Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 28 Namanya Wulan


__ADS_3

Brakk.


Suara daun pintu yang dibuka Elena bertuburukan dengan dinding.


"Astagfirullahaladzim," ucap Elena bersamaan dengan ibunya ketika melihat kamar Alena.


Kamar Alena tampak seperti kapal pecah. Pakaian berserakan dilantai, belum lagi bantal-bantal berjatuhan, ranjang dan sofa disana sama berantakannya.


Mayang hanya mampu menggelengkan kepalanya, karena tidak habis fikir pada anak dan menantunya, yang membuat seisi kamar itu berantakan.


"Berantakan sekali, Bu" ucap Elena.


"Sudah, biarin aja. Kita lanjut tidur lagi," ucap Mayang.


Elena menurut, ia kemudian menutup pintu kamar Alena, lalu kembali kekamarnya.


Sedangkan Mayang, ia memilih menghubungi Alena lebih dulu, namun tidak mendapat jawaban.


Setelah panggilan telepon yang keempat tidak dijawab juga, Mayang akhirnya memutuskn untuk tidur kembali.


Ditempat berbeda, Kevin dan Alena baru saja tiba di basscamp geng lion.


Alena baru saja turun dari motor Kevin dan melepas helmnya, barulah disusul Kevin yang juga turun dari motornya.


Alena tercengang menatap pada bangunan mewah didepannya. Bangunan itu tidak seperti bascamp pada umumnya, tapi basscamp elit menurutnya.


"Ini basscamp kalian Vin?," tanya Alena.


"Hem," jawab Kevin dengan deheman.


Alena juga melihat dihalaman basscamp itu terdapat banyak motor sport, lebih banyak dari yang pernah ia lihat saat dirinya dilabrak Kevin.


Saat Alena dilabrak Kevin hanya sekitar 10 orang yang ikut, sedangkan sekarang ini hampir tiga kalinya dari saat itu.


"Ayo masuk," ajak Kevin.


Alena yang masih tercengang segera sadar karena ajakan dari Kevin dan segera menganggukan kepalanya.


Kevin berjalan lebih dulu, kemudian Alena mengikutinya dari belakang.


Kedua orang itu berjalan beriringan hingga akhirnya mereka tiba diruang pertemuan.


"Akhirnya lo datang juga, Vin," ucap Keenan.


"Siapa tuh dibelakang lo, Vin?," tanya Frans.


Bagas yang biasanya banyak bicara dan banyak menggoda Kevin, kini hanya diam saja.


Ia masih kesal pada Kevin karena dihajar pria itu dua hari yang lalu.


Mendengar pertanyaan dari Frans, seketikan membuat seisi ruangan itu hening.

__ADS_1


Mereka semua diam sembari matanya fokus pada seseorang yang berada dibelakang Kevin.


Rina yang menjadi hadiah taruhan itu juga ada disana, dan sangat penasaran.


Kevin membalikan tubuhnya pada Alena, kemudian membisikan sesuatu pada wanita itu.


"Lo cukup diam, jangan banyak omong, jangan buka masker lo, dan jangan bersentuhan dengan mereka. Lo cukup didekat gue aja," ucap Kevin mulai posesif.


Alena mengangkat sebelah alisnya merasa heran dengan suaminya, namun ia tetap menganggukan kepalanya.


Setelah mendapat anggukan kepala dari Alena, Kevin mebalikan lagi tubuhnya menghadap semua teman-temannya.


Ia menarik pergelangan tangan Alena pelan, kemudian mendekat pada teman-temannya itu.


"Kenalin dia bini gue, namanya Wulan," ucap Kevin.


Kevin memang pernah bercerita pada teman-temannya bila ia dipaksa papahnya menikah dengan gurunya, tapi ia tidak pernah menyebutkan siapa nama guru yang ia nikahi.


Mendapati dirinya diperkenalkan sebagai 'Wulan', Alena terheran.


'Wulan? siapa Wulan? Apa aku? Aku Alena Wulandari?' batin Alena.


"Hai Wulan!!" Sapa semua orang yang ada diruangan itu seraya melambaikan tangannya pada Alena.


"Ha-haii" balas Alena, ia canggung sekali dipanggil sebagai Wulan.


