
Satu bulan telah berlalu dan sekarang adalah hari sabtu yaitu hari dimana seluruh siswa difokuskan untuk belajar seharian penuh di ekskul yang mereka pilih.
Kegiatan ekskul seharusnya sudah bisa dilaksanakan semenjak dua minggu yang lalu, tetapi kegiatan tersebut ditunda karena terdapat sebuah masalah internal dari pihak sekolah.
"Ayo cepat kita pergi ke kelas ekskul! Kita tidak boleh terlambat di hari pertama kegiatan ekskul dimulai." Gadis itu menarik lengan kedua temannya.
"Kamu sangat bersemangat, ya?"
"Apakah kamu sangat menyukai ekskul ini?"
Tanya Reynold dan Kharisma, Riana pun menjawab pertanyaan kedua temannya dengan menganggukkan kepala sambil tersenyum ceria.
"Tentu saja, kita bisa berkeliling sekolah dan mengobrol dengan banyak orang jika mengikuti ekskul wartawan."
"Memang apa bagusnya dari mengobrol dengan banyak orang??" Reynold bertanya sambil meminum segelas kopi yang ia beli di cafe sebelum berangkat kesekolah.
"Tentu saja bagus karena kita dengan orang tersebut mungkin saja bisa berteman."
Perkataan gadis itu membuat Reynold dan Kharisma saling bertatapan mata dengan ekspresi wajah yang sedikit keheranan.
"Apakah seorang teman sangat berharga bagimu?"
"Iya! kita tidak akan kesepian jika memiliki teman."
"Bagimu mungkin teman sangat berharga tetapi bagiku mereka hanya sekumpulan sampah tidak berguna." Kharisma bergumam.
"Apa yang kamu katakan tadi? Aku tidak mendengarnya, suaramu terlalu kecil." Riana berhenti berjalan dan bertanya.
Kharisma seketika menjadi sedikit gugup karena khawatir jika gadis itu mendengar perkataannya barusan, melihatnya hal tersebut Reynold segera membantunya.
"Dia mengatakan bahwa ekskul wartawan pasti sangat menyenangkan seperti yang kamu katakan. Bukankah begitu, Kharisma?" Mengedipkan sebelah mata.
"Be.. benar, aku mengatakan itu."
"Sudah aku duga kalian juga pasti akan cocok dengan ekskul ini, hehehe."
Riana adalah gadis yang sangat baik, ia tidak ingin menaruh rasa curiga sedikitpun kepada kedua teman baiknya tersebut. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang ekskul yaitu tempat dimana seluruh anggota ekskul tersebut berkumpul dan melaksanakan kegiatan. Setiap ekskul memiliki ruang nya masing-masing, terdapat 16 jenis ekskul yang berarti terdapat 16 ruangan juga dan ruang ekskul wartawan adalah ruang no 11.
Ceklek
Karisma membuka pintu ruang ekskul tersebut, terdapat 4 orang murid yang sedang duduk di atas karpet sambil berbincang-bincang. Murid-murid tersebut merupakan 2 orang perempuan kembar dari kelas 1-3 dan 2 orang pria dari kelas 1-1.
__ADS_1
"Selamat datang." Ucap kedua wanita kembar tersebut.
Mereka masuk dan duduk bersama ke 4 murid tersebut sambil menunggu pengurus ekskul datang.
"Wah.. kalian kembar ya?" Tanya Riana dengan wajah yang bersemangat.
"Iya, perkenalkan! namaku adalah Reni Cibel dan disebelahku adalah Rani Cibel." Kedua wanita kembar tersebut memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah.
"Perkenalkan juga, namaku adalah Rina Rosalina dari kelas 1-2."
" Tetapi bagaimana cara membedakan kalian berdua?" Reynold bertanya sambil membuang bungkus kopi yang ia minum ke tong sampah dekat pintu.
"Aku memakai gelang warna merah sedangkan Rani memakai gelang warna biru di tangan kiri."
Kedua wanita gambar tersebut tersenyum ceria sambil menunjukkan gelang di tangan kiri mereka.
"Wah.. jadi seperti itu ya cara membedakan kalian berdua."
Riana dan wanita kembar tersebut saling berbincang dan sudah bisa mengakrabkan diri satu sama lain dalam waktu beberapa saat saja.
"Selanjutnya kami yang akan memperkenalkan diri." Ucap kedua orang pria dari kelas 1-1.
Kedua pria tersebut memiliki penampilan yang terlihat katrok. Pria pertama memakai kacamata bulat dan satunya lagi memiliki tubuh yang gemuk.
