
Kevin tidak berbicara omong kosong mengenai dirinya yang akan dilantik menjadi CEO. Hari ini pria itu rupanya benar-benar akan dilantik, bertepatan dengan ulang tahun perusahaan yang berusia 55 tahun.
Perusahaan Cempaka Group rupanya sudah berdiri sejak 55 tahun silam saat kakek Eren baru berusia 20 tahun.
Pagi-pagi sekali Kevin dan Alena sudah bangun untuk mempersiapkan diri menghadiri acara ulang tahun perusahaan.
Kevin dan Alena mengenakan pakaian yang memiliki warna senada, yakni berwarna navy.
Alena yang memiliki tubuh tinggi ramping, cocok sekali dengan gaun yang ia kenakan saat ini. Gaun yang memiliki panjang hingga mata kaki dengan belahan di kaki sebelah kanan hingga satu jengkal di atas lutut.
Sedangkan bagian atasnya berlengan panjang dengan dada yang sedikit terbuka.
"Apa tidak sebaiknya kamu pakai baju yang lain?" tanya Kevin.
"Memangnya baju ini jelek ya?" tanya Alena.
"Bukan jelek sayang, tapi dadamu sedikit kelihatan." ucap Kevin.
Alena menengok ke bawah tepatnya bagian dadanya. Benar saja dadanya itu sedikit terlihat.
"Dadaku nggak kelihatan kok mas," ucap Alena.
"Kelihatan sayang. Kamu ganti baju aja ya," ucap Kevin.
"Tapi aku suka baju ini," ucap Alena.
"Oke, kamu boleh pakai baju itu tapi rambutmu jangan disanggul," ucap Kevin.
Pria itu kemudian melepas sanggul di kepala Alena, sehingga rambut wanita itu jatuh tergerai.
Kevin merapikan rambut Alena yang tergerai panjang membuat dada Alena yang tadi sedikit terlihat kini tertutupi oleh rambutnya.
"Sempurna," ucap Kevin sembari mengacungkan jari jempolnya kepada Alena.
"Udah kan, nggak ada lagi yang kurang?" tanya Alena.
"Nggak ada Sayang, semuanya sudah sempurna. Ayo kita berangkat sekarang ya." ajak Kevin kemudian merenggangkan lengan kirinya agar Alena bisa merangkulnya.
"Iya Mas," ucap Alena segera merangkul lengan kiri suaminya.
Sepasang suami istri itu kemudian keluar dari kamar untuk berangkat kekantor menghadiri pesta ulang tahun perusahaan.
Sebelum berangkat, mereka menghampiri baby Arkana yang sudah selesai didandani oleh Mayang.
__ADS_1
Setibanya dikamar baby Arkana, Kevin segera menggendong putranya. Tak lupa juga ia mengajak mertuanya untuk ikut serta menghadiri perayaan tersebut, tapi Mayang lagi-lagi menolaknya.
Wanita paruh baya itu menolak karena merasa sudah tidak sanggup untuk mengikuti pesta-pesta seperti itu.
"Sudah kalian saja yang berangkat, Ibu mau pulang aja ke rumah Ibu." ucap Mayang.
"Ibu yakin?" panjang Alena.
"Yakin Nak, Ibu mau pulang aja." ucap Mayang.
"Ya sudah kalau begitu ibu hati-hati ya," ucap Alena yang diangguki ibunya.
Mayang kemudian keluar lebih dulu dari rumah itu untuk pulang ke rumahnya, dengan diantarkan oleh supir.
Setelah kepergian Mayang barulah Kevin dan Alena keluar dari rumah untuk pergi ke kantor.
Setibanya di kantor, kedatangan mereka langsung disambut oleh banyak orang yang datang lebih dulu.
Perayaan ulang tahun perusahaan itu bukan hanya dihadiri oleh para karyawan dan staff, direksi perusahaan saja, melainkan juga dihadiri oleh para keluarganya.
"Selamat datang calon CEO," ucap Reyhan pada Kevin.
Reyhan turut hadir dalam perayaan ulang tahun perusahaan tersebut, karena ia adalah salah satu pemegang saham diperusahaan tersebut.
"Selamat datang juga kakak ipar," ucap Kevin.
Bukan hanya Reyhan saja yang menyapa Kevin dan Alena melainkan hampir semua orang yang menghadiri perayaan tersebut.
