Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 43 Cantiknya Istriku


__ADS_3

"Aku setiap bulannya hanya memeriksa kesehatannya. Aku sengaja tidak ingin tahu jenis kelaminnya. Aku ingin tahu saat periksa kandungan bersamamu," ucap Alena yang membuat bibir Kevin melengkung.


Pria itu tersenyum manis.


Tidak seperti dulu, jangankan untuk tersenyum, bicara saja hanya seperlunya.


Tapi kini Kevin sudah berubah, ia sangat mencintai istrinya.


Cinta yang baru ia sadari saat dirinya diisolasi.


"Kapan jadwalnya periksa lagi?," tanya Kevin.


"Tiga hari lagi," jawab Alena.


"Aku akan temani kamu periksa," ucap Kevin, yang dijawab dengan senyuman manis dari Alena.


Pria itu kemudian menggosok tubuh Alena menggunakan spons mandi.


Digosok mulai dari punggung wanita itu, tangan, ketiak dan hendak kebagian depan.


"Aku aja," ucap Alena kemudian merebut spons mandi ditangan Kevin.


Alena menggosok sendiri tubuh bagian depannya, kemudian meminta Kevin berbalik, untuk gantian menggosok tubuh pria itu.


Alena mulai menggosok tubuh Kevin yang kurus itu. Berbeda sekali dengan enam bulan yang lalu, tubuh Kevin masih berisi.


"Tubuhmu kurus sekali, Vin," ucap Alena.


"Iya Al, terlihat sekali ya?," tanya Kevin yang diangguki oleh Alena.


Tangan wanita itu kemudian naik kebagian kepala Kevin, memberi sampo pada rambut panjang pria itu. Rambut Kevin panjangnya sudah sebahu.


"Nanti temani aku potong rambut ya," pinta Kevin.


"Dimana?," tanya Alena.


"Dicaffe. Ya ditukang cukur rambut lah sayang," ucap Kevin yang geregetan mendengar pertanyaan dari istrinya.


"Iya aku tahu ditukang cukur. Maksud aku disalon atau ditukang cukur pinggiran," ucap Alena mencebikan bibirnya.


"Nanti kamu tahu sendiri," ucap Kevin kemudian membalikan tubuhnya untuk menghadap Alena.


Kevin tatap dalam-dalam wajah Alena yang cantik, kemudian ia sambar bibir Sexy itu.


Kevin juga ingin memeluk Alena dari depan namun terhalang oleh perut besar Alena.


"Kenapa kita dari dulu tidak seperti ini ya?," tanya Kevin.


"Jangankan seperti ini, kamu bicara padaku saja jarang, Vin," jawab Alena mencebikan lagi bibirnya.


"Iya itu karena aku belum mencintai kamu, Al. Kamu juga bukannya dulu mencintai Satria, kan?," tanya Kevin.


Mendapati dirinya ditanya seperti itu membuat Alena teringat lagi dengan Satria.

__ADS_1


Teringat bukan karena masih mencintai pria itu, melainkan karena dirinya merasa bersalah telah menghianati Satria.


Alena bahkan belum sempat minta maaf pada pria itu, tapi Satria justru sudah pergi meninggalkannya.


Entah dimana keberadaannya sekarang ini, Alena hanya berharap pria itu bisa memaafkannya dan tidak menyimpan dendam padanya.


Mendapati Alena yang murung, Kevin segera menangkup kedua pipi Alena.


"Hei, kenapa wajahmu terlihat sedih?," tanya Kevin dengan lembut.


"Aku belum minta maaf sama mas Satria, Vin. Dia sudah pergi, dan entah dimana sekarang," jawab Alena.


"Mau aku bantu, supaya kamu bisa menemukannya?," tanya Kevin yang dijawab gelengan kepala oleh Alena.


"Tidak usah Vin. Mungkin dia tidak ingin bertemu denganku lagi," ucap Alena.


Kevin menganggukan kepalanya kemudian membantu Alena keluar dari bak mandi untuk membilas tubuh mereka.


Setelahnya sepasasang suami istri itu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrode, menuju ruang ganti.


Pria itu masuk lebih dulu kedalam ruang ganti tersebut kemudian melihat pada cela antara dinding dan lemari bajunya.


Alena yang paham dengan itu segera bersuara.


"Sudah aku musnahkan semuanya," ucap Alena.


