
Srettt
Suara sopir menginjak rem mobil setelah sampai di tempat parkir.
Riana, Kharisma dan Reynold pun keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju ke dalam tempat makan.
Pertama-tama mereka bertiga mengunjungi tempat makan karena memang belum sarapan.
"Selamat datang." Ucap pelayan yang bertugas menyambut tamu di pintu masuk.
Riana menjawabnya dengan senyum ramah sedangkan kedua temannya tidak menggubris ucapan pelayan tersebut.
Mereka bertiga memilih meja yang berada di samping jendela agar bisa melihat ke arah luar jendela. Tidak lama setelah mereka duduk, seorang pelayan wanita datang menghampiri mereka sambil membawa buku daftar menu dan juga buku catatan.
"Mau pesan apa?" Tanya pelayan wanita tersebut.
"Aku ingin pesan ayam bakar madu dan juga teh manis hangat." Reynold menjawab dengan cepat.
"Aku pesan salad buah dan air putih saja." Karena sedang diet, Kharisma memutuskan untuk memilih salad buah sebagai menu sarapannya.
"Hmm… berapa harga 1 porsi ayam bakar madu?" Riana bertanya kepada Kharisma karena wanita bermata biru tersebut yang memegang buku menu.
Kharisma seketika menatap Riana sambil tersenyum.
"Kamu tidak perlu memikirkan harganya karena aku yang akan bayar."
"A.. apa? Aku bisa bayar sendiri, kok. Beberapa hari yang lalu aku gajian." Ucap Riana.
"Kamu tidak perlu merasa tidak enak hati seperti itu, lagi pula kita kan teman dekat." Reynold menimbrung pembicaraan.
"Reynold benar, jalan-jalan hari ini aku yang akan bayar sepenuhnya. Jadi kamu pakai saja uangmu untuk keperluan lain atau mungkin kamu bisa menabungnya." Kharisma tersenyum.
Mendengar perkataan kedua teman baiknya membuat Riana hanya bisa menganggukkan kepalanya, walaupun sebenarnya ia merasa tidak enak hati jika terus-terusan di traktir tetapi ia tidak punya pilihan lain karena tidak ingin menolak niat baik dari temannya.
"Kalau aku ingin pesan ayam bakar madu dan tes manis hangat seperti Reynold." Ucap Riana antusias.
Setelah mencatat pesanan dari mereka bertiga, pelayan wanita segera pergi untuk menyiapkan makanan yang dipesan.
Selagi menunggu makanan, mereka bertiga saling berbincang-bincang antara satu sama lain.
"Habis ini kita pergi kemana ya?" Tanya Reynold.
"Kita akan pergi berkeliling di kawasan P.A. saja?" Jawab Kharisma.
"Kawasan P.A. ? Tempat apa itu?" Riana bertanya dengan wajah yang kebingungan.
"P.A. adalah singkatan yang artinya Pedestrian Area. Seluruh kawasan itu hanya bisa dimasuki oleh pejalan kaki, seluruh kendaraan beroda dilarang masuk kesana. Tempat itu berisikan jalanan trotoar dan juga banyak toko serta terdapat kali yang indah." Reynold menjelaskan secara panjang lebar.
Riana merasa kagum terhadap tempat yang telah dijelaskan oleh Reynold, matanya menjadi sangat berbinar seketika dan membuatnya semakin tertarik untuk mengunjunginya secepat mungkin.
"Wah… tempat itu pasti sangat menyenangkan. Aku jadi ingin cepat-cepat pergi kesana." Ucap Raian.
"Hehehe, setelah sarapan kita akan langsung pergi ke sa…" Reynold berbicara sambil melirik ke arah jendela kaca.
__ADS_1
Arghhhhh..
Alangkah terkejutnya pria bermata ungu tersebut setelah melirik ke arah jendela, ia melihat sosok wajah yang ditempelkan di kaca sambil memelototinya.
Teriakan kagetnya membuat Riana dan Kharisma ikut terkejut seketika.
Rupanya pria yang menempelkan wajahnya di kaca adalah Ryan Dernand yang sering dikenal dengan ketua osis. Terdapat juga Diana Amelia yang merupakan wakil ketua osis sedang berdiri di belakang Ryan.
"Astaga, jantungku seperti hampir copot." Reynold memegang dada bagian kirinya.
"Ke.. ketua osis dan wakilnya? Sedang apa mereka disini?" Ucap Kharisma.
Riana melambaikan tangannya kepada mereka berdua sambil tersenyum.
"Apakah aku boleh bergabung?" Tanya ketua osis dari luar jendela kaca.
Namun suara tidak bisa terdengar karena terhalangi oleh kaca tersebut.
"Maaf, Kak Ryan. Apa yang baru saja anda katakan? Saya tidak mendengarnya." Riana balik bertanya.
