Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 54 Aku Akan Selalu Mendukungmu


__ADS_3

Sepulang sekolah Kevin mendapatkan telepon dari Keenan anggota geng motor Lion. Keenan mengabarkan pada Kevin bila ada salah satu anggota geng motornya terluka karena dianiaya oleh anggota geng motor Vamp.


Meski Kevin sudah hampir satu minggu keluar dari rumah sakit, namun ia belum sempat untuk mendatangi basecamp di mana tempat geng motor Lion berkumpul.


Beberapa hari ini Kevin berkomunikasi kepada anggota Geng Lion hanya melalui Group Chat aplikasi hijau di ponselnya.


Selama ini yang ia tahu, tidak ada kabar buruk dari anggota geng Lion. Baru kali ini juga, ada kabar salah satu anggota geng Lion dianiaya oleh anggota geng Vampir. Anggota yang dianiaya itu adalah Frans.


Kevin mendapat kabar itu saat dirinya masih berada di parkiran sekolah. Ia segera mencari ketua Geng Vampir untuk mendapatkan penjelasan dari kabar yang baru saja ia dapatkan.


Kevin segera kembali ke kelasnya karena ia pikir Hans masih berada di kelas itu.


BRAKK!!


Setibanya di dalam kelas Kevin langsung menendang salah satu kursi yang ada di kelas itu.


Ternyata benar, Hans masih berada di dalam kelas. Hans masih mengemasi buku-bukunya masuk ke dalam tas.


Kevin segera mencengkram kerah baju milik Hans.


"Gue dengar anggota Geng Vampir ngehajar Frans?" tanya Kevin


Hans tersenyum miring mendapati dirinya ditanyai Kevin seperti itu.


"Itu karena Frans lebih dulu ngehajar Iwan," jawab Hans masih dengan senyum miringnya.


Kevin melepaskan cengkraman tangannya dikerah Hans. Pria itu mengeluarkan ponsel yang berada di dalam saku celana abu-abunya.


Pria itu segera mencari nomor Keenan lalu menghubungi anggota geng motornya itu.


"Halo Vin," ucap Keenan di seberang telepon setelah panggilan telepon itu terhubung.


"Jelasin sama gue, apa benar yang Hans bilang kalau Frans lebih dulu ngehajar Iwan?" tanya Kevin.


"Iya benar Vin, Frans lebih dulu ngehajar Iwan karena Iwan ngerebut ceweknya Frans," jawab Keenan disebrang telepon.


"Ck! memalukan!" ucap Kevin, kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Hans tersenyum remeh pada Kevin yang malu di depannya. Untuk pertama kalinya, Kevin malu didepan Hans, pasalnya selama ini Hans lah yang selalu ia permalukan.


"Benarkan apa yang gue bilang, makanya lo cari tahu dulu sebelum ngelabrak gue." ucap Hans sembari mendekatkan mulutnya didekat telinga Kevin.

__ADS_1


Kevin tidak menanggapi ucapan Hans yang meremehkan dirinya. Ia segera keluar dari kelas itu untuk menuju parkiran sekolahan.


Dengan raut wajah yang kesal Kevin tiba di parkiran. Ternyata di sana sudah ada Alena yang menunggunya di pinggir mobil.


Tadi Alena sudah hendak keluar dari sekolahan, tapi saat ia melewati parkiran, wanita itu melihat mobil Kevin masih berada di sana sehingga Alena mengurungkan niatnya untuk keluar dari sana.


Alena memilih menunggu Kevin di sebelah mobil pria itu.


"Kamu dari mana, Vin?" tanya Alena.


Alena terheran kenapa raut wajah Kevin terlihat kesal seperti itu, padahal selama hampir satu minggu ini Alena tidak pernah melihat wajah kesal Kevin lagi.


Entah apa yang sedang terjadi pada pria itu, Alena harap suaminya sedang baik-baik saja.


"Masuk ke mobilnya disini aja sayang," ucap Kevin dengan senyumnya.


Meski hatinya sedang kesal tapi Kevin berusaha untuk terlihat ceria di depan istrinya.


