
Hari ini Alena akan kembali kesekolahan untuk mengajar disana.
Menjadi seorang guru, adalah cita-cita Alena sejak kecil. Oleh karena itu ia sangat menyukai pekerjaannya ini.
Memiliki murid yang nakal, ia anggap sebagai rintangan dalam pekerjaannya.
Tapi siapa sangka, ia kini menjadi istri dari murid nakal itu.
Pagi ini Alena bangun lebih awal dari biasanya.
Ia menyiapkan seragam gurunya serta seragam sekolah yang akan Kevin kenakan.
Kevin juga akan masuk sekolah hari ini, karena waktu skors nya sudah habis.
Pintu kamar Kevin sudah tidak dikunci lagi oleh pria itu, sehingga Alena bisa keluar masuk kedalam kamar itu kapan pun ia mau.
Ceklek.
Alena tidak perlu mengetuk pintu lagi, ia langsung membuka pintu kamar Kevin kemudian melangkah masuk kedalam kamar Kevin.
Wanita itu meletakan seragam sekolah Kevin disofa.
Setelahnya ia mendekati ranjang dikamar itu, lalu membangunkan Kevin.
"Vin, bangun Vin," titah Alena yang membangunkan Kevin.
Alena sekarang memiliki tugas baru, yakni membangunkan Kevin untuk berangkat kesekolah.
Biasanya Kevin akan dibangunkan oleh Andrian atau tidak oleh Bi Asih.
Itu juga hanya bisa membangunkan dari luar kamar, karena pintu kamar Kevin selalu ia kunci.
Bila Kevin bangun juga belum tentu ia akan berangkat sekolah.
Pria itu berangkat sekolah semaunya, mentang-mentang sekolahan itu milik papahnya.
Tapi Alena tidak akan pernah membiarkan itu terjadi lagi.
Ia akan membangunkan Kevin hingga pria itu bangun, lalu berangkat kesekolah setiap harinya.
Panggilan Alena itu sama sekali tidak membangunkan Kevin.
Pria itu baru saja pulang kerumah pukul 3 pagi.
"KEVIN BANGUUNN!" Teriak Alena didekat telinga Kevin.
"Berisik lo! Sana pergi!" ucap Kevin sembari mendorong Alena menjauh darinya.
Alena yang didorong Kevin, tidak akan pergi sebelum Kevin bangun.
Wanita itu mendekat lagi pada Kevin. Mengambil gelas berisi air putih diatas nakas lalu ia cipratkan kewajah Kevin.
"Ayo bangun Vin," ucap Alena.
Meski wajahnya sudah diciprati air, tapi Kevin masih saja tidur. Ia ngantuk sekali sampai-sampai enggan membuka mata.
Alena tidak kehabisan akal untuk membangunkan Kevin.
Ia kemudian menarik selimut Kevin agar bisa membuat pria itu bangun.
Sreett.
"AKKHH!!" Teriak Alena terkejut.
"SHITT!!" Umpat Kevin.
Pria itu langsung membuka matanya lebar karena selimutnya ditarik Alena.
__ADS_1
Kevin tidur hanya mengenakan 'boxer' tanpa atasan sama sekali dan hanya tertutup selimut.
Alena menarik selimut tersebut, sehingga membuat tubuh Kevin yang hanya mengenakan dalaman terlihat.
Belum lagi bila pagi-pagi seperti ini, senja milik Kevin pasti bangun. Jadi terlihatlah bagian yang tertutup 'boxer'nya menyembul.
Alena yang terkejut melihat itu tentu saja berteriak. Ia juga spontan membalikan tubuhnya membelakangi Kevin.
Sedangkan Kevin, ia memilih cepat-cepat bangkit dari ranjangnya.
Kevin melihat pada Alena yang membelakanginya. Pria itu segera turun dari ranjang dan bergegas kekamar mandi.
Brakk.
Kevin membanting pintu kamar mandi.
Ia kesal sekali, waktu tidurnya diganggu oleh Alena.
Karena dirinya sudah bangun, maka mau tidak mau akhirnya Kevin mandi.
Pria itu mengguyur tubuhnya dibawah aliran air shower.
Mendengar suara pintu kamar mandi dibanting, membuat Alena bernafas lega.
Ia malu sekali melihat Kevin seperti tadi.
"Apa tadi senjatanya Kevin ya," gumam Alena yang teringat apa yang ia lihat tadi.
"Astagfirullah, kenapa pikiranku jadi kotor," ucap Alena merutuki dirinya sendiri.
