
Hari selasa, pukul 5.30 sore di sebuah tempat makan.
Riana, Reynold, dan Riana sedang duduk di sebuah meja sambil jus mangga dan kentang goreng yang mereka pesan.
Hari ini mereka bertiga memiliki janji dengan seseorang yang merupakan bos baru Riana. Mereka langsung pergi ke tempat makan setelah pulang dari sekolah sehingga mereka masih memakai seragam sekolah.
"Kira-kira kapan dia akan datang, ya?" Ucap Riana dengan gugup.
"Sebentar lagi pasti datang, kita tunggu saja." Reynold menjawab dengan santai sambil memakan kentang goreng.
"Aku sangat takut, bagaimana jika dia marah karena aku tidak bisa menjaga barang yang harus dijual dengan baik?" Riana memasang wajah ketakutan.
"Tidak perlu khawatir! Bos mu yang baru sangat baik dan ramah." Kharisma menepuk punggung Riana untuk menenangkannya.
Riana hanya menganggukkan kepalanya dan mencoba menenangkan dirinya. Sedangkan Reynold memasang wajah datar setelah mendengar Kharisma berkata bahwa bos Riana yang baru sangat baik dan ramah.
"Dia hanya ramah kepada Riana, tetapi jika ke orang lain dia sangat galak seperti singa." Gumam Reynold.
"Apa yang baru saja kamu katakan?" Riana bertanya karena tidak mendengar dengan jelas perkataan pria bermata ungu tersebut.
"Hohoho, aku tidak mengatakan apapun, mungkin kamu salah dengar." Reynold keringat dingin.
"Hmmm… baiklah, kamu benar, mungkin aku salah dengar tadi." Tersenyum lalu meminum jus mangga miliknya.
Karena Riana adalah seorang gadis yang baik dan juga polos, ia dengan mudahnya langsung percaya dengan perkataan Reynold dan tidak menaruh sedikitpun rasa curiga.
15 menit telah berlalu dan seorang pria berambut hitam yang elegan datang dengan seorang pria yang terlihat seperti orang keturunan arab.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu lama." Ucap pria berambut hitam elegan sambil duduk di kursinya, sedangkan pria keturunan arab yang memiliki badan yang kekar dan besar berdiri di belakangnya.
Deg…
Suara jantung Riana berdegup kencang setelah melihat sosok pria itu, wajahnya terlihat terkejut sekaligus terlihat sedih.
"Perkenalkan, pria ini adalah bosmu yang baru, namanya adalah RG." Kharisma memperkenalkan pria itu kepada Riana.
__ADS_1
"Namaku adalah RG, senang bisa bertemu dengan mu." Mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Riana yang bengong karena merasa terkejut akhirnya tersadar dan segera mengulurkan tangannya juga untuk bersalaman.
"Ahh… senang juga bertemu dengan anda, nama saya adalah Riana Rosalina dan orang-orang biasa memanggilku Riana."
Riana dan pria berambut hitam elegan itu saling bersalaman, disaat yang bersamaan tangan pria itu bergetar.
Srettt..
Pria itu langsung menarik tangannya dengan cepat dan wajahnya memerah karena jantungnya berdegup dengan kencang.
Riana yang merasa sedikit terkejut hanya bisa terdiam dengan tatapan yang kebingungan.
Kharisma dan Reynold juga terdiam melihat hal tersebut, mereka berdua tidak mengucapkan sepatah katapun karena takut akan memperburuk situasi yang telah terjadi.
"Tuan muda, apakah anda baik-baik saja?" Pria keturunan arab membungkukkan badannya lalu berbisik di telinga pria berambut hitam yang wajahnya memerah.
"Aku baik-baik saja, aziz. Kamu tidak perlu khawatir!" Membalas bisikan tersebut.
Pria keturunan arab kembali berdiri dengan tegap dan wajah yang datar layaknya bodyguard.
"Tidak apa-apa, semoga anda bisa cepat sembuh." Riana memberikan senyuman yang manis.
Deg…
Jantung pria berambut hitam elegan itu kembali berdegup kencang sehingga membuat wajahnya lebih merah dari sebelum, senyuman dari Riana lah yang membuatnya menjadi seperti itu.
