
A.. aduh…
Suara rintihan Nami dan Rofik ketika luka yang ada di wajahnya dipasang hansaplast oleh Riana.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua telah selesai diobati dengan baik tanpa ada luka parah satupun.
"Sebenarnya kenapa kalian bolos sekolah? Itu kan perbuatan yang tidak baik." Ucap gadis itu sambil menaruh kotak P3K di dalam lemari.
"A.. anu.. sebenarnya.." Menoleh ke arah Kharisma dan Reynold yang sedang duduk di kursi.
Sring…
Gadis bermata biru itu menatap tajam mereka berdua sehingga membuatnya ketakutan dan memutuskan untuk berbohong kepada Riana.
"Ka.. kami sesekali ingin mencoba bolos sekolah. Bukankah begitu, Nami?"
"Ro.. rofik benar, kami hanya ingin mencoba bolos sekolah sesekali, hehehe." Pura-pura tertawa agar ucapannya lebih meyakinkan.
Haaa…
Riana menghela napas, ia tidak menyangka bahwa Rofik dan Nami terluka seperti ini karena mencoba bolos sekolah.
"Kalian tidak boleh melakukan hal seperti ini lagi! Bolos sekolah merupakan tindakan yang tidak baik, apakah kalian mengerti?" Menasehati kedua teman ekskulnya.
"Ba.. baik, kami berdua tidak akan melakukan itu lagi."
"Nami benar, kami tidak akan bolos sekolah lagi."
Mereka berdua memberikan jawaban dengan wajah sedikit pucat karena takut dicurigai oleh Riana.
"Pengobatannya sudah selesai bukan? Kalau begitu mari kita pergi ke kelas, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi." Kharisma beranjak dari tempat duduknya lalu menggandeng tangan Riana.
Riana pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya kepada teman wanitanya tersebut dan mereka pergi ke kelasnya masing-masing untuk kembali mengikuti pembelajaran hari itu.
Keesokan harinya di jam istirahat yang sama, gadis itu dan kedua temannya kembali berkeliling sekolah untuk mencari berita yang akan mereka tulis dan tempel di mading sekolah.
"Apa yang akan kita tulis ya? Semenjak kemarin kita tidak menemukan satu berita pun untuk ditulis." Gerutu Reynold sambil memakan permen.
"Sabarlah, Reynold! Jika kita terus mencari aku yakin pasti kita akan mendapatkannya." Mencoba memotivasi temannya dengan wajah yang penuh dengan semangat.
Brakk…
Disaat melewati lorong yang berbelok Reynold ditabrak oleh dua orang pria yang tidak lain adalah Nami dan Rofik.
"Hei, kalau jalan hati-hati." Ucap pria bermata ungu itu sambil mengambil permennya yang jatuh di lantai.
"Ma.. maaf, kami tidak sengaja." Ucap Nami sambil membantu Rofik yang jatuh untuk berdiri.
"Loh.. ternyata kalian berdua, kenapa kalian berlari seperti itu?" Tanya Riana.
"Hahaha… kami sedang terburu-buru, makanya kami berlari."
__ADS_1
"Memangnya apa yang membuat kalian terburu-buru?" Kharisma menimbrung pembicaraan Riana dengan Nami.
"Kami sudah mendapatkan berita untuk ditulis."
"Benar, kami ingin segera menulisnya sebaik mungkin lalu menempelnya di mading senin depan." Rofik menunjukkan buku catatan yang sudah terisi dengan banyak tulusan.
Hmmm…
Wanita bermata biru itu melipat kedua tangannya di dada sambil memasang wajah yang curiga kepada kedua pria itu.
Menerita tatapan penuh dengan kecurigaan dari Kharisma, Nami dengan sigap menarik lengan Rofik untuk mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu.
"Maaf, tapi kami harus segera pergi." Berlari sambil menarik lengan temannya tanpa menoleh kebelakang sedikit pun.
Riana dan kedua temannya memandang mereka dengan wajah yang kebingungan. sikap aneh mereka membuat Kharisma sedikit curiga, akan tetapi wanita bermata biru itu tidak suka mencampuri urusan orang lain sehingga ia memutuskan untuk tidak peduli pada keanehan sikap Nami dan Rofik.
Teng.. teng.. teng..
Bel masuk istirahat berbunyi akan tetapi usaha mereka dalam mencaru berita tidak membuahkan hasil sama sekali.
Di dalam kelas, mereka sedang duduk di kursinya masing-masing selagi menunggu guru masuk ke dalam kelas.
"Benar-benar menyebalkan, kenapa mencari berita sangatlah susah." Gerutu Reynold sambil menaruh mukanya di atas meja.
"Berhentilah mengeluh! Lagi pula beritanya dipajang di mading senin depan, kita mempunyai waktu hari ini dan besok untuk mencari berita." Berbicara dengan ketus sambil mengeluarkan buku matapelajaran dari dalam tas.
