SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 98. Memotong batu, Semua orang kaget.


__ADS_3

Bab 98. Memotong batu, Semua orang kaget.


Keheningan mengiringi kepergian Wang Jing kerumah sakit, semua tamu undangan melihat kearah Jono, karena hanya tersisa Jono yang belum memotong batu miliknya, karena tamu Vio no.2 yang membeli batu pertama pergi dengan membawa batu miliknya tanpa dipotong.


Jono segera berjalan kedepan Jiang Meng, Jono bertanya dengan santai," pak Jiang Meng, apakah aman memotong batu disini, apakah anda bisa menjamin batu saya tidak akan diambil oleh anda," kata Jono kepada Jiang Meng, dia sedikit mewaspadai Jiang Meng, karena semua orang sepertinya sangat menghormati dan takut kepada Jiang Meng.


Jiang Meng berkata dengan santai," saya Jiang Meng, tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk seperti merampok ataupun membunuh, walaupun saya ketua mafia dan sangat bengis, tapi saya masih memiliki batasan dalam berbisnis, ini merupakan prinsipku," kata Jiang Meng dengan tegas.


Jiang Meng memiliki masalalu yang sangat memilukan, dahulu dia hidup disebuah panti asuhan, dia memiliki teman sekaligus belahan jiwanya, setelah dia dewasa dia pergi dari panti asuhan bersama dengan Ying Mei, kekasih hatinya.


Karena keserakahan Jiang Meng dimasalalu, dia hampir kehilangan Ying Mei, dia menyesali semuanya, karena sekarang sang kekasih sedang terbaring diranjang dengan tanpa bisa membuka matanya selama bertahun-tahun.


Jono melihat kesungguhan dalam ucapan Jiang Meng, Jono akhirnya percaya," Pak Steve bawa semua batu yang kubeli diluar kesini, saya percaya dengan Pak Jiang Meng, saya akan memotong semua batu saya disini," kata Jono meminta Steve membawa semua batu yang dibelinya ketempat pemotongan.


Steve mengangguk, segera Steve keluar untuk mengambil semua batu yang dibeli oleh Jono, segera Steve kembali bersama beberapa orang dengan membawa grobak besar dengan batu yang ditumpuk diatasnya.


Jono melihat semua batu miliknya, dia mengangguk," ini memang batuku, pemilik stan itu tidak menipuku, dia tidak menukar batuku dengan batu lain, aku suka dengan cara kerjanya," batin Jono berbicara.


Jono menyukai cara kerja dari pemilik stan yang menjual batu kepadanya, andai batunya ditukar, Jono akan menghabisi pemilik stan tersebut, dia sangat benci dengan pengkhianat.


Jono segera membawa batu miliknya untuk dilihat oleh Jiang Meng," pak Jiang, ini semua batu yang saya beli, apakah boleh saya memotongnya sekarang?," kata Jono dengan sopan.

__ADS_1


Jiang meng mengannguk," silakan pak, kami selalu melayani tamu dengan sebaik mungkin, kami akan membeli kalau batu anda mengandung giok, itupun kalau anda menjualnya, kami tidak pernah memaksa seseorang menjual giok kepada rumah lelang kami," kata Jiang Meng dengan sangat profesional.


Mendengar perkataan Jinag Meng, Jono menjadi lega, dia merasa Jiang Meng pantas untuk dijadikan teman, segera Jono menyerahkan gerobak berisi batu kepada karyawan yang bertugas memotong batu.


Sang pemotong batu yang bernama Guang Jin mengambil batu milik Jono," tuan, saya Guang Jin, saya akan mulai memotong batu milik anda, mohon bersabar menunggu," kata Guang Jin kepada Jono.


Jono mengangguk, Guang Jin segera memotong batu pertama milik Jono, setelah beberapa saat batu berhasil dipotong dengan halus," kosong, batu ini tidak berisi apapun," kata Guang Jin kecewa.


" ini juga kosong"


" ini kosong juga"


"Batu ini berisi giok kualitas tinggi, berat total hanya 200 gram, harga totalnya hanya 20 juta pataca macau," kata Guang Jin setelah membuka empat batu milik Jono.


Segera batu kelima Jono segera dibuka," ini, batu ini berisi giok murni hijau biasa, dengan berat total 100 gram, total harganya adalah 100 juta pataca macau, selamat tuan mendapatkan giok yang sangat baik," Guang Jin memberi selamat kepada Jono.


Jiang Meng mendekat kearah Jono," selamat atas giok yang anda dapatkan, nama anda pak Jono kan, salam kenal, apakah anda ingin menjual batu ini kepada rumah lelang saya," kata Jiang Meng dengan lugas.


