
Kevin dan Alena keluar dari kamar sudah pukul sembilan pagi.
Mereka melewati sarapan bersama keluarga yang lainnya, padahal mereka bangun sedari tadi, hanya saja terlalu lama berada dikamar mandi.
Kevin menggandeng tangan Alena untuk menuruni anak tangga bersamaan.
Setibanya dilantai satu, rupanya seluruh keluarganya sedang berkumpul diruang keluarga.
"Lama tidak bertemu, serasa pengantin baru lagi ya," goda Reyhan yang membuat sepasang suami istri yang sedang bergandengan tangan itu salah tingkah.
Buka hanya salah tingkah, tapi pipi Alena juga sudah merona.
Ia malu sekali digoda seperti itu oleh kakaknya. Terlebih lagi saat ini keluarganya sedang berkumpul.
"Sana kalian sarapan dulu. Kasian tuh babbynya nanti kelaparan," ucap Mayang.
"Iya Bu, kalau begitu Alena dan Kevin sarapan dulu ya," ucap Alena yang dijawab anggukan kepala dari Mayang.
Sepasang suami istri itu berjalan menuju meja makan. Disana masih terhidang menu sarapan tadi pagi, yakni nasi goreng serta roti bakar.
"Kamu mau makan apa, Vin?," tanya Alena.
"Nasi goreng sayang," jawab Kevin.
Alena kemudian mengambilkan nasi goreng secukupnya dipiring Kevin kemudian kepiringnya juga.
Mereka makan bersama dimeja makan. Setelah selesai keduanya ikut bergabung diruang keluarga dengan keluarga yang lainnya.
Setibanya disana, Alena melihat ada seorang kakek yang duduk dikursi roda dengan wajah bule timur tengah.
Kakek tersebut mirip sekali dengan suaminya.
Pantas saja Kevin tidak terlalu mirip Andrian yang berwajah indo menurun dari ibunya, ternyata pria itu mirip dengan Kakeknya yang bule itu.
"Ini kakeknya Kevin Alena, panggil saja kakek Eren, beliau asli orang turki," ucap Andrian memperkenalkan ayahnya pada menantunya.
Alena segera menghampiri kakek Eren, lalu menyaliminya.
"Assalamualaikum kakek," sapa Alena sembari menyalimi kakek Eren.
"Wa'alaikumsalam," ucap kakek Eren menjawab salam dari Alena.
"Kenalin kek, nama saya Alena istrinya Kevin," ucap Alena malu-malu.
"Iya Alena, Andrian sudah menceritakan tentangmu pada kakek. Terimakasih, kamu sudah mau menerima Kevin," ucap Kakek Eren.
"Iya Kek," jawab Alena singkat, karena Ia masih canggung dengan kakek dari suaminya itu.
Setelahnya mereka berbincang diruang keluarga tersebut hingga pukul sebelas siang, keluarga Alena pamit pulang kerumah masing-masing.
Mereka turut bahagia atas kepulangan Kevin dan kedatangan Kakek Eren dari luar negeri.
__ADS_1
Alena dan Kevin mengantar keluarga Alena yang akan pulang kerumah, sampai diteras rumah.
Setelah kepergian keluarga Alena, sepasang suami istri itu pamit pada Andrian dan kake Eren bila mereka hendak jalan-jalan.
Kevin mengeluarkan mobil sport miliknya, yang sudah lama tidak ia gunakan.
Pria itu lebih suka menggunakan motor sportnya dibanding menggunakan mobil.
Tapi berhubung sekarang Alena tengah hamil besar dan tidak memungkinkan bila harus naik motor jadi Kevin mengeluarkan mobil sportnya.
"Kita mau kemana dulu, Vin?," tanya Alena setelah Kevin melajukan mobilnya kejalanan.
"Emmm. Gimana kalau temani aku cukur rambut dulu," ucap Kevin.
"Boleh," ucap Alena.
Kevin segera melajukan mobilnya kearah tempat dimana ia biasanya memotong rambut.
Tidak lama kemudian Kevin menghentikan laju mobilnya saat sudah tiba ditempat cukur rambut pinggir jalan.
Kevin segera membukakan pintu mobil dibagian Alena duduk, lalu membantu wanita itu keluar dari mobil dan menutup pintu mobil tersebut.
Setelahnya, Alena digandeng oleh Kevin menghampiri tempat cukur rambut tersebut.
Tempat cukur rambut itu hanya berukuran 3x3, dengan banyak alat cukur dan gambar model rambut yang terpajang didinding, membuat Alena tercengang.
