Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat
Kharisma 2


__ADS_3

Ceklek


Kharisma telah sampai di rumahnya pada pukul 7.30 malam setelah mengantar kedua temannya pulang ke rumahnya masing-masing.


"Non Kharisma sudah pulang?" Ucap bibi pembantu yang bekerja di rumahnya. Ia menyambut Kharisma di teras rumah setiap pulang sekolah.


"Iya, aku sudah pulang. Bisa tolong buatkan teh hangat?" Ucap Kharisma sambil duduk dan melepaskan sepatu.


"Baik, non! Akan bibi buatkan secepat mungkin. Oh iya, di ruang tamu ada tuan Reynold sedang menunggu."


Kharisma menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia merasa sangat lelah sehingga malas untuk menjawab perkataan pembantunya. Bibi pembantu juga tahu jika Kharisma bersikap seperti itu artinya ia sedang tidak ingin memperpanjang pembicaraan.


"Kalau begitu bibi pergi dulu, non." Mengambil tas milik Kharisma lalu membawa dan menaruhnya di dalam kamar milik wanita bermata biru tersebut.


Setelah selesai melepas sepatu, Kharisma segera pergi menuju ruang tamu dan menemui Reynold yang menunggunya dari tadi.


"Akhirnya kamu datang juga."  Ucap Reynold.


"Tidak perlu basa-basi! Langsung ke intinya saja, aku sangat lelah hari ini." Kharisma berbicara dengan ketus sambil membaringkan tubuhnya di sofa.


"Kamu habis makan dengan siapa? Apakah dengan Yulia dan Dinda?"


"Iya, aku habis makan malam bersama mereka." Jawab Kharisma.


"Sudah kubilang jangan dekat-dekat dengan mereka! Lebih baik kamu jauhi saja kalau perlu."


Wanita bermata biru itu menatap Reynold dengan tatapan yang sangat tajam setelah mendengar perkataannya.


"Jangan ikut campur urusanku! Cepat katakan saja apa keperluanmu datang kesini!" Ucap Kharisma dengan ketus.


"Baiklah, aku datang kesini untuk meminta informasi yang aku minta kepadamu minggu kemarin."


"Ahhh… aku sudah mendapatkannya, kamu tenang saja!"


Keluarga Kharisma adalah pemilik perusahaan yang menjual informasi kepada orang atau perusahaan lain, nama perusahaannya adalah Ayes Of The World (AOTW).


Sret


Tak lama kemudian datanglah bibi pembantu membawakan segelas teh hangat untuk Kharisma dan secangkir kopi untuk Reynold.

__ADS_1


"Terima kasih, bi." Ucap Kharisma sambil mengambil dan meminum teh hangat miliknya.


"Sama-sama, non."


"Oh iya, bi. Tolong ambilkan dokumen berwarna biru di atas meja belajarku di kamar!" Kharisma meminta tolong lagi  karena ia sangat lelah untuk pergi ke kamarnya yang berada di lantai 2.


"Baik, non. Akan segera bibi ambilkan."


Bibi pembantu segera pergi menaiki tangga sedangkan Kharisma dan Reynold menunggu sambil berbincang-bincang.


"Bagaimana dengan kondisi perusahaanmu?" Tanya Kharisma.


"Sedang tidak bagus, jika terus seperti ini perusahaan keluargaku bisa bangkrut." Reynold memasang wajah sedih.


Keluarga Reynold memiliki perusahaan yang bernama Jaya Bodyguard (JB), perusahaannya menyediakan jasa perlindungan dari bodyguard, biasanya yang menyewa bodyguard adalah artis, pejabat, pebisnis, dan lain-lain. Namun sekarang perusahaan keluarganya sedang tidak baik karena terdapat suatu masalah.


"Aku turut bersedih akan hal itu."


"Tidak apa-apa, lagipula aku sudah siap jika bisnis keluargaku bangkrut. Omong-omong bagaimana dengan bisnis keluargamu? Aku dengar ada masalah juga." Tanya Reynold.


"Yah… terdapat beberapa mata-mata yang mencuri informasi dari perusahaan kami, memang hal itu tidak akan membuat kami bangkrut, tetapi jika terus dibiarkan kami bisa rugi besar." Ucap Kharisma.


Tidak lama kemudian datanglah bibi pembantu dengan membawa sebuah dokumen berwarna biru lalu memberikannya kepada Reynold.


