Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 58 Jangan Terlalu Difikirkan


__ADS_3

Alena dan Kevin keluar dari ruangan Andrian bersamaan dengan perasaan senang dihati Alena dan perasaan kesal dihati Kevin.


Rupanya penolakan yang dilakukan Kevin tidak diterima oleh Andrian.


Pria paruh baya itu tetap pada pendiriannya bahwa akan menetapkan Kevin sebagai CEO disalah satu perusahaan miliknya meski Kevin menolaknya.


Penolakan yang dilakukan Kevin tentu saja tidak dibiarkan oleh Alena. Wanita itu dengan sabar menasehati dan memberi pengertian untuk suaminya.


Pada akhirnya Kevin mengalah meski dengan hati yang kesal.


Klarifikasi mengenai hubungan mereka sudah dilakukan oleh Kepala Sekolah. Jadi Alena dan Kevin bisa lebih tenang berada di sekolahan.


Kedua orang yang baru saja keluar dari ruangan Andrian, berpisah di lorong sekolahan, Kevin berbelok ke arah kanan untuk menuju kelasnya, sedangkan Alena berbelok ke sebelah kiri untuk masuk ke kantor.


Setibanya dikantor rupanya hanya tinggal beberapa guru yang tidak memiliki jadwal mengajar pagi, sedangkan yang lainnya sudah pergi mengajar dikelas


Meski gosip itu sudah diklarifikasi, namun masih saja banyak yang membicarakan Alena dan Kevin. Mereka juga banyak yang tidak percaya pada klarifikasi itu.


"Bu Alena, apa benar Kevin hanya sepupu anda?" tanya salah satu rekan gurunya.


"I-iya Bu," jawab Alena gugup.


Rekan gurunya itu menelisik wajah Alena melihat apa ada kebohongan dimata Alena saat menjawab pertanyaannya.


Didalam kantor itu juga ada Bu Farah dan Bu Nissa yang belum pergi mengajar.


Mereka hanya mendengarkan guru-guru yang membicarakan Alena tanpa ikut bicara. Meski kedua orang itu tahu bila Kevin adalah suami Alena tapi mereka tetap merahasiakannya.


Kedua guru itu saat ini melihat bagaimana Alena terpojok dengan pertanyaan rekan guru lainnya sehingga berinisiatif untuk membantu Alena.


"Bu Alena dan Kevin memang sepupuan, lalu apa masalahnya dengan kalian yang terus saja membicarakan mereka," ucap Bu Farah pada dua orang guru yang membicarakan Alena.


Kedua Guru tersebut melengos pergi dari hadapan Alena karena tidak bisa menjawab ucapan dari Bu Farah.


"Terimakasih Bu Farah, anda sudah membantu saya menjelaskan tentang hubungan saya dan Kevin," ucap Alena.


"Sama-sama Bu Alena. Sebetulnya kami berempat sudah tahu bila Kevin itu suami Bu Alena," ucap Bu Farah.


Mata Alena terbelalak lebar mendengar ucapan Bu Farah.


"Apa Bu! Bu Farah dan siapa lagi yang tahu itu?!" tanya Alena dengan terkejut.


"Sebenarnya yang tahu itu, saya, Bu Nissa, Bu Ningsih dan Pak Wawan." ucap Bu Farah semakin membuat Alena terkejut.


"Tenang saja Bu Alena, kami berempat sudah sepakat untuk merahasiakannya," ucap Bu Nissa.


Alena yang tadinya terkejut seketika merasa lega mendengar ucapan dari Bu Nissa.


Dalam benaknya syukurlah bila rekan gurunya yang sudah tahu dengan pernikahannya mau ikut merahasiakan.

__ADS_1


"Sekali lagi terimakasih," ucap Alena yang dijawab anggukan kepala dari Bu Nissa dan Bu Farah.


Setelahnya mereka segera kembali ketempat duduk masing-masing.


Pukul setengah tiga siang Alena dan Kevin pulang kerumah sudah disambut dengan beberapa anggota geng lion yang duduk diteras rumah.


Anggota geng lion yang datang itu yakni Frans dan Keenan. Mereka datang untuk bertemu dengan Kevin membahas rencana usaha yang akan mereka lakukan.


Alena dan Kevin kemudian turun dari mobil, lalu segera menghampiri Frans dan Keenan yang sedang duduk sembari menunggu.


"Ayo masuk kedalam," ajak Alena pada kedua teman suaminya.


