Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 75 Tidak Bisa Membantu


__ADS_3

Pernikahan Elena dan Satria, sudah akan dilaksanakan sebentar lagi yakni hari esok.


Seminggu ini seluruh keluarga Mayang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan untuk Elena dan Satria.


Di saat semua orang sedang sibuk, Alena justru tidak bisa membantu banyak.


Dirinya yang tengah hamil, kerap kali mengalami morning sickness yang membuat tubuhnya terasa lemah.


Tidak seperti saat ia hamil baby Arkana yang mengharuskan dirinya mandiri. Kini kehamilan keduanya, Alena sangat manja pada suaminya.


Iya ingin membalas saat ia hamil baby Arkana dulu.


Untuk persiapan pernikahan saudara kembarnya Elena hanya bisa membantu menyiapkan souvenir untuk para tamu undangan, itu juga ia dibantu oleh kakak iparnya, yakni Larissa.


Elena dan Mayang padahal sudah melarang Alena untuk membantu karena kondisi wanita itu kerap kali mengalami mual dan muntah.


Tapi Alena sendiri yang tetap bersih kukuh membantu untuk pernikahan Elena dan Satria.


Kedua calon pengantin itu terlihat bahagia, karena pernikahannya akan segera dilaksanakan.


Hanya kurang beberapa jam saja Elena dan Satria akan sah menjadi pasangan suami istri.


Alena yang awalnya ragu dengan Satria yang akan menikahi adik kembarnya, kini keraguan itu terpatahkan dengan perlakuan Satria yang sangat manis pada Elena.


Satria benar-benar menunjukkan bahwa dirinya sangat mencintai Elena membuat Alena merasa lega karena mantan kekasihnya itu sudah move on.


"Cie yang sebentar lagi mau nikah," goda Alena membuat Elena tersipu.


Elena tentu saja malu digoda seperti itu. Menjadi istri dari Satria adalah mimpinya sejak lama dan sebentar lagi mimpi itu akan terwujud.


"Selamat ya El, akhirnya kamu akan menikah juga dengan pria yang kamu cintai," ucap Larissa kakak ipar Elena.


"Makasih Mbak," ucap Elena.


Tidak lama kemudian Alena yang sedang menyiapkan souvenir bersama kakak iparnya dipanggil oleh Kevin.


"Sayang sini dulu," panggil Kevin yang berdiri di ambang pintu kamar Alena.


"Iya Mas," ucap Alena kemudian bangkit dari duduknya untuk menghampiri Kevin yang tadi memanggilnya.


Setibanya di ambang pintu kamar, tangan Alena langsung ditarik oleh Kevin masuk ke dalam kamar.


"Akkhh!" teriak Alena karena terkejut tangannya ditarik oleh Kevin tiba-tiba.


"Ssstt, jangan teriak nanti kedengaran orang-orang yang ada di luar," ucap Kevin.


"Lagian kamu ngagetin aku aja sih Mas," ucap Alena.


"Kamu jangan capek-capek. Sekarang kamu istirahat ya," ucap Kevin kemudian membawa Alena ke tempat tidur.

__ADS_1


"Aku nggak enak sama Elena kalau nggak bantuin dia," ucap Alena.


"Nggak usah merasa nggak enak, nanti biar aku yang ngomong sama Elena kalau kamu lagi istirahat," ucap Kevin.


Alena akhirnya menganggukkan kepalanya, lalu kemudian naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana.


Hampir seharian ia membantu persiapan pernikahan saudara kembarnya membuat tubuhnya terasa lelah dan langsung membuatnya terlelap.


"Tuh kan langsung tidur, kamu loh kecapean sayang," gumam Kevin melihat Alena yang sudah terlelap.


Pria itu kemudian menyelimuti tubuh Alena hingga bagian perut, lalu berjalan ke arah pintu untuk keluar dari kamar.


Begitu pria itu keluar dari kamar, ia berpapasan dengan Elena yang lewat di depan pintu kamar Alena.


"El, Alena lagi istirahat ya. Ma'af, nggak bisa bantuin." ucap Kevin pada Elena.


"Iya Vin nggak papa. Lagi pula Alena lagi hamil, dia nggak boleh kecapean." ucap Elena yang diangguki oleh Kevin.


