Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 65 Seratus Persen Anakku


__ADS_3

Setelah kurang lebih satu jam mengikuti arahan dari dokter Anne, anak pertama Alena akhirnya lahir.


Bayi merah dengan masih berlumur darah, menjadi pelengkap dalam rumah tangga Alena dan Kevin. Kini sepasang suami istri itu sudah menjadi orang tua.


"Sayang, anak kita sudah lahir," ucap Kevin dengan mata berkaca-kaca.


Ia terharu sekali, kini dirinya sudah menjadi seorang ayah.


Ayah yang akan menjadi panutan untuk anaknya kelak. Pria itu bahkan menciumi wajah istrinya saking senangnya dengan kelahiran putra pertama mereka.


"Iya Mas, anak kita sudah lahir," ucap Alena tak kalah haru.


Rasa sakit saat mau melahirkan seketika hilang, begitu mendengar tangis dari bayi yang ia lahirkan.


Keduanya saling berpelukan dengan Alena yang masih terbaring dibrangker.


Rasa bahagia dihati keduanya benar-benar tidak bisa diutarakan dengan kata-kata, mereka sangat bahagia hingga tidak sadar bila diruangan itu bukan hanya mereka saja melainkan ada Mayang, dokter Anne dan kedua perawat yang membantu persalinan Alena.


Bayi yang baru dilahirkan wanita itu sedang digendong oleh salah satu perawat disana.


Dokter Anne mengambil alih bayi tersebut kemudian meletakan didada Alena dengan posisi bayi tengkurap.


"Ini kita sedang melakukan IMD (INISIASI Menyusu Dini)," ucap dokter Anne.


Alena menganggukkan kepalanya. Dikelas hamil yang ia ikuti selama hamil, pernah dijelaskan apa itu IMD, membuat wanita cantik itu sedikit banyak sudah tahu prosesnya.


INISIASI Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari ****** susu ibunya sendiri (tidak disodorkan keputing susu).


Diusapnya oleh Alena tubuh bayi merah yang berkulit lembut.


Alena melihat sendiri bagaimana bayi merah yang tadi ia lahirkan sedang mencari ****** susu didadanya.


Terlihat imut, lucu dan menggemaskan. Bayi laki-laki yang begitu mirip dengan wajah suaminya.


Memang bayi laki-laki itu sangat mirip dengan Kevin yang berdarah timur tengah.


"Mas, dia lagi nyari ******," ucap Alena sembari menatap pada bayi imut didadanya.


"Iya Sayang, lucu ya. Aku jadi punya saingan nih," ucap Kevin.


Pukk!

__ADS_1


Alena memukul dada suaminya menggunakan tangan yang ia kepal kuat.


"Kamu ini mas, masa anak sendiri kamu katain saingan," ucap Alena.


"Jelas saingan lah sayang. Lihat nih belum ada satu jam lahir, babby boy sudah merebut itu dari ku" ucap Kevin menunjuk dengan mulut kearah dada istrinya.


Saat ini, bayi laki-laki itu sudah berhasil mendapatkan ****** susu dan sedang menghisapnya pelan.


"Tenang aja mas, jatahmu dan jatah anak kita berbeda," ucap Alena ambigu namun bisa dimengerti oleh Kevin, sehingg membuat pria itu tersenyum merekeh.


"Ehemm," dehem Mayang menyadarkan sepasang suami istri itu bila ada orang lain diruangan itu.


"Kalian ini ya, coba lihat-lihat dulu kalau mau bahas itu. Lagian Alena lagi masa nifas, jadi kamu harus sabar, Kevin." ucap Mayang.


Sedari tadi ia hanya mendengarkan apa yang dibahas anak dan menantunya. Semakin lama- bahasan sepasang suami istri didepannya semakin panas ditelinga, membuat Mayang segera buka suara.


"Hehehe," tawa Kevin sembari menyengir pada ibu mertuanya.


Cukup lama bayi laki-laki yang dilahirkan Alena menghisap putingnya, membuat wanita itu meringis kesakitan.


Tapi kata dokter Anne itu adalah hal yang wajar bagi ibu yang pertama kali menyusui.


Setelah dirasa cukup menyusunya, dokter Anne segera mengambil kembali bayi laki-laki itu, lalu memberikan pada perawat untuk dibersihkan.


