
Bab 59. Bertemu Fandi, Bercerita.
Hari menjelang malam hari, Jono belum juga mendapatkan orderan baru dari pelanggan, Jono merasa ingin mengakhiri misinya kalau 30 menit lagi tidak mendapatkan orderan baru.
20 menit kemudian, Jono merasa ada getaran disaku celananya, Jono meminggirkan mobilnya dan segera membuka kunci handphonenya, ternyata aplikasi Babufoodnya menerima sebuah orderan baru.
Jono segera membuka pesanan diaplikasinya.
**Fandi: belikan ambilkan barang saya yang ada dirumah saya, saya akan membayar lebih untuk pesanan saya kali ini**, Jono segera menerima pesanan ini, karena kemungkinan besar ini adalah pesanan khusus pelanggan, namanya dari pelanggannya seperti ketua pembully Jono dulu di SMA.
Jono segera menuju alamat untuk mengambil barang yang diinginkan pelanggan, Jono segera sampai dialamat yang barang yang diinginkan pelanggannya.
Setelah mendapatkan barangnya, Jono tancap gas dengan kecepatan maksimum, dia ingin cepat-cepat mengantarkan barang pelanggannya agar mendapatkan bintang lima yang diinginkannya.
Jono sampai dialamat yang ada diaplikasinya, Jono tercengang, tenyata dia mengirimkan barang itu Trisula Hotel, Jono segera mencari parkiran yang ada disana.
Jono keluar dari mobilnya setelah menemukan parkiran disana, Jono sangat senang memikirkan akan mendapatkan misi pesanan khusus dari pesanan ini.
Jono bernyanyi dengan riang gembira," Aku ingin begini,aku ingin begitu, ingin ini, ingin itu banyak sekali, teman-teman semua, dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan Kira ajaib, lalala, aku sayang sekali Kiraemon," orang yang melihat Jono menyanyi sampai melongo melihat tingkah Jono.
Jono bernyanyi tanpa melihat kerarah depan," ahhhk," Jono terjatuh dengan tidak elitnya karena menginjak kulit pisang yang ada dispal, Jono mencium aspal dengan mesranya.
Seorang ibu dan anaknya melihat Jono mencium aspal dengan sangat mesra," Bu, kenapa om itu mencium aspal, apakah om itu tidak punya pacar" tanya sang anak dengan penasaran.
Sang ibu menutup mata anaknya," Nak, jangan menonton adegan tidak senonoh ini, mungkin om itu Jomblo abadi, kasian sekali aspalnya sampai tidak suci lagi sekarang," Sang ibu menatap kasihan melihat kemurnian aspal ternoda oleh tindakan Jono.
Sang ibu mendatangi Jono yang masih mencium aspal," mas, kasihan aspalnya, Jangan mas nodai terus aspal suci ini, wajah mas sangat tampan carilah wanita untuk membuatmu tidak Jomblo lagi," Jono mendengar perkataan sang ibu Jono menjadi sangat malu, dia merasakan sebuah dejavu.
Dia ingat saat bersama Jani dulu, dia pernah berkata dengan perkataan yang hampir sama kepada Udin sang tukang parkir, Jono seketika bangun dan berlari menuju hotel dengan wajah memerah malu.
Jono masuk kedalam Hotel setelah kejadian memalukan tadi, Jono berjalan dengan sangat cool untuk menghilangkan rasa malunya, semua karyawan hotel menunduk melihat kedatangan Jono, semua sudah mengetahui pemilik dari saham terbesar Trisula grup, mereka semua memiliki foto dari Jono sebagai pemilik dari Saham terbesar Trisula Grup.
__ADS_1
Jono berkata kepada semua karyawan," saya hanya mengantarkan barang untuk pelnggan saya, lanjutkan pekerjaan kalian," semua karyawan melongo mendengar perkataan Jono, sudah sangat kaya masih mengantarkan pesanan untuk pelanggan, memang bos Jono bisa menjadi panutan pikir mereka semua.
Jono segera menuju aula no 2, pelanggannya sedang berada didalam aula, Jono segera masuk, dia melihat banyak wajah yang sangat familiar baginya.
Jono mengingat semua orang ini, mereka merupakan "teman" Satu kelas Jono saat SMA dulu, Jono mencari pelanggannya yang bernama Fandi dengan cepat, dia sangat malas berurusan dengan "teman" semasa SMAnya ini.
Fandi sang pelanggan akhirnya muncul, ternyata Fandi adalah pembully Jono semasa SMA dulu, Jono memiliki masa kelam saat diSMA karena pembullyan Fandi.
Teman-teman yang lain mungkin mengira Fandi cemburu karena Jono sangat dekat dengan Tari dulu tapi ada alasan yang membuat Fandi sangat membenci Jono.
Fandi melihat Jono, dia menyeringai jahat, tanpa diduga oleh Fandi, Jono menjadi seorang Babufoods, dia memiliki rencana untuk mempermalukan Jono.
