Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 32 Junkie


__ADS_3

Reyhan yang mendapat kabar dari Satria segera memberi kabar pada keluarganya


Reyhan hendak memberi tahu kabar itu pada Kevin, namun ia tidak memiliki nomor adik iparnya itu.


"Bisa-bisanya aku tidak punya nomor ponselnya," ucap Reyhan kesal, disaat penting seperti ini ia justru tidak bisa menghubungi Kevin karena tidak memiliki nomor ponselnya.


Bukan hanya Reyhan yang tidak memiliki nomor ponsel Kevin, melainkan seluruh keluarganya juga tidak ada yang punya.


Kebetulan Elena tadi meeting diluar, dan tempat meetingnya itu direstorant jepang yang hendak Alena masuki tadi bersama Satria.


Elena yang mendapat kabar tersebut segera datang kerumah sakit, oleh karenanya ia datang lebih awal dan mendengarkan apa saja yang dibicarakan oleh Satria dan Alena.


Reyhan kemudian meminta Sekretarisnya untuk mencari tahu nomor ponsel Andrian, karena hanya pria paruh baya itu yang bisa menghubungi Kevin.


Tidak butuh waktu lama, sekretaris Reyhan sudah mendapatkan nomor ponsel Andrian.


Setelah mendapatkan nomor ponsel yang ia cari, Reyhan segera menghubungi Andrian.


"Hallo," ucap Andrian yang menjawab panggilan telepon dari Reyhan.


"Saya Reyhan Pak," ucap Reyhan.


"Ooh Reyhan. Kakaknya Alena ya," ucap Andrian.


"Betul Pak. Alena kecelakaan, saya tidak bisa menghubungi Kevin karena tidak memiliki nomor ponselnya," ucap Reyhan.


"Bagaimana kondisinya sekarang?," tanya Andrian khawatir.


"Saya juga belum melihatnya Pak. Tolong beri tahu Kevin juga kabar ini, karena dia adalah suaminya," ucap Reyhan.


"Iya Rey, saya akan memberi tahukannya," ucap Andrian.


Setelahnya panggilan telepon itu terputus. Reyhan segera pergi kerumah sakit untuk menjemput ibunya lalu melihat kondisi Alena bersamaan.


Sedangkan Andrian pria itu menghubungi ponsel Kevin, namun tidak mendapat jawaban.


Ponsel Kevin berdering namun anaknya itu tidak menjawabnya.


Andrian menghubungi telepon rumah, menanyakan keberadaan Kevin dirumah.


Tapi Bi Asih yang menjawab telepon tersebut, mengatakan bila Kevin belum pulang.


Setelah mengetahui Kevin tidak ada dirumah, Andrian segera menghubungi kepala sekolah dimana Kevin bersekolah, namun disana juga Kevin tidak ada.


Kepala sekolah mengatakan bila Kevin pergi dari sekolahan sejak jam istirahat.


"Kemana kamu, Vin?," gumam Andrian, bertanya pada dirinya sendiri.


Pria paruh baya itu beralih menghubungi anak buahnya untuk ikut dengannya menuju basscamp milik geng lion.


Hanya tempat itu yang ia tahu dimana biasanya Kevin berada.


Andrian membawa 5 anak buahnya ikut bersamanya menuju basscamp geng lion.


Setibanya disana Andrian bisa melihat bila ada motor Kevin diantara puluhan motor sport yang terparkir dihalaman basscamp itu.


Melihat ada motor Kevin disana, membuatnya semakin yakin bila anaknya sedang berada didalam sana.


Pria paruh baya itu segera masuk kedalam basscamp tersebut.


Brakk!!.

__ADS_1


Anak buah Andrian membuka kasar pintu utama bangunan itu, padahal pintu tersebut tidak dikunci.


Setelah pintu basscamp terbuka, Andrian segera melangkahkan kakinya masuk kedalam.


Disana ia melihat puluhan anak muda sedang berkumpul, merokkok bersama dan minum-minuman bersama.


"Dimana Kevin?!," tanya Andian pada anggota geng lion tersebut.


Mereka yang belum sepenuhnya mabuk, terkejut dengan kedatangan ayah dari ketua geng motornya.


Membuat mereka semua ketakutan.


"Dikamarnya Pak," ucap Bagas.


Hanya Bagas lah yang berani bersuara.


"Antarkan saya kekamarnya sekarang juga!," titah Andrian.


"Baik Pak, mari ikut saya," ucap Bagas.


Andrian mengikuti langkah kaki Bagas yang masuk kedalam lift.


Bagas menekan tombol angka 3, lalu setelahnya menunggu pintu lift untuk terbuka.


Ting.


Pintu lift tersebut terbuka. Bagas membawa Andrian serta 5 orang anak buah Andrian menuju kamar Kevin.


