Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat
Pengajaran Feng Ying


__ADS_3

Hari minggu, pukul 8 pagi di ruang tunggu perusahaan bernama Glory Grup.


Riana sedang menunggu sendirian di ruang tunggu tersebut sambil melihat-lihat sekeliling ruangan yang mewah dan elegan.


"Aku tidak mengira jika bos baruku adalah pemilik perusahaan yang besar seperti ini. Terlebih lagi ini bukan perusahaan parfum."


Hari ini Riana memiliki sebuah janji dengan seseorang yang akan mengajarinya tugas barunya yaitu menggantikan bosnya mengontrol cabang penjualan parfum di kota tempatnya tinggal.


Ceklek..


Setelah menunggu selama hampir setengah jam, akhirnya datanglah seorang pria keturunan tionghoa dengan pakaian yang sangat rapi dan serba hitam.


"Apakah anda yang bernama Riana Rosalina? Namaku Feng ying dan aku adalah orang yang akan mengajarimu hari ini." Tanya pria keturunan tionghoa.


Riana lantas segera berdiri dan membungkukkan badannya untuk memberi salam.


"Betul, nama saya adalah Riana Rosalina. Anda bisa memanggil saya Riana."


"Baiklah, Riana. Apakah kamu sudah mengetahui apa saja tugas-tugasmu?" Tanya Feng Ying.


"Saya sudah mengetahui garis besar dari tugas saya."


Feng Ying menatap Riana lalu mengeluarkan beberapa dokumen dari dalam amplop coklat.


Ia mengecek dokumen tersebut lalu memberikannya kepada Riana.


"Apa ini? Kenapa anda memberikannya kepada saya?" Tanya Riana setelah menerima dokumen yang berikan padanya.


"Itu adalah dokumen yang harus kamu berikan kepada setiap kepala cabang toko nanti, aku akan menjelaskan garis besarnya di perjalanan. Sekarang mari kita pergi ke cabang pertama." Feng Ying berjalan duluan keluar dari ruang tunggu.


Riana lantas segera mengikutinya dari belakang dengan wajah yang terlihat tegang, ini adalah pertama kali baginya melakukan pekerjaan seperti ini. Tentu saja ia merasa sangat tegang sekaligus takut tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik.


Setelah sampai di tempat parkir, mereka segera menaiki mobil yang dibawa oleh salah satu supir milik bos perusahaan tersebut dan pergi menuju cabang parfum pertama.


Sesampainya mereka disana, tertera sebuah papan nama di atas toko parfum tersebut.


Glory Perfume

__ADS_1


Itulah nama yang tertera di papan nama toko parfum yang mereka datangi.


"Jadi nama cabang toko yang akan aku control adalah "Glory Perfume"? Nama yang sangat bagus." Gumam Riana lalu tersenyum bahagia.


Saat mereka masuk ke dalam toko, mereka segera di sambut oleh seorang wanita yang merupakan kepala cabamg di toko tersebut.


"Selamat pagi tuan, anda sudah datang?"


"Iya, perkenalkan! Wanita yang berada di sampingku ini adalah Riana Rosalina dan dia orang yang akan mengambil alih tugas control toko cabang untuk kedepannya." Feng Ying menunjuk Riana yang berada di sebelahnya.


"Anda bisa memanggil saya Riana, salam kenal." Riana tersenyum ramah.


"Baiklah, sekarang mari kita mulai! Pertama-tama kamu harus memberikan dokumen yang harus diisi kepada kepala toko." Feng Ying melirik ke arah dokumen yang sedang dipegang oleh Riana.


Dengan spontan gadis itu mengerti dokumen apa yang dimaksud oleh Feng Ying, ia segera memberikan dokumennya kepada kepala toko yang sedang berdiri sambil tersenyum ramah di hadapannya.


"Kalau begitu saya mohon ijin untuk mengisinya di meja kasir." Ucap kepala toko.


Feng Ying menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa ia memberikan izin untuk melakukan hal tersebut.


Setelah diberi izin, kepala toko segera pergi untuk mengisi dokumen sesuai data.


Riana mengikuti langkahnya dari belakang sambil mencatat seluruh tugas yang harus ia lakukan di sebuah buku kecil yang muat ditaruh di saku baju.


