Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 74 Bahagia Bertubi-tubi


__ADS_3

Prok prok prok


Riuh tepuk tangan semua orang yang berada di aula kantor saat Kevin naik ke atas podium.


Kevin baru saja dipanggil naik ke atas podium oleh Andrian yang memberi sambutan lebih dulu.


Tak lupa juga pria itu terlebih dahulu sedikit membungkukkan kepalanya untuk memberi hormat pada semua orang yang hadir diacara tersebut.


"Selamat siang," ucap Kevin membuka sambutannya.


"Siang," jawab serentak semua orang yang ada di aula tersebut.


"Terima kasih kepada semua orang yang sudah berkenan hadir di acara perayaan ulang tahun perusahaan yang ke 55 tahun. Tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih pada semua direksi yang sudah mempercayai saya menjabat sebagai CEO di perusahaan ini. Saya berharap naiknya jabatan saya menjadi CEO tidak membuat kinerja kita semua menjadi lemah. Bla, bla, bla ...." Kevin memberikan kata sambutannya.


Andrian bangga sekali, bukan hanya bangga pada Kevin saja melainkan juga bangga pada Alena yang sudah bisa merubah putranya itu menjadi pria yang berguna.


Tadinya Andrian sudah sangat putus asa pada Kevin yang menjadi berandalan karena perceraiannya dengan Diana, namun setelah ia bertemu dengan Alena, Andrian merasa ada setitik harapan untuk membuat putranya berubah.


Andrian bersyukur sekali keputusan yang dulu ia ambil untuk menikahkan Kevin dan Alena adalah benar.


Putra dan menantunya itu kini sangat bahagia dengan kehidupan rumah tangganya.


Setelah memberi sambutan di podium, Kevin segera turun dari sana untuk menghampiri istrinya yang sedang bersama Reyhan beserta Larissa dan anaknya.


"Selamat Mas kamu sudah jadi CEO sekarang," ucap Alena sembari memeluk suaminya.


"Makasih sayang, ini juga berkat kamu." ucap Kevin mengusap kepala Alena.


"Mamah," panggil baby Arkana seraya mengangkat kedua tangannya.


Arkana rupanya ingin dipeluk juga oleh Alena.


"Eh kamu mau dipeluk juga?" tanya Alena sembari mengurai pelukannya pada Kevin.


Wanita itu kemudian mengangkat baby Arkana untuk ia gendong.


Para hadirin yang ada di sana dipersilahkan untuk menikmati makanan yang sudah disediakan.


Kevin mengambilkan makanan untuk istri dan anaknya, begitupun juga dengan Reyhan yang mengambilkan makanan untuk Larissa dan kedua anak kembarnya.


"Sehabis makan kita pulang ya," ucap Kevin.


"Pulang? Bukannya acara ini belum selesai?" tanya Alena yang heran dengan ucapan Kevin.

__ADS_1


"Nggak papa kita pulang duluan Sayang, lagi pula disini ada papah sama kakek Eren," ucap Kevin.


Alena menganggukan kepalanya, tanda ia setuju dengan ajakan Kevin untuk pulang ke rumah lebih dulu.


Mereka kemudian memakan makanan yang sudah diambil oleh Kevin hingga makanan itu habis tak tersisa.


Bukan Kevin maupun baby Arkana yang banyak makannya, melainkan Alena. Wanita itu menghabiskan dua porsi spaghetti yang diambilkan oleh Kevin.


Sedangkan Kevin sendiri dan baby Arkana hanya memakan satu piring berdua.


"Mamah anyak maemnya," ucap baby Arkana yang melihat Alena makan banyak.


"He'eh," ucap Kevin seraya menganggukan kepalanya.


"Aku dulu saat hamil Brian dan Briana makannya banyak seperti itu," ucap Larissa kakak ipar Alena.


ucapan Larissa untuk membuatnya ditatap oleh orang-orang yang ada di meja itu.


"Betul itu Al, dulu Kakak iparmu ini saat hamil Brian dan Briana pengennya itu makan terus," ucap Reyhan membenarkan ucapan Larissa.