Tidak lama kemudian, mereka dihampiri oleh Andrian. Pria paruh baya itu menghampiri mereka karena ada keperluan dengan Kevin.
"Vin, ikut Papah sebentar." ucap Andrian.
Kevin yang sedang berbincang dengan Reyhan itu segera menoleh pada Andrian yang memanggilnya.
"Iya Pah," ucap Kevin.
Andrian berjalan lebih dulu barulah Kevin menyusulnya dari belakang setelah berpamit pada Alena.
Andrian membawa putranya menuju salah satu ruangan kosong terdekat dari aula kantor dimana tempat perayaan tersebut dilaksanakan.
"Ini sambutan yang harus kamu sampaikan di acara pelantikan mu nanti," ucapan Andrian memberikan selembar kertas berisi tulisan sambutan pada Kevin.
Pria paruh baya itu tidak mau bila Kevin salah-salah memberi sambutan di acara penting tersebut yang akan membuatnya malu. Bukan hanya dirinya saja yang merasa malu melainkan juga dengan Kevin.
__ADS_1
Pria itu akan malu karena karena salah memberikan sambutan salah-salah.
Kevin segera menerima kertas yang Papanya berikan, lalu membukanya.
"Papah ini masih saja meragukan aku," ucap Kevin.
"Papah bukan meragukan kamu, Vin. Tapi papa, tidak mau kamu malu di depan umum saat memberikan sambutan," ucap Andrian.
"Seharusnya kalau papah sudah yakin menjadikan aku sebagai CEO, papah juga harus yakin kalau aku tidak akan membuat kesalahan di depan umum," ucap Kevin.
"Baiklah, kalau begitu kembalikan pada Papa kertas itu," ucap Andrian.
Kevin menganggukkan kepalanya kemudian memberikan kembali kertas tersebut pada Papahnya.
Sebelum pergi Andrian menepuk bahu Kevin, lalu membisikkan sesuatu di telinga putranya.
"Jangan kecewakan Papah," bisik Andrian.
Kevin menganggukan lagi kepalanya, baru setelahnya kedua pria beda usia itu keluar dari ruangan tersebut bersamaan untuk kembali lagi keaula dimana m perayaan ulang tahun perusahaan dilaksanakan.
Perayaan ulang tahun perusahaan itu akhirnya dimulai dengan pemandu acara yang membacakan satu persatu acara perayaan tersebut.
Setelah beberapa sesi dilalui, Andrian diminta memberikan kata sambutan.
Pria paruh baya itu menganggukkan terlebih dahulu kepalanya kepada seseorang yang biasa ia panggil 'Papah' menandakan bahwa dirinya sangat menghormati ayahnya itu.
Kakek Eren duduk di kursi paling depan menghadap podium dimana Andrian sedang berdiri memegang mikrofon.
Meski ia sudah tua namun jiwa pembisnisnya masih tetap membara.
Kakek Eren masih di ikut sertakan oleh Andrian dalam segala macam kegiatan yang di lakukan oleh perusahaannya.
Tak jarang juga kakek Eren sering dimintai pendapat oleh Andrian untuk mengambil keputusan perusahaannya.
"Selamat pagi menjelang siang," ucap Andrian membuka acara tersebut.
"Pagi," ucap serentak semua orang yang berada di sana.
"Terima kasih kepada bapak-bapak ibu-ibu yang sudah turut serta menghadiri ulang tahun perusahaan yang ke 55 tahun. Tidak seperti perayaan-perayaan sebelumnya, perayaan kali ini akan sedikit ada yang berbeda karena saya akan menyerahkan posisi CEO yang dulu dipegang oleh saya, kepada putra saya yang bernama Kevin Andrian," ucap Andrian.
Hening semua orang yang berada di aula perusahaan mendengarkan kata sambutan dari Andrian.
Sebagian orang yang sudah mengenal Kevin dibidang bisnis tentu saja tahu, bagaimana kinerja pria itu.
__ADS_1
Kevin benar-benar berbakat dalam bidang itu. Ia sudah diakui layak menjadi CEO oleh semua direksi.
Hanya membutuhkan waktu dua tahun ia menjadi manager personalia. Hari ini akhirnya saatnya ia secara resmi akan menjadi CEO.