"Nggak usah Lan, kami bicaranya disini aja," ucap Frans.


Alena menganggukan kepalanya kemudian menatap suaminya yang berada disebelahnya.


"Aku duluan kekamar ya, Mas." ucap Alena pada Kevin.


"Iya sayang, kamu kekamar aja duluan, tunggu aku disana." ucap Kevin.


Setelahnya wanita hamil itu segera masuk kedalam rumah untuk menuju kamarnya.


Kevin menarik kursi yang berada dimeja yang sama dengan Keenan dan Frans lalu mendudukinya.


Ia sudah tahu apa saja yang akan dibicarakan oleh Keenan dan Frans, yakni mengenai usaha yang sudah pernah Kevin sampaikan.


"Yang lainnya setuju-setuju aja, Vin. Lagian biar geng kita semakin tinggi solidaritasnya," ucap Keenan.


"Oke kalau gitu rencana akan kita mulai bulan depan. Seminggu besok gue mau fokus sama ujian dulu," ucap Kevin.


"Tapi gimana sama si Wulan, Vin? loe udh bilang sama bini loe belum?" tanya Frans.


Kevin terdiam, ia belum mengatakan pada Alena karena menurutnya istrinya tidak perlu tahu usaha yang akan dilakukan oleh geng motornya.


"Belum," jawab Kevin.


"Lo harus ngomong sama si Wulan, dia perlu tahu usaha yang bakal kita jalani." ucap Keenan.


Kevin menganggukan kepalanya mendengar ucapan Keenan. Ia juga baru teringat dengan niat dirinya untuk terbuka dengan istrinya, oleh karena itu Kevin akan memberitahu Alena setelah ini.


Setelahnya tidak ada pembicaraan lagi diantara ketiga orang itu. Frans dan Keenan juga kembali kebasecamp sedangkan Kevin segera masuk kedalam rumah.


Pria itu segera mencari keberadaan istrinya didalam kamar. Setelah pintu kamar dibuka, Kevin melihat istrinya sedang duduk melamun dibalkon dengan pandangan yang menatap lurus kedepan.


Pria itu segera menghampiri istrinya kemudian memeluknya dari belakang.


"Sayang, ada apa?" tanya Kevin.


Alena yang sedang duduk melamun segera menolehkan kepalanya pada Kevin yang memeluk dari belakang.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum pada pria yang memeluknya itu.


"Aku memikirkan gosip disekolahan tentang kita Mas," ucap Alena.


"Jangan terlalu kamu fikirkan, gosip itu akan berlalu dengan sendirinya," ucap Kevin.


"Aku sudah berusaha untuk mengabaikannya, tapi aku tetap memikirkannya Mas," ucap Alena.


"Apa klarifikasi dari papah belum bisa meredakan gosip itu?" tanya Kevin yang dijawab gelengan kepala dari Alena.


"Aku ingin segera mengumumkan pernikahan kita setelah kamu lulus Mas," ucap Alena.


"Ia Sayang, aku juga ingin semua orang tahu bila kamu itu adalah istri Kevin Andrian," ucap Kevin.


"Gosip-gosip itu benar-benar menggangguku," ucap Alena.


"Sudah ya, jangan kamu fikirkan lagi," ucap Kevin.


Alena menganggukan kepalanya yang berada didada suaminya.


Kevin kemudian duduk disebelah Alena, lalu merangkul bahu istrinya.


Kedua orang itu kini tengah duduk bersama dikursi sembari menikmati langit cerah disore hari.


"Sayang," panggil Kevin.


"Iya mas," jawab Alena.


"Aku sudah pernah bilangkan kalau ingin mendirikan usaha," ucap Kevin.


Alena menganggukan kepalanya.


"Lalu?" tanya Alena.


"Bulan depan aku sudah akan memulainya," jawab Kevin.


"Usaha apa?" tanya Alena.


"Aku akan membuka bengkel dan jasa modif kendaraan," ucap Kevin.


"Bersama dengan Geng Lion?" tanya Alena.


"Iya Sayang," jawab Kevin.


Sudah Alena duga, suaminya itu pasti ingin membuka usaha bersama dengan geng motor lion.


Pria itu masih tidak bisa melepaskan geng tersebut apa lagi membubarkannya.


Geng lion benar-benar penting bagi Kevin, karena geng itu lah tempatnya berpulang disaat ia kecewa pada orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2