Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat
Tiga Teman Pria Baru


__ADS_3

Haa..


Riana menghela nafas sambil berjalan pulang menuju kos-kosan setelah selesai bekerja sambilan.


"Hari ini cukup melelahkan tetapi aku sangat bahagia. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan teman yang keren dan baik seperti mereka."


Ia berjalan melewati jalanan yang gelap dan sepi sendirian dengan perasaan yang amat teramat bahagia karena mendapatkan handphone baru sehingga tidak terasa ia telah sampai di tempat tujuannya.


Cekllek..


Riana membuka dan menutup pintu kamar kosnya lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memainkan handphone barunya.


Ting..


Sebuah notifikasi muncul di layar handphone miliknya.


"Apa ini?" Memencet notifikasi itu.


Setelah memencetnya ia masuk ke dalam sebuah grup chat yang beranggotakan Reynold, Kharisma, dan dirinya.


"Wah.. Kharisma membuat grup khusus pertemanan kami bertiga."


Ia merasa amat teramat senang hingga memeluk handphone miliknya.


Ting..


Notifikasi dari Handphonenya kembali berbunyi, rupanya Reynold dan Kharisma saling mengirim pesan  dan emoji lucu di grup chat itu.


"Wah.. lucu sekali, aku juga ingin mengirim pesan."


Gadis itu ikut mengirim pesan dan akhirnya mereka pun saling mengobrol di dalam grup chat itu, tidak lama kemudian terdengarlah suara ketukan pintu sehingga membuatnya terkejut.


Tok.. tok.. tok..


Ia menoleh ke arah pintu lalu mengirim pesan kepada temannya yang sedang mengobrol di dalam grup  untuk meminta izin pergi menemui orang yang mengetuk pintu kos-kosannya. Setelah selesai mengirim pesan, ia segera beranjak dari kasurnya lalu berjalan ke arah pintu.


Ceklek..


Pintu pun dibuka oleh gadis itu dan terlihatlah seorang pria berkumis tipis sedang berdiri dengan membawa sekeranjang buah-buahan.


"Selamat pagi." Tersenyum ramah.


"Si.. siapa ya?"


"Perkenalkan, nama saya Daniel  Parama. Panggil saja saya Daniel! Saya seorang mahasiswa di sebuah kampus dekat sini dan umur saya adalah 19 tahun." Mengajak bersalaman.


"Nama saya Riana Rosalina, orang-orang biasa memanggil saya Riana. Saya bersekolah di SMA Harapan Jaya, umur saya adalah 16 tahun."


Mereka pun saling berjabat tangan, setelah berjabat tangan mereka merasa canggung antara satu sama lain sehingga tidak tahu harus berbuat dan berkata apa.


"A.. anu.. kamu ada urusan apa ke tempat kos-kosan saya pada dini hari seperti ini?" Riana memberanikan diri untuk bertanya terlebih dahulu.


"Aku adalah penghuni baru di kamar-27, karena tempat kita bersebelahan aku ingin memberikan sedikit buah tangan."


Pria berkumis tipis itu memberikan sekeranjang buah-buahan kepada Riana dengan senyum yang sangat ramah.


"Penghuni baru kamar-27? Apakah itu artinya kita bertetangga?" Mengambil buah tangan yang diberikan kepadanya.


"Iya, maka dari itu aku harap kita bisa akrab karena kita akan sering bertemu mulai sekarang."


"Tentu saja, aku juga sangat senang mempunyai teman baru."


Daniel melamun selama beberapa saat sambil menatap gadis itu dengan tatapan kosong setelah mendengar jawaban Riana.


"Benar-benar gadis yang polos dan naif." Daniel bergumam.


"Maaf, apa yang baru saja kamu katakan? Saya tidak mendengarnya karena suara kamu terlalu kecil."


"Bukan apa-apa, kamu tidak perlu memikirkannya."

__ADS_1


Pria itu seketika langsung tersenyum kembali, Riana sedikit mencurigainya namun ia memutuskan untuk mempercayai perkataan Daniel karena tidak ingin berburuk sangka kepada tetangga barunya tersebut.


"Hmm… baiklah, aku percaya kepada Kak Daniel." Tersenyum.


"Kalau begitu aku izin pergi karena harus memberikan buah tangan ke anak kos-kosan yang lain."


Riana menganggukkan kepalanya, lalu pria berkumis tipis yang bernama Daniel Parama itu pergi meninggal Riana sambil melambaikan tangannya.


Ceklekk..


Karena tamunya sudah pergi, ia menutup kembali pintu kos-kosan lalu pergi ke dapur untuk menaruh keranjang buah-buahan yang baru saja ia dapatkan.


"Aku tidak menyangka bisa mendapatkan tetangga sebaik ini, di hari pertama saja ia sudah memberikanku sekeranjang buah-buahan."


Kraukk..


Gadis itu mengambil sebuah apel lalu memakannya sambil berjalan menuju kasurnya untuk kembali bertukar pesan di handphone dengan kedua temannya.


"Aku memiliki seorang tetangga baru, ia sangat baik."


"Tetangga baru?"


"Iya, dia adalah orang yang akan tinggal di samping kamarku."


"Apakah dia seorang pria berkumis tipis?"


"Iya, dia seorang pria berkumis tipis. Bagaimana kamu bisa mengetahui hal itu, Reynold?"


Hahaha..


Pria bermata ungu itu mengirim sebuah stiker tertawa di dalam grup chat tersebut.


"Aku hanya asal menebaknya saja."


"Ternyata instingmu sangat hebat ya."


"Tentu saja, aku kan hebat."


Setelah itu mereka bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.