"Baiklah, tidak perlu menunggu lebih lama lagi. Mari kita langsung ke inti pembicaraan!"
Riana menganggukkan kepalanya karena setuju dengan perkataan bos barunya tersebut walaupun disisi lain ia juga merasa takut karena merasa tidak becus menjaga parfum-parfum yang seharusnya ia jual dengan baik.
"Aku dengar kamu telah lalai menjaga barang-barang yang telah diberikan kepadamu, apakah aku benar?"
"Anda benar, tuan RG. saya memang telah lalai dalam menjalankan pekerjaan saya. Tapi anda tidak perlu Khawatir karena anda bisa memotong gaji saya setiap bulan sebagai uang gan…." Riana menjawab dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu membayar uang ganti rugi dari parfum-parfum yang rusak dan telah dicuri." Secara tiba-tiba pria berambut hitam memotong perkataan Riana.
"Maaf? Apa yang baru saja anda katakan?" Riana bertanya untuk memastikan perkataan yang baru saja ia dengar.
Haaa…
Pria berambut hitam elegan menghela nafas lalu memberikan tatapan yang terlihat sangat serius.
"Aku bilang kamu tidak perlu membayar uang ganti rugi, lagipula uangku sudah sangat banyak."
Riana merasa terkejut dengan perkataan yang diucapkan oleh bos barunya itu karena ia mengira akan dimintai uang ganti rugi atas kelalaiannya.
Padahal semenjak kemarin bahkan saat sedang berada di sekolah hari ini ia merasa sangat gelisah karena bingung memikirkan cara membayar uang ganti rugi kepada bosnya.
"Sebagai gantinya kamu harus menjadi perwakilanku."
"Perwakilan? Apa yang anda maksud? Saya sama sekali tidak mengerti." Riana kebingungan.
"Kamu tahu bukan jika aku memiliki banyak sekali cabang bisnis parfum? Tentu saja aku sangat lelah mengontrol semuanya sendirian, jadi aku mau kamu menggantikanku mengontrol semua cabang bisnis parfumku dan memberikan laporan setiap minggunya." Pria itu memberikan penjelasan yang rinci dan mudah dipahami.
Riana lantas tersentak mendengarnya, ia merasa tidak pantas melakukan pekerjaan yang memiliki tanggung jawab tinggi tersebut.
"Tu… tunggu dulu, saya rasa sebaiknya anda memikirkan ulang keputusan anda."
"Tidak ada yang perlu dipikirkan lagi, aku rasa tugas ini sangat cocok untukmu. Aku dengar kamu anak yang pintar dan bisa mendapatkan beasiswa di sekolahmu." Jawab tegas pria berambut hitam.
" Saya masih anak sekolahan, walaupun saya mendapatkan beasiswa tetapi kemampuan saya mungkin tidak sebagus yang anda harapkan."
"Aku memberikan tugas ini kepadamu karena aku mempercayaimu, sekarang coba jawab pertanyaanku! Apakah kamu ingin mematahkan kepercayaanku?" Memberikan tatapan yang serius.
Riana sontak menjadi sangat kebingungan dalam mengambil keputusan. Setelah beberapa menit berfikir dengan matang, ia pun memberikan jawabannya.
"Baiklah, saya akan menerima tugas yang anda berikan. Terimakasih karena sudah mempercayai saya." Riana menundukkan kepalanya sebagai bentuk terimakasih.
"Karena kamu sudah setuju dengan kesepakatan yang telah dibuat dan tidak ada lagi hal yang harus dibicarakan, maka aku izin pamit karena ada banyak hal yang harus kukerjakan." Ucap pria berambut pirang sambil beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Kharisma, Reynold, dan Riana lantas ikut berdiri lalu menundukkan kepala untuk memberikan hormat kepada pria berambut hitam.
Akhirnya pria berambut hitam pergi meninggalkan tempat makan itu dengan wajah yang masih memerah dan ditemani oleh bodyguardnya yaitu pria keturunan arab yang bernama Aziz.