"Dan aku adalah Rofik Purwadis. Hobiku adalah makan makanan enak, hehehe."
"Pantas saja badanmu mengembang seperti kue yang diberi baking soda." Kharisma bergumam.
"Apa yang kau katakan?" Pria bernama Rofik itu mengorek-ngorek telinganya karena tidak mendengar perkataan Kharisma dengan jelas.
"Bukan apa-apa, baiklah selanjutnya kami berdua yang akan memperkenalkan diri dan dimulai dari Reynold."
Kharisma dan Reynold juga memperkenalkan diri di depan anggota ekskul wartawan yang lain hingga tidak terasa setengah jam telah berlalu.
Ceklek…
Suara pintu terbuka dan masuklah seorang wanita cantik berambut merah. Wanita itu berasal dari kelas 2-3, ia memegang sebuah buku dan pulpen berwarna hitam.
"Hmm.. jumlahnya 7 orang, ya? Ini lebih baik daripada tahun lalu." Ucap wanita itu sambil berdiri dan menatap para murid yang sedang duduk di atas karpet.
"Siapa wanita cantik ini?" Reynold menatapnya dengan tatapan yang hangat.
__ADS_1
"Menjijikkan, jaga ucapanmu! Perkenalkan namaku adalah Rose Rabea dan aku adalah osis kelas 2 bagian sekretaris sekaligus pengurus ekskul wartawan." Berbicara dengan nada suara yang lantang.
Reynold terlihat sangat gembira setelah mengetahui bahwa wanita itu adalah pengurus dari ekskul yang ia pilih.
"Semua pria sama saja." Kharisma bergumam sambil melirik ke arah pria bermata ungu tersebut.
Mereka pun saling memperkenalkan diri satu persatu kepada wanita berambut merah tersebut. Setelah beberapa menit akhirnya perkenalannya telah selesai, Rose selaku pengurus ekskul wartawan menjelaskan tugas dan peraturan yang harus dilakukan oleh seluruh anggota ekskul.
"Hmm.. jadi tugasnya adalah menulisi berita tentang peristiwa yang terjadi di sekolah dan ditempel di mading setiap hari senin." Ucap Kharisma sambil menopang dagu menggunakan tangan kanannya.
Sreett..
Tiba-tiba seorang pria berkacamata bulat mengangkat tangan kanannya yang menandakan bahwa dia ingin bertanya.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Tanya Rose.
"Apakah kita boleh menulis mengenai masalah sensitif yang terjadi di sekolah?"
"Masalah yang sensitif? Contohnya seperti apa?" Menatap pria berkacamata bulat tersebut dengan wajah sedikit kebingungan.
"Seperti membuat berita mengenai perkelahian siswa atau bullying." Menjawab dengan suara lantang.
Hmm…
Wanita berambut merah itu berpikir selama beberapa saat lalu menoleh ke arah Riana dan kedua temannya.
"Tentu saja boleh karena ini akan menjadi hal yang menarik, aku yakin ketua osis dan wakilnya akan menyukainya." Tersenyum tipis.
"Baiklah, anda tidak perlu khawatir nona sekretaris! Aku akan membuat berita semenarik mungkin sehingga dapat menarik perhatian banyak murid." Nami embusungkan dadanya.
"Aku juga akan membuat berita yang menarik seperti nami." Ucap Rofik sambil merobek bungkus keripik kentang kesukaannya.
"Kalian boleh membuat berita secara berkelompok, 1 kelompok minimal 2 anggota dan maksimal 3 anggota. Tentu saja beritanya harus lebih panjang karena kalian mengerjakannya bersama-sama."
Wahhh…
Riana menoleh ke arah kedua temannya dengan wajah yang penuh dengan semangat setelah mendengar perkataan Rose si penanggung jawab ekskul wartawan.
Kharisma dan Reynold membalasnya dengan senyuman sambil menganggukkan kepalanya. Akhirnya ekskul wartawan terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1 yang terdiri dari kedua wanita kembar, kelompok 2 terdiri dari dua pria berpenampilan katrok dan kelompok terakhir yaitu kelompok 3 terdiri dari Riana, Kharisma, dan Reynold.
"Baiklah, karena hari ini hanya khusus perkenalan saja jadi kalian boleh pulang ke rumah. Tugas pembuatan berita juga dimulai dari minggu depan sehingga kalian menempel berita yang kalian buat di hari senin minggu selanjutnya."
__ADS_1
Setelah menjelaskan informasi kepada anggota ekskul wartawan, gadis berambut merah tersebut pergi meninggalkan ruangan dan seluruh anggotanya pulang ke rumah masing-masing termasuk Riana dan kedua temannya.