
Drap… drap…
Suara langkah kaki pria berambut pirang bersama dengan seorang pria berbadan kekar keturunan orang arab yang bernama Aziz.
Mereka menyusuri lorong rumah sakit hingga tibalah mereka di depan ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Terdapat Kharisma, Reynold, dan Diana sedang menunggu di depan ruang tersebut dengan wajah yang pucat.
"Dimana malaikat kecilku?" Ucap pria berambut pirang dengan wajah yang terlihat sedang menahan amarah.
"Ri… riana sedang ditangani oleh dokter di dalam, kami sekarang sedang menunggu hasil pemeriksaan." Kharisma menjelaskan dengan sangat hati-hati.
"Riana jatuh ke dalam kali di bawah jembatan dan tenggelam, saya sudah mencoba sekuat tenaga saya untuk menyelamatkannya." Reynold ikut memberikan penjelasan dengan raut wajah yang sangat ketakutan.
Pria berambut pirang tersebut mengepalkan tangannya sekuat tenaga hingga urat-uratnya terlihat sangat jelas di permukaan kulitnya.
"Ceritakan kepadaku kronologinya dan aku harap kalian memiliki alasan yang bagus." Memberikan tatapan yang seolah-olah ingin membun*h orang yang sedang berada di depannya.
"Ka… kami sedang memberi bebek makan dengan cara melemparkan remah-remah roti dari atas jembatan, kemudian entah dari mana seorang pria pria berambut merah mendorong Riana hingga jatuh ke dalam kali di bawah jembatan." Kharisma menjelaskan.
"Lalu?" Tanya pria berambut pirang.
"La.. lalu Reynold dengan sigap terjun ke dalam air untuk menolong Riana yang sedang tenggelam dan ketua kelas pergi mengejar pria berambut merah tersebut."
Pria berambut pirang kemudian mengangkat sebelah alisnya yang menandakan ia masih sedikit bingung dengan penjelasan yang diberikan oleh Kharisma.
"Siapa pria berambut merah tersebut? Dan apa motifnya?"
"Sa.. saya juga kurang tahu akan hal itu, tuan muda. Kita bisa menanyakannya kepada Ryan saat dia sudah sampai disini."
Haaaa
Pria berambut pirang menghela napas dan menepuk jidatnya, kemudian memberikan tatapan yang lebih mengerikan dari tadi. Disaat yang bersamaan, dokter keluar dari ruang UGD tersebut.
"Bagaimana dengan keadaan Riana, dok?" Tanya pria berambut pirang menghampiri dokter tersebut dan disusul oleh yang lainnya.
"Keadaannya sudah membaik namun ia masih dalam keadaan pingsan dan tubuhnya lemah, jadi saya menyarankan untuk dirawat disini sampai pasien sadar dan kondisi tubuhnya sudah membaik."
"Baik, lakukan saja yang terbaik, dokter. Tidak perlu memikirkan biayanya karena saya akan membayar berapapun itu." Ucap pria berambut pirang.
__ADS_1
Dokter menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Kalau begitu saya pamit karena harus mengurus persiapannya. Anda bisa melakukan pembayaran administrasinya agar pasien bisa secepatnya mendapatkan ruangan."
Setelah itu, dokter pun pergi meninggalkan mereka.
"Baiklah, aku akan mendengar penjelasan dari Ryan saat dia datang kemari nanti dan sekarang aku ingin melihat kondisi malaikat kecilku di dalam, kalian semua ikut tetap di luar dan Kharisma bayar biaya administrasinya!" Pria berambut pirang memberikan kartu black card nya kepada wanita bermata biru tersebut kemudian masuk ke dalam ruang UGD.
Kharisma segera mengambil kartu black card tersebut lalu pergi ke tempat administrasi dan mengembalikannya setelah selesai, sedangkan Reynold dan Diana serta bawahan pria berambut pirang yaitu Aziz menunggu di kursi tunggu depan ruang UGD.
Sementara itu, di kawasan pedestrian area.
"Kapan orang yang katamu akan ganti rugi kerugian yang kami alami?" Ucap wanita paruh baya kepada Ryan sambil menodongkan sapu ke arahnya.
"Dasar anak muda kurang ajar! Awas saja kalau kami membohongi kami!" Ancam pria pemilik toko buah memegang kerah baju Ryan.