Tidak lama kemudian bayi Kecil mungil itu telah selesai dibersihkan dan sudah dipakaikan bedong.


"Boleh saya menggendongnya?" tanya Mayang.


"Tentu Bu, silahkan," jawab perawat tersebut.


Mayang segera mengambil cucunya dari tangan perawat itu untuk digendongnya.


Momen seperti ini mengingatkan dirinya pada saat kelahiran anak Reyhan dan Larissa 6 tahun yang lalu.


Dilihat oleh Mayang, wajah bayi laki-laki itu sama sekali tidak ada mirip-miripnya dengan Alena, membuatnya terkekeh sembari menggelengkan kepala.


"Coba Lihatlah anakmu ini, Al. Dia sama sekali tidak ada mirip-miripnya denganmu," ucap Mayang.


"Ya jelas dong Bu, dia ini kan anakku, seratus persen anakku," ucap Kevin.


Alena mencebikkan bibirnya, dalam benaknya ia juga merasa heran, bisa-bisanya bayi yang ia lahirkan sama sekali tidak mirip dengannya, justru mirip dengan suaminya secara keseluruhan.

__ADS_1


Mulai dari mata, hidung, bibir, alis, telinga, kulit, dan rambutnya semua mirip dengan Kevin membuat bayi laki-laki itu seperti tiruan Kevin.


"Padahal aku yang ngalamin morning sickness, aku yang ngidam, aku yang hamil selama 9 bulan, aku juga yang kesulitan tidur selama hamil, tapi kenapa setelah lahir anakku semuanya mirip kamu Mas," ucap Alena.


Kevin tersenyum merekeh, dia bangga sekali pada dirinya yang mendominasi kemiripan anaknya.


"Sudah nggak apa-apa sayang nanti kita bikin anak lagi yang mirip sama kamu," ucap Kevin menghibur istrinya.


Alena melototkan matanya mendengar ucapan suaminya, rasa sakit di bagian jalan lahir saja belum hilang, tapi Kevin sudah mengatakan ingin memiliki anak lagi.


"Ini saja masih sakit Mas," ucap Alena.


"Hehehe, nanti juga sembuh sayang." ucap Kevin yang dijawab gerutuan dari Alena.


Setelahnya Alena dan bayi dipindahkan ke ruang rawat. Karena kondisi keduanya baik dan sehat, maka besok pagi Alena dan bayi diperbolehkan untuk pulang.


Mereka hanya akan menginap satu malam di rumah sakit.


Andrian dan kakek Eren juga datang membesuk Alena yang baru saja melahirkan.


Mereka baru saja dikabari oleh Kevin setelah anaknya lahir.


Bukan hanya Andrian dan Kakek Eren saja yang datang, melainkan Reyhan beserta anak dan istrinya juga datang.


Tak lupa juga Diana dan suami juga datang, untuk turut serta dalam kebahagiaan anak dan menantunya.


"Boleh Mama menggendong anakmu, Vin?" tanya Diana.


Kevin tidak bersuara, ia menjawab dengan anggukkan kepalanya.


Setelah mendapat persetujuan dari Kevin, wanita paruh baya itu segera menggendong cucunya.


"Dia sangat mirip dengan mu Nak, mama jadi teringat saat kamu waktu bayi dulu persis seperti anakmu sekarang ini," ucap Diana.


Mata wanita paruh baya itu juga berkaca-kaca, hatinya benar-benar tersentuh dengan kehadiran cucunya ini.


Ia benar-benar menyesal sedari dulu ia kurang memperhatikan Kevin. Karena ketidak cocokan antara dirinya dengan Andrian membuat Diana kerap kali mengabaikan Kevin kecil.


Sembari menatap bayi yang ada digendongannya, Diana berjanji dalam hatinya bahwa ia akan mengganti kasih sayang untuk Kevin kecil dulu, kepada cucunya ini.


Cukup lama anak Kevin berada di gendongan Diana, membuat bayi laki-laki itu terlelap di gendongannya.

__ADS_1


Diana meletakkan kembali bayi laki-laki itu ke dalam keranjang yang berada di sebelah brangkar tempat Alena berbaring.


__ADS_2