Hari ini adalah hari ke empat bersekolah bersama kedua teman baru yang sangat baik dan keren seperti Reynold dan Kharisma. Ia selalu menantikan momen dimana ia menghabiskan waktu dengan temannya yang dapat menerima kekurangan dirinya dan pulang pergi ke sekolah bersama-sama merupakan salah satu dari momen tersebut.


Kring.. kring..


Suara handphone berbunyi dan ternyata itu adalah telpon dari Kharisma.


"Halo, kenapa kamu menelponku?"


"Kamu sedang apa? Aku dan Reynold sudah menunggu di depan gerbang kos-kosan mu."


"Aku sedang mencuci piring setelah sarapan, sebentar lagi aku akan datang."


Gadis itu tersenyum sambil mengangkat telepon. Ia merasa sangat bahagia karena bisa mendapatkan teman-teman yang begitu baik dan peduli padanya. Setelah selesai mencuci piring, ia pergi menemui kedua temannya yang sedang menunggunya di depan gerbang.


"Hai, teman-teman." Berlari sambil melambaikan tangan.


Reynold dan Kharisma membalas lambaian tangan gadis itu.


"Terima kasih sudah menjemputku."


"Sudah ku bilang kamu tidak perlu berterima kasih, kita kan teman."


"Kharisma benar, kita kan teman. Jadi wajar saja jika kita berangkat dan pulang sekolah bersama."


Riana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan mereka pun berangkat ke sekolah bersama-sama. Beberapa belas menit kemudian mereka telah sampai di sekolah.


"Akhirnya kita sampai juga, mari kita pergi ke kelas." Menggandeng tangan Riana.


Disaat mereka akan pergi ke kelas, datanglah tiga orang pria tampan dan salah satunya adalah Vinter.

__ADS_1


"Selamat pagi." Vinter menyapa mereka dengan hangat.


"Selamat pagi juga, Kak Vinter."


"Wah.. kamu sedang bersama dengan teman-temanmu, ya?" Melirik tajam ke arah Reynold dan Kharisma.


"Iya, mereka berdua teman saya."


"Hoho.. Jadi kamu gadis yang bernama Riana Rosalina, ya?" Tiba-tiba seorang pria yang terdapat luka di hidungnya menimbrung pembicaraan mereka sehingga membuat Riana sedikit terkejut.


"Ah.. maaf, kakak ku sedikit membuatmu terkejut, ya?"


"Ka.. kakaknya Kak Vinter?"


"Iya, perkenalkan! Dia adalah Kakakku, namanya Aryand Soyala."


"Aryand Soyala, Panggil saja Aryand. Aku dari kelas 3-2." Mengajak Riana bersalaman.


"Riana Rosalina dari kelas 1-2, panggil saja saya Riana."


Mereka pun saling bersalaman, tubuh Riana gemetar karena teringat bahwa kakaknya Vinter adalah ketua kelompok berandalan paling kuat di sekolah ini. Melihat tangannya Riana yang gemetar saat bersalaman dengannya membuat Aryand mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu.


"Kamu tidak perlu takut kepadaku, aku tidak akan menyakiti wanita yang lemah." Tersenyum ramah.


"Ba.. baik, Kak Aryand."


"Aku harap kita bisa menjadi teman yang baik, kamu bisa mencari ku jika membutuhkan bantuanku."


"Te.. terima kasih." Ucap Riana yang masih sedikit ketakutan.


Vinter pun kembali memperkenalkan temannya yang satu lagi setelah kakaknya dan gadis itu saling berkenalan.


"Kalau yang di sebelahku namanya Yongi dermawan, panggil saja dia Yongi."


"Yongi Dermawan, senang bisa berkenalan dengan wanita secantik kamu." Mengajak Riana untuk berjabat tangan.


"Saya Riana, salam kenal."


"Saya harap kita bisa akrab karena kita satu angkatan." Tersenyum ramah.


"Benarkah, kamu kelas berapa?"


"Aku kelas 1-5, kamu bisa datang ke kelas ku jika kamu membutuhkan bantuanku."


"Baiklah, Terima kasih."


Gadis itu sangat gembira karena mendapatkan 3 teman baru hari ini, yang pertama adalah tetangga barunya Daniel, lalu Kak Aryand, dan juga Yongi. Karena terlalu senang ia sampai lupa dengan temannya yaitu Reynold dan Kharisma.


"Astaga, aku lupa memperkenalkan teman baik ku." Menoleh ke arah kedua temannya yang berdiri di belakangnya.


"Tidak perlu, kami sudah saling mengenal." Kharisma berbicara dengan ketus dan Reynold menganggukkan kepalanya dengan ekspresi yang datar.


"Kalian sudah saling mengenal? Bagaimana bisa?"


"Kami pernah bertemu di sebuah acara." Yongi tiba-tiba menjawab pertanyaan gadis itu.


"Apakah benar seperti itu?" Menatap kedua temannya.


"Kamu bisa menganggapnya seperti itu." Ucap Reynold sambil melipat kedua tangannya di dada.


Suasana seketika menjadi hening dan dingin, terlihat dengan jelas bahwa mereka tidak akrab satu sama lain, tetapi Riana tidak mau berprasangka buruk terhadap teman-temannya.


"Apakah perkenalannya sudah selesai? Kalau sudah selesai mari kita pergi ke kelas karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi." Kharisma menggandeng tangan Riana sambil melirik tajam ke arah Vinter dan kedua temannya.


"Ta.. tapi.."


"Tidak apa-apa, Riana. Kamu boleh pergi." Ucap Vinter sambil tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu."

__ADS_1


Setelah itu mereka bertiga pergi ke kelas dan tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi.


__ADS_2