Setelahnya Elena berlalu dari depan kamar Alena. Wanita itu kembali lagi ke kamarnya untuk bersiap istirahat karena beberapa jam lagi ia akan menikah.


Pagi datang.


Alena bangun pagi-pagi karena merasa mual di perutnya membuat tidurnya terganggu.


Hoek hoek


Sudah sejak satu jam yang lalu, Alena terus saja mengeluarkan isi perutnya.


"Masss," panggil Alena pada Kevin yang masih terlelap.


Kevin tadi malam ikut bergadang bersama dengan para pria lainnya sehingga ia sama sekali tidak mendengar Alena yang muntah sejak tadi.


"Masss," panggil Alena lagi.


Kevin yang sedang terlelap itu sayup-sayup mendengar suara Alena yang memanggil dirinya.


Pria itu kemudian membuka matanya lalu mencari keberadaan Alena.


"Sayang kamu di mana?" tanya Kevin.


"Di kamar mandi," ucap Alena yang sedang berjongkok di kamar mandi.


Kevin segera mencari Alena di kamar mandi itu.


"Kamu muntah lagi?" tanya Kevin.


Alena menganggukkan kepalanya.


"Ya ampun Sayang, ma'af ya aku baru bangun. Aku sama sekali nggak denger kamu muntah," ucap Kevin menyesal.

__ADS_1


"Nggak papa Mas, sekarang kamu mandi aja terus siap-siap. Jam sembilan pagi kita harus sampai di hotel," ucap Alena.


"Tapi kamu gimana Sayang?" tanya Kevin.


"Aku sudah nggak apa-apa Mas, aku mau cuci muka aja," jawab Alena kemudian berdiri dengan perlahan.


Kevin membantu Alena untuk berdiri, setelahnya ia menuntun Alena untuk mendekat pada wastafel.


Wanita itu segera membasuh muka diwashtafel kamar mandi. Setelahnya wanita itu keluar lebih dulu dari kamar mandi untuk bersiap menghadiri pernikahan adik kembarnya.


Setelah hampir satu jam bersiap, Alena dan Kevin kemudian keluar dari dalam kamar dengan Kevin yang menggandeng tangan istrinya.


"Mamah," panggil baby Arkana yang juga sudah siap untuk berangkat.


"Sini sama papah," ucap Kevin kemudian mengambil baby Arkana dari gendongan Mayang.


"Ndak mau. Alka maunya sama mamah," ucap baby Arkana yang memberontak saat digendong Kevin.


"Arka sayang, kamu sama papah ya. Mamah Alena lagi hamil, jadi nggak bisa gendong kamu," ucap Kevin.


"Amil?" tanya baby Arkana yang tidak mengerti.


Kevin menganggukkan kepalanya kemudian menjelaskan pada baby Arkana apa itu hamil.


"Hamil itu artinya, di dalam perut Mama Alena sedang ada janin atau calon adik Arka," ucap Kevin.


"Adik?" tanya baby Arkana.


"Iya adik sayang. Sebentar lagi Arkana mau punya adik," ucap Kevin.


"Sebental agi," tanya baby Arkana.


Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung untuk menjelaskan lagi pada anaknya.


Baby Arkana yang pandai itu tentu saja banyak bertanya karena ia ingin tahu.


"Sudah nggak usah bingung buat jelasinnya.


Sini biar baby Arkana sama ibu aja," ucap Mayang.


Wanita paruh baya itu mengulurkan kembali kedua tangannya pada baby Arkana yang sedang digendong Kevin.


"Ndak mau, Alka maunya sama Papah Vin aja," ucap baby Arkana yang menolak uluran tangan Mayang.


"Baiklah, kalau begitu Nenek duluan ya." ucap Mayang pada baby Arkana.


"Dadah Nenek," ucap baby Arkana.


Mayang menganggukkan kepalanya terlebih dahulu kemudian segera masuk ke dalam mobil bersama dengan Elena sang mempelai pengantin wanita.

__ADS_1


Mempelai pengantin prianya, akan berangkat dari rumah pria itu sendiri bersama dengan beberapa orang yang menjadi pengiringnya.


__ADS_2