
Bab 53. Nicholas ketakutan, Johan mengamuk.
Jono menerima pelukan Melati dengan sangat bahagia, dia membalas memeuk Melati dengan sangat erat.
Para pengunjung melihat pemandangan penuh cinta menjadi sangat terharu, mereka memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.
Jono meghapus airmata dipipi Melati dengan sangat lembut," Melati, mas egois ingin memiliki Melati untuk diri mas sendiri, terimalah cinta mas yang egois ini," Jono mengucapkan semuanya dengan pandangan cinta.
Mendengar semua pengakuan Jono yamg penuh dengan cinta, Melati mengganggukan kepalanya," Melati selalu menerima Mas Jono, karena dihati Melati hanya ada mas Jono, tidak ada yang bisa menggantikannya," kata Melati.
Jono melepaskan pelukannya dan berjalan kearah Nicholas, Jono ingin menyelesaikan masalahnya dengan Nicholas untuk selamanya, tidak ada yang boleh mengganggu Melatinya lagi.
Melihat penampilan Jono diatas panggung pertunjukan, Nicholas melihat Jono dengan tatapan tidak percaya," ini tidak mungkin, kenapa level bermain pianonya selevel maestro tingkat dunia, bahkan dia lebih hebat dari penampilan pianis terhebat sekarang, ini tidak mungkin," Batin Nicholas menolak fakta yang dilihatnya.
Wajah Nicholas seketika memucat saat melihat Jono yang berjalan mendekatinya, Nicholas menjadi takut, tanpa terasa dia melangkah kebelakang melihat Jono yang semakin dekat kepadanya.
Nicholas terus berjalan mundur saat Jono mendekatinya, tanpa sengaja,kakinya tersandung dengan kaki meja makan, dia terjatuh dengan makanan diatas meja berhamburan memenuhi tubuhnya.
Dengan perasaan dipenuhi rasa malu dan ketakutan diwajahnya, Nicholas mengancam Jono," Jangan mendekat, apa kamu tidak tahu siapa aku, aku anak Ceo dari Trisula Grup, jangan macam-macam denganku, aku bisa membuatmu menyesal berani melakukan ini denganku," ancaman terlontar dari mulut Nicholas melihat Jono tetap berjalan mendekatinya.
Seketika didalam ruangan bergema teriakan marah," apa yang kamu lakukan, dasar kurang ajar," Johan berteriak marah melihat kejadian yang terjadi didalam restoran.
Johan datang kerestoran setelah selesai rapat dengan para petinggi Trisula Grup, dia ingin melihat penampilan anaknya direstoran, tetapi sesampainya dia di restoran, dia melihat Nicholas mengancam Jono, pemilik saham terbesar dari Trisula Grup.
Melihat ayahnya datang, Nicholas sangat bahagia, dia bisa membalas dendam kepada Jono yang mempermalukannya," ayah, orang ini berani mempermalukanku, usir dia dari sini ayah, biarkan satpam memukulnya sampai babak belur," Nicholas mengatakan kepada Johan untuk memberi Jono pelajaran.
__ADS_1
Mendengar perkataan anaknya, wajah Johan seketika menjadi pucat, dia berlari dengan sangat cepat, dia mengepalkan tangannya sangat erat, seakan siap menghabisi seseorang.
Johan berlari ketempat Nicholas terjatuh, dia melayangkan tinjunya dengan kekuatan penuh.
Buagh,buagh, buagh,buagh.
Johan menghajar anaknya dengan sangat brutal, dia tidak menunjukan belas kasihan," dasar anak tidak tahu diri, tidak tahukah kamu siapa yang ingin kamu sakiti," Johan terus menghajar sampai wajah dan tubuh anaknya memar dan bengkak.
Mendapatkan serangan dari ayahnya, pikiran Nicholas seketika menjadi blank, dia berusaha menahan setiap pukulan brutal Johan sekuat tenaganya, tapi kekuatan Johan lebih kuat daripada Nicholas.
Setelah puas menghajar anaknya, Johan akhirnya menghentikan pukulan brutalnya, Johan masih menunjukan wajah marahnya saat menatap Nicholas.
Melihat Johan berhenti memukulinya, Nicholas meandang ayahnya dengan takut," ayah, kenapa kamu memukulku, dialah yang harus dipukuli, dia mepermalukan aku, itu sama dengan mempermalukan ayah," Nicholas mencoba membela dirinya, dan meminta ayahnya untuk menghajar Jono.