"Disini?," tanya Alena.
"Kamu yakin?," tanya Alena tak percaya bila Kevin mau datang ketempat pinggiran seperti ini.
"Yakin dong sayang. Kenapa sih, kamu kok kayak nggak percaya gitu?," tanya Kevin yang dijawab gelengan kepala dari Alena.
"Ayo," ajak Kevin masih menggandeng tangan Alena, kemudian masuk kedalam tempat cukur rambut tersebut.
"Wah wah wah. Siapa nih yang datang. Lama banget loh Vin nggak kesini," ucap pemilik cukur rambut tersebut sembari memberi kepalan tangan pada Kevin.
Kevin membalas kepalan tangan tersebut kemudian membenturkan bahunya pada bahu pria itu.
"Kemana aja lo, Vin?," tanya orang tersebut sembari menarikan kursi untuk Kevin duduk, namun Kevin justru memberikan kursi tersebut pada Alena.
"Duduk sayang," ucap Kevin.
"Ini bini lo?," tanya tukang cukur rambut tersebut sembari menunjuk Alena.
Pria itu bisa melihat bila Alena tengah hamil besar.
"Iya, dia bini gue," jawab Kevin.
Tukang cukur rambut tersebut menjulurkan tangan pada Alena untuk bersaliman, namun segera ditepis oleh Kevin.
Tukang cukur rambut itu menyengir pada Kevin, karena telah melakukan kesalahan hendak bersalaman dengan istri temannya itu.
__ADS_1
"Mending lo cukur rambut gue aja," titah Kevin.
"Ayo kalo gitu," ajak tukang cukur rambut tersebut, kemudian berjalan lebih dulu ketempatnya mencukur rambut.
"Sebentar ya sayang, aku tinggal," ucap Kevin yang mendapat anggukan dari istrinya.
Kevin kemudian menghampiri tukang cukur rambut langganannya, lalu duduk dikursi.
Rambut gondrong Kevin mulai dicukur.
Padahal bila pria itu tidak sekolah, Kevin lebih suka dengan rambutnya yang seperti ini.
Panjang sebahu dan bisa ia ikat.
Alena yang duduk dikursi hanya memperhatikan Kevin yang sedang dicukur, hingga tidak lama kemudian sayup-sayup Alena mendengar suara seseorang yang ia kenal.
Alena segera menoleh kearah luar.
Ia melihat Pak Wawan dan Bu Farah sedang berjalan mendekat pada tempat cukur rambut tersebut. Membuatnya seketika panik.
Alena segera bangkit dari duduknya, kemudian mengeluarkan masker didalam tasnya lalu menghampiri Kevin yang sedang dicukur rambutnya.
"Ada Pak Wawan dan Bu Farah mau masuk kesini, kamu cepat pakai maskernya," bisik Alena.
Kevin mengangkat tangan kanannya untuk memberi tanda pada tukang cukur tersebut menghentikan kegiatannya.
"Mana?," tanya Kevin sembari menoleh kearah pintu.
Benar saja, apa yang Alena katakan bila Pak Wawan dan Bu Farah sedang menuju tempat cukur ini.
Kevin buru-buru mengenakan masker yang diberikan Alena.
"Selama ada orang-orang itu, lo jangan pernah manggil nama gue," ucap Kevin memberi tahukan pada tukang cukur tersebut.
Meski bingung dengan permintaan temannya itu, tapi tukang cukur tersebut mengiyakan ucapan Kevin.
Tidak lama kemudian Pak Wawan dan Bu Farah tiba ditempat cukur tersebut.
"Bu Alena disini juga ternyata," ucap pak Wawan berbinar karena bisa melihat Alena diluar sekolahan.
"Bu Alena sedang apa disini?," tanya Bu Farah.
"Emm, ini. Saya lagi nemanin suami saya cukur rambut," ucap Alena.
"Yang mana suami Bu Alena?," tanya Bu Farah.
Dengan ragu-ragu Alena akhirnya menunjuk pada Kevin yang sedang dicukur rambutnya menggunakan masker.
Dalam benaknya, semoga kedua rekan gurunya tidak mengenali Kevin.
Bu Farah dan Pak Wawan melihat kearah jari Alena yang menunjuk seorang pria bermasker sedang mencukur rambut diantara dua orang lainnya yang sama mencukur rambut juga.
__ADS_1
"Seperti kenal ya Bu Farah?," tanya Pak Wawan pada Bu Farah yang membuat wajah Alena berubah pias.