
"Boleh saja Pak, asalkan Bu Alena tidak kelelahan dan selama diperjalanan beliau banyak istirahat," ucap dokter Anne.
Kevin mengangguk mengerti. Bukan hanya dia saja yang mendengarkan ucapan dokter Anne, melainkan semua orang yang berada di meja makan.
Alena juga bisa mendengar ucapan dokter Anne yang tentu saja membuat dirinya bahagia. Berarti keinginannya untuk ikut Mayang dan Elena pergi ke Semarang akan terwujud.
"Baik dok terima kasih atas penjelasannya. Saya juga akan mendampingi istri saya kemanapun dia pergi," ucap Kevin.
Panggilan telepon itu berakhir. Kevin segera mengembalikan ponsel yang ia gunakan pada pemiliknya.
"Berarti aku boleh ikut ibu dan Elena kesemarang?," tanya Alena.
"Iya Sayang, kamu boleh ikut." ucap Kevin membuat Alena berbinar.
Alena juga segera bangkit dari tempat duduknya kemudian memeluk suaminya dan mencium pria itu.
Cup.
Alena mencium pipi Kevin di depan semua keluarga yang sedang sarapan. Ia tak perduli bila orang di sekitarnya itu memperhatikan dirinya.
"Makasih ya Vin," ucap Alena.
"Iya sayang, tapi aku juga ikut ke sana, aku akan mendampingimu kemanapun kamu pergi," ucap Kevin.
"Bagaimana dengan sekolahmu Vin, kalau kamu ikut ke Semarang?" tanya Alena.
"Ya aku akan libur lagi," jawab Kevin dengan santainya.
"Tidak bisa Vin, kamu harus tetap sekolah sebentar lagi kamu akan ujian. Kalo kamu ikut aku pergi ke Semarang kamu pasti akan tertinggal pelajaran." ucap Alena.
"Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu pergi ke Semarang hanya dengan ibu dan Elena saja," ucap Kevin.
Alena terdiam, ia jadi menimang apa yang baru saja Kevin ucapkan. Bila Ia tetap bersikukuh dengan keinginannya maka Kevin akan tertinggal pelajaran karena harus ikut dengannya ke Semarang.
Alena duduk kembali ke tempatnya semula. Ia jadi lebih diam karena masih menimang ucapan Kevin.
"Ya sudah aku tidak jadi ikut ke Semarang. Aku akan pergi ke sana setelah Kevin selesai ujian saja," ucap Alena pada akhirnya.
Kevin tersenyum mendengar ucapan dari istrinya. Sejujurnya ia tidak ingin melarang istrinya untuk berziarah ke makam mertuanya, tapi Ia juga sangat mengkhawatirkan wanita itu.
Takutnya karena perjalanan jauh yang akan Alena tempuh, bisa membuat kandungan wanita itu kenapa-napa.
__ADS_1
"Ya sudah kalau kamu tidak jadi ikut, berarti ibu dan Elena saja yang akan pergi ke Semarang. Ibu dan Elena akan berangkat besok pagi-pagi sekali," ucap Mayang.
"Iya Bu, kalian hati-hatilah di jalan." ucap Alena.
Setelahnya tidak ada yang berbicara lagi. Mereka juga sudah selesai dengan sarapannya.
Keluarga Alena kembali ke rutinitas mereka masing-masing. Sedangkan Andrian membawa ayahnya untuk ceck up kerumah sakit, barulah ia akan pergi ke kantor.
Alena dan Kevin berangkat kesekolah. Seperti biasanya Alena akan diturunkan diluar pagar sekolah dengan jarak yang masih seratus meter dari sekolahan.
Tapi saat Alena turun dari mobil Kevin, ia dipergoki oleh Bu Nissa dan Bu Ningsih yang baru saja tiba ditempat Kevin menghentikan mobilnya.
"Bu Alena kok sama Kevin?" tanya Bu Nissa.
Alena gelagapan, ia tak menyangka bila rekan gurunya itu ada disana, saat ia turun dari mobil.
Dilihat oleh Alena kedua rekan gurunya itu sedang menatapnya, menantikan jawaban atas pertanyaan yang Bu Nissa lontarkan.
Tidak lama kemudian pintu mobil bagian kemudi dibuka oleh Kevin yang keluar dari dalamnya.
Kevin tadi melihat Alena yang seperti terpojokan oleh pertanyaan dari Bu Nissa membuatnya tak bisa membiarkan itu.
"Bu Alena sebaiknya anda masuk lebih dulu," ucap Kevin pada Alena membuat wanita itu kebingungan.
Meski kebingungan, tapi Alena tetap menurut.
Ia segera berpamitan pada Bu Nissa dan Bu Ningsih, lalu bergegas masuk kedalam sekolahan.
Setelah kepergian Alena, Kevin segera memajukan langkah kakinya mendekati Bu Nissa dan Bu Ningsih untuk menghadap kedua gurunya itu.
"Apa yang anda tanyakan pada Bu Alena?" tanya Kevin pelan namun penuh penekanan membuat kedua guru itu ketakutan.
"Sa-saya hanya bertanya kenapa Bu Alena berangkat denganmu," ucap Bu Nissa tergagap.
Kevin menganggukan kepalanya sebelum menanggapi ucapan Bu Nissa.
"Memangnya masalah ya, bila seorang guru datang kesekolah bersama dengan muridnya?" tanya Kevin.
"Ti-tidak masalah sih. Ta-tapi kami sering melihat Bu Alena berangkat dan pulang sekolah denganmu," ucap Bu Nissa masih dengan tergagap.
"Aku hanya akan mengatakannya sekali, dan jangan sampai kalian membongkarnya. Kalian harus merahasiakan apa yang akan aku katakan," ucap Kevin.
__ADS_1
Bu Nissa dan Bu Ningsih menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Kevin.
"Bu Alena itu istriku." ucap Kevin yang mampu membuat kedua gurunya itu terkejut.
Setelah mengatakan demikian, Kevin segera masuk kembali kedalam mobil lalu melajukan mobilnya untuk masuk kedalam sekolahan.
Bu Nissa dan Bu Ningsih yang terkejut hanya mampu saling pandang lalu mengedikan bahunya.
Mereka tidak tahu harus percaya atau tidak tapi mereka akan tetap tutup mulut.
Keduanya juga segera masuk kedalam sekolahan, lalu menuju kantor.
Disana rupanya hanya ada Bu Farah dan Pak Wawan yang sedang berbincang. Sedangkan guru-guru yang lain belum datang. Hanya Alena yang sudah datang, itu juga ia segera masuk kedalam ruang BK.
Terdengar oleh keduanya bila Bu Farah dan Pak Wawan sedang membicarakan Alena dan Kevin.
"Saya yakin suami yang dirahasiakan bu Alena itu adalah Kevin," ucap Pak Wawan yang bisa didengar oleh ketiga guru wanita ditempat itu.
"Jadi benar apa yang Kevin katakan tadi kalau bu Alena itu istrinya Kevin," ucap Bu Ningsih.
"Apa! Jadi Kevin bilang seperti itu?" tanya Pak Wawan terkejut.
"Iya Pak. Tadi Kevin yang bicara sendiri." jawab Bu Nissa.
"Tuh kan Bu, benar apa yang saya bilang tadi." ucap Pak Wawan.
"Pak Wawan, Bu Ningsih, Bu Nissa, sebaiknya kita tetap merahasiakan pernikahan Bu Alena yang sudah kita ketahui ini." ucap Bu Farah.
Mata orang yang disebutkan namanya oleh Bu Farah melebar mendengar ucapan bu Farah 'Kita Ketahui'.
"Bu Farah sudah tahu?" tanya Pak Wawan yang dijawab anggukan kepala dari Bu Farah.
Pak Wawan lagi-lagi terkejut. Berarti bukan dia yang tahu pertama kali melainkan Bu Farah.
Pria itu juga tidak habis pikir kenapa rekan gurunya itu merahasiakan pernikahannya dengan Kevin.
"Tadi juga Kevin berpesan pada kami agar kami merahasiakan pernikahan mereka," ucapkan Bu Ningsih.
"Saya rasa kita semua tahu apa alasannya bu Alena merahasiakan pernikahannya dengan Kevin," ucap Bu Farah.
"Iya Bu Farah, pasti karena Kevin masih sekolah maka dari itu Bu Alena merahasiakan pernikahannya," ucap Bu Nissa.
__ADS_1