Stalkerku Seorang Konglomerat

Stalkerku Seorang Konglomerat
Perselisihan Empat Pria Kekanakkan


__ADS_3

Setelah duduk di meja kantin, Riana pun pergi memesan nasi goreng spesial dan jus alpukat untuk teman-temannya.


Selama menunggu, Vinter dan Yongi terlihat sangat tidak suka dengan kehadiran osis yaitu Cakra dan Bima di hadapan tempat duduk mereka, begitu pula sebaliknya.


"Jujur saja, makan siang bersama kalian sangatlah memuakkan." Cakra blak-blakan.


"Hei, kamu pikir kami berdua juga suka makan bareng kalian? Rasanya seperti melihat sekelompok lalat, merusak pemandangan saja." Yongi membalas.


"Hah… memang berandal sekolah, tidak tahu etika dan sopan santun." Bima mengejek secara halus dan tenang.


"Ya ampun, kami memang tidak terlalu tahu tentang sopan santun. Jadi kami mohon maaf jika sangat menyusahkan kalian pihak osis." Vinter ikut berbicara dengan senyum palsunya.


"Yah… itu juga karena ketidak becusan kalian mengurus sekolah ini." Vinter berbicara lagi dengan ekspresi wajah yang berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat menyeramkan.


Brakk…


Cakra menghantam meja menggunakan tangan kanannya dengan sangat keras sehingga suaranya menarik perhatian murid lain yang berada di sekitar meja mereka.


Suasana menjadi sangat tegang dari sebelumnya, Cakra, Bima, Vinter dan Yongi saling bertatapan wajah seolah olah tengah bertarung lewat tatapan tersebut.


"Bukankah kita harus menghentikan ini? Aku khawatir Riana mengetahui hal ini, dia pasti akan sedih jika mengetahui orang yang dia anggap sebagai teman saling bermusuhan." Reynold berbisik-bisik kepada Kharisma yang terlihat tidak peduli terhadap pertikaian keempat pria tampan dan keren tersebut.


Bola mata Kharisma melirik mereka karena sedang membaca situasi agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik lagi.


Haaaa…


Tarikan nafasnya begitu dalam karena wanita bermata biru tersebut merasa sangat jengkel dan kerepotan terhadap perselisihan yang menurutnya sangatlah kekanak-kanakan.


"Mohon maaf sebelumnya tuan-tuan yang hebat dan kuat, kita berada di sini untuk merayakan gaji pertama Riana, jadi aku mohon dengan sangat agar tidak mengacaukan acara ini. Apakah kalian mengerti?" Kharisma berbicara dengan wajah yang terlihat begitu tegas bak wajah seorang militer.


Keempat pria yang berselisih lantas memandangnya dengan wajah yang sedikit terkejut, walaupun sikap seperti itu mungkin sudah bisa ditebak jika dilihat dari karakter yang dimiliki oleh Kharisma.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti, jadi kamu tenang saja." Ucap Vinter sambil membenarkan posisi rambut putihnya yang cantik, sedangkan Yongi hanya menganggukkan kepalanya sambil membuka bungkus permen yang baru.


"Karena kenyamanan Riana adalah nomor satu, aku akan mengikuti perkataanmu dan berusaha setenang mungkin." Cakra memberikan jawabannya.


"Aku pun sama, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut." Bima ikut memberikan jawabannya.


Kharisma dan Reynold tampak sangat lega dengan perselisihan yang dengan sangat mudah dapat diatasi, padahal mereka pikir akan sulit melerainya karena keempat pria tersebut memiliki posisi dan kedudukan yang sangat berpengaruh di sekolah SMA Harapan Jaya.


Setelah berhenti bertengkar, mereka tidak saling mengobrol satu sama lain dan saling memberikan tatapan sinisnya. Walaupun begitu, mereka terlihat sangat keren dihadapan murid lain yang berada di sekitar mereka.


"Ya ampun, ke 5 pria itu sangat tampan. Aku baru sadar jika di sekolah kita terdapat banyak murid tampan." 


"Benar, aku akan bersemangat masuk sekolah setiap hari jika bisa melihat pria-pria tampan dan keren seperti mereka."


"Sebuah keberuntungan bisa sekolah di SMA ini."


"Hohoho, kamu bisa saja. Tapi walaupun mereka tampan, tidak ada yang berani mendekati mereka."


"Huh? Kenapa?"