"Te… tenang! Saya tidak berbohong kok." Ryan mencoba menenangkan mereka berdua.
Drap… drap…
"Nah… itu dia! Sudah kubilang orang itu akan datang." Ryan dapat bernafas dengan lega.
"Ada keperluan apa sampai kamu memintaku datang ke tempat ini?" Ucap Feng Ying.
Ryan menggaruk-garuk kepalanya beberapa kali dengan memasang wajah yang merasa bersalah.
"Anak muda ini telah merusak buah-buahan milikku dan juga telah merusak pintu masuk toko bunga milik wanita ini." Ucap pria pemilik toko buah kepada Feng Ying.
Wanita paruh baya menganggukkan kepalanya dengan memasang wajah serius, ia masih mengarahkan sapu yang ia pegang ke arah Ryan.
Haaa…
Feng ying menghela nafas kemudian menatap ke arah Ryan yang sedang menghindari tatapannya.
"Tenang saja, saya akan mengganti ganti rugi seluruh kerugian yang anda berdua alami." Pria keturunan tionghoa tersebut mengeluarkan dua lembar cek yang masing-masing sudah diisi nominal sebesar 25 juta rupiah.
"Apakah ini cukup untuk membayar uang ganti rugi?" Feng ying memberikan lembar cek tersebut kepada pria pemilik toko buah dan wanita paruh baya pemilik toko bunga.
__ADS_1
Kedua pemilik toko tersebut saling bertatapan mata kemudian menganggukkan kepalanya.
"Ya, ini bahkan lebih dari sekedar cukup untuk uang ganti rugi. Karena urusan kita sudah selesai, aku akan pergi sekarang." Wanita pemilik toko bunga pergi meninggalkan tempat tersebut sambil membawa sapunya.
"Aku juga akan pergi, kalau begitu sampai nanti." Pria pemilik toko buah juga pergi meninggalkan tempat tersebut.
Haaa….
Ryan menghela nafas, ia bisa sedikit lebih lega sekarang karena masalahnya sudah selesai. Feng ying menatap ke arahnya dengan raut wajah yang seperti menunggu penjelasan dari mulutnya.
"Aku akan menjelaskannya dalam perjalanan ke rumah sakit, sekarang kita harus pergi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Riana."
"Memangnya apa yang terjadi dengan nona muda?" Tanya Feng ying.
"Dia jatuh dan tenggelam di samping kali itu! Ryan menunjuk ke arah kali di samping mereka.
"Apa??? Tapi kali ini cukup dalam." Feng ying terkejut.
"Makanya kita harus ke rumah sakit, aku mendapatkan kabar dari Kharisma katanya sekarang dia sedang di UGD rumah sakit dekat sini. Sekarang ayo kita pergi kesana!"
Feng ying menganggukkan kepalanya, mereka pun pergi menuju rumah sakit yang sudah diberikan lokasinya oleh Kharisma lewat chat. Di dalam perjalanan, Ryan menceritakan kejadian yang baru saja terjadi kepada Feng ying.
Beberapa belas menit kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit dan segera menuju ruang UGD.
"Dimana Riana? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Ryan kepada Kharisma, Reynold, dan Diana yang sedang duduk menunggu di kursi tunggu, namun tidak ada satupun jawaban dari mereka bertiga.
Selang beberapa saat kemudian, pria berambut pirang keluar dari dalam ruang UGD dengan wajah yang terlihat sangat marah.
Ryan pun menjadi sangat terkejut, ia tidak menyangka jika pria tersebut akan muncul dari dalam ruang UGD.
"Tu… tuan muda? Senang bisa bertemu deng…"
"Tidak perlu basa basi, aku dengar kamu mengejar pria berambut merah yang mendorong malaikat kecilku ke dalam kali hingga ia jadi seperti ini. Sekarang aku ingin mendengar hasilnya." Pria berambut pirang memotong pembicaraan Ryan sambil mengepalkan tangannya.
Sunan menjadi sangat tegang, kedua bawahannya yaitu Feng ying dan Aziz juga terlihat mulai sedikit merasa takut.
"Ba… baik, saya akan menceritakan hasilnya kepada anda." Dengan wajah yang sedikit pucat karena merasa takut, Ryan pun menceritakan seluruh kejadian barusan kepada pria berambut pirang secara detail.
__ADS_1