Kevin hanya menanggapi sapaan teman-temannya pada Alena, dengan wajah datar. Pria itu kemudian mengajak Alena untuk duduk bergabung dengan teman-temannya.


Mendapati Kevin dan Alena yang sudah duduk, Rina segera menghampiri kedua orang itu.


"Hai Vin," panggil Rina sok kenal dengan Kevin.


Kevin tidak menjawab, ia bahkan mengacuhkan Rina.


"Hai Wulan," sapa Rina pada Alena karena dirinya menyapa Kevin tidak ditanggapi pria itu.


Alena hanya menganggukan kepalanya pada Rina untuk menanggapi sapaan wanita itu.


"Vin, Gue setuju jadi hadiah balapan kemarin, asalkan lo yang make gue," ucap Rina.


Mendengar ucapan Rina, Alena seketika mendelikan matanya.


Make?


Make Apa maksudnya?


Alena tidak mengerti maksud dari ucapan Rina, hingga akhirnya mengerti saat Kevin yang berbicara.


"Gue nggak mau make siapapun selain bini gue," ucap Kevin seraya merangkul pinggang Alena yang duduk disebelahnya.


Alena tersenyum dibalik maskernya, karena mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


Berbeda dengan Alena yang tersenyum, Rina justru kesal mendengar ucapan Kevin.


"Cantikan gue kali Vin dibanding bini lo. Bini lo pake masker pasti malu sama mukanya yang jelek. Bajunya juga tuh kedodoran, nggak ada sexy-sexynya," ucap Rina.


Kini yang kesal bukan Rina saja, melainkan Alena juga kesal mendengar ucapan Rina yang menghina dirinya.


Alena bangkit dari duduknya kemudian melepas hoody yang ia pakai.


Alena memang mengenakan hoody hitam dan besar hingga bagian pahanya tertutup.


Tapi setelah hoody itu dibuka, tubuh Alena jauh lebih sexy dari Rina.


Alena yang mengenakan celana jeans hitam ketatnya serta atasan yang mengenakan miniset ketat membuat body tubuh Alena semakin sexy. Bahkan bekas kecupan Kevin juga nampak jelas ditubuh Alena.


Belum lagi masker yang dikenakan Alena ia buka juga, memperlihatkan wajah cantiknya wanita itu.


Kevin yang mendapati Alena yang seperti itu segera memerintahkan teman-temannya untuk menutup mata.


"Tutup mata kalian semua!!" titah Kevin tegas, mampu membuat teman-temannya tersentak dan segera memejamkan matanya.


Namun tubuh sexy, dan wajah cantik Alena itu sudah terlanjur mereka lihat.


Meski mata mereka terpejam, tapi mereka masih terbayangan-bayang dengan apa yang mereka lihat tadi.


Alena yang berhadapan dengan Rina segera mengibaskan rambut panjangnya kebelakang.


Ia dengan bangga menunjukan kiss mark yang ada didada dan lehernya didepan Rina.


Saat ini Alena benar-benar bukan seperti dirinya, karena saat ini ia menjadi Wulan.


"Sekarang menurut lo, siapa yang lebih cantik dan lebih sexy?," tanya Alena pada Rina.


Rina yang melihat pemandangan didepannya berubah pias, ia benar-benar kalah telak dengan Alena.


Wanita itu tidak bicara apa-apa dan segera pergi dari hadapan Alena.


Sedangkan Alena sudah mendapat tatapan tajam dari suaminya.


Kevin marah sekali melihat Alena seperti itu, ia mencekal tangan Alena, kemudian menariknya menuju lift dan membawa kelantai 3 dimana kamar Kevin berada.


Setibanya dikamar itu Alena segera menghempaskan tangan Kevin yang mencekalnya.


"Sakit tahu Vin," ucap Alena.


"Lo nggak inget gue ngomong apa tadi?!," tanya Kevin dengan membentak.


"Aku ingat Vin, ingat sekali!. Tapi aku nggak bisa kalau wanita itu menghinaku. Dia bahkan meminta langsung dipakai oleh mu, Vin. Lalu aku harus diam aja, begitu?," ucap Alena kemudian bertanya.


"Apa kamu cemburu?," tanya Kevin.


"Cemburu? Aku bahkan tidak mencintai kamu Vin, untuk apa aku cemburu. Aku hanya tidak ingin, apa yang sudah menjadi milikku dinikