
Alena meminta Kevin untuk belajar terlebih dahulu sebelum mereka tidur, karena saat ini mereka baru saja selesai makan malam.
Meski Alena guru mata pelajaran Matematika, tapi ia juga cukup tahu mata pelajaran yang lainnya.
Saat ini Kevin sedang belajar Sosiologi, tentunya membahas tentang masyarakat.
Alena menjelaskan poin-poin pentingnya saja agar bisa dimengerti oleh suaminya itu.
Sedangkan Kevin yang diberi penjelasan hanya mendengarkan tapi ia tidak bisa memahaminya.
Bukan tidak bisa, melainkan malas memahaminya.
"Udah sayang, kita tidur yukk." ajak Kevin.
Alena melototkan matanya, suaminya ini benar-benar seperti anak kecil yang merengek tidak mau belajar.
"Kevin, kamu dua minggu lagi sudah mau ujian. Jadi, harus rajin belajarnya." ucap Alena.
"Aku ngantuk sayang dengerin kamu baca," ucap Kevin.
Alena menggelengkan kepalanya kemudian memberikan buku yang ia pegang kedada Kevin.
Bukk.
"Kalau begitu, nih baca sendiri." ucap Alena.
Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia membujuk Alena tidur tapi tidak berhasil. Ia justru disuruh baca sendiri buku tersebut.
"Aduh sayang, mataku sudah lima watt nih." ucap Kevin sembari memperlihatkan matanya pada Alena.
"Cuci muka mu sana. Ini baru jam delapan, aku tidak percaya kalau kamu ngantuk. Biasanya aja kamu bergadangkan sampai pagi," ucap Alena.
"Itukan dulu sayang. Tapi sekarangkan aku sudah berubah," ucap Kevin.
"Mau cuci muka apa tidur diluar?" tanya Alena.
Pertanyaan sekaligus ancaman bagi Kevin bila ia tidak menurut.
Dengan berat hati Kevin segera menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelahnya ia kembali lagi kemeja belajarnya dengan wajah yang sudah segar.
Alena memberikan buku yang harus Kevin pelajari, yakni buku mata pelajaaran sosiologi.
Kevin membuka buku tersebut seolah membacanya lalu membuka lagi dan baca lagi.
"Aku tahu bukunya tidak kamu baca Kevin," ucap Alena.
Kevin kemudian menutup bukunya lalu menatap Alena dan menyengir.
Hufftt.
Terdengar helaan nafas dari mulut Alena menanggapi suaminya yang kekanakan itu.
Usianya memang sudah tua tapi sifat kekanakannya masih saja ada.
"Baca yang betul, Kevin." ucap Alena.
__ADS_1
"Iya, iya sayang." ucap Kevin.
Pria itu kemudian membaca lagi bukunya. Kini ia sungguh-sungguh membacanya.
Membuka satu persatu halaman buku tersebut.
Kevin benar-benar fokus membacanya, tanpa ia tahu bila istrinya sudah terlelap memangku tangan diatas meja.
Lebih dari satu jam pria itu membaca buku, membuat matanya mengantuk tak tertahankan.
Kevin menyudahi membacanya, menutup bukunya, kemudian meletakan diatas meja.
Pria itu kemudian melihat pada Alena yang terlelap diatas meja sembari berpangku tangan.
"Kamu pasti capek." ucap Kevin.
Pria itu bangkit dari tempat duduknya, kemudian mengangkat tubuh Alena yang beratnya semakin bertambah tiap harinya.
Direbahkan lah tubuh Alena diatas ranjang, kemudian ia selimuti hingga bagian perut tertutup.
Setelahnya pria itu juga ikut masuk kedalam selimut, merebahkan tubuh diatas ranjang sembari memeluk tubuh Alena.
Pria itu mengusap terlebih dahulu perut buncit istrinya, kemudian ikut terlelap.
Pagi tiba.
Alena dan Kevin bangun bersamaan.
"Ya ampun Kevin, tadi malam aku ketiduran yah?" tanya Alena.
"Iya kamu ketiduran sayang. Kamu pasti capek ya, sampai-sampai ketiduran diatas meja." jawab Kevin.
"Mau aku pijit?" tanya Kevin.
"Nanti malam aja, sekarang kita harus kesekolah." ucap Alena kemudian bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi.
Kevin segera membuntuti istrinya untuk ikut masuk juga kekamar mandi.
Tidak seperti kemarin yang berlama-lama dikamar mandi, mereka sekarang mandi bersama dengan cepat.
Lima belas menit waktu yang digunakan untuk mereka berdua berpakaian, kini Kevin sudah menggunakan seragam putih abu-abunya, dan Alena sudah mengenakan baju seragam gurunya.
Perut besarnya membuat Alena kesulitan untuk mengenakan seragam tersebut, karena bajunya sudah tidak muat lagi alias kekecilan.
Roknya saja, ia sudah menggunakan rok biasa lagi. Bukan rok dinas seperti bajunya.
"Bajumu sesak sekali?" tanya Kevin sembari menelisik penampilan istrinya.
"Iya nih, tapi mau bagaimana lagi, masa iya aku nggak pakai seragam." ucap Alena.
"Kamu pakai kaos dalam, kan?" tanya Kevin.
"Kenapa memangnya?" tanya Alena.
Kevin tidak menjawab, namun ia membuka tiga kancing bagian bawah baju Alena menyisakan dua kancing baju bagian atas.
Perut Alena kini tidak lagi terasa sesak karena baju yang kekecilan tadi. Ia kini jadi seperti mengenakan jass.
__ADS_1
"Gimana udah nggak sesak, kan?" tanya Kevin yang dijawab anggukan kepala dan senyuman dari Alena.
Setelahnya mereka bergegas keluar kamar untuk sarapan dan berangkat sekolah.
Hari ini adalah hari pertama masuk kembali kesekolahan bagi Kevin setelah menjalani rehabilitasi selama 6 bulan kemarin.
Sepasang suami istri itu kini sudah berada didalam mobil dengan Kevin yang mengemudikan mobil sport miliknya.
Tadinya Alena ingin menggunakan mobil sendiri namun Kevin melarangnya.
Kurang dari seratus meter tiba digerbang sekolahan Alena minta diturunkan disana, ia akan berjalan kaki untuk masuk kesekolahannya.
"Yakin kamu mau jalan kaki?" tanya Kevin.
"He'em. Aku jalan kaki aja Vin, lagian sudah mau sampai juga." ucap Alena.
"Ya sudah kamu jalan duluan, nanti aku ngikutin dari belakang." ucap Kevin.
"Oke," ucap Alena kemudian meraih tangan Kevin lalu menciumnya.
Kevin sudah akan mencium kening Alena namun wanita itu sudah keluar dari mobil lebih dulu.
Alena berjalan ditrotoar, baru setelahnya Kevin mengikuti dari belakang dengan mengemudikan mobilnya pelan.
"Selamat pagi Bu Alena," ucap Satpam yang sedang berjaga digerbang sekolahan menyapa Alena yang melewatinya.
"Pagi juga Pak," ucap Alena menyapa balik pada Satpam tersebut.
"Jalan kaki nih Bu?" tanya Satpam tersebut
"Iya Pak jalan kaki," jawab Alena.
Setelahnya wanita itu segera berlalu menuju kantor sekolahan.
Kevin yang mengikuti Alena menggunakan mobilnya tentu saja melihat interaksi antara istrinya dan satpam tersebut.
Memang satpam tersebut hanya sekedar menyapa, tapi Kevin kesal sekali melihatnya.
"Nggak lihat lo ya kalo bini gue lagi bunting, masih aja pakai nyapa segala," ucap Kevin kesal.
Mobil yang dikemudikannya akhirnya melewati pos satpam tersebut tanpa membuka kaca jendela mobil.
Satpam disana yang tidak tahu bila itu Kevin yang mengemudikan mobil tersebut segera menghampirinya.
Tok tok tok
Satpam itu mengetuk kaca pintu mobil Kevin untuk menegurnya karena dianggap tidak sopan melewati pos satpam tanpa membuka kaca mobil.
Ceklek.
Kevin membuka pintu mobilnya yang tentu saja membuat satpam disana terkejut.
"Ehhh, ternyata Kevin." ucap Satpam tersebut dengan kikuk.
"Mau apa?" tanya Kevin.
"Ti-tidak. Tidak ada apa-apa. Silahkan masuk kelas, sebentar lagi upacara bendera mau dimulai." ucap Satpam tersebut.
__ADS_1
Kevin tidak menjawab. Pria itu segera menuju kekelasnya meninggalkan satpam sekolahan yang masih berdiri disana.