Nicholas terkejut dan tidak percaya dengan perkataan ayahnya," itu tidak mungkin, ayah jangan berbohong kepadaku, mana mungkin orang ini memiliki saham terbesar dari Trisula Grup," bantah Nicholas mendengar penjelasan ayahnya.
Johan kembali memaki anaknya sendiri," tuan Jono memang memiliki saham terbesar di Trisula Grup!!!, apa yang kamu lakukakan sampai membuat tuan Jono marah?, cepat jelaskan atau tanganmu akan ayah patahkan," Johan sangat kejam dengan anaknya sendiri.
Mendengar ancaman Johan, Nicholas tidak berani membohongi ayahnya, dia menjelaskan, dari dia memprofokasi Jono, ingin merebut melati dan mengancam Jono dengan nama Johan.
Seketika tangan Johan menampar wajah Nicholas setelah mendengar penjelasannya, Johan menyeret Nicholas kehadapan Jono.
Johan memberi perintah kapada Nicholas," minta maaf dan berlutut bila perlu bersujud didepan tuan Jono, sampai tuan Jono memaafkanmu, aku tidak pernah mengajarkanmu sampai menjadi seperti ini, mungkin selama ini aku terlalu memanjakanmu," Johan menyesal terlalu memanjakan Nicholas selama ini.
Nicholas berlutut dan bersujud didepan Jono," tuan Jono maafkan saya, saya bersalah, ampuni saya tuan Jono," melihat Jono diam saja, Nicholas menjadi kejam dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Plak,plak,plak,plak, maafkan aku tuan Jono,"Nicholas menampar dirinya sendiri dengan sekuat tenaga, sampai giginya hampir copot.
Jono melihat kearah Johan," melihat kerja keras dan pengabdianmu, aku memafkan anakmu Pak Johan, tapi jangan pernah tunjukan mukanya didepanku lagi, kalau sampai saya melihatnya lagi mungkin tidak ada ampun untuknya lagi," Jono melihat Johan bernafas lega mendengar maafnya.
Johan menyeret anaknya menjauhi Jono,"saya akan membawanya keprancis selama 10 tahun, dia tidak akan menunjukan wajahnya dihadapan tuan Jono lagi, terima kasih tuan Jono atas belas kasihannya, kami permisi," Johan membawa Nicholas dengan menyeretnya keluar dari restoran Trisula.
Jono tidak menunjukan simpati kepada Nicholas, siapapun yang berani ingin merebut kekasihnya, Jono bisa menjadi monster yang sangat kejam.
Setelah kepergian Johan dan Nicholas, Jono mengajak Melati pulang kerumahnya, Setelah menyelesaikan pembayaran billnya, Jono keluar dari Trisula restoran.
Petugas valet membawakan kembali mobil Jono kedepan pintu utama restoran, Jono menerima kunci mobilnya kembali.
Jono merogoh kantong celananya dan memberikan tip 10 juta lagi kepada petugas valet disana, Jono dan Melati menaiki Mobil, Jono menginjak pedal gas dan meninggalkan Restoran.
Melati memikirkan apakah mereka akan apakah mereka akan kehotel menghabiskan malam bersama, Melati sudah siap jika Jono menginginkannya malam ini.
Dengan wajah merah dan malu, Melati bertanya kapada Jono," Mas Jono, apakah kita akan kehotel meghabiskan malam ini mas, Melati sudah siap menjadi milik mas seutuhnya malam ini," Melati menunduk malu saat mengatakan hal itu.
Jono membelai pipi Melati, dia melihat kearah wajah Melati," Mas mencintai Melati dengan tulus bukan berdasarkan nafsu, Mas harus meminta izin orang tua Melati untuk memacari anak mereka, mas mau serius menjalani hubungan dengan Melati," Jono mengatakan keseriusannya kepada Melati.
Melati kecewa mendengar penolakan Jono, tapi Melati kembali bahagia mendengar bahwa Jono ingin menemui orang tunya untuk menunjukan keseriuasan Jono kepadanya.
Jono kembali berucap dengan lembut," Mas akan mengambil hak mas setelah mendapat restu dari orang tua Melati, mas tidak menampik kalau mas ingin memiliki melati seutuhnya, tapi mas harus menahannya untuk sekarang sebelum mendapatkan restu dari orang tua Melati," Jono bukanlah orang sok polos, dia juga ingin memliki Melati seutuhnya.
Melati terharu mendengar perkataan Jono, dia mengetahui Jono menahan hasratnya sekarang karena menghargai dirinya, Melati tahu Jono ingin menunjukan keseriusannya sebelum mengklaim dirinya menjadi milik Jono seutuhnya.
__ADS_1