
Prosesi pernikahan Elena dan Satria akan segera dilaksanakan, namun Kevin justru sibuk dengan Alena yang bolak-balik ke kamar mandi karena merasa mual.
Banyaknya tamu undangan yang datang menghadiri acara tersebut, membuat Alena yang tengah hamil terganggu oleh bau parfum dari para tamu itu.
Hoekk hoekk.
Alena terus saja memuntahkan isi perutnya, padahal ia makan hanya sedikit, itu juga makan saat berada didalam mobil.
Sebelum berangkat tadi, Kevin menyempatkan diri menyiapkan makanan dan minuman untuk anak dan istrinya.
"Kita pulang aja ya," ucap Kevin pada Alena yang baru saja selesai dengan muntahnya.
Alena menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin pulang. Ia ingin menyaksikan adik kembarnya yang akan menikah.
Sayup-sayup Alena dan Kevin mendengar suara pembawa acara yang membuka acara pernikahan tersebut.
"Kita balik lagi aja mas ke tempat acara," ucap Alena.
"Tapi kondisimu lemah, Sayang." ucap Kevin.
"Tapi aku ingin melihat Elena menikah, Mas." ucap Alena
"Ya sudah kita kembali kesana. Tapi janji ya, setelah Ijab qobul kamu akan aku antar pulang buat istirahat," ucap Kevin.
"Iya," ucap Alena dengan terpaksa.
Kevin segera menuntun Alena kembali ke tempat acara. Tapi ternyata di sana ijab qobul sudah dimulai.
"Bagaimana saksi?" tanya penghulu tersebut.
"SAH!" ucap serentak saksi dan orang yang menyaksikan ijab qobul tersebut.
"Alhamdulillah," ucap penghulu tersebut kemudian membacakan do'a.
"Tuh sayang, Ijab qobulnya sudah selesai. Kamu aku antar pulang ya, kamu istirahat aja di rumah." ucap Kevin.
"Iya mas, tapi aku pamit dulu pada Elena dan Satria," ucap Alena.
Kevin menganggukan kepalanya, kemudian membantu Alena untuk berjalan menghampiri sepasang pengantin baru itu.
Elena dan Satria baru saja selesai menandatangani buku nikah dan surat-surat lainnya.
"Maaf ya El, aku tidak bisa lama-lama. Aku disini rasanya mual dan ingin muntah terus," ucap Alena.
"Iya Al nggak apa-apa. Makasih ya sudah berkenan datang, padahal kondisimu sangat lemah," ucap Elena.
Alena menganggukkan kepalanya terlebih dahulu, kemudian menyalimi Elena dan Satria.
__ADS_1
Kecanggungan terjadi disana, saat Alena bersalaman dengan mantan kekasihnya yang sekarang sudah menjadi adik iparnya.
"Selamat ya Sat. Jaga Elena baik-baik," ucap Alena.
"Terima kasih, aku akan selalu menjaganya," ucap Satria.
Elena yang berada di sebelah Satria tersenyum lebar karena suaminya sangat menyayanginya.
Elena juga yakin, pria yang baru saja menjadi suaminya itu akan selalu membuat dirinya bahagia.
Setelahnya Alena benar-benar pulang ke rumah diantar oleh Kevin dan juga baby Arkana.
Tadinya Kevin hanya ingin mengantar Alena saja tapi saat baby Arkana melihat mereka, anaknya itu jadi ingin ikut.
"Arka nanti temani Mamah di rumah aja ya," ucap Kevin seraya mengelus puncak kepala anaknya.
Baby Arkana yang sudah hendak tidur itu tidak menjawab ucapan Kevin.
Arkana duduk dipangkuan Alena dengan menghadap wanita itu sembari menyandarkan kepalanya pada tubuh Alena.
Sedangkan Alena, wanita itu duduk bersandar disandaran kursi mobil.
"Sstt, jangan diajak ngomong, Arka mau tidur tahu," ucap Alena seraya meletakkan jari telunjuk dibibirnya.
"Cepat sekali mau tidur, padahal tadi dia masih ngoceh-ngoceh," ucap Kevin.
"Iya sudah kamu fokus aja nyetirnya," titah Alena.
Sesampainya di rumah Kevin langsung menggendong baby Arkana yang sudah tidur, sembari berjalan mengimbangi langkah kaki Alena yang lambat.
