Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 15 Suami Alena itu gue!


__ADS_3

Tepat pulang sekolah. Kevin dihubungi oleh Keenan, salah satu anggota geng motor Lion.


Keenan memberitahu pada Kevin, agar pria itu bersedia menerima tantangan balapan dari Hans, ketua geng motor Vamp.


Keenan juga memberitahukan bila Kevin tidak mengikuti tantangan itu, maka geng motor yang dipimpin oleh Hans akan bertambah kuat, karena pemenang balapan ini akan menguasai geng motor sebelah dan otomatis akan menambah anggota geng motornya.


"Oke, gue datang nanti malam," jawab Kevin kemudian mengakhiri panggilan telepon itu.


Awalnya Kevin tak berminat sama sekali, tapi setelah mendengar penjelasan dari Keenan, ia jadi berubah pikiran.


Ia tidak ingin geng motor Vamp lebih berkuasa dari geng motor Lion.


Setelah mengakhiri panggilan teleponnya, Kevin segera mengenakan helmnya.


Saat ini ia tengah duduk diatas motornya untuk pulang kerumah.


Tatapan mata Kevin, tidak sengaja menangkap Alena sedang bersama seseorang didepan gerbang sekolah.


Seorang pria dewasa mengenakan mobil mewah sedang berbicara dengan Alena.


Dilihat juga oleh Kevin, pria itu sangat senang bertemu dengan Alena.


Tak jauh dari tempat Kevin berada, ada Bu Ningsih, Bu Farah dan Bu Nissa hendak pulang juga.


Ketiga guru itu juga melihat Alena sedang berbicara dengan seorang pria diluar gerbang sekolah.


"Bu Ningsih, coba anda lihat suaminya Bu Alena, tampan sekali ya," ucap Bu Nissa.


"Oohh, jadi itu ya suaminya Bu Alena. Iya Bu Nissa, suami Bu Alena tampan sekali ya. Sepertinya juga suami Bu Alena itu pengusaha," ucap Bu Ningsih.


Sedangkan Bu Farah, ia tidak menanggapi ucapan kedua temannya.


Ia masih memperhatikan Alena yang sedang bicara dengan seorang pria.


'Kalau itu suaminya Bu Alena, lalu siapa yang ditoilet berciuman dengannya?,' Batin Bu Farah.


Wanita itu semakin penasaran dengan siapa suaminya Alena.


Kevin yang sejak tadi duduk diatas motor merasa kesal mendengar pembicaraan Bu Ningsih dan Bu Nissa, ia mencengkram kuat setang motornya.


'Suami Alena itu gue!' ucap Kevin, namun hanya dibatin saja.


Ia tidak terima orang lain disangka suami Alena. Padahal suami Alena itu dirinya, hanya saja mereka semua tidak tahu.


Kevin melihat lagi pada Alena yang masih berbicara dengan pria lain.


"Awas lo nanti" gumam Kevin masih menatap Alena.


Pria itu segera menghidupkan motornya dan perlahan keluar dari sekolahan.


Grungg.. Grungg..


Kevin menarik gasnya saat melewati Alena yang bersama seseorang.


Seseorang itu adalah Satria. Satria baru saja tiba dari luar kota karena hari ini adalah hari sabtu.


Sesuai dengan apa yang sudah Satria kabarkan pada Alena, bila akhir pekan ini ia kembali kejakarta.


Mendengar suara bising motor didekatnya, Satria segera melihat pada Kevin yang mengendarainya.


Kevin menatap tajam pada Satria sembari mengacungkan jari tengah pada pria itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya berlalu meninggalkan Satria dengan Alena.


"Siapa sih dia, kenal aja nggak. Dasar brandalan!," ucap Satria masih menatap Kevin yang berlalu menjauh darinya.


Wajah Alena berubah pias, dalam benaknya ia takut sekali bila Satria mengetahui Kevin itu suaminya.


Setelah Kevin tidak terlihat lagi, Satria segera menoleh pada Alena.


Ia melihat wajah Alena yang pucat. Satria segera menempelkan punggung tangannya pada kening Alena.


"Kamu sakit, Al?" tanya Satria.


"Ehh, nggak kok mas. Aku nggak sakit," jawab Alena.


"Aku antar kamu ya," tawar Satria.


"Jangan!"


"Ehh, maksudnya nggak usah mas, aku bisa pulang sendiri," jawab Alena.