Wanita itu segera membereskan tempat tidur Kevin dan juga menyiapkan buku sekolah yang harus dibawa suaminya hari ini.
Saat ini ia sedang berada dimeja belajar milik Kevin.
"Mana jadwal pelajarannya?," Gumam Alena, bertanya pada diri sendiri.
Alena bisa menebak, pasti Kevin tidak menulis jadwal pelajaran.
Harusnya Alena bisa menebak dari tadi, sehingga ia tidak perlu mencari-cari jadwal pelajaran tersebut.
Alena kemudian mengirim pesan pada wali kelas XII IPS 3 dimana kelas itu adalah kelasnya Kevin.
Alena mengirim pesan meminta jadwal pelajaran untuk kelas tersebut.
Ting.
Jadwal pelajaran akhirnya dikirim oleh wali kelas tersebut.
Alena segera menyalin jadwal itu kekertas, lalu ia tempel pada dinding disekitar meja belajar.
Wanita itu menyiapkan buku Kevin sesuai dengan jadwal hari ini.
"Pantesan gak lulus-lulus, bukunya aja kosong," gumam Alena.
Wanita itu melihat satu persatu buku Kevin masih sangat utuh, tidak ada tulisannya sama sekali.
Bagaimana bisa ada tulisannya, bila Kevin didalam kelas hanya tidur.
Ia tidak pernah memperhatikan gurunya menjelaskan, ia juga tidak pernah mencatat dan tidak pernah mengerjakan tugas.
Bila dikelas tidak tidur, maka Kevin pasti berkelahi. Baik dengan murid lainnya atau dengan guru yang menegurnya.
Alena hanya mampu menggelengkan kepalanya.
Sepertinya akan sulit untuknya bisa merubah Kevin.
Setelah selesai menyiapkan buku pelajaran Kevin, Alena segera pergi kekamarnya.
__ADS_1
Ia juga hendak bersiap dan berangkat mengajar kesekolah.
Dua puluh menit waktu yang dibutuhkan Alena untuk bersiap. Kini ia telah siap untuk berangkat mengajar.
Sebelum berangkat, ia akan sarapan terlebih dahulu bersama Kevin.
Kalau dia mau.
Ceklek.
"Vin, kita sarapan dulu ya," ucap Alena pada Kevin, setelah ia membuka pintu kamar Kevin.
"Hemm," jawab Kevin hanya berdehem.
Alena berjalan lebih dulu menuju meja makan.
Ia juga sudah membawa tasnya sekalian, jadi setelah selesai sarapan Alena langsung berangkat mengajar.
Kevin yang sudah selesai bersiapnya hanya menatap pintu kamarnya yang baru saja ditutup oleh Alena.
Pria itu kemudian berjalan mendekati meja belajarnya dan mengambil tas sekolahnya.
Namun saat diangkat, tas sekolahnya terasa berat.
Dibuka lah oleh Kevin, tas tersebut berisi buku tulis dan buku paket sesuai dengan jadwal pelajaran hari ini.
"Cih! Berat-beratin tas gue aja," ucap Kevin.
Pria itu membalik tasnya dan mengeluarkan semua isinya.
Brukk. Brukk.
Isi tas Kevin semuanya keluar.
Setelahnya Kevin menutup lagi tas tersebut lalu mengendongnya.
Ia hanya menggendong tas kosong.
Kevin melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
Ia akan sarapan dimeja makan.
Biasanya Kevin tidak pernah mau makan dimeja makan. Ia selalu makan didalam kamarnya.
"Sini Vin," panggil Alena.
Kevin tidak mengindahkan panggilan Alena, tapi ia berjalan mendekati meja makan dan ikut duduk disalah satu kursi disana.
Andrian yang melihat itu sungguh merasa sangat senang.
Untuk pertama kalinya setelah enam tahun, Kevin mau makan bersama dimeja makan.
"Kamu mau makan apa, Vin?," tanya Alena pada Kevin.
"Terserah!" jawab Kevin.
"Kalau terserah, berarti ini aja ya," ucap Alena kemudian menyendokan nasi goreng kepiring Kevin.
Setelahnya mereka menikmati sarapan bersama dengan hening tanpa ada yang bicara satu orang pun, hingga akhirnya mereka selesai dengan sarapannya.
Setelah selesai sarapa, Alena segera berpamit pada Andrian dan menyalimi ayah mertuanya itu.
Berbeda dengan Alena yang pamit, Kevin justru lebih meninggalkan meja makan, lalu keluar rumah menuju bagasi.
Grungg..
Kevin lebih dulu meninggalkan rumah untuk berangkat sekolah.
__ADS_1