Alena melihat kesekitar sekolahan, ternyata sudah tidak banyak orang yang berada di sekolahan itu, sehingga ia menganggukan kepalanya.


Alena masuk ke dalam mobil Kevin lebih dulu barulah setelahnya Kevin menyusul masuk ke dalam mobilnya.


"Aku langsung antar kamu pulang ya, setelah ngantar kamu pulang aku mau ke basecamp geng lion," ucap Kevin.


"Memangnya ada urusan apa kamu ke sana lagi?" tanya Alena.


"Ada salah satu anggota geng Lion yang baru saja dihajar oleh anggota geng vampir," ucap Kevin berusaha terbuka pada istrinya.


"Kamu masih saja berurusan dengan geng motor itu, Vin?" tanya Alena.


"Iya sayang aku masih menjadi ketua geng motor lion," jawab Kevin.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah.


Kapan kamu mau keluar dari geng motor itu, Vin?" tanya Alena.


Kevin terdiam ia bingung untuk menjawabnya, karena belum terpikirkan olehnya untuk keluar dari geng motor itu.


"Aku belum tahu sayang," ucap Kevin lalu fokus kembali pada jalanan.


Hufftt.

__ADS_1


Alena menghela nafasnya.


"Aku tidak tahu Seberapa pentingnya geng motor itu untukmu, tapi aku harap kamu tidak terjerumus kembali masuk kelorong gelap," ucap Alena.


"Iya sayang, aku janji tidak akan pernah terjerumus lagi ke lorong gelap itu." ucap Kevin.


Alena menanggapi ucapan suaminya dengan tersenyum, tapi sejujurnya hatinya ingin Kevin tidak lagi berurusan dengan geng motor yang pria itu ketuai.


Tidak lama kemudian mobil yang dikemudikan oleh Kevin akhirnya tiba di halaman rumah Andrian, membuat pria itu segera menghentikan mobilnya kemudian ikut masuk ke dalam rumah bersama Alena.


Pria itu mengganti pakaian seragam putih abu-abunya dengan menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan untuk berkumpul dengan anggota geng Lion.


Setelah mengganti pakaiannya, Kevin segera berpamit pada Alena, lalu pergi dari rumah dengan menggunakan motor sport miliknya.


Alena menatap kepergian suaminya di jendela balkon kamarnya.


"Aku akan selalu mendukungmu asalkan itu hal yang positif," gumam Alena sembari menatap kepergian suaminya.


Kevin yang melajukan motor sportnya keluar dari rumah Andrian, segera menuju basecamp Geng Lion. Hanya butuh waktu sekitar 40 menit, akhirnya Kevin tiba di basecamp itu.


Begitu turun dari motor sport miliknya, Kevin segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam basecamp itu.


Satu orang yang langsung Kevin cari, begitu ia masuk ke dalam basecamp.


BUGH!!


Kevin melayangkan tinjunya ke wajah Keenan.


"Malu-maluin gue aja lo ya!" ucap Kevin marah.


"So-Sorry Vin, gue kira Hans nggak bakal ngomong sama lo." ucap Keenan.


"Jadi maksud lo kalau Hans nggak ngomong, gue bakalan diam aja?!" tanya Kevin masih marah.


Keenan tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya. Bukan hanya Keenan saja Yang menundukan kepalanya, melainkan semua anggota geng Lion juga.


Semua anggota yang lain menundukkan kepalanya karena mereka takut pada amarah ketua geng motornya.


"Gara-gara informasi lo yang gak jelas itu, hampir aja gue tadi ngehajar sih Hans! Jangan cuma gara-gara urusan cewek, hubungan geng motor kita sama geng motor vampir kembali panas!" ucap Kevin.


"Satu lagi, gue mau geng motor lion jangan kayak dulu lagi yang suka bikin rusuh. Kalian semua udah gue anggap sebagai keluarga, jadi ayo kita sama-sama merubah prilaku buruk kita," ucap Kevin lagi, membuat semua anggota geng lion terkejut.

__ADS_1


__ADS_2