
Bab 109. Kedatangan Jiang Meng, Ketakutan Weng Cen.
Keributan datang saat Weng Cen datang," minggir, Bos Weng Cen datang, menyingkir dari jalan atau kalian akan dihabisi," suara bawahan Weng Cen datang dengan sangat arogan.
Wei Fung bersemangat mendengar kedatangan Weng Cen, kerumunan penonton menyingkir melihat kedatangan rombongan mafia pedang iblis, mereka takut degan reputasi dari Weng Cen, orang yang sangat kejam disekitar wilayah pasar ini.
Melihat kedatangan Weng Cen didepannya, karena kaki dan tangannya yang patah, Wei Fung menyeret tubuhnya untuk mendekat kearah Weng Cen," kak Weng Cen, selamatkan aku, kedua kaki dan tanganku dipatahkan oleh bawahan orang itu, aku mohon balaskan dendamku," kata Wei Fung melihat Jono dengan penuh kebencian.
Weng Cen melihat keadaan Wei Fung yang mengenaskan, seketika dia marah dan menikuti arah pandangan Wei Fung, dia melihat Wei Fung melihat kearah Jono dengan dengan penuh kebencian, dia tahu Jonolah yang membuat keadaan Wei Fung menjadi seperti ini.
Weng Cen mendekat kearah Jono, dia menatap Jono dengan marah," siapa kamu, berani sekali kamu membuat masalah diwilayahku, berikan alasan yang masuk akal kalau tidak nyawamu yang akan menjadi taruhannya," kata Weng Cen dengan marah, tapi melihat wajah tenang Jono, Weng Cen menahan untuk menghabisi Jono.
Melihat wajah tenang Jono, Weng Cen dipenuhi dengan kebingungan, dia adalah orang yang sangat licik dan kejam, dia sudah melalui banyak pengalaman, melihat betapa tenangnya Jono saat berada didepannya, dia merasakan Jono tidaklah biasa, dia merasakan kalau dia menyerang Jono sekarang,dia merasakan firasat buruk, sebuah bencana akan mendatangi dirinya.
Jono dengan tenang berkata," jadi kamulah pemimpin dari sampah ini, dia mencoba mengambil dan menakuti wanitaku, dia telah melewati batas kesabaranku, kalau kamu ingin menyerang, ayo serang aku sekarang, tapi kosekuensi akan kamu tanggung sendiri, ini peringatan dariku, kamu bisa memilihnya sendiri mau menyerangku atau tidak," kata Jono dengan sangat santai, tanpa sedikitpun gentar disetiap ucapannya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Jono, Weng Cen merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri, dia merasa kedinginan disetiap tubuhnya, dia merasakan sebuah bencana sudah berada didepan matanya kalau berani bergerak menyerang Jono, perasaan yang sama saat dia melihat Jiang Meng, pemimpin dari seluruh mafia dimacau, bahkan rasa takut ini lebih besar daripada menghadapi Jiang Meng.
Wei Fung melihat Weng Cen berhenti berbicara, dia mengira Weng Cen terlalu memikirkan perkataan Jono," kakak Weng Cen, dia hanya menggertak, ayo habisi dia, dia hanya seorang diri dia bisa dihabisi sekarang dengan banyak anggota milik kita disini," kata Wei Fung mencoba mempengaruhi Weng Cen.
Weng Cen mendengar perkataan Wei Fung, dia sekertika membentak Wei Fung," diam,!!!, apakah mukutmu perlu aku jahit hah!!," kata Weng Cen dengan geram kepada Wei Fung.
Weng Cen melihat kearah Jono," aku akan memberimu satu Jam untuk memanggil bantuanmu, tapi kalau bantuan yang kamu miliki tidak datang, maka bersiaplah untukku habisi, karena kamu berani membuat masalah diwilayah kekuasaan milikku," kata Weng Cen berkompromi, dia sedikit takut dengan Jono.
Jono hanya tersenyum mendengar perkataan Weng Cen, dia tahu Wng Cen sangat licik dan pintar, dia memberikan kompromi karena ketakutannya," pilihan yang bijak, kamu memiliki insting yang tajam, kamu memilih pilihan yang benar, tidak perlu menunggu satu jam, sebetar lagi bawahanku akan segera datang," kata Jono dengan melihat jam dipergelangan tangannya, sebentar lagi 10 menit akan berlalu, Jiang Meng akan datang sebentar lagi.
