguel, dia kehilangan banyak uang karena Miguel mengancam semua orang dengan statusnya.
Biarpun Austin kesal dia tetap profesional dalam bekerja," apakah tidak ada yang menawar lagi, kalau begitu saya akan menghitung sekarang, satu, dua,...." sebelum Austin menyelesaikan hitungannya, suara seseorang bergema dengan sangat keras diruangan lelang.
"Saya menawarkan 3 triliun rupiah, ah, kenapa semua sangat miskin disini, apakah tidak ada yang bisa membuatku bersemangat, kalian semua seperti pecundang, takut hanya karena ancaman seekor seekor anjing yang menggonggong, apakah kalian kesini hanya membawa recehan, kalian semua membuatku sangat kecewa, sangat sepi menjadi terlalu kaya sendiri," Jono berkata dengan sangat mendominasi, sampai tidak ada yang berani membantahnya, Jono melihat kearah Miguel dengan seringai yang sangat menyeramkan.
Miguel menjadi pucat mendengar perkataan Jono, dia merasa seperti menjadi topeng monyet yang sedang menghibur konglomerat seperti Jono, dia mulai merasakan tekanan dari tatapan Jono kepadanya, dia seperti merasakan bencana akan datang menghampiri dirinya.
Mendengar semua orang terdiam dengan mata terbelalak, Austin mulai menghitung," apakah tidak ada yang menawar lagi, saya akan mulai menghitung sekarang, satu, dua, tiga, selamat tuan Jono dari meja 5, berhasil mendapatkan barang lelang terbaik disini, apakah ada yang ingin anda sampaikan kembali," kata Austin dipenuhi rasa bahagia, dia bisa mendapatkan 150 miliar dari barang lelang terakhir.
Jono hanya berkata," aku membeli ini untuk kekasihku tercinta, aku juga bisa membantu anak-anak yang membutuhkan dari pembelian ini, dan yang paling penting, aku sangat tidak tertarik dengan uang, aku sangat benci menjadi sangat kaya, aku sangat mengutuk kekayaanku yang tidak akan pernah bisa habis," kata Jono sangat keras, kata yang sangat mendominasi terdengar diseluruh ruangan, kata paling mendominasi yang pernah didengar dari mulut seseorang.
Bahkan orang terkaya didunia sangat menginkan uang, tapi Jono tidak menginginkan uang dan berharap hartanya bisa habis, mereka yang ada diruangan lelang tidak bisa mengatakan apapun atas perkataan Jono yang sangat mendominasi.
[[Ding,selamat tuan rumah, inilah yang harus dimiliki oleh tuan rumah, mendominasi atas segalanya, kata-kata tuan rumah bahkan sistem tidak bisa membantahnya, sangat layak menjadi pemilik SISTEM DEWA KEKAYAAN, sebagai hadiah, uang yang dihabiskan tuan rumah atas barang lelang terakhir akan dikalikan 10 kali, total perkalian adalah 30 triliun]], pemberitahuan sistem membuat Jono bersemangat, dia mendapatkan lebih dari 40 triliun dari lelang, dia hanya menghabiskan kurang dari 10 triliun dari lelang ini.
__ADS_1
Austin membawa barang lelang terakhir, dia berjalan menuju kearah meja Jono, dia menyerahkan Barang lelang terakhir kepada Jono," ini tuan, selamat anda telah mendapatkan semua barang yang dilelang disini, apakah anda ingin membawa semua barang ini bersama anda, atau tuan ingin semua barang yang anda menangkan dikirm kerumah anda," Austin menawarkan bantuannya untuk mengantar semua barang Jono.
Jono mengangguk, dia segera berkata, " baik saya akan membawa kalung ini, sisanya tolong kirimkan kevilla orang tua saya, ini alamatnya, terima kasih atas bantuannya," kata Jono menerima tawaran dari Austin, Jono memberitahu alamat villa orangtuanya kepada Austin.
Jono mengambil kalung itu dari tangan Austi , Jono berbalik dan memandang Jani dengan penuh cinta," Jani, mas mungkin bukan pria yang sempurna, tapi mas akan mencoba menjadi sempurna demi Jani, terimalah hadiah yang mas belikan untik Jani, kalung ini pasti sangat indah saat dipakai oleh Jani, mas akan pasangkan kalungnya sekarang," Jono segera memasang kalung dileher indah Jani.
Jani sangat terharu, Jono rela menghabiskan uang yang sangat banyak hanya untuk dirinya, dia melihat pandangan cinta dari pancaran mata Jono, Jani mengngguk dan membelakangi Jono, untuk membiarkan Jono memasangkan kalung yang sangat indah itu dileher indahnya.
Jono segera memasangkan kalung indah itu," Sangat pas, kaling ini sangat indah, tapi Janiku lebih indah dari kalung ini, Jani, mas sangat mencintaimu, cintailah mas sampai kita menua nanti," Jono memeluk Jani untuk mengungkapkan rasa cintanya.
Jani segera membalas pelukan Jono, Jani merasa dia semakin dalam mencintai Jono, Jono rela memberikan apapun kepadanya, Janipun akan memberikan apapun yang diingkan Jono, dia terlalu mencintai Jono.
Melihat pemandangan yang sangat romantis didepan mereka, para tamu pelelangan yang masih Jomblo hanya bisa mengutuk," kalian tidak memikirkan kami para Jomblo disini, terkutuklah kamu wahai pria laknat," hati para Jomblo teriris melihat pemandangan didepan mereka.
Jono melepaskan pelukannya kepada Jani, "Jani, mas akan memberi pelajaran kepada orang yang sombong tadi, tunggu disini, mas akan segera kembali," Jono ingin menghancurkan Miguel ynag telah berani mengusik Janinya.
Jani mengangguk, dia akan mengikuti semua perkataan Jono,"iya mas Jani akan menunggu disini, hati-hati mas, dia sepertinya memiiliki latar belakang yang cukup kuat," Jani mengkhawatirkan keselamatan Jono.
Jono berbicara dengan lembut," Jani, latar belakangnya tidak berarti bagi mas, siapapun yang mengganggu Jani, mas akan menghancurkannya," Jono segera berdiri, dia segera menghampiri Miguel.
__ADS_1
Melihat Jono mendekatinya, Miguel menjadi sangat pucat, dia mengingat taruhannya dengan Jono.