Jono mengangguk," apakah disini menyediakan pembuatan perhiasan dari giok, saya akan membuat perhiasan untuk orang yang saya sayangi, kalau bisa, saya akan menggunakan batu yang saya dapatkan untuk membuat perhiasannya," kata Jono dengan bersemangat, dia sudah memilikrkan membuat semua perhiasan dari giok untuk keluarga dan para kekasihnya.


Jiang Meng mengangguk," kami memiliki pengrajin giok terbaik disini, dalam 2 hari giok akan segera selesai, kalau begitu apakah giok ini yang akan anda gunakan untuk membuat perhiasannya?," tanya Jiang Meng keoada Jono, dengan menujuk giok yang baru dibuka dari batu milik Jono.

__ADS_1


Jono menggeleng," tidak, bukan giok ini, bukalah lagi batunya, kalau ada giok yang lebih baik, gunakan giok itu untuk membuat perhiasannya," kata Jono dengan santai.


Kembali batu dipotong oleh Guang Jin," ini kosong, ini juga kosong, semuanya kosong," kata Guang Jin setelah memotong 10 batu milik Jono, total dia sudah memotong 17 batu yang dibeli Jono di stan batu rongsokan, tinggal tersisa 3 batu dari stan rongsokan dan 2 batu dari lelang yang belum dipotong.


Semua sudah tidak tertarik dengan batu milik Jono, karena semua batunya kosong, Jono menyerahkan batu ke 18 kepada Guang Jin," pak Guang, harap berhati-hati saat memotong batu ini, apakah anda mengerti pak Guang," kata Jono dengan sangat serius, Guang Jin merasa seperti Jono sangat serius dalam perkataannya, jadi Guang Jin dengan hati-hati memotong batu yang diserahkan oleh Jono.


Guang Jin memotong inci demi inci dengan sangat teliti, setelah batu terpotong setengah, dia melihat kemilau berwarna Hijau dengan sangat terang didalam batu," astaga, apa ini, astaga, batu giok murni hijau jamrud, kualitas super, giok ini seberat 200 gram, karena harga pergramnya mencapai 5 juta pataca macau maka harga total dari batu ini adalah 1 miliar pataca macau, selamat tuan Jono, anda mendapatkan Jackpot dari batu ini, Giok semurni ini sudah sangat langka bahkan sangat sulit untuk mendapatkannya lagi," kata Guang Jin memberi selamat kepada Jono.


Semua orang yang hadir kaget melihat giok yang didapatkan oleh Jono mereka segera ingin membeli giok itu dari Jono," tuan, saya akan membeli giok ini, saya menawar 1,1 miliar pataca macau," kata dari tamu vip No.3.


Segera tawaran berdatangan, tapi Jono segera menghentikannya," saya hanya akan menjual giok saya kepada rumah lelang disini, apakah kalian berfikir aku kekurangan uang, sampai aku harus menjual giok milikku kepada kalian?," kata Jono penuh dominasi.


Jono kembali berkata," pak Guang, tolong potong lagi batu milikku," Jono meminta Guang Jin memotong kembali batu miliknya.


Mendengar permintaan Jono, Guang Jin kembali memotong batu yang dimiliki Jono, sedikit demi sedikit batu dipotong dengan sangat teliti, kembali sinar hijau yang lebih terang kembali bersinar," wahh, ini sangat besar, apakah aku salah lihat, kembali didalam batu trrdapat giok murni hijau jambrud, kualitas super berada didalam batu ini, bahkan beratnya sekarang 500 gram, total harga dari giok ini mencapai 2,5 miliar pataca macau, tuan Jono keberuntungan anda sangat tinggi, anda pastilah seorang grandmaster batu, saya akan menjadi oenggemar anda mukai sekarang, " kata Guang Jin dengan pandangan kagum melihat kearah Jono.


Semua kembali kaget mendengar perkataan dari Guang Jin, mereka semua memiliki pandangan serakah melihat giok didepan mereka, tapi mereka sangat takut dengan kehadiran Jiang Meng disana.


Jono melihat kearah semua orang, mereka memiliki pandangan serakah dengan giok miliknya, Jono seketika melirik kearah Jiang Meng, dia melihat tatapan Jiang Meng sangat biasa, tanpa ada sedikitpun tanda keserakahan.


Dari pandangan Jiang Meng, hanya ada pandangan kesedihan dan kesakitan saat melihat giok didepannya, ini membuat Jono menjadi penasaran, apakah yang membuat Jiang Meng mengeluarkan pandangan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2