Tubuh Weng Cen bergetar ketakutan melihat kedatangan Jiang Meng, dia semakin takut melihat Jiang Meng Mengendatangi Jono, apalagi Jiang Meng menunduk dihadapan Jono," tuan Jono, maaf saya terlambat, apakah tuan Jono baik-baik saja," Weng Cen mendengar perkataan Jiang Meng kepada Jono, seketika kakinya terasa seperti Jeli, ketakutan semakin menjadi mendengar Jiang Meng memanggil Jono dengan sebutan tuan.
Jono berkata dengan tenang," saya tidak apa-apa pak Jiang, ketua mafia pedang iblis memiliki insting yang kuat, dia tidak menyerangku, kali ini ampuni mereka tapi dia harus memikirkan apa yang aku inginkan sekarang atau dia harus menanggung konsekuensinya," kata Jono dengan senyuman menatap kearah Weng Cen.
Melihat senyuman Jono, Weng Cen merasakan sekujur tubuhnya menajdi sangat dingin, keringat mengucur sangat deras dari tubuhnya, dia memikirkan apa yang diinginkan oleh, Jono, seketika Weng Cen melihat kearah Wei Fung, dia akhirnya tahu apa yang diinginkan oleh Jono.
__ADS_1
Jiang meng mendatangi Weng Cen," Weng Cen, berani sekali kamu ingin menyakiti tuan Jono, tuan Jono merupakan pemimpin sebenarnya dari seluruh mafia dimacau, apakah kamu sudah memikirkan apa yang diinghinkan oleh tuan Jono, kalau kamu tidak bisa menhetahui apa yang diinginkan oleh tuan Jono, maka kau harus menghilang dari dunia ini," kata Jiang Meng dengan kejam.
Weng Cen mengangguk dengan cepat," tuan Jiang meng, maafkan saya, saya tidak mengetahui siapa tuan Jono sebenarnya, ampuni nyawa saya, saya akan melaksanakan keinginan tuan Jono, kalian bawa orang ini kedalam mobil,bawa orang ini kemarkas kita, aku akan mengurusnya disana secara pribadi, cepat laksanakan perintahku ," kata Weng Cen menyuruh bawahannya menyeret Wei Fung kedalam mobil, dia berniat menghabisi Wei Fung didalam markas mafia mereka.
Dengan wajah ketakutan Wei Fung memohon pengampunan," tuan Jono, maafkan saya, saya mohon pengampunan anda, kakak Weng Cen, jangan habisi aku, aku mohon," Jono dan Weng Cen diam, segera Wei Fung diseret kedalam mobil, Wei Fung masih berteriak meminta pengampunan bahkan saat dia sudah berada didalam mobil.
Jono mendekati Weng Cen," kamu beri saja dia pelajaran, jangan biarkan dia membuat masalah lagi, tidak perlu menghabisi dirinya, aku bukanlah orang yang kejam, instingmu sangat tajam, kalau kamu salah membuat keputusan mungkin kamu dan seluruh geng mafiamu sudah akan aku habisi sekarang," kata Jono meninggalkan Weng Cen yang sangat ketakutan, Weng Cen segera meminta izin untuk pergi dari tempat itu.
Weng Cen sangat takut melihat belasan ribu anggota mafia yang datang, dia sudah menghindari bencana yang akan datang kepadanya, dia sangat mensyukuri instingnya yang sangat tajam, saatnya Weng Cen menyelesaikan urusannya dengan Wei Fung, karenanya dia hampir menuju keliang lahat.
Setelah kepergian Weng Cen, Jiang Meg meinta izin untuk pergi," tuan Jono, saya permisi, masalah sudah selesai, saya akan menginformasikan kepada setiap mafia dimacau tentang anda, tidak akan ada lagi masalah seperti ini lagi kedepannya, saya hohon permisi tuan Jono," Jono mengangguk dia memerikan izin Jiang Meng pergi, Jiang Meng pergi bersama semua bahawan miliknya, Jono kembali masuk kedalam stan Mie, dia melihat Tari masih ketakutan sedang terduduk dimeja makan.
Jono segera mendatangi Tari," Tari, semua sudah selesai, ayo lanjutkan untuk makan, tidak akan ada yang bisa menyakiti Tari selama ada mas disini, mas akan selalu menjaga Tari," kata Jono memenangkan Tari, Tari seketika memeluk Jono.
Tari merasa tenang saat memeluk Jono, ketakutannya menghilang seketika, Jono, Tari dan Steve kembali makan, setelah selesai makan mereka kembali kehotel, Jono dan Tari bersiap untuk berangkat menuju keistana raja dan ratu macau, untuk meenuhi undangan dari sang ratu.
__ADS_1