Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 24 Dirayu Hans


__ADS_3

Upacara bendera sudah akan dimulai tapi Alena masih tidak melihat Kevin ikut berbaris bersama murid lainnya.


Alena segera menghampiri barisan kelas XII IPS 3.


"Dimana Kevin?," tanya Alena pada semua siswa kelas itu.


"Dikelas, Bu" ucap salah satu siswa.


Alena menganggukan kepalanya.


Wanita itu segera mencari Kevin dikelas, ia ingin Kevin mengikuti upacara bendera sama seperti yang lainnya.


Selama Alena mengajar disekolah itu, ia belum pernah melihat Kevin ikut dibarisan.


Setibanya dikelasnya Kevin, Alena segera masuk kekelas itu.


Benar apa yang dikatakan siswa tadi, bila Kevin ada dikelas. Pria itu sedang duduk ditempat duduknya sembari kepalanya ia letakan dimeja.


Alena yang melihat Kevin sedang tidur menggelengkan kepalanya. Wanita itu kemudian menghampiri Kevin yang sedang tidur.


"Vin," panggil Alena sembari menggoyangkan tubuh Kevin.


"Kevin bangun," titah Alena.


Wanita itu terus saja menggoyangkan tubuh Kevin, hingga akhirnya pria itu bangun juga.


"Gue ngantuk, pengen tidur," ucap Kevin.


"Nggak bisa Vin. Ini disekolahan, kamu nggak boleh tidur. Ayo bangun, cuci muka dan ikuti upacara," titah Alena.


Tapi Kevin tidak mengherani Alena, pria itu meletakan lagi kepalnya diatas meja dan memejamkan lagi matanya.


"Vin, ayo bangunlah," pinta Alena lagi, tapi Kevin masih tidak mengheraninya.


"Sudahlah," gumam Alena.


Wanita itu kembali lagi kelapangan, untuk mengikuti upacara.


Kevin yang ditinggal pergi oleh Alena segera membuka matanya dan menegakan tubuhnya.


Ia bosan sekali berada disekolahan, akhirnya Kevin bangkit dari duduknya kemudian keluar dari kelas.


Ia akan pergi kebasscamp.


Kevin berjalan melewati pinggir lapangan sekolah yang masih dilaksanakan upacara bendera.


Alena yang melihat Kevin keluar dari kelasnya, seketika menyunggingkan senyumnya. Dalam benaknya, akhirnya Kevin keluar juga.


Bu Farah yang berada disebelah Alena, bisa melihat bila rekan kerjanya itu tersenyum sendiri membuat ia mengerutkan keningnya.


Bu Farah mengikuti arah pandang Alena yang ternyata sedang melihat Kevin sembari tersenyum.


'Apa mereka ada hubungan ya?,' batin Bu Farah.


Namun ia hanya membatin saja, ia tidak berani untuk melontarkan pertanyaan itu pada Alena.


Wajah Alena yang tadi terlihat senang, kini berubah menjadi kesal.


Ia kira Kevin keluar dari kelas hendak mengikuti upacara, tapi ternyata Kevin berlalu menuju parkiran.

__ADS_1


"Bagaimana lagi caranya merubah kamu, Vin?," gumam Alena pelan bertanya pada dirinya sendiri.


Kevin yang sudah tiba diparkiran segera menaiki motornya dan mengenakan helm.


Ia tidak mengenakan jaket, karena jaketnya tadi ia masukan didalam tas.


Gruunngg..


Kevin segera melajukan motornya untuk menuju basscamp.


Namun, saat ia tiba digerbang sekolahan, satpam tersebut tidak membukakan pintu gerbangnya.


"Buka pintunya!!" titah Kevin meninggikan suaranya.


"Maaf mas Kevin, mulai sekarang mas Kevin tidak diizinkan keluar dari lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsunh," ucap satpam tersebut.


"Siapa yang berani ngomong begitu?," tanya Kevin.


"Bu Alena mas. Bila mas Kevin ingin keluar, sebaiknya minta izin pada Bu Alena lebih dulu," jaeab satpam tersebut.


"Ck, dia lagi, dia lagi," ucap Kevin senbari berdecih.


Kevin meninggalkan motornya didepan pintu gerbang bagian dalam.


Ia segera mencarari Alena.


Alena baru saja selesai dengan upacara benderanya dan ia hendak menuju kantor untuk persiapan mengajarnya.


"Buka pintu gerbang itu!," titah Kevin setibanya didepan Alena.


"Nggak bisa Vin, ini waktunya belajar. Jadi kamu nggak boleh keluar," ucap Alena.


Ia malas berdebat dengan Alena, apalagi saat ini mereka sedang ada disekolahan.


Melihat Kevin yang kembali kekelas, membuat Alena merasa lega.


Alena juga melanjutkan jalannya yang tadi hendak kekantor.


Didalam kelas, Kevin yang baru masuk kelas segera mendudukan bokongnya dikursinya.


Tidak lama kemudian Alena masuk kedalam kelas itu, karena memang jadwal mengajarnya dikelas XII IPS 3.


"Selamat pagi anak-anak," ucap Alena.


"Pagi Bu," ucap semua murid dikelas itu kecuali Kevin.


Alena melirik pada Kevin, pria itu tak bersuara tapi tidak sedang tidur.


"Semuanya perhatikan kedepan, jangan ada yang bicara atau tidur saat ibu menjelaskan," ucap Alena.


"Baik Bu," ucap semua murid lagi kecuali Kevin.


"Kamu dengar, kan Kevin?, jangan ada yang tidur!," ucap Alena tegas.


Kevin menganggukan kepalanya. Ia tidak tidur. Untuk pertama kalinya, Kevin mau memperhatikan guru yanga sedang menjelaskan pelajaran.


Bukan prlajarannya yang diperhatikan oleh Kevin, melainkan Alena yang sedang menjelaskan pelajaran didepan papan tulis.


Setelah selesai menjelaskan, ia meminta semua murid dikelas itu untuk menyalin dan mengerjakan tugas.

__ADS_1


Sejak tadi Alena bisa melihat Kevin tidak tidur, tapi pria itu juga tidak menulis dan tidak mengerjakan tugas.


Melihat itu, Alena segera menghampiri suami rahasiannya.


"Kenapa kamu tidak ikut menulis?," tanya Alena.


"Nggak bawa buku," jawab Kevin.


"Lalu apa isi tas yang kamu bawa ini?," tanya Alena.


Wanita itu mengambil tas milik Kevin kemudian membukanya dan memeriksa isinya.


Kosong.


Isi tas tersebut kosong. Kevin memang dari rumah tidak membawa apapun.


"Kosong? Kenapa kamu tidak bawa buku sesuai jadwal hari ini?," tanya Alena lagi.


"Males," jawab Kevin santai.


Alena yang sedari tadi sabar berubah menatap Kevin dengan tajam tapi Kevin justru membuang mukanya.


Alena kemudian berjalan kemeja guru, mengambil buku tulis dan pensil miliknya kemudian ia berikan pada Kevin.


"Tulis apa yang sudah saya tuliskan didepan lalu kerjakan tugasnya," titah Alena.


Kevin malas sekali rasanya untuk mengerjakan tugas ini.


Tapi ia menurut. Kevin mengambil buku yang diberikan Alena padanya kemudian mulai menulis yang ada dipapan tulis itu.


Alena mengangguk melihat Kevin yang mau menulis. Ia juga akan mengajari Kevin saat dirumah nanti.


Alena mengedarkan pandangannya kepenjuru kelas itu, rupanya Hans sejak tadi memperhatikan Alena dan Kevin.


Dihampirinya lah oleh Alena, Hans yang duduk dipojok sisi lain.


"Ada yang ingin kamu tanyakan, Hans?," tanya Alena.


"Tidak ada Bu, saya cuma mau bilang Bu Alena Cantik," ucap Hans sembari tersenyum.


Semua murid dikelas itu tertawa mendengar ucapan Hans, namun terhenti saat Kevin bangkit dari duduknya kemudian berjalan kearah Hans.


Bugh.


Kevin memukul Hans, ia tidak terima istrinya dirayu seperti itu.


"Kevin!" panggil Alena tegas mampu menghentikan Kevin yang hendak memukul Hans lagi.


"Kenapa? Lo seneng dirayu dia?," tanya Kevin sembari menunjuk pada Hans.


Alena seketika mendelikan matanya. Bisa-bisanya Kevin berbicara seperti itu, atau jangan-jangan suaminya ini cemburu dengan Hans yang merayu Alena.


Pertanyaan Kevin itu mampu membuat seisi kelas bertanya-tanya. Mereka jadi menduga-duga Kevin dan Alena memiliki hubungan dan Kevin cemburu saat Alena dirayu pria lain.


Ditambah lagi mereka semua pernah melihat Alena menggandeng tangan Kevin.


Tapi mereka hanya bisa menduga-duga didalam hati. Mereka tidak ada yang berani melontarkan itu.


"Cukup Kevin! Kamu itu tidak ada sopan santunnya ya dengan saya. Saya ini gurumu Kevin!," ucap Alena tegas.

__ADS_1


__ADS_2