Fandi menghampiri Jono," Oh ini kamu Jono, sudah lama tidak bertemu, kami menghubungimu untuk reuni tapi nomor handphonemu telah diganti, apakah kamu yang membawa pesananku kesini?," kata Fandi sok ramah, dia mulai merencanakan sesuatu kepada Jono.
Jono menyerahkan pesanan Fandi," ini pesananmu Fandi, aku permisi, berikan bintang lima kepadaku setelah ini," Jono sangat malas bertemu lagi dengan semua "teman" SMAnya.
Fandi menggelengkan kepalanya," tidak-tidak, mari berkumpul dulu, teman-teman pasti sangat merindukanmu, setelah berkumpul baru aku akan memberikan bintang lima kepadamu," Fandi mengira Jono takut bertemu mereka lagi, Jadi dia mencoba mengancam halus Jono tidak memberikan bintang lima kepadanya.
Jono mendekati kumpulan orang yang duduk melingkar di sebuah meja yang sangat besar," hahahahahhahahha," Jono mendengar tawa yang menggelegar dari arah berkumpulnya orang-orang itu.
Jono mendekat kearah kerumunan orang yang sedang duduk, mereka semua teman sekelas Jono dulu, mereka tertawa karena sedang menceritakan sebuah cerita lucu.
Jono dan Fandi sampai ditempat berkumpul semua orang, Fandi mengatakan kedatangan Jono," teman-teman lihat siapa yang datang, Jono datang kereuni kita, beri tepuk tangan," Fandi berkata, semua orang melihat Jono dan mulai memberi tepuk tangan yang meriah.
Mereka melihat seragam Jono, mereka memberikan seringai mengejek di bibir mereka.
Nano sahabat Fandi berkata,"silakan duduk Jono, kamu tepat berada disini Jono, kami sedang bercerita kisah lucu, coba kamu ceritakan sebuah cerita lucu sebagai ucapan selamat datangmu," Nano tahu Jono sangat bodoh dulu, Jadi dia ingin mengetes apakah Jono sama seperti dulu.
Jono sangat tahu mereka ingin mempermalukan dirinya disini, tapi Jono berpura-pura bodoh didepan mereka, dia ingin melihat bagaimana cara mereka mempermalukan dirinya.
Jono berkata," baik aku akan bercerita sebuah kisah lucu, sepasang suami istri dengan seorang dokter," Jono akan memulai kisahnya.
__ADS_1
Jono melanjutkan," alkisah, sepasang suami istri mendatangi sebuah tempat praktek pribadi seorang dokter, sang suami mengeluhkan dia mengalami sakit di Naganya," Jono berkata dengan serius, semua orang menatap Jono dengan wajah penasaran.
Jono melanjutkan ceritanya,"
Sang istri berkata," dok, suami saya mengeluhkan sakit saat dia sedang kencing" kata sang istri kkhawatir.
Dokter berkata," iya bu, coba saya periksa suami ibu, mari pak berbaring diranjang," Dokter menyuruh sang suami duduk diranjang.
Sang suami berbaring diranjang praktek.
Sang suami berkata dengan khawatir,"dok apapun yang anda lihat jangan pernah tertawa, atau saya akan menghajar anda." ancaman sang suami kepada dokter
Dokter menjwab dngan tegas," saya orang yang sangat profesional pak, saya tidak akan pernah menertawakan pasien saya,".
Mendengar penjelasan dokter, sang suami bernafas lega, dia segera melepaskan celananya.
Sang dokter berusaha menahan tawanya melihat naga sang pasien sebesar jari kelingking.
Dokter mencoba memasang wajah datar," coba jelaskan apa keluhan anda sekarang apa yang anda rasakan dinaga anda," kata sang dokter penasaran.
Sang suami berkata dengan jujur,"begini dok, naga saya dulu tidak seperti ini, spertinya naga saya membengkak sangat besar dok,".
Sang dokter berusaha keras menahan tawanya," ppfffff, hahahaha, maaf pak, maaf pak, ini bengkak?, dulu sebesar apa sebelum bengkak?," dokter bertanya dengan penasaran.
Sang dokter berusaha menahan tawanya, kalau ini sudah membengkak sangat besar seberapa besar dulu ukurannya.
Sang suami berkata," mungkin sebesar jari kelingking bayi pak," dengan wajah malu sang suami berkata.
Sang dokter tidak bisa lagi menahan tawanya," hahahahahaha, maaf pak, saya tidak tahan, saya tidak tahan, jangan membuat saya tertawa lagi pak, bwahahahhahahaha," sang dokter tertawa terbahak-bahak.
Sang dokter mencoba membayangkan sebesar apa Naga dari pasiennya sebelum membengkak, seketika kembali sang dokter tertawa terbahak-bahak dengan kerasnya.
__ADS_1
Sang suami sangat malu dia menghajar sang dokter dengan sangat brutal, biarpun sang dokter babak belur tawanya tidak bisa berhenti, kejadian ini sangat lucu baginya, sampai dia menangis dengan menahan airmata tertawanya.