"Terima kasih, bayarannya akan aku transfer nanti ke rekeningmu."


"Tidak perlu, aku memberikannya secara gratis karena kita berteman baik. Lagi pula bisnis keluargamu pasti sedang membutuhkan dana, kamu pakai saja uang bayaran informasi itu untuk keperluan perusahaanmu." Kharisma tersenyum ke arah Reynold sambil menaruh tehnya yang telah habis ke atas meja.


"Aku benar-benar sangat berterima kasih, aku akan membayar kebaikanmu suatu saat nanti. Kalau begitu aku pergi dulu!" Ucap Reynold.


Kharisma menganggukkan kepalanya lalu mengantarkan pria bermata ungu tersebut sampai ke depan gerbang rumahnya. Reynold pun menghampiri sopir pribadinya yang sudah menunggu di depan gerbang lalu pulang ke rumahnya.


Sekarang ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang bau dengan keringat setelah beraktivitas seharian penuh, setelah itu beristirahat dan tidur.


5 hari kemudian, hari sabtu di kantin sekolah, pukul 12 siang jam istirahat.


Nyam… nyam..


Kharisma dan kedua teman baiknya sedang makan bakso bersama.

__ADS_1


"Hei! Besokkan libur, bagaimana jika kita pergi ke mall?" Ucap Yulia sambil minum es teh manis setelah menghabiskan baksonya.


"Wah… aku setuju, sudah lama kita tidak pergi ke mall bersama, pasti akan sangat menyenangkan. Apakah kamu mau ikut, Kharisma?" Ucap Dinda.


Melihat kedua temannya yang menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan harapan membuat Kharisma tidak enak hati untuk menolak. Ia pun memutuskan untuk ikut, lagi pula ia tidak memiliki kegiatan lain di akhir pekan nanti.


"Iya, aku akan ikut bersama kalian." Kharisma memberikan jawabannya.


Yulia dan Dinda terlihat begitu gembira disaat Kharisma bilang akan ikut. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain lalu tersenyum jahat.


Setelah selesai memakan bakso, mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke perpustakaan karena mereka ingin meminjam beberapa buku untuk dibaca.


"Kamu mau pinjam buku apa?"


"Aku mau pinjam buku romansa saja. Kalau kamu mau pinjam buku apa?" Ucap Dinda.


"Aku juga, buku romansa yang terbaik! Kalau kamu ingin pinjam buku apa?" Yulia bertanya kepada Kharisma dengan semangat.


Kharisma menatap kedua temannya lalu tersenyum.


"Aku ingin pinjam buku tentang bisnis saja, kalian tahu bukan? Jika aku akan menjadi penerus bisnis keluargaku?."


Dinda dan Yulia menganggukkan kepalanya dan tersenyum, walaupun mereka berdua tersenyum namun terlihat sedikit rasa tidak suka akan suatu hal di wajah mereka.


"Sangat menyebalkan." Yulia bergumam.


"Apa yang baru saja kamu bilang?" Kharisma menoleh ke arah Yulia lalu bertanya.


"Aku tidak mengatakan apapun, mungkin kamu salah dengar tadi." Tersenyum secara tiba-tiba.


Yulia segera menggandeng tangan Kharisma dan Dinda lalu membawanya berkeliling perpustakaan, mereka menghampiri satu per satu rak buku dan memilih buku yang akan mereka pinjam.


Sebenarnya Kharisma sedikit merasa curiga dengan kejadian barusan, namun ia memutuskan untuk tidak memikirkannya karena itu bukan hal yang  penting baginya.


Drap.. drap..


Setelah selesai memilih buku, mereka bertiga pergi ke meja pengawas perpustakaan yang berada di dekat pintu keluar dan masuk perpustakaan untuk mengisi list daftar peminjaman buku.


"Tolong jaga bukunya dengan baik karena jika rusak murid yang meminjamnya harus membayar uang ganti rugi." Ucap pustakawan yang bertanggung jawab menjaga keutuhan seluruh buku di tempat itu.

__ADS_1


"Anda tidak perlu khawatir! Kami akan menjaganya dengan baik." Ucap Kharisma.


Pustakawan tersebut tersenyum ramah lalu melambaikan tangannya kepada mereka bertiga yang sedang berjalan meninggalkan tempat itu setelah mengisis buku list peminjaman buku dan pergi menuju kelasnya karena sebentar lagi bel masuk istirahat akan segera berbunyi.


__ADS_2