Murid murid saling berbisik antara satu sama lain dengan suara yang masih terdengar dengan jelas.


Kharisma yang merasa jengkel pun mengeluarkan earphone miliknya dan segera menyumbat telinganya dengan lagu-lagu yang ia sukai.


Beberapa menit pun berlalu, Riana datang bersama bibi kantin sambil membawa 7 nasi goreng spesial  yang sudah dipesan dan dibawa menggunakan dua nampan. Satu nampan yang berisi 3 piring dibawa oleh Riana sedangkan sisanya dibawa oleh bibi kantin.


"Monggo, silahkan dinikmati makanannya." Ucap bibi kantin setelah menaruh nasi goreng di atas meja.


"Ini bi, nampannya. Makasih Ya udah bantuin bawainnya." Riana memberikan napan yang ia bawa.


"Sama-sama, neng. Bibi permisi mau ambil minumannya, ya."

__ADS_1


Bibi kantin pergi mengambil jus alpukat yang telah dipesan oleh Riana. Riana pun duduk di kursi miliknya, Kharisma dengan cepat melepaskan earphone yang sedang ia pakai dan memasukkannya ke dalam kantong baju.


Suasananya terasa cukup canggung sekaligus menegangkan karena Vinter dan Yongi saling memberikan tatapan sinis nan dingin dengan Bima dan Cakra.


Untuk mencegah hal yang membuat Riana menjadi kebingungan dan sedih, Kharisma segera turun tangan dengan membuka suaranya terlebih dahulu.


"Kita hanya perlu menunggu minumannya datang, setelah itu kita akan mulai acara makannya. Jadi aku harap tidak ada serangga yang mengganggu acara tersebut." Memberikan tatapan kepada empat pria yang saling berselisih.


Vinter, Yongi, Cakra dan Bima lantas segera meliriknya dengan tajam kemudian tersenyum palsu agar membuat suasananya menjadi lebih baik serta tidak menegangkan lagi.


Beberapa menit kemudian, bibi kantin datang dengan membawa 7 gelas alpukat yang terlihat dingin dan menyegarkan. Bibi kantin segera menaruhnya satu persatu di atas meja lalu segera pergi karena harus melayani pembeli yang lain.


"Baiklah, tidak perlu menunggu lebih lama lagi. Mari kita dengarkan sambutan dari Riana." Ucap Reynold.


Riana dengan wajah yang sedikit merona karena merasa malu memberikan sambutan karena memang ia penyelenggara, sudah menjadi kewajiban baginya memberikan kata sambutan.


"Sebelumnya saya berterima kasih kepada kepada kalian yang sudah bersedia datang dan meluangkan waktunya. Pada hari ini saya berniat mentraktir teman teman saya makan siang sebagai perayaan dan ucapan syukur atas penerimaan gaji pertama saya. Saya harap kalian menikmati makanannya." Riana tersenyum cerita.


Keenam temannya yang datang lantas segera memberikan tepuk tangannya, setelah itu mereka menikmati nasi goreng spesial dan juga jus alpukat yang telah ditraktir oleh Riana.


Mereka memakannya dengan sangat tenang, berbeda dari sebelumnya dimana mereka saling berselisih karena merasa tidak suka antara satu sama lain. Mungkin mereka tidak ingin membuat kegaduhan serta keributan di depan Riana yang merupakan orang penting bagi mereka.


Setelah selesai makan, Vinter, Yongi, Cakra dan Bima ijin pamit karena bel masuk sebentar lagi akan berbunyi.


"Tunggu sebentar." Ucap Riana segera berlari ke arah tempat jual bibi kantin.


Beberapa saat kemudian ia kembali sambil membawa 7 kantong plastik yang setiap kantongnya berisi sebungkus nasi goreng spesial dan segelas jus alpukat yang sudah ditutup oleh plastik agar tidak tumpah.


"Ini tolong berikan kepada kak Aryand." Riana memberikan sebungkus plastik kepada Vinter.


"Dan yang ini tolong berikan kepada anggota osis yang lain." Memberikan 6 kantong plastik kepada Cakra.

__ADS_1


Keempat pria tersebut lantas tersenyum tulus, mereka membungkukkan badannya seolah olah berterima kasih lalu pergi meninggalkan kantin tanpa sepatah katapun.


Disaat yang bersamaan, bel masuk berbunyi. Riana, Kharisma dan Reynold segera pergi dari kantin dan menuju kelas mereka yaitu kelas 1-2.


__ADS_2