Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat
Pekerjaan Baru 2


__ADS_3

Malam hari pukul 11 di rumah mewah.


Drap.. drap…


Suara langkah kaki seorang pria berambut pirang  yang berjalan di lorong yang sangat megah dan mewah, pria itu didampingi oleh 2 pelayan pria dan 4 pelayan wanita yang berjalan di belakangnya.


Di ujung lorong itu terdapat sebuah ruang tamu yang luas serta berisikan barang-barang dekorasi yang memiliki harga yang fantastis.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu lama." Ucap pria berambut pirang itu.


Kharisma dan Reynold yang sedang duduk dengan nyaman di sofa lantas segera berdiri dan membungkukkan badan.


"Tidak masalah, tuan muda." Ucap mereka berdua secara bersamaan.


"Baiklah, kalau begitu mari kita bicara langsung ke intinya saja. Kalian berdua boleh duduk!" Ucap pria berambut pirang setelah duduk di sofa dan pelayan-pelayannya berdiri di belakangnya.


Kharisma dan Reynold mengikuti perintahnya dan segera duduk dengan postur tubuh yang tegap. Mereka sangat berhati-hati dan menjaga sikap di hadapan pria berambut pirang.


"Bagaimana keadaan malaikat kecilku? Apakah dia sudah merasa baikkan?" Tanya pria berambut pirang dengan kaki kanan melipat ke atas kaki kiri.


"Seperti yang anda ketahui, kondisinya sudah membaik sehingga dokter membolehkannya untuk pulang. Namun kondisinya juga belum 100 persen sembuh dan belum bisa melakukan kegiatan yang terlalu berat." Kharisma berbicara panjang lebar.


"Baiklah, aku mengerti." Pria berambut pirang meminum teh yang telah disediakan oleh pelayan di atas meja.


Kharisma dan Reynold saling melirik satu sama lain, mereka ingin mengatakan suatu hal kepada tuan mudanya mereka namun tidak berani dan merasa segan.


Pria berambut pirang yang menyadari akan hal itu segera menaruh teh yang sedang ia minum lalu bertanya kepada 2 bawahannya itu.


"Apakah ada masalah yang terjadi?"


"Sebenarnya tadi Riana memaksakan diri untuk pergi kerja sambilan, ia bersikeras pergi agar mendapatkan uang untuk biaya hidupnya sehari-hari." Jawab Kharisma.


Pria berambut pirang seketika menatap mereka berdua dengan wajah yang yang sangat menyeramkan.


"Lalu apakah kalian membiarkannya pergi?"

__ADS_1


"Te.. tentu saja tidak, kami menghalanginya." Jawab Reynold dengan cepat.


"Bagus, kalian benar-benar bod*h jika membiarkan malaikat kecilku kerja di malam yang dingin dengan kondisi tubuh seperti itu." Pria berambut pirang tidak lagi memberikan tatapan yang menyeramkan.


"Sebenarnya kami ingin memberikan pekerjaan baru kepada Riana." Reynold berbicara.


Hmmmm….


Pria berambut pirang berpikir selama beberapa saat sambil mengetukkan jari telunjuknya di atas meja.


"Baiklah, aku juga setuju dengan kalian. Apakah kalian sudah menemukan pekerjaan yang cocok untuk malaikat kecilku?"


"Kami belum menemukannya, tuan muda. Itulah sebabnya kami datang kesini untuk meminta bantuan anda." Jawab Kharisma.


"Aku akan mencarinya secepat mungkin, setelah menemukan pekerjaan yang cocok aku akan menghubungi kalian lagi. Sekarang kalian boleh pergi karena sudah malam, lagipula besok adalah hari senin dan kalian harus sekolah bukan?" Pria berambut pirang beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menjauh, ia mengibaskan tangan kanannya 2x kepada seorang pelayan pria yang datang bersamanya.


Kharisma dan Reynold saling bertatapan mata lalu menganggukkan kepala. Mereka segera beranjak dari tempat duduknya lalu membungkukkan badan sebagai tanda hormat kepada tuan mudanya yang sudah berjalan menjauh.


Seorang pelayan pria yang dikibaskan tangan 2x kali oleh pria berambut pirang segera menghampiri dengan senyum yang ramah.


Kharisma dan Reynold diantarkan hingga depan rumah mewah itu, disana sudah ada Pak Agus atau supir pribadi Kharisma yang sudah menunggu di dalam mobil.


Akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat karena harus sekolah besok hari. Sedangkan Riana tidur di kamarnya dan ditemani oleh Daniel yang tidur di ruang tamu.