"Bobo nyenyak ya sayang," ucap Kevin pada baby Arkana yang baru saja ia rebahkan diatas ranjang bayi itu.
Setelahnya, Kevin segera masuk ke dalam kamarnya lalu mendekatkan diri pada Alena yang sudah berbaring di atas ranjang.
"Kok belum tidur, hem?" tanya Kevin mengusap rambut Alena.
"Aku rasanta bahagia sekali Mas, akhirnya Elena juga sudah menikah. Terlebih lagi dia menikah dengan pria yang ia cintai," ucap Alena.
"Kita do'akan saja yang terbaik untuk mereka.
Keduanya terlihat sama-sama saling mencintai," ucap Kevin.
"Sini Mas naik," ucap Alena meminta Kevin naik ke atas ranjang.
Tanpa menyahuti ucapan Alena, Kevin langsung naik ke atas ranjang lalu merebahkan tubuhnya di sebelah Alena.
"Tadinya aku mau kembali lagi ke tempat pernikahan Elena, tapi kamu justru memintaku naik ke tempat tidur," ucap Kevin.
__ADS_1
"Oh iya, kamu kan harus kembali lagi ke tempat pernikahan Elena Mas," ucap Alena yang baru saja teringat dengan hal itu.
"Nggak jadi deh, aku sudah malas. Mendingan aku tiduran aja sama kamu di sini," ucap Kevin kemudian memeluk tubuh Alena dengan erat.
"Iiih, Mas. Sana balik lagi," ucap Alena Seraya mendorong dada suaminya.
Meski dadanya sudah didorong oleh Alena namun Kevin tidak bergerak sedikit pun.
Pria itu justru memejamkan matanya pura-pura tidur.
Namun Alena tidak kehabisan akal, ia memencet hidung pria yang sedang pura-pura tidur itu dengan kuat.
Kevin yang kesakitan dan juga kesulitan bernafas itu segera mencekal tangan Alena yang sedang memencet hidungnya.
"Sayang aku nggak bisa napas," ucap Kevin.
"Makanya kamu balik dulu sana ke tempat acara pernikahan Elena," ucap Alena.
"Iya iya," ucap Kevin kemudian bangkit dari tempat tidur lalu bercermin terlebih dahulu untuk merapikan rambut dan pakaian yang ia kenakan.
Baru saja Kevin hendak melangkahkan kakinya keluar dari kamar, ponselnya berbunyi karena ada panggilan telepon dari Ibu mertuanya.
"Halo Bu," ucap Kevin menjawab panggilan telepon tersebut.
"Kamu tidak usah balik lagi ke sini, Nak. Kamu jaga saja Alena dan Arkana di rumah," titah Mayang.
Kevin tersenyum lebar, Ia diminta oleh ibu mertuanya tidak usah kembali lagi ketempat acara pernikahan Elena.
Ia juga sejujurnya malas untuk kembali lagi ke pesta pernikahan Elena, karena tidak ada istrinya di sana.
Kebetulan Ibu mertuanya meminta dirinya tidak usah kembali kesana, membuat Kevin langsung menyetujui perintah dari ibu mertuanya itu.
"Baik Bu. Aku tidak kembali kesana, aku akan menjaga Alena dan Arkana di rumah," ucap Kevin.
"Ya sudah Ibu tutup teleponnya," ucap Mayang.
"Iya Bu," ucap Kevin.
Setelahnya tidak ada lagi pembicaraan dari kedua orang itu karena sambungan telepon sudah terputus.
Kevin yang sudah hendak keluar dari kamar itu segera menghampiri Alena yang berbaring di ranjang.
"Ibu bilang apa?" tanya Alena.
"Ibu tadi bilang aku tidak perlu datang lagi ke tempat pernikahan Elena. Aku diminta ibu untuk di rumah saja menjaga kamu dan Arkana," ucap Kevin.
"Wah itu mah kesenangan kamu Mas, kamu jadi nggak repot-repot lagi balik ke sana," ucap Alena.
__ADS_1
"Iya dong," ucap Kevin seraya tersenyum jahil.
Kevin segera menaiki lagi ranjang tersebut, kemudian merebahkan tubuhnya di sebelah Alena lalu memeluk istrinya itu.