Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat
Hantu?


__ADS_3

Malam hari pukul 12 setelah Daniel pergi dari rumah pria berambut pirang.


Klieet… ceklek…


Pria berkumis tipis itu masuk ke dalam kamar kos 25 dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam kantong celana lalu membukanya.


Di dalam kotak itu terdapat sebuah alat seperti kamera yang berukuran sekitar 5 centimeter. Daniel mengeluarkan kamera kecil tersebut dari dalam kotak lalu menaruhnya di atas lemari di pojok ruangan dan mengarahkan kameranya ke arah kotak-kotak parfum disimpan.


"Umpanya sudah dipasang! Sekarang tinggal menunggu ikan memakan umpannya." Ucap Daniel sambil berjalan keluar dari kamar kos 25 lalu menghampiri kamar kos Riana yaitu kamar kos 26.


Karena pintu kamar kos Riana Terkunci, pria berkumis tipis itu mengetuk jendela beberapa kali dan mencoba mengintip menggunakan sebelah matanya di sela-sela  kaca jendela yang tidak tertutup tirai, terlihat Reynold yang sedang tiduran di sofa dan memainkan handphonenya.


"Reynold, kemarilah dan bukakan pintu!" Daniel berbicara dengan suara pelan dan masih mengetuk jendela.


Mendengar suara ketukan dan seseorang memanggil namanya, pria bermata ungu tersebut menoleh ke arah sumber suara. Lalu ia melihat sebelah mata yang menatap tajam dirinya dari sela-sela kaca jendela yang tidak tertutup tirai.


"Kyakkk… hantu!!!" Reynold berteriak kecil lalu berlari ke dalam kamar Riana.


Di dalam kamar Riana, terlihat Riana yang sudah tidur pulas setelah lelah menangis dan Kharisma yang duduk membaca buku di sampingnya.


Melihat Reynold yang membuka pintu dengan kencang dan wajah ketakutan lantas membuat wanita bermata biru itu merasa heran.


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat ketakutan?" Kharisma menutup buku yang ia baca lalu menaruhnya di meja samping kasur.


"A.. ada hantu!" Reynold mencoba memeluk Kharisma karena saking takutnya, namun segera ditepis oleh Kharisma dengan cara mendorong wajahnya menggunakan kedua tangan.


"Pertama-tama tenangkan dirimu dan jangan berisik! Aku tidak ingin Riana terbangun dari tidurnya."


Reynold segera mencoba menenangkan dirinya, setelah beberapa kali menghela nafas panjang, akhirnya ia merasa lebih tenang dari sebelumnya.


"Baiklah, sekarang coba kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi!" Ucap Kharisma.


"Ada hantu di depan kamar kos ini, hantu itu menatapku dengan tatapan yang menyeramkan di balik sela-sela jendela. Aku tahu jika tempat kos ini jelek, kumuh, kotor dan tidak layak ditinggali tapi aku tidak menyangka tempat ini juga berhantu."


"Kamu itu sudah besar, Reynold. Aku tidak menyangka kamu masih percaya dengan yang namanya hantu." Kharisma menepuk jidatnya.


"Aku tidak bohong! Kamu lihat saja sendiri jika tidak percaya." Memasang wajah yang terlihat serius.


Sebenarnya Kharisma tidak percaya dengan perkataan yang diucapkan oleh Reynold, namun melihat keseriusan yang terlihat jelas di wajah pria bermata ungu itu membuatnya jadi penasaran.


Srekk…


Kharisma beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju ruang tamu tempat Reynold tidur di sofa.

__ADS_1


"Kharisma! Kamu mau kemana?" Reynold berteriak dengan suara yang diperkecil karena tidak ingin membangunkan Riana.


"Tentu saja membuktikan perkataanmu benar atau tidak, awas saja jika tidak ada apapun di depan kamar kos."


"A.. apa? Kamu mau mengeceknya secara langsung? Tu… tunggu! Aku juga mau ikut." Reynold berlari kecil mengikuti Kharisma dari belakang.


Setelah keluar dari kamar tidur dan sampai di ruang tamu, Kharisma dan Reynold menatap ke arah jendela dengan serius.


Disisi lain, Daniel yang berada di depan kamar kos sedikit merasa kesal karena Reynold malah lari menjauh setelah dipanggil olehnya.


"Aku sudah susah payah memanggilnya agar membukakan pintu, tetapi dia malah lari ke dalam kamar." Gerutu Daniel.


"Hah… agar lebih cepat sebaiknya aku ketuk saja pintunya dengan pelan agar tidak terlalu mengganggu." Daniel pun mengetuk pintu secara perlahan selama beberapa kali.