"Ini Pak, kamarnya Kevin," ucap Bagas setelah mereka tiba di depan pintu kamar Kevin.


Salah satu anak buah Andrian membukakan pintu kamar tersebut.


"KEVINN!!" panggil Andrian dengan berteriak.


Didalam sana rupanya Kevin baru saja memakai lagi obat tersebut.


Andrian kira Kevin sudah berhenti dan berubah karena ia melihat akhir-akhir ini, anaknya sedikit kalem dan mau belajar.


Tapi, apa ini?


Saat pintu kamar itu dibuka, Andrian disambut dengan putranya yang sedang kecanduan.


Setelah melihat kepergian Alena bersama Satria tadi siang, rupanya Kevin juga meninggalkan sekolahan untuk mendatangi basscamp ini.


"Hentikan Kevin!" titah Andrian setelah mendekat pada Kevin.


"Ngapain lo kesini, lo cuma bisa bikin gue sakit!," ucap Kevin.


"Kamu tidak seharusnya seperti ini, Kevin!" ucap Andrian sembari membanting alat-alat yang baru saja digunakan Kevin.


Prakk.


Kevin yang tidak terima alat-alat itu dibanting Andrian, segera bangkit dan hendak menerjang pria paruh baya itu.


Namun segera dicegah oleh anak buah yang Andrian bawa.


"LEPASIN! LEPASIN GUE!," ucap Kevin beteriak.


Tubuh Kevin dicekal oleh lima orang membuatnya sulit memberontak.


"Kapan kamu mau berubah, Kevin?!," tanya Andrian tapi tidak dijawab oleh Kevin yang sedang memberontak

__ADS_1


"Alena kecelakaan, Vin. Dia sedang butuh kamu sekarang," ucap Andrian.


"Ck, Alena sama aja kayak lo!. Kalian semua cuma bikin gue sakit!," ucap Kevin.


Andrian kehabisan kata-kata untuk bicara dengan Kevin.


Pria itu beralih menatap kelima anak buahnya. Ia mengisyaratkan agar segera membawa Kevin kerumah sakit.


Kevin dibawa oleh lima orang anak buah Andrian keluar dari kamar.


Sepanjang perjalanan menuju luar basscamp itu, Kevin terus berteriak dan memberontak.


"LEPASIN GUE!," teriak Kevin.


Anggota geng lion tidak ada yang berani mendekat.


Mereka semua hanya bisa melihat Kevin dari kejauhan.


Setibanya diluar basscamp, Kevin segera dibawa masuk kedalam mobil untuk menuju rumah sakit.


Sedangkan didalam basscamp itu anggota geng lion yang melihat Kevin segera kembali ketempat mereka berkumpul.


"Kalian bisa lihatkan si Kevin yang udah junkies, kan. Jangan sampe kita ikut-ikutan dia," ucap Bagas menasehati anggota yang lainnya.


Mereka semua menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan Bagas.


Didalam mobil, Kevin terus memberontak dan berteriak.


Tubuh besar pria itu membuat anak buah Andrian kewalahan.


Mereka bahkan sudah terkena amukan Kevin yang memberontak.


"Izin Pak, apa boleh kami ikat saja den Kevin nya?," tanya salah satu anak buah Andrian.


Andrian menatap anak buahnya, mereka semua sudah luka-luka karena Kevin mencakar dan memukul mereka.


"Iya, ikat saja," ucap Andrian.


Tubuh Kevin segera diikat oleh tali yang ada dimobil itu.


Tali tersebut tidak panjang, namun cukup untuk mengurangi tenaga Kevin yang memberontak.


Hingga akhirnya mereka tiba dirumah sakit.


Mereka tiba dirumah sakit, bertepatan dengan Reyhan yang datang bersama Mayang.


"Kevin? Kevin kenapa?," tanya Mayang sembari turun dari mobil lalu menghampiri Andrian yang membawa Kevin.


Reyhan juga segera turun dari mobil lalu ikut menghampiri Andrian.


"Kevin kenapa, pak?," tanya Mayang pada Andrian, namun pria itu tidak mampu menjawab pertanyaan dari besannya.


Mayang dan Reyhan terus mengikuti Andrian yang membawa Kevin keruang rehab.


Mayang tak percaya, bila menantunya seorang junkie.


Ia melihat sendiri tubuh Kevin yang diikat tali, langsung dimasukan keruang perawatan khusus para pecandu narkoba yang ingin sembuh.


Wanita itu bahkan melupakan tujuannya untuk mengunjungi Alena yang tadi kecelakaan.


"Apa ibu baik-baik aja?," tanya Reyhan sembari menyentuh bahu ibunya.

__ADS_1


__ADS_2