Kevin yang awalnya menatap pada Larissa kini beralih menatap Alena yang ternyata sedang menatap juga padanya.


"Jangan-jangan kamu lagi hamil Sayang," ucap Kevin.


"Aku nggak tahu Mas," ucap Alena menggelengkan kepalanya.


Alena menganggukkan kepalanya, saran dari kakak iparnya itu akan ia lakukan. Sebelum pulang ke rumah Ia akan mampir ke apotek untuk membeli tespek.


Alena Kevin dan baby Arkana undur diri terlebih dahulu dari acara tersebut.


Kevin melajukan mobilnya pulang ke rumah. Namun saat melewati Apotek ia singgah terlebih dahulu ke sana.


Padahal Alena sendiri belum memintanya untuk singgah. Pria itu benar-benar berinisiatif sendiri sebelum diminta oleh Alena.


"Kamu tunggu di sini aja sayang biar aku yang turun," ucap Kevin langsung turun dari mobil.


Alena tercengang melihat Kevin yang sudah keluar dari mobil.


Kevin masuk ke dalam apotek tersebut lalu menyebutkan apa saja yang hendak ia beli ada apoteker yang sedang berjaga di sana.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, pria itu segera kembali ke dalam mobil lalu melajukan lagi mobilnya untuk tiba di rumah.


Begitu sampai di rumah, Kevin segera menggendong baby Arkana yang sedang terlelap untuk membawanya ke dalam kamar Arkana sendiri.

__ADS_1


Lalu setelahnya pria itu segera masuk ke dalam kamarnya untuk memberikan alat cek kehamilan itu pada Alena.


"Ayo sayang kamu cek dulu," ucap Kevin yang sudah tidak sabar.


Pria itu mengharapkan bahwa Alena saat ini tengah mengandung. Terlebih lagi Kevin tahu bahwa istrinya itu sudah terlambat datang bulan.


"Iya Mas," jawab Alena kemudian mengambil alat cek kehamilan yang berada di tangan Kevin.


Wanita itu segera masuk ke dalam kamar mandi, lalu memeriksanya di sana.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Alena bisa melihat alat tes kehamilan itu bergaris dua yang artinya ia positif hamil.


"Alhamdulillah," ucap Alena penuh syukur.


Wanita itu kemudian menyembunyikan alat tes kehamilan tersebut di belakang tubuhnya, lalu keluar dari dalam kamar mandi itu.


"Bagaimana hasilnya Sayang?" tanya Kevin yang penasaran.


Alena terdiam sejenak kemudian menunjukan alat tespek tersebut pada suaminya.


Kevin mengambil tespek yang berada di tangan Alena. Bibirnya tersenyum lebar melihat garis dua yang berada ditespek tersebut


"Kamu hamil Sayang, kamu hamil." ucap Kevin senang sekali.


Pria itu langsung menggendong tubuh Alena lalu membawanya berputar putar.


"Yeay, kamu hamil lagi." ucap Kevin masih dengan menggendong tubuh Alena yang ia bawa berputar.


"Sudah Mas turunkan aku, aku pusing." pinta Alena.


Brukk!


Kevin menurunkan Alena di atas ranjang, kemudian menatap wajah cantik istrinya itu dengan lekat.


Seperti ada yang ingin pria itu katakan padanya, tapi Kevin tidak kunjung membuka suara membuat Alena yang ditatap pria itu menjadi salah tingkah.


"Kenapa sih Mas?" tanya Alena.


Kevin menggelengkan kepalanya terlebih dahulu barulah mulai berbicara.


"Terima kasih sayang kamu hadir di hidupku. Hadirnya kamu membawa kebahagiaan yang bertubi-tubi dihidupku," ucap Kevin.


Alena tersenyum lebih dulu baru kemudian menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Iya juga merasa bahagia karena menjadi istri dari pria yang sangat mencintai dirinya. Ia berharap, keluarganya akan terus merasakan kebahagiaan ini.


Bukan Alena saja yang berharap demikian, melainkan dengan Kevin juga. Pria itu benar-benar sangat mengharapkannya. Mengharapkan kebersamaan dirinya dengan Alena hingga maut memisahkan mereka.


__ADS_2