Tok.. tok.. tok…


Kharisma dan Reynold yang berada di ruang tamu lantas terkejut, bulu kuduk mereka berdiri semua terlebih lagi Reynold yang bersembunyi dibalik Kharisma.


"Sudah kubilang bukan? Ada hantu di depan kamar kos ini."


"Ya ampun, kenapa kamu malah bersembunyi di belakangku? Kamu kan pria, jadi cepat periksa siapa yang mengetuk pintunya!" Disaat yang bersamaan Kharisma merasa marah dan juga takut.


"Tidak mau! Kamu saja yang periksa." Reynold tetap bersembunyi di belakang Kharisma.


Haaa…


Setelah mengumpulkan keberaniannya, wanita bermata biru itu mengambil sapu yang berada di sebelahnya lalu berjalan perlahan ke arah pintu.


"Kharisma, kamu mau menghampiri hantu itu?" Reynold gemetar ketakutan.


"Iya, kamu tetap berdiri di belakangku!"


Mereka pun berjalan secara perlahan dengan perasaan takut  hingga tiba di depan pintu.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu kembali terdengar, Reynold semakin ketakutan hingga tidak terasa kakinya bergetar sangat hebat dan wajahnya pucat.


"Kamu diam dulu, aku akan mencoba melihat situasi di luar dari balik jendela." Kharisma berjalan ke arah jendela lalu mengintip di sela-sela tirai.


Disaat yang bersamaan.


"Sebenarnya apa yang Reynold lakukan di dalam sana? Kenapa ia tidak kunjung membukakan pintu? Ah… masa bodo, lebih baik aku intip lagi saja lewat jendela." Daniel yang berada di luar kos di depan pintu kembali mengintip lewat sela-sela jendela.

__ADS_1


Kyakkk…


Kharisma dan Daniel mengintip lewat sela-sela jendela yang sama, mereka berdua sangat terkejut ketika saling bertatapan mata di sela-sela jendela itu.


Kharisma sontak terjatuh kebelakang sedangkan Daniel memegang dadanya dengan wajah yang amat sangat terkejut.


"Sudah kubilang ada hantu, cepat kita lari ke dalam." Reynold dengan sigap menggendong Kharisma yang sedang jatuh di lantai kemudian membawanya lari ke dalam kamar lalu mengunci pintu.


"Astaga, jantungku hampir copot rasanya! Apakah yang tadi itu adalah Kharisma?" Gerutu Daniel yang masih merasa terkejut.


Setelah membawa Kharisma dan mengunci pintu kamar, Reynold menghela nafas karena merasa lega telah menyelamatkan teman wanitanya dari hantu.


"Sekarang kita sudah aman, kamu tidak perlu merasa Khawatir sekarang." Ucap Reynold.


Plakk…


Bukannya berterima kasih, Kharisma justru memukul kepala kepala Reynold menggunakan sapu yang masih ia pegang.


"Berterima kasih matamu, itu bukan hantu melainkan Kak Daniel." Kharisma marah.


"Apa? Bagaimana bisa Kak Daniel jadi hantu?"


Plakkk..


Kharisma kembali memukul kepala Reynold sekali menggunakan sapu.


"Aduhh… kenapa kamu malah memukul kepalaku lagi?"


"Makanya pakai otakmu dengan benar! Sudahlah, sekarang ayo kita pergi temu Kak Daniel terlebih dahulu." Kharisma membuka pintu kamar lalu berjalan ke arah pintu masuk.


"Huh… menyebalkan." Gerutu Reynold berjalan mengikuti teman wanitanya itu dari belakang.


Kharisma membukakan pintu masuk dan Daniel pun masuk ke dalam kamar kos.


"Apa yang sebenarnya kalian lakukan?" Daniel mengomel.


"Maaf, aku rasa ada kesalah pahaman disini. Reynold berfikir bahwa Kak Daniel adalah hantu." Ucap Kharisma sambil menunjuk Reynold yang berada di belakangnya.


Haaa…


Daniel menghela nafas sambil  berjalan ke arah sofa yang kumuh dan juga lesu lalu duduk dengan santai.


"Aku rasa aku sudah paham sebagian besar dari kejadian barusan, jadi tidak perlu diceritakan karena hanya membuang waktu. Lebih baik sekarang kalian cepat duduk disini karena ada hal yang harus ku sampaikan!"

__ADS_1


Kharisma dan Reynold menganggukkan kepalanya, mereka berdua mengunci kembali pintu masuk lalu duduk di sofa bersama Daniel.


Daniel pun menceritakan seluruh isi pembicaraannya dengan pria berambut pirang kepada mereka berdua dengan rinci.


__ADS_2