Hmm…
Ketua osis memberikan tatapan yang kebingungan juga, ia tidak bisa mendengar perkataan Riana dari dalam tempat makan tersebut karena kaca yang menghalangi. Melihat hal itu, Diana segera datang menghampiri dari belakang Ryan dan segera berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Diana menunjuk dirinya dan Ryan menggunakan jari telunjuknya kemudian menunjuk ke arah mereka bertiga.
"Ah… aku rasa mereka berdua ingin bergabung dengan kita." Ucap Kharisma.
"Ternyata begitu, tentu saja boleh." Riana menganggukkan kepalanya ke arah Diana dan Ryan.
"Tunggu dulu, kenapa kamu membiarkan mereka bergabung dengan kita?" Tanya Reynold.
"Karena kita teman?" Riana menjawab sambil tersenyum gugup.
Haa….
Kharisma menghela nafas lalu menopang dagunya.
"Tidak apa-apa, aku rasa tidak salahnya jika sesekali kita sarapan dengan ketua osis dan wakilnya."
"Kalau kamu berkata seperti itu, ya mau bagaimana lagi?" Ucap Reynold.
Beberapa saat kemudian Ryan dan Diana telah sampai di meja makan.
Sret…
Ryan duduk disamping Reynold sedangkan Diana duduk disamping Riana dan Kharisma.
Pok.. pok..
Kharisma menepuk tangan beberapa kali lalu pelayan wanita yang mencatat pesanan mereka datang kembali.
"Ada yang bisa dibantu?" Tanya pelayan wanita tersebut.
__ADS_1
"Kami ingin menambah menu makanan yang dipesan. Kalian berdua mau makan apa?" Kharisma bertanya kepada ketua osis dan wakilnya.
"Ya ampun, kamu tidak perlu repot-repot! Kami datang kesini hanya untuk mengobrol." Jawab ketua osis.
"Aku tidak kerepotan sama sekali, jadi cepat beritahu makanan apa yang ingin kalian pesan dan jangan khawatir karena aku yang akan membayarnya."
Hahaha
Seperti biasa, ketua osis tertawa sendiri secara tiba-tiba karena ia merasa senang dapat sarapan gratis.
"Aku samakan saja dengan milik pria bermata ungu disampingku ini." Menoleh ke arah Reynold.
"Aku sedang mengurangi porsi makanku, jadi aku pesan kentang panggang keju dan teh manis hangat." Ucap Diana.
Setelah menulis pesanan tambahan, pelayan tersebut segera pergi untuk menyiapkan makanan nya.
Selagi menunggu, mereka melanjutkan perbincangan mereka.
"Ngomong-ngomong apa yang sedang kalian lakukan di sekitar sini?" Tanya Reynold kepada ketua osis dan wakilnya.
"Kami baru saja mengunjungi rumah siswa bermasalah yang terletak perumahan kawasan elit sekitar sini." Jawab Diana.
"Lalu bagaimana hasilnya, Kak Diana?" Riana ikut bertanya.
"Tidak membuahkan hasil, kedua orang tuanya malah membela anaknya padahal mereka tahu jika anaknya berbuat salah. Sangat menyebalkan!" Gerutu wakil ketua osis tersebut.
Kharisma yang sedari tadi menyimak pembicaraan dengan baik juga ingin ikut bertanya.
"Memangnya apa yang sudah anak itu lakukan?"
"Yah.. kamu tahu bukan apa yang sering dilakukan oleh murid kalangan atas kepada murid kalangan bawah?" Ketua osis menjawab sebelum wakilnya berbicara.
"Pembulian?"
"Tepat sekali, sudah kuduga kamu memang wanita yang pintar, hahaha." Ketua osis memuji Kharisma.
"Kalau kalian sedang apa disini?" Tanya Diana.
Riana tersenyum lalu memberikan jawabannya.
"Kami ingin pergi jalan-jalan ke wilayah P.A. setelah sarapan."
"Wah… apakah kami boleh ikut juga?" Tanya ketua osis dengan penuh semangat.
"Tentu saja boleh, semakin banyak semakin bagus bukan?" Jawab Riana.
Haaa…
Kharisma menghela nafas sedangkan Reynold menepuk jidatnya. Mereka berdua sebenarnya tidak setuju jika ketua osis dan wakilnya ikut jalan-jalan, tetapi karena Riana sudah berkata seperti itu ya mau bagaimana lagi.
"Horeee! Kita boleh ikut, Diana." Ketua osis mengacungkan tangannya ke arah Diana.
Diana hanya menganggukkan kepalanya karena tidak tahu harus berkata apalagi kepada ketua osis yang bersikap seperti itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian sarapan yang mereka pesan telah datang dan mereka pun menyantapnya bersama-sama.