2 hari telah berlalu dan sekarang adalah hari selasa pukul 5.30 sore. Seperti biasa, Kharisma dan Reynold berkunjung ke kamar kos Riana sambil membawa beberapa makanan enak.


"Oh, iya. Kamu mendapatkan salam dari Vinter, Yongi, anggota kelompok ekskul wartawan, ketua osis dan juga wakilnya. Mereka minta maaf tidak bisa menjenguk selama kamu dirawat karena mereka memiliki urusan lain." Ucap Reynold dengan mulut yang penuh dengan makanan yang mereka bawa.


"Tidak apa-apa, lagipula aku tidak ingin merepotkan orang lain." Riana tersenyum.


"Omong-omong kapan kamu akan masuk ke sekolah?" Tanya Kharisma.


"Aku akan masuk sekolah besok, tubuhku sudah sangat sehat sekarang. Aku tidak ingin terus-terusan merepotkan Kak Daniel, selama aku sakit dia terus menjagaku hingga bolos kuliah."


Selama Riana sakit, Daniel lah orang yang selalu berada disampingnya dan membantunya jika kesusahan. Riana sudah memintanya agar tidak menjaganya selama 24 jam penuh karena Riana tahu jika Daniel harus mengikuti mata pelajaran kuliahnya, namun pria berkumis tipis itu menolaknya dan mengatakan kepada Riana jika ia lebih memilih untuk bolos kuliah.

__ADS_1


Sebenarnya Riana merasa sangat tidak enak hati karena merepotkan teman-teman  yang penting baginya, tetapi disisi lain ia juga merasa bersyukur karena mendapatkan teman yang sangat peduli padanya.


"Lagi pula ia tidak benar-benar kuliah." Gumam Kharisma.


"Apa yang kamu katakan? Aku tidak mendengarnya dengan jelas." Tanya Riana dengan raut wajah kebingungan.


Kharisma tiba-tiba tersentak dan bingung harus menjawab apa, ia tidak menyangka jika gumamnya terdengar oleh Riana. Reynold yang mulutnya dipenuhi oleh makanan yang sedang dikunyah lantas segera menelannya lalu berbicara.


"Kharisma bilang dia sudah menemukan pekerjaan yang cocok untukmu." Reynold mengedipkan sebelah matanya kepada Kharisma.


Kharisma yang tahu jika teman prianya itu sedang membantunya segera membenarkan perkataannya.


"Benar, aku baru saja menemukan pekerjaan pengganti yang cocok denganmu. Kamu pasti akan menyukainya." Tersenyum.


Sebenarnya tadi pagi pria berambut pirang sudah memberikan pekerjaan yang akan diberikan kepada Riana. Namun karena ia tidak bisa langsung menyampaikannya kepada Riana, akhirnya ia menyampaikannya kepada Kharisma dan Reynold melalui chat di handphone.


"Wah… apa pekerjaan pengganti yang aku dapatkan?"


"Kamu akan membuka toko online yang menjual berbagai jenis parfum." Jawab Reynold.


"A.. apa? Membuka toko online? Aku tidak memiliki uang untuk modalnya, bagaimana bisa aku membuka toko online?"


"Kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun, modalnya akan diberikan oleh atasanku dan tugasmu hanya mempacking parfum itu sesuai permintaan pembeli. Untuk pengirimannya nanti akan dilakukan oleh orang lain. Untuk upahmu akan diberikan 50% dari uang keuntungan yang didapatkan." Kharisma memberikan penjelasan.


Raut wajah Riana seketika menjadi bersinar, ia merasa senang karena mendapatkan pekerjaan baru yang tampak mudah dan cocok untuknya.


"Tapi aku rasa kamar kos ini tidak akan cukup untuk menampung stok parfum yang akan datang nanti." Ucap Reynold.


"Hmmm… kalau soal itu kita hanya perlu menyewa kamar kos di sebelah saja kan? Aku dengar kamar kos no 25 disamping kamar ini tidak ada penghuninya."


"Benar juga, kamu memang wanita yang pintar." Reynold memberikan pujian kepada Kharisma.


Pada akhirnya Riana mendapatkan pekerjaan baru yang mampu ia lakukan dengan baik. Sebelum melakukan pekerjaan barunya, Riana menghubungi atasan di tempat kerja sebelumnya yaitu Pak Firman untuk meminta izin mengundurkan diri.


Karena Pak Firman tahu jika sebenarnya Riana sangat kelelahan bekerja di minimarketnya, ia pun dengan senang hati mengizinkan Riana keluar dari pekerjaannya dan mencari pekerja baru untuk minimarketnya.

__ADS_1


__ADS_2