Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat
Reynold


__ADS_3

Di sebuah sekolah dasar pukul 1 siang, terlihat sosok anak kecil bermata ungu sedang berjalan pulang sendirian dengan riang.


Anak itu adalah Reynold saat ia duduk di kelas 4 sd.


"Wah… permen ini sangat enak, aku akan membelinya lagi nanti." Ucapnya memakan permen lolipop yang terlihat manis.


Drett


Tiba-tiba datanglah sebuah mobil hitam  yang berhenti tepat di sampingnya.


"Reynold, sedang apa kamu?" Ucap seorang wanita bermata biru yang tidak lain adalah Kharisma.


"Tentu saja pulang ke rumah."


"Kenapa kamu tidak dijemput oleh supirmu?" Tanya Kharisma.


"Hari ini aku sedang ingin pulang sendiri, lagipula aku sudah besar. Siapa yang berani menculikku?" Reynold kecil berbicara dengan sangat angkuh.


Kharisma membuka pintu mobilnya lalu menarik tangan Reynold.


"Hey, kenapa kamu menarik tanganku?"


"Sudahlah, cepat ikut denganku saja." Ucap ketus Kharisma.


Reynold bersedia ikut ke dalam mobil karena dipaksa oleh sahabat wanitanya. Setelah masuk kedalam mobil, Kharisma menutup pintunya lalu memerintahkan supir untuk melanjutkan perjalanan pulang.


"Kita mau kemana?" Tanya Reynold.


"Tentu saja mengantarkanmu pulang."


"Bukankah aku sudah bilang jika aku akan pulang sendiri?" Gerutu Reynold kecil.


"Cuacanya cukup panas, lebih baik aku mengantarkanmu pulang."


Reynold hanya memonyongkan bibirnya saja karena ngambek, ia tidak menjawab kembali karena perkataan Kharisma ada benarnya. Cuaca hari ini cukup panas dan ia juga mulai merasa kelelahan.


Selama menempuh perjalanan pulang, mereka saling berbincang-bincang antara satu sama lain.


"Apakah kamu mau ikut pergi akhir pekan nanti?" Tanya Kharisma.


"Pergi? Pergi kemana?"


"Aku sudah sering menceritakan kepadamu bukan? Jika aku memiliki 2 sahabat perempuan yang sekelas denganku. Aku berencana pergi berenang bersama akhir pekan nanti."


Bola mata Reynold kecil mengarah ke atas yang menandakan bahwa ia sedang berpikir dengan serius.

__ADS_1


Setelah berpikir selama beberapa saat, pria bermata ungu tersebut akhirnya memberikan jawabannya.


"Aku tidak akan ikut."


"Huh… kenapa? Apa alasannya? Padahal aku ingin memperkenalkanmu dengan kedua teman baikku." Gerutu Kharisma.


"Aku tidak mau, lagipula aku tidak suka berenang."


"Baiklah kalau kamu memang tidak mau, aku tidak akan memaksa." Jawab ketus Kharisma.


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di rumah Reynold. Pria bermata ungu itu segera keluar dari dalam mobil dengan ceria.


"Terimakasih karena sudah mengantarku sampai rumah."


"Sama-sama." Ucap ramah Pak Agus si supir.


Sedangkan Kharisma hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang ketus, sepertinya ia masih sedikit kesal karena tawarannya telah ditolak oleh Reynold.


Setelah Kharisma pergi melanjutkan perjalanan pulangnya, Reynold segera masuk ke dalam rumahnya.


Beberapa hari telah berlalu, sekarang adalah akhir pekan pukul 7 pagi.


"Ayah, ibu, aku pergi dulu ya!" Teriak Reynold kecil dengan pakaian olahraganya.


"Iya, kamu boleh pergi."


Jawab kedua orang tua Reynold setelah keluar dari dalam rumah.


Reynold kecil menganggukkan kepalanya dengan ceria lalu berlari kecil meninggalkan rumahnya. Tampaknya hari ini ia sedang jogging agar tubuhnya sehat sehingga kekuatan fisiknya pun meningkat.


Reynold berlari sendirian mengelilingi taman yang ramai dengan orang-orang yang sedang melakukan jogging seperti dirinya. Selama jogging, ia berhenti beberapa kali untuk memulihkan tenaganya karena bagaimanapun ia masih kelas 4 sd dan kondisi fisiknya masih belum terlalu bagus.


