
Hari senin di kantin pukul 12 siang, waktu istirahat.
Riana dan kedua teman baik nya yaitu Kharisma dan Reynold sedang makan siang bersama-sama, mereka membeli mie ayam dan juga es teh manis dingin yang cocok diminum pada saat cuaca yang panas.
Ting.. ring…
Disela-sela itu, suara notifikasi handphone Riana berbunyi sehingga membuat gadis itu segera mengeceknya. Wajahnya terlihat begitu senang, ia tersenyum sambil memeluk handphonenya itu hingga membuat kedua temannya merasa kebingungan.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu sesenang itu?" Tanya Reynold.
"Iya, aku juga penasaran. Memangnya apa isi notifikasi itu hingga membuatmu begitu senang seperti ini?" Kharisma ikut bertanya.
"Ada seorang pembeli yang mengungiku lewat chat, katanya ia mau membeli 2 jenis parfum sekaligus. Aku merasa sangat senang karena mendapatkan pembeli pertamaku, hehehe."
Reynold dan Kharisma bertatapan mata satu sama lain setelah mendengar perkataan dari Riana, kemudian mereka berdua tersenyum seolah-olah mereka ikut merasa bahagia dan merasakan apa yang dirasakan oleh Riana.
"Kalau begitu sebaiknya kamu segera menyiapkan pesanannya setelah pulang sekolah, untuk pengirimannya kamu bisa menggunakan jasa kurir." Ucap Kharisma.
"Betul, kamu tidak perlu repot-repot mengantarkan langsung ke rumah pembeli. Lagipula kamu tidak memiliki kendaraan bukan? Jadi lebih baik pakai jasa kurir saja." Reynold memberikan saran.
Riana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum karena merasa senang mendapatkan pembeli pertamanya.
Tidak terasa waktu cepat berlalu, sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan bel pulang pun telah berbunyi. Seluruh murid berhamburan keluar sekolah untuk pulang ke rumahnya masing-masing begitu juga dengan Riana dan kedua temannya, seperti biasa mereka pulang diantarkan oleh Pak Agus si supir pribadi Kharisma.
Kriettt… ceklek..
Setelah sampai, Riana segera membuka pintu kamar kos no. 25 yang telah ia sewa untuk dijadikan tempat stok barang dari toko onlinenya sedangkan Kharisma dan Reynold mengobrol dengan Daniel di kamar kosnya yaitu kamar kos no. 27.
Kyakkk…..
Setelah membuka kamar itu, Riana merasa amat sangat terkejut karena melihat parfumnya yang berserakan di lantai padahal kemarin semuanya tertata dengan rapi di dalam kotak. Selain itu ada beberapa parfum yang pecah, isinya mengalir dan berceceran di lantai hingga membuat bau yang keluar dari kamar kos itu terasa sangat menyengat.
__ADS_1
Mendengar suara teriakan, Daniel, Kharisma dan Reynold segera berlari ke arah sumber teriakan itu. Saat itu pula mereka melihat Riana yang sedang terpaku di depan pintu masuk kamar kos no. 25 tanpa bergerak sedikitpun.
"Riana? Apa yang terjadi? Kenapa kamu berteriak?" Pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut Daniel yang ikut menoleh ke dalam kamar kos no. 25 setelah datang menghampiri.
Raut wajah pria berkumis tipis itu seketika berubah karena dipenuhi oleh rasa amarah. Ia mengepalkan tangan hingga terlihat urat-urat di permukaan kulitnya karena saking marahnya.
"Aku lengah." Gumam Daniel.
Kharisma dan Reynold merasa penasaran dan ikut melihat ke dalam kamar kos, mereka berdua juga tersentak karena di dalam kamar kos keadaannya sangat kacau seperti telah diobrak-abrik seseorang.
Drettt…
Tubuh Riana gemetar ketakutan sekaligus merasa syok dengan hal yang baru saja ia lihat, dengan sigap Kharisma memeluknya agar ia merasa lebih tenang.
"Siapa yang berani melakukan ini? Aku tidak akan pernah memaafkannya." Ucap Reynold yang ikut merasa kesal.
"Kita pikirkan itu nanti, pertama-tama mari kita bereskan semua kekacauan ini!" Daniel berjalan ke dalam kamar kos no. 25 sambil menutup hidungnya lalu disusul oleh Reynold.