Riana hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Teman prianya bersikap seperti anak kecil karena terus menerus mengeluh jika ada masalah, sedangkan teman wanitanya bersikap ketus dan sangat dingin dalam menangani berbagai macam hal yang terjadi.
Suara pintu kelas di tutup dengan kuat sehingga menimbulkan suara yang cukup keras.
Rupanya orang yang melakukan hal tersebut adalah Risma, ia masuk ke dalam kelas dengan penampilan yang sangat kacau. Terdapat kantung mata di wajahnya, rambut yang berantakan seolah olah tidak terurus, dan raut wajah yang tampak gelisah.
"Wahhh… si wanita jelek itu semakin jelek ya, hehehe." Reynold menoleh ke arah meja Kharisma sambil tertawa kecil.
Wanita bermata biru itu tersenyum kecil sambil mengirim sebuah pesan kepada seseorang melalui handphonenya.
Seluruh murid di kelas saling berbisik-bisik anatara satu sama lain setelah melihat penampilan Risma yang sangat lusuh seperti tidak terawat.
Kedua temannya yaitu Anggi dan Ruthfi masih tidak berani untuk mendekati dan menegurnya karena ia menjadi lebih mudah marah semenjak bertengkar dengan Kharisma di depan kelas.
Klekkkk
Suara pintu kelas kembali dibuka dan masuklah seorang guru wanita kedalam kelas.
"Anak-anak cepat duduk di kursi kalian masing-masing dengan rapi karena pembelajaran akan segera dimulai." Berjalan menuju meja guru di depan ruang kelas.
Pembelajaran pun pada hari itu kembali dimulai dan dapat berjalan dengan baik sampai pukul 5 sore.
Teng.. teng.. teng..
Bel sekolah berbunyi, seluruh murid berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
__ADS_1
Srettt…
Kharisma menggandeng tangan Riana lalu pergi menuju Reynold yang sedang menunggu di lorong depan kelas.
Mereka pun pergi menyusuri lorong yang menuju ke tempat ruang perkumpulan osis.
"Kita mau pergi kemana? Ini kan bukan jalan menuju gerbang sekolah." Riana bertanya dengan wajah yang sedikit gelisah.
"Kita akan mewawancarai ketua osis dan wakil nya untuk mendapatkan berita."
"Mendapatkan berita dari ketua osis sangatlah efisien karena seluruh masalah di sekolah ini pasti diketahui olehnya." Reynold menimbrung pembicaraan kedua teman wanitanya.
"Wah.. kalian sangat pintar, bagaimana kalian bisa berpikir untuk melakukan hal ini?"
"Tentu saja, aku kan Reynold. Memikirkan hal seperti ini sangatlah mudah bagiku." Membusungkan dadanya dengan wajah sombongnya sambil membenarkan posisi dasi.
"Jangan dengarkan ucapannya, Riana! Dia berbohong, akulah yang memikirkan rencana ini. Dia hanya ikut-ikutan saja."
"Hei, apa maksudmu? Ini kan rencana kita berdua, apakah kamu ingin terlihat keren sendiri dihadapan Riana?"
"Terserah kamu saja, berdebat denganmu bisa membuatku terkena darah tinggi." Kharisma menjawab dengan ketus.
Pffttt… hahaha..
Gadis itu tertawa melihat pertengkaran kecil diantara kedua temannya, ia tertawa dengan lepas dengan wajah yang begitu bahagia.
Melihat hal tersebut Reynold dan Kharisma saling bertatapan kemudian tertawa bersamanya.
Tok.. tok..
Setelah sampai di tempat tujuan, wanita bermata biru itu mengetuk pintu ruang perkumpulan osis dan keluarlah seorang pria yang merupakan anggota osis dari kelas 1.
"A.. ada perlu apa, ya?" Bertanya dengan gugup.
"Kami ingin mencari ketua osis dan wakilnya, apakah mereka ada didalam ruangan atau sudah pulang?" Tanya Kharisma.
"Ketua osis dan wakilnya pergi kerumah sakit semenjak jam 4 sore untuk menjenguk siswa yang dirawat karena kecelakaan disaat hendak pergi kesekolah."
"Menjenguk siswa yang dirawat dirumah sakit karena kecelakaan? Wah.. dia benar-benar pemimpin yang baik hati, hahaha." Reynold menimbrung pembicaraan.
"Yah… beliau memang pemimpin yang hebat, mereka adalah orang yang sangat bertanggung jawab."
Haaa….
Kharisma menghela napas sambil menopang dagunya, ia berpikir selama beberapa saat.
"Baiklah, kami akan datang lagi besok. Terimakasih atas informasinya." menggandeng tangan Riana dan membawanya pergi.
Reynold memberikan senyuman kepada anggota osis itu untuk berterimakasih lalu menyusul kedua teman wanitanya yang sudah pergi lebih dulu.
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan memutuskan untuk datang kembali esok hari.
__ADS_1