"Yang perlu kamu cek pertama kali adalah kebersihannya, pastikan kondisi toko bersih dan mengkilap. Kedua, pastikan seluruh penampilan pelayan rapi dan sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan perusahaan…."


Feng Ying memberitahukan seluruh tugas yang harus dikerjakan oleh Riana selama melakukan controling di toko selama sekitar 10 menit.


Sesudahnya mereka berkeliling melakukan controlling, mereka segera menghampiri meja kasir yaitu tempat dimana sang pemilik toko mengisi dokumen yang harus diisi setiap adanya controlling.


"Apakah sudah selesai?" Tanya Feng Ying.


"Sudah, tuan." Memberikan dokumen yang telah selesai diisi.


Hmmm..


Feng Ying melihat dokumen tersebut dengan teliti selama beberapa saat, kemudian ia memberikannya kepada Riana.

__ADS_1


"Coba lihat seluruh data yang berada di dokumen ini! Pengisiannya sangat tepat dan juga data yang ditulis sangat sesuai. Kedepannya kamu harus memastikan pengisian dokumennya seperti ini agar nantinya kamu dapat mengolah data dengan baik."


"Baik, saya akan mengingat itu." Riana melihat dokumen yang telah diberikannya kepadanya.


Setelah selesai di toko cabang pertama, mereka segera pergi menuju toko lainnya karena total toko yang harus dikunjungi adalah 10 cabang.


Setiap minggunya Riana harus mengunjungi minimal 10 cabang, sehingga jika dihitung setidaknya dalam sebulan ia melakukan controlling toko cabang sebanyak 40 toko.


Tidak terasa waktu cepat berlalu, sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 6.10 malam. Riana dan Feng Ying baru saja selesai mengunjungi cabang toko terakhir.


"Sekarang kita akan kembali ke perusahaan Glory Group, aku akan mengajarkanmu cara mengolah data dari dokumen yang kamu kumpulkan." Ucap Feng Ying dengan tegas.


Riana menganggukkan kepalanya dengan wajah yang antusias, ia merasa sangat bahagia sekaligus bangga karena bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus, layak, dan juga keren seperti ini.


Sesampainya di perusahaan glory group, di sebuah ruangan Feng Ying kembali mengajarkannya cara mengolah data yang telah didapatkan dan menyajikannya dalam bentuk laporan.


"Dia terlihat sangat senang dan antusias, aku turut merasa bahagia melihatnya." Ucap seorang pria berambut pirang yang mengintip dari balik dinding kaca.


Pria berambut pirang tersebut memperhatikan Riana dengan wajah yang tersenyum dan sedikit memerah.


Disaat yang bersamaan, datanglah seorang pria keturunan arab yang tidak lain adalah Aziz.


"Tuan muda? Apa yang sedang anda lakukan disini?" Tanya Aziz yang berjalan dari belakang pria berambut pirang sambil membawa segelas kopi hitam.


Karena nada suara Aziz yang cukup lantang membuat Riana dan Feng Ying menoleh ke arah dinding kaca tempat pria berambut pirang mengintip.


Untung saja sebelum hal itu terjadi, pria berambut pirang segera menyingkir dari balik dinding kaca. Ia bersembunyi di belakang sudut belokan lorong dengan posisi menutup mulut Aziz dengan kedua tangannya.


"Tidak ada siapa-siapa." Gumam Riana setelah mengecek kebagian depan ruangan kaca tersebut, setelah itu ia kembali masuk untuk melanjutkan pembelajaran dari Feng Ying.


Pria berambut pirang yang merasa lega akhirnya segera memelototi Aziz dengan wajah yang sangat menyeramkan.


"Astaga, saya benar-benar minta maaf, tuan muda. Saya tidak tahu jika anda sedang memperhatikan nona muda secara diam-diam."


Ha…


Karena sedang  tidak ingin marah, pria berambut pirang hanya menghela nafas lalu menganggukkan kepalanya. Lalu mereka berdua pergi ke ruangan pria berambut pirang untuk kembali melaksanakan tugas lembur mereka.

__ADS_1


Setelah selesai memberi pelajaran, Feng Ying undur diri untuk pamit dan Riana pun diantarkan pulang oleh supir perusahaan Glory Group ke tempat kosnya.


__ADS_2