Saat sedang membersihkan parfum yang pecah dan isinya berceceran menggunakan kain pel, Reynold menemukan sebuah anting berbentuk bunga di balik pintu. Ia pun dengan cepat mengambilnya lalu berjalan menghampiri Daniel yang sedang memasukkan parfum yang masih utuh dan tidak rusak ke dalam kotak.
"Kak Daniel, aku menemukan ini di balik pintu. Apakah kamu tahu ini milik siapa? Aku rasa aku pernah melihat benda ini entah dimana." Reynold menunjukkan anting bunga yang baru saja ia temukan.
Daniel mengambil anting tersebut dan melihatnya secara seksama selama beberapa saat.
"Ini bukan anting milik Riana, bukan? Tetapi kenapa bisa berada di dalam kamar kos ini?" Reynold kembali bertanya.
"Benda ini bukan milik Riana, aku akan mencoba mencari tahu siapa pemiliknya dan sampai saat itu aku harap kamu merahasiakan ini!" Daniel memasukkan anting itu ke dalam saku celananya lalu lanjut memasukkan parfum ke dalam kotak.
Reynold hanya bisa menatap dengan wajah yang kebingungan, ia menghela napas cukup panjang lalu kembali membersihkan air parfum yang berceceran di lantai menggunakan kain pel. Sebenarnya ia ingin bertanya lagi kepada Daniel, namun ia tidak ingin menyusahkan pria berkumis tipis itu dan memutuskan untuk percaya karena ia tahu bahwa Daniel bukanlah sembarang orang.
Setelah membersihkan semua kekacauan, Reynold dan Daniel keluar dari kamar kos lalu menghampiri Riana yang sudah merasa lebih tenang dan sedang duduk bersama Kharisma.
__ADS_1
"Bagaimana dengan kondisi parfumnya?" Tanya Riana.
"Yah… aku rasa kita mengalami kerugian hampir 30 persen, kalau mau informasi lebih rinci kalian bisa bertanya kepada Kak Daniel." Ucap Reynold menunjuk Daniel dengan jari telunjuknya.
"Reynold benar, kita mengalami kerugian sekitar 30 persen. Dari total 600 parfum ada 128 parfum yang menghilang dan 57 parfum yang pecah, harga 1 parfum adalah 300 ribu. Jadi, jika ku hitung seluruh kerugiannya bisa mencapai 50 juta." Daniel memberikan penjelasan.
Hiks.. hiks..
Riana menangis tersedu-sedu karena meratapi nasib buruk yang selalu saja menimpanya seolah-olah tidak pernah ada akhirnya. Ia merasa sedih sekaligus tertekan karena mengalami kerugian dan harus membayar uang ganti rugi padahal ia baru saja membuka toko online, terlebih uang ganti rugi yang harus ia bayar mencapai 50 juta rupiah.
Melihat hal itu, Kharisma segera kembali memeluk dan menenangkannya sedangkan Reynold dan Daniel hanya diam seribu bahasa karena tidak tahu harus berbuat apa.
Malam hari, pukul 10 di dalam rumah megah dan mewah terlihat Daniel sedang duduk bersama dengan seorang pria berambut pirang di ruang tamu.
"Ada apa kamu minta bertemu denganku?" Ucap Pria berambut pirang yang menggunakan baju tidur.
Dengan wajah yang sigap seperti pasukan militer, Daniel menceritakan seluruh kejadian buruk yang baru saja menimpa Riana kepada pria berambut pirang tanpa rasa takut sedikitpun.
"Jadi maksudmu ada bedeb*h kurang ajar yang berani berbuat jahat kepada malaikat kecilku?"
"Benar, tuan muda." Jawab Daniel.
"Aku memberikanmu tugas ini karena aku percaya pada kemampuanmu, Daniel. Jadi jangan kepercayaanku ini hilang sepenuhnya, apakah kamu mengerti?" Pria berambut pirang menatap Daniel dengan tatapan yang sangat menyeramkan.
Walaupun sebenarnya Daniel merasa takut, namun ia menahannya dan tetap bersikap layaknya prajurit militer yang gagah pemberani.
"Baik, tuan muda. Saya tidak akan pernah mengecewakan anda, kalau begitu saya izin pamit karena ada tikus yang harus saya bereskan." Daniel membungkukkan badannya.
"Kamu urus saja tikusnya! Untuk masalah bisnis online malaikat kecilku, aku sendiri yang akan mengurusnya."
Daniel menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan rumah mewah dan megah itu secepat mungkin.
__ADS_1