Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 23 Motor yang Sama


__ADS_3

"Tumben kamu udah siap?," tanya Alena heran.


Kevin tidak menjawab, ia berlalu dari hadapan Alena kemudian menuruni tangga.


Alena yang diabaikan oleh Kevin, tidak merasa heran lagi. Ia sudah biasa mendapat perlakuan Kevin seperti itu.


Wanita itu akhirnya ikut menuruni tangga.


Dilantai satu, Alena melihat Kevin yang berjalan menuju meja makan.


Dimeja makan sudah ada Andrian yang menunggu mereka.


"Alena, Kevin ayo sarapan," ajak Andrian.


Ia melihat Kevin dan Alena turun dari kamar beriringan dan sekarang sedang menuju meja makan.


"Iya Pah," ucap Alena.


Tidak lama kemudian Alena dan Kevin tiba dimeja makan. Mereka makan bersama disana.


Setelah selesai, Andrian segera berbicara kebetulan anak dan menantunya sedang berkumpul.


"Kevin, Alena, papah harap hubungan kalian baik-baik saja. Papah tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi, Alena pingsan dikamar tidak ada yang tahu," ucap Andrian.


Alena yang sedang dibicarakan segera menundukan kepalanya.


"Maaf Pah," ucap Alena menundukan kepalanya.


Ia jadi tidak enak dengan mertuanya karena membuat pria paruh baya itu mengkhawatirkan dirinya.


Andrian menganggukan kepalanya untuk menanggapi permintaan maaf dari menantunya.


Setelahnya, ia beralih menatap pada Kevin yang berada disisi kanannya.


"Vin, perlakukanlah Alena dengan baik," ucap Andrian tapi tidak ditanggapi oleh Kevin.


Kevin bangkit lebih dulu untuk berangkat sekolah.


Mengetahui Kevin yang sudah hendak berangkat sekolah, Alena segera mengejarnya.


"Vin," panggil Alena sembari mengejar Kevin yang sudah berada dipintu utama.


"Vin aku ikut kamu kesekolahan," ucap Alena mampu membuat Kevin menghentikan langkah kakinya.


Kevin menoleh pada Alena, ia melihat wanita didepannya dari atas hingga kebawah.


Alena memakai rok sepan panjang.


"Yakin lo mau ikut gue?," tanya Kevin sembari menganggkat sebelah alisnya.


"Iya Vin, kalau naik taksi aku bisa terlambat," ucap Alena.


"Pakai rok itu?," tanya Kevin yang dianggukin Alena.


"Gue nggak mau bonceng lo kalau pakai rok. Sana ganti," titah Kevin.


Alena mengalah, mau tidak mau ia masuk kembali kedalam rumah lalu mengganti rok sepannya menggunakan celana panjang.


Setelahnya ia segera berlari menuju luar rumah.


"Buruan!!" ucap Kevin yang sudah cukup lama menunggu Alena.

__ADS_1


"Iya" ucap Alena sembari berlari menghampiri Kevin yang sudah menunggunya didepan rumah.


Alena segera mengenakan helm Kevin yang lainnya lalu menaiki motor Kevin dibagian jok belakang.


Grungg..


Setelah Alena naik kemor, Kevin segera melajukan motor sportnya menuju sekolahan.


"Vin, jangan laju-laju aku takut," ucap Alena.


Wanita itu kini mencengkram erat jaket milik Kevin.


Gruunngg..


Tapi Kevin justru menambah lajukan motor sportnya membelah jalanan yang padat dengan kendaraan.


Pria itu juga menyalip-nyalip kendaraan yang ia lalu, hingga akhirnya mereka hampir tiba disekolahan.


"Vin, vin, vin turunin aku disini aja," pinta Alena sembari menepuk bahu Kevin.


Alena minta diturunkan dijalan itu, padahal masih membutuhkan jarak 200 meter lagi hingga ia tiba disekolahan.


Ckitt.


Dugh.


"Aww, kenapa kamu ngerem mendadak?," tanya Alena sembari mengusap keningnya karena helm yang ia pakai bertabrakan dengan helm Kevin .


"Turun," titah Kevin.


"Hiisshh," ucap Alena sembari turun dari motor Kevin.


Gruunngg..


Tak jauh dibelakang Alena rupanya ada Bu Farah dengan motornya.


Bu Farah tadi melihat Alena dengan seseorang menggunakan motor sport. Tapi sayangnya Bu Farah tidak bisa melihat siapa orang yang bersama Alena tadi.