Kevin menoleh pada Alena yang berbicara padanya. Pria itu kemudian tersenyum sembari menggaruk tengkuknya.


Bukk.


Alena memukul dada Kevin dengan kepalan tangannya.


"Awas ya kalau sampai kamu memakai obat-obatan itu lagi," ancam Alena sembari mendelikan matanya dan memukul-mukul dada suaminya.


"Ampun sayang, aku tidak lagi," ucap Kevin kemudian menahan kedua tangan Alena yang masih memukul dadanya.


"Terus kenapa kamu masih mencari barang itu?," tanya Alena masih mendelikan matanya.


Sungguh Alena sudah seperti emak-emak yang sedang marah pada anaknya.


Meski begitu, tapi Kevin senang melihatnya, ia jadi merindukan masa-masa disekolahan saat Alena sedang mengajar dikelasnya tapi ia tinggal tidur.


"Aku hanya mau membuang barang itu," ucap Kevin.


Alena menatap lekat pada kedua bola mata pria itu. Tidak ada kebohongan dari yang dia lihat, membuat dirinya mempercayai pria itu.


"Baiklah, aku percaya," ucap Alena.


Cup.


"Makasih sayang," ucap Kevin setelah mencium sekilas bibir istrinya.


Alena tersenyum, kemudian ia membuka lemari baju Kevin lebih dulu.

__ADS_1


Mencari dan menyiapkan baju untuk suaminya.


Didalam lemari itu semua baju Kevin berwarna hitam, hanya seragam SMA saja yang memiliki warna lain.


Alena mengambilkan satu baju kaos berwarna hitam lalu memberikannya pada Kevin.


"Sepertinya baju-bajumu jadi kebesaran ya Vin," ucap Alena sembari melihat Kevin yang sudah mengenakan kaos tersebut.


"Tidak Apa-apa, seminggu lagi juga berat badanku akan bertambah," ucap Kevin.


"Tapi Vin, kamu tidak cocok pakai baju kaos itu. Gimana kalau pakai ini saja?," ucap Alena kemudian menunjukan baju kemeja berwarna hitam pada Kevin.


Kevin mengangguk, kemudian membuka baju kaos yang sudah ia kenakan tersebut, lalu menerima kemeja yang diberikan Alena dan mengenakannya.


Alena menelisik penampilan suaminya dari atas hingga bawah.


Bagian bawahnya, Kevin mengenakan celana jeans berwarna hitam dengan bagian lututnya robek-robek.


Alena menggelengkan kepalanya, rasanya tidak cocok celana jeans robek-robek dipasangkan dengan atasan kemeja.


"Tidak cocok," ucap Alena kemudian memilih baju Kevin yang lainnya.


Alena mengambil satu kaos berwana hitam namun berbeda dengan kaos yang tadi.


"Coba ini," ucap Alena sembari menyerahkan kaos hitam tersebut.


Kevin melepas lagi baju yang sudah ia kenakan lalu memakai lagi baju pilihan Alena.


Pria itu tidak menolak apa saja yang dikata oleh Alena.


Bila Alena mengatakan ganti, maka dia akan mengganti baju itu. Bila Alena mengatakan cocok dengan bajunya, maka Kevin juga akan menyetujuinya.


Setelah percobaan baju dan celana yang ke 5 kali barulah cocok dengan selera Alena.


Kevin kemudian berdiri didepan cermin besar, lalu memperhatikan penampilannya dari atas hingga bawah.


Ia mengenakan celana pendek berwarna hitam dengan kaos berwarna hitam.


Padahal selama ini, Kevin paling anti menggunakan celana pendek untuk keluar dari rumah.


"Bagus ini. Cocok denganmu Vin. Kamu terlihat semakin tampan," ucap Alena.


Kevin menggaruk tengkuknya, dengan ragu-ragu akhirnya iya setuju dengan baju pilihan istrinya.


Kini giliran Kevin yang mencari baju untuk Alena, namun wanita itu menolak semua baju pilihan suaminya.


Ia hanya ingin mengenakan baju pilihannya sendiri, yakni dress panjang dengan lengan pendek, lalu dirangkap menggunakan switer.


Setelah selesai berpakaian, Kevin membantu menyisir rambut Alena yang panjang.


"Cantiknya istriku," ucap Kevin seraya menatap cermin didepannya.


Dicermin itu, Alena juga sedang menatap kearah sana sehingga keduanya saling bertatapan dan tersenyum bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2