"Hmm… kira-kira sekarang pukul berapa, ya?" Ucap Reynold yang kemudian meminum sebotol air putih sambil melihat waktu di jam tangannya.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10.30 pagi.


"Aku rasa olah raganya sudah cukup sampai sini, lebih baik aku pulang."


Reynold berjalan beberapa langkah lalu berhenti setelahnya, ia tersenyum karena telah mendapatkan ide yang cukup bagus.


"Kenapa aku tidak main ke rumahnya Kharisma saja, ya? Lagipula di rumah aku tidak memiliki pekerjaan lain.  Kamu memang pria yang sangat pintar, hehehe." Reynold memalingkan tubuhnya lalu pergi ke arah yang berlawanan.


Sekarang ia sedang pergi menuju rumah Kharisma yang jaraknya tidak terlalu jauh dari teman tempatnya melakukan jogging.


Ia menempuh perjalanan selama 13 menit menuju rumah Kharisma. Sesampainya disana, ia segera memencet bel rumah beberapa kali.

__ADS_1


Srekkk..


Gerbang pun dibuka oleh bibi pembantu di rumah Kharisma.


"Den, Reynold? Sedang apa disini?" Tanya bibi pembantu dengan wajah kebingungan setelah melihat tubuh Reynold yang penuh dengan keringat.


"Aku habis berolahraga, karena jarak ke rumah Kharisma tidak terlalu jauh, akhirnya aku memutuskan untuk mampir ke sini. Apakah Kharismanya ada di rumah?" Reynold tersenyum.


Bibi pembantu seketika menjadi gugup sekaligus kebingungan menjawab perkataan dari Reynold kecil.


"Ada apa, bi? Kenapa bibi terlihat kebingungan seperti itu?"


"Anu, den. Non Kharisma sedang tidak ada di rumah." Jawab bibi pembantu.


"Tidak ada di rumah? Memangnya Kharisma pergi kemana, bi?" Reynold kecil kembali bertanya.


"Non Kharisma sedang pergi berenang dengan kedua temannya, den. Non Kharisma juga bilang mungkin dia pulangnya nanti sore."


Reynold tersentak seketika, ia mengingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu saat ia diantar pulang oleh Kharisma.


Jelas sekali pada saat itu Kharisma sudah bilang akan pergi berenang dengan kedua teman baiknya pada akhir pekan nanti.


Reynold kecil menepuk jidatnya karena merasa bodoh sudah melupakan percakapan dengan teman wanitanya itu dan  pergi kesini.


"Baiklah, tidak apa-apa jika aku tidak bisa menemui Kharisma. Tetapi apakah aku boleh meminta minum? Aku sangat kelelahan dan juga haus, hehehe."


"Tentu saja boleh, den. Den Reynold kan sahabatnya Non Kharisma, jadi jangan sungkan minta bantuan ke bibi." Bibi pembantu membukakan kegerbang cukup lebar dan mempersilahkan Reynold kecil masuk ke dalam rumah.


Selagi menunggu bibi membuatkan minuman segar, Reynold menunggu di ruang tamu sambil menelepon supir pribadi keluarganya.


"Hallo, pak. Tolong jemput Reynold di rumah Kharisma sekarang juga!" Ucap Renold sambil membuka toples yang penuh dengan caliman dengan tangan kirinya karena tangan kanan dipakai untuk memegang handphone.


"Baik, den. Saya akan jemput sekarang juga, mohon ditunggu beberapa saat."


"Oke."


Setelah selesai menelepon supirnya, Reynold kecil memakan cemilan dari dalam toples yang ia buka. Tidak lama kemudian, bibi pembantu datang membawa segelas lemon tea dingin yang sangat cocok untuk diminum setelah berolahraga.


"Wah… lemon tea dingin! Terima kasih sudah membuatkan minuman, bi." Reynold tersenyum.


"Iya, sama-sama, den Reynold." Bibi pembantu ikut tersenyum.


Beberapa belas menit setelahnya, supir Reynold telah sampai di depan rumah Kharisma.


Reynold kecil segera berlari menuju supir pribadinya tersebut. Sebelum pergi, ia tidak lupa untuk berpamitan dan berterima kasih sekali lagi kepada bibi pembantu karena sudah dibuatkan minuman.

__ADS_1


Akhirnya, Reynold pun pergi pulang ke rumah diantarkan oleh supir pribadi keluarganya.


__ADS_2