Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 57 Menolak Keputusan


__ADS_3

Seminggu berlalu.


Hari-hari Kevin selalu dihabiskan dengan dirinya yang melayani istrinya. Apapun yang wanita itu inginkan dan apapun yang wanita itu butuhkan selalu Kevin turuti.


Tapi tentunya Alena tidak memanfaatkan itu. Sebisa mungkin ia tidak mengandalkan suaminya.


Terhitung sisa dua hari lagi Kevin akan mengikuti ujian akhir. Setiap malam sebelum tidur Kevin menyempatkan diri untuk belajar terlebih dahulu.


Tidak seperti biasanya yang malas, kini Kevin sangat antusias dengan belajarnya. Iya tak mau mengecewakan Alena yang sudah susah payah mengajarinya. Kevin akan berusaha agar dirinya bisa lulus sekolah tahun ini.


"Ayo sayang kita berangkat kesekolah," ajak Kevin.


"Sebentar Mas aku masih siap-siap dulu," ucap Alena.


Alena sudah satu minggu memanggil Kevin dengan sebutan 'Mas'. Meski Kevin dan Alena seumuran, tapi Alena merasa tidak pantas bila hanya memanggil Kevin dengan namanya saja.


Hari ini adalah hari sabtu dimana hari terakhir Kevin sekolah sebelum ia melaksanakan ujian.


Setelah bersiap Alena dan Kevin segera berangkat kesekolah karena sebelumnya mereka sudah sarapan terlebih dahulu.


Seminggu terakhir ini juga Alena dan Kevin selalu berjalan pagi dilingkungan kompleks tempat mereka tinggal.


Kata dokter Anne, ibu hamil dianjurkan untuk berjalan kaki, sehingga Kevin sering mengajak istrinya untuk jalan-jalan pagi.


Kedekatan mereka juga sering terlihat oleh banyak orang, sehingga menimbulkan banyak orang yang berfikir tidak-tidak pada mereka berdua.


Setibanya disekolahan, bisik-bisik kabar miring mengenai dirinya dan Kevin terdengar ditelinga Alena.


"Ehh. Katanya Bu Alena itu pacaran sama si Kevin," ucap salah satu murid yang sedang berjalan dengan teman-temannya.


"Iya gue juga denger kabarnya. Gue nggak nyangka, Bu Alena udah punya suami, terus sekarang lagi hamil tapi justru pacaran sama muridnya," ucap murid yang lainnya.


"Atau jangan-jangan, Bu Alena itu belum nikah. Karena hamil duluan, jadi dia ngaku-ngaku punya suami buat nutup-nutupin," ucap murid yang lainnya lagi.


Alena yang sedang berjalan lebih dulu masuk kedalam sekolahan menghentikan langkah kakinya karena mendengar kabar miring itu.


Meski dirinya dikabarkan miring seperti itu, Alena tidak mengheraninya pasalnya kabar itu tidak benar.


Wanita itu terus melangkahkan kakinya menuju kantor sekolahan. Sepanjang perjalanan dirinya menuju kantor, Alena masih mendengar gosip-gosip tersebut.


"Bu Alena dipanggil Kepala Sekolah keruangannya, sekarang." ucap salah satu rekan gurunya.

__ADS_1


"Baik Bu," ucap Alena.


Alena kemudian bergegas menuju ruangan Kepala Sekolah.


Setibanya disana wanita itu langsung dipersilahkan untuk duduk dikursi yang berhadapan dengan Kepala Sekolah.


Kedua orang yang saling berhadapan itu masih terdiam, belum ada yang memulai pembicaraan hingga akhirnya Alena yang lebih dulu bicara.


"Ma'af, Pak, ada apa saya diminta menemui anda?" tanya Alena.


"Ehemm. Begini Bu Alena. Seperti yang sudah anda dengar, bila beberapa hari terakhir ini ada gosip beredar mengabarkan anda dengan Kevin memiliki hubungan," ucap Kepala Sekolah berdehem lebih dulu agar tidak gugup.


Jujur saja Kepala Sekolah itu selalu gugup saat membahas Kevin.


Ia juga tidak enak pada Andrian selaku pemilik sekolahan, namun ia sebagai Kepala Sekolah juga harus mengklarifikasi gosip yang beredar di sekolahan.


Alena menundukan kepalanya, ia bingung untuk menjelaskan pada pria paruh baya didepannya.


"Apa betul gosip itu Bu? Bisa anda jelaskan," ucap Kepala Sekolah.


Alena menggigit bibir bawahnya dengan masih menentukan kepalanya.


Bila ini saatnya pernikahannya harus diketahui semua orang, maka Alena sudah siap. Tapi bagaimana dengan Kevin? bagaimana dengan sekolah suaminya itu?


Ia sudah mau bicara, namun pintu ruangan tersebut dibuka oleh Andrian.


Andrian datang bersama dengan Kevin. Kedua pria itu segera melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan kepala sekolah.


Kevin duduk dikursi sebelah Alena, sedangkan Andrian duduk di sebelah kiri Alena.


Dengan datangnya Andrian dan Kevin keruangan itu tentu saja mengejutkan Kepala Sekolah yang sedang duduk di depan Alena.


"Ada apa anda memanggil Alena kemarin?" tanya Andrian.


"Emm, ini Pak," ucap kepala sekolah ragu untuk mengatakannya pada Andrian.


"Katakan saja," titah Andrian.


"Begini Pak, beberapa hari ini saya mendengar para guru dan murid membicarakan Elena dan Kevin. Mereka dikabarkan menjalin hubungan terlarang yakni Bu Alena yang sudah menikah masih berkencan dengan Kevin," ucap Kepala Sekolah.


Andrian menganggukkan kepalanya terlebih dahulu, sebelum ia menanggapi ucapan dari kepala sekolah.

__ADS_1


"Saya mengklarifikasi bahwa isu itu tidak benar. Alena sudah menikah sedangkan Kevin juga masih sekolah. Mereka dekat karena keduanya adalah sepupu, Bu Mayang ibunya Bu Alena adalah kakaknya Diana mantan istri saya," ucap Andrian.


Kepala sekolah tersebut menganggukan kepalanya, dia mengerti apa yang disampaikan oleh Andrian.


Bahwa ternyata Alena adalah sepupunya Kevin.


"Mohon maaf Pak atas gosip-gosip yang beredar disekolahan. Saya akan mengklarifikasi kepada para siswa dan guru agar tidak menggosip seperti itu lagi," ucap Kepala Sekolah.


Andrian setuju dengan ucapan Kepala Sekolah. Apa yang diucapkan pria paruh baya itu mungkin adalah yang terbaik untuk Kevin dan Alena agar kedua orang itu merasa nyaman berada disekolahan.


Andrian, Alena dan Kevin kemudian keluar dari ruangan kepala sekolah lalu menuju ruangan Andrian karena ada yang ingin dibicarakan oleh pria paruh baya itu.


Alena dan Kevin duduk berseberangan dengan Andrian yang duduk di kursinya.


"Papa sudah memutuskan untuk Kevin setelah lulus sekolah, kamu akan mengelola perusahaan. Sedangkan Alena kamu akan mengelola yayasan," ucap Andrian.


Alena terkejut mendengar ucapan dari ayah mertuanya. Padahal ia sudah tidak mengingat imbalan itu.


Wanita itu kini benar-benar tulus mencintai Kevin, ia bertahan dengan suaminya bukan karena imbalan yang sudah dijanjikan Andrian padanya dulu melainkan karena cintanya.


Tapi ternyata ayah mertuanya itu tidak melupakan apa yang sudah dijanjikannya.


Sehingga sekarang ini Andrian membicarakannya lagi.


"Apa tidak sebaiknya setelah aku melahirkan saja, Pah?" tanya Alena pada Andrian.


"Iya Al, terserah padamu. Tapi Papah akan tetap menyerahkan yayasan padamu setelah Kevin lulus," ucap Andrian.


Alena menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan Andrian, tapi tidak dengan Kevin. Pria itu tidak setuju dengan keputusan ayahnya.


Kevin tidak setuju karena dia diminta untuk memimpin perusahaan ayahnya.


Kevin ingin memiliki usaha sendiri, bukan usaha milik ayahnya yang diwariskan padanya.


"Aku tidak ingin mengurus perusahan Pah!" ucap Kevin dengan tegas.


Sudah Andrian duga, Kevin pasti menolak keputusannya untuk mengelola perusahaan. Padahal Andrian sangat berharap bila Kevin mau menerima keputusannya.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya Andrian.


"Aku ingin mendirikan usaha sendiri," jawab Kevin.

__ADS_1


Hufftt.


Andrian menghela nafasnya, ia harus lebih sabar lagi dengan putra semata wayangnya yang keras kepala.


__ADS_2