Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat
Kehancuran Risma Yang Semakin Dekat


__ADS_3

"Mereka sudah pergi." Ucap Yongi sambil membuka plastik permen lalu memakannya.


"Gadis manis itu benar-benar naif dan polos, aku tidak tahu apa yang membuat pria berambut pirang itu tertarik kepadanya."


"Sudahlah, kak. Kita tidak perlu tau apa alasannya, yang pasti kita akan mendapatkan bayaran yang sangat banyak dari misi ini." Vinter menatap kakaknya dengan wajah yang sangat serius.


"Kamu benar, kita tidak perlu tahu alasanya. Yang penting kita bisa mendapatkan banyak uang untuk keperluan kelompok kita. Kalau begitu mari kita pergi! Sebentar lagi bel akan berbunyi, aku tidak mau dihukum karena terlambat masuk kelas."


Mereka pun pergi ke kelasnya masing-masing untuk mengikuti pembelajaran hari ini.


Hari ini cuacanya sangat indah, sinar matahari yang bersinar menyinari dedaunan yang penuh dengan embun pagi membuat perasaan setiap orang yang merasakannya menjadi tenang. Namun ada seorang wanita yang tidak bisa tenang semenjak datang ke sekolah, ia terus berdiri di depan pintu kelas sambil menggigit kuku jarinya dengan wajah yang terlihat gelisah.


Drap.. drap..


Suara langkah kaki Riana dan kedua temannya yang sedang berjalan di lorong menuju kelas.


"Hei, kenapa gadis jelek itu selalu berdiri di depan pintu? Apakah dia tidak mempunya meja duduk di dalam kelas?" Ucap Reynold sambil memonyongkan bibirnya.


Pfft..


Kharisma tertawa sambil menatap Risma yang sedang berdiri di depan pintu dari kejauhan.


"Kenapa kamu tertawa?" Riana bertanya dengan wajah kebingungan.


"Bukan apa-apa. Mari kita hampiri dia!" Menarik tangan Riana yang sedang digandeng olehnya.


Mereka pun menghampiri wanita  bermata sipit itu.


"Sedang apa kamu di sini sendirian? Dimana kedua teman mu yang menyebalkan itu?" Ucap Kharisma dengan tatapan yang merendahkan lawan bicaranya.


"Kamu! Sebenarnya apa yang sudah lo lakukan terhadap bisnis keluargaku?" Menghampiri Kharisma dengan amarah yang terlihat jelas di wajahnya. Mereka berdua saling bertatapan mata selama beberapa saat.dan suasana seketika menjadi tegang.


"Re.. reynold, apakah kita sebaiknya menghentikan mereka?" Riana berbisik kepada Reynold dengan wajah ketakutan.


"Tenang saja, Kharisma dapat mengatasi ini dengan baik." Mengedipkan sebelah matanya kepada gadis itu.


Pfft..


Kharisma tertawa secara tiba-tiba setelah bertatapan mata selama beberapa saat dengan Risma.


"Ke.. kenapa lo ketawa? Lo gila, ya?"


"Kamu sangat aneh, kemarin kamu tidak masuk ke sekolah setelah membuat keributan yang besar dan sekarang kamu ingin membuat keributan lagi?"


"Kemarin aku tidak masuk sekolah karena mencoba mengatasi bisnis keluargaku yang hampir hancur karena pria berambut pirang itu." Risma mengepalkan kedua tangannya.


Kharisma kembali terdiam selama beberapa saat sambil menatap mata Risma.


"Bagaimana hasilnya? Apakah kamu berhasil mengatasi bisnis keluargamu yang bermasalah?"

__ADS_1


Risma tidak bergeming sama sekali, ia menggigit bibir bawahnya sambil menahan amarah.


"Melihatmu tidak menjawab pertanyaanku sepertinya kamu tidak bisa mengatasinya. Apakah aku benar?"


"Iya, pria itu terlalu kuat untuk aku kalahkan."


Haaaa..


Kharisma menghela napas lalu berbisik kepada Risma yang pikirannya sedang kacau balau.


"Ada satu cara untuk menyelamatkan bisnis keluarga mu dari pria berambut pirang itu."


"Ba.. bagaimana caranya?" Ucap Risma dengan antusias.


"Bersujudlah sambil meminta maaf kepada gadis yang sudah kamu tampar 3 hari yang lalu."


"Ma.. maksudmu Riana? Dia yang sudah menyebabkan pria berambut pirang itu mengacaukan bisnis keluargaku?"


"Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu bahwa riwayat hidupmu sudah tamat sejak kamu menampar dan menjambak rambut gadis itu?"


Risma tidak bergeming sama sekali, ia menoleh ke arah Riana dan menatapnya dengan dengan tatapan yang tajam. Ia berpikir jika Kharisma lah dalang di balik semua ini, namun ternyata dalangnya adalah Riana si wanita yang ia remehkan.


"Sudah mengerti bukan? Kalau begitu aku pergi dulu."


Kharisma menggandeng tangan Riana lalu membawanya ke dalam kelas. Riana menoleh ke arah Risma dengan tatapan yang penuh dengan kebingungan sambil berjalan menuju kelas.


"Entahlah, aku juga tidak mengerti. Wanita itu memang aneh, jadi kamu tidak perlu memikirkannya."


"Ta.. tapi.."


"Aku setuju dengan Kharisma, untuk apa kamu memikirkan wanita jelek itu padahal dia sudah berbuat jahat kepadamu."


Riana hanya bisa menganggukkan kepalanya karena takut kedua temannya tersebut akan meninggalkannya jika ia tidak menuruti perintah mereka.


Teng..  teng.. teng..


Bel masuk pun berbunyi dan pembelajaran hari itu pun dimulai. Suasana kelas hari ini sangat tenang, ibu guru sedang menyampaikan materi di depan kelas dan semua murid fokus mendengarkannya kecuali Risma. Ia menundukkan kepalanya sambil melamun, tatapannya yang kosong membuatnya terlihat seperti orang yang sedang depresi.


"Kharisma." Berbisik.


Riana mencoba memanggil Kharisma yang duduk tepat di depan mejanya dan wanita bermata biru itu menoleh ke arah belakang.


"Kenapa kamu memanggilku?" Berbicara dengan suara yang sangat pelan.


Gadis itu menunjuk Risma dengan jari telunjuknya.


"Apakah kamu tahu apa yang terjadi dengan Risma? Dia terlihat sedang banyak pikiran hari ini."


"Aku sudah mengatakannya kepadamu beberapa kali bahwa kamu tidak perlu memikirkan wanita itu. Sekarang kamu fokus saja untuk belajar agar mendapatkan nilai ujian  yang bagus karena jika nilaimu jelek kamu bisa kehilangan beasiswamu di sekolah ini."

__ADS_1


"Kamu benar, aku tidak akan memikirkan Risma dan fokus terhadap nilai ujianku agar bisa mempertahankan beasiswa di sekolah ini sehingga bisa terus bersama kamu dan Reynold."


Kharisma menganggukkan kepalanya lalu kembali fokus terhadap materi yang dijelaskan oleh guru.


"Hanya ada satu cara menyelamatkan bisnis keluarganya yaitu dengan cara meminta maaf Riana, jika ia tidak melakukan itu maka pria itu akan menghancurkan bisnis keluarganya secara perlahan." Kharisma bergumam sambil mencatat materi yang diberikan oleh guru di buku tulis.


Teng.. teng.. teng..


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan bel istirahat pun berbunyi, seluruh murid termasuk Riana dan kedua temannya berlarian ke arah kantin untuk membeli jajanan atau makan siang.


"Apakah makanannya enak?"


"Sangat enak, terima kasih karena telah membelikanku makan siang."


Hari ini Kharisma membelikan gadis itu semangkuk bakso untuk makan siang, mereka makan bersama di kantin sambil berbincang-bincang antara satu sama lain.


"Sethelah inhi mari khita perghi mhengambil fhormulir ekhskul di ruhang ghuru!" Ucap Reynold dengan mulut yang penuh dengan bakso yang ia makan.


"Sudah ku bilang berkali-kali kepadamu  bahwa jangan berbicara dengan mulut yang penuh dengan makanan." Kharisma memarahi Reynold.


Gluk…


Reynold pun menelan makanan yang berada di mulutnya lalu meminum es teh manis yang ia pesan.


"Hehehe.. maaf, aku lapar sekali hari ini." Mengusap perutnya yang kekenyangan.


"Kamu pria paling rakus yang pernah aku kenal."


"Itu tidak benar, aku tidak rakus sama sekali."


"Hmm.. kalau begitu coba jelaskan dua mangkuk bakso yang ada disampingmu." Menunjuk dua mangkuk yang terletak disamping Reynold.


Riana dan Reynold seketika menoleh ke tempat yang ditunjuk oleh Jari Kharisma.


Terlihat dua bekas mangkok bakso tergeletak di samping Reynold., rupanya pria bermata ungu itu telah menghabiskan dua mangkok bakso tanpa tersisa sedikitpun dan sekarang ia telah menghabiskan mangkok bakso yang ke tiga.


Hahaha…


Riana dan Kharisma tertawa sedangkan Reynold menggaruk kepalanya dengan wajah yang agak malu.


"Sudahlah, mari kita pergi ke ruang guru!" Ucap Kharisma sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Untuk apa kita pergi ke ruang guru?"


"Tentu saja untuk meminta formulir ekskul, hari ini adalah hari terakhir pengumpulan formulirnya." Menggandeng tangan Riana lalu membawanya meninggalkan kantin.


"Hei, tunggu aku!" Reynold menghabiskan es teh manisnya lalu segera mengejar ke dua teman wanitanya.


Mereka pun pergi bersama-sama menuju ruang guru untuk mengambil formulir pendaftaran ekskul di hari sabtu nanti.

__ADS_1


__ADS_2