Bu Farah hanya bisa melihat motor sport berwarna hitam, sedangkan orangnya mengenakan jaket kulit hitam, dan helm sport berwarna hitam merah.


Tit dit.


Bu Farah membunyikan kelaksonnya disaat ia hampir dekat dengan Alena.


Sedangkan Alena yang dikelakson Bu Farah segera menoleh kebelakang.


"Bu Farah" ucap Alena.


"Bu Alena kok jalan kaki?," tanya Bu Farah.


"Ehh iya Bu, motor saya tadi mogok," ucap Alena.


"Mogok dimana Bu, tadi saya lewat tidak bertemu motor Bu Alena," ucap Bu Farah sembari melirik helm pria yang dibawa Alena.


Alena bingung hendak menjawab apa karena dia ketahuan berbohong.


"Nanti saja menjawabnya Bu, ayo ikut saya. Sebentar lagi bell berbunyi," ucap Bu Farah.


Alena menganggukan kepalanya setuju. Ia kemudian naik keatas motor Bu Farah yang segera melajukan menuju sekolahan.


Setibanya disekolahan, Bu Farah langsung memarkirkan motornya.

__ADS_1


Alena turun lebih dulu dari motor Bu Farah, ia meletakan helm Kevin di rak helm yang disediakan disana.


Sedari rumah Alena memang mengenakan helm milik Kevin karena helmnya masih dirumah ibunya.


Nanti setelah pulang sekolah ia akan mengajak Kevin kerumahnya untuk mengambil helmnya.


"Ayo Bu," ajak Alena pada Bu Farah setelah ia meletakan helm.


"Bu Alena duluan aja, saya mau nelpon ibu saya dulu," ucap Bu Farah.


"Ya sudah Bu kalau begitu saya duluan, makasih atas tumpangannya," ucap Alena.


"Sama-sama Bu Alena," ucap Bu Farah.


Alena kemudian meninggalkan Bu Farah yang masih akan menelpon.


Ia masuk kedalam kantor guru, kemudian membantu guru-guru yang lain untuk menyiapkan upacara bendera karena hari ini hari senin.


Bu Farah yang ditinggal Alena masuk kekantor, segera menghubungi ibunya, mengatakan bila dirinya telah tiba di sekolahan.


Setelah mengabari ibunya Bu Farah bergegas menuju kantor.


Tapi saat dirinya melewati parkiran siswa, ia melihat motor yang tadi dinaiki Alena bersama seseorang tadi.


"Motor itu sama seperti motor yang tadi Bu Alena naiki," gumam Bu Farah.


Wanita itu kemudian mendekati motor Kevin yang terparkir disana.


Ia juga memperhatikan helm yang berada diatas motor tersebut.


"Helmnya juga sama," gumamnya.


Wanita itu beralih melihat plat motornya.


"Sayangnya aku tadi nggak lihat plat motornya," gumam Bu Farah lagi.


Tidak lama kemudian Pak Wawan datang, pria itu segera memarkirkan motornya diparkiran khusus guru.


Pak Wawan juga bisa melihat Bu Farah yang sedang mengamati motor dan helm milik Kevin.


"Bu Farah sedang apa disitu?," tanya Pak Wawan.


"Ehh Pak Wawan. Baru datang ya Pak?," tanya Bu Farah.


"Iya Bu baru datang. Bu Farah sedang apa disitu?," tanya Pak Wawan kemudian menghampiri Bu Farah yang berada didekat motor Kevin.


"Ini motor siapa ya, Pak?," tanya Bu Farah.


"Masa ibu nggak tahu ini motor siapa. Ini motor Kevin si brandalan itu," ucap Pak Wawan.


Memang benar Bu Farah tidak tahu motor itu milik siapa. Ia tidak pernah memperhatikan orang sedemikian telitinya.


Baru kali ini ia memperhatikan Alena, karena dia penasaran dengan suami rekan gurunya itu.


"Kevin, Pak?" tanya Bu Farah memastikan lagi.


"Iya, ini motornya Kevin Andrian," jawab Pak Wawan.


Bu Farah menganggukan kepalanya, ia tahu sekarang itu adalah motornya Kevin tapi ia tidak terpikirkan bila Kevin adalah suami Alena.


Yang ia yakini Alena tadi kebetulan bertemu dengan Kevin karena motornya mogok, lalu dibonceng Kevin hingga didepan gang masuk sekolahan.

__ADS_1


__ADS_2