"Yakin?" tanya Satria.


"Yakin mas," jawab Alena.


Satria menganggukan kepalanya. Ia menatap Alena dalam-dalam. Ia tahu wanita didepannya itu sedang berbohong.


"Kamu kenapa pakai masker Al. Aku ingin lihat senyumanmu," ucap Satria.


Hahh??


Alena gelagapan. Ia tidak langsung menjawab.


"Ini mas, bibirku tersengat lebah. Jadi aku pakai masker, karena malu," ucap Alena.


"Coba aku lihat," ucap Satria.


"Jang_" Terlambat sudah Alena yang hendak mencegah Satria. Pria itu lebih dulu membuka masker yang dipakai Alena.


Deg!


Dilihat oleh Satria, bibir Alena yang bengkak dan sedikit luka.


Bengkak dan luka itu bukan seperti disengat lebah melainkan bekas dicium kasar oleh seseorang.


Satria terdiam ditempat, menatap nanar pada Alena.


Alena buru-buru mengambil lagi masker yang masih berada ditangan Satria yang menggantung dekat wajahnya.


Alena memasangkan lagi masker tersebut.


"Sudah lihat kan mas, kalau begitu ayo kita pulang," ucap Alena.


Satria menganggukan kepalanya.


Dengan mata yang nanar pria itu kembali kedalam mobilnya, sedangkan Alena kembali masuk kedalam parkiran sekolahan untuk mengambil motornya.


Satria menatap punggung Alena yang berjalan menjauh masuk kedalam parkiran sekolah.


'Apa kamu memiliki laki-laki lain Al? Aku bahkan belum pernah mencium bibirmu.' ucap Satria dalam hati.


Ia masih menunggu Alena keluar dari parkiran. Ia akan mengantar Alena pulang kerumah wanita itu.

__ADS_1


Setibanya diparkiran Alena segera menaiki motor maticnya, kemudian menghidupkan dan melajukan motor itu untuk pulang kerumah.


Alena melihat mobil Satria masih terparkir ditempat tadi.


"Ayo pulang mas," Ajak Alena pada Satria didalam mobil.


"Iya Al," jawab Satria.


Alena melajukan motornya lebih dulu, barulah Satria yang mengikuti dari belakang.


Ia akan pergi kerumah ibunya agar Satria tidak curiga padanya.


Setibanya dirumah ibunya, Alena segera mengajak Satria untuk turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.


Didalam rumah itu tidak ada siapapun.


Mayang masih berada ditokonya, sedangkan Elena masih bekerja dikantor kakaknya.


"Silahkan duduk mas, aku buatkan minum dulu," ucap Alena kemudian hendak pergi kedapur.


Grep.


Satria meraih tangan Alena dan menariknya, lalu membawa Alena duduk dipangkuannya.


"Mas, jangan seperti ini," ucap Alena berusaha untuk bangkit.


"Hanya sebentar Al," ucap Satria memegangi pinggul Alena.


Namun Alena menolaknya. Ia melepaskan tangan Satria yang memegangi pinggulnya lalu berjalan menuju sofa didepan pria itu.


Satria merasakan perubahan pada Alena. Tapi sebisa mungkin ia berfikir positif.


"Nanti malam kita makan malam ya," ajak Satria.


"Dimana?," tanya Alena.


"Direstorant cempaka. Nanti malam jam 7 aku jemput kamu kerumah," ucap Satria.


"Tidak usah mas, kita bertemu direstorant aja. Lagi pula tidak ada yang tahu hubungan kita," ucap Alena.


Satria terdiam. Memang benar apa yang dikatakan Alena, bila hubungan mereka tidak diketahui oleh orang lain selain Elena.


"Kapan kamu akan memberitahu keluargamu tentang hubungan kita, Al?," tanya Satria.


Kini giliran Alena yang terdiam. Ia tidak mungkin mengatakan hubungannya dengan Satria pada keluarganya.


"Al," panggil Satria karena tidak mendapat jawaban dari wanita itu.


"Nggak sekarang mas," ucap Alena.


"Kapan Al?," tanya Satria.


"Aku nggak tahu," jawab Alena.


Hufftt.


Satria menghela nafasnya.


Sudah lama ia meminta Alena agar hubungan mereka diumumkan pada keluarganya, tapi Alena selalu menunda-nunda.


"Apa kamu tidak mencintaiku Al?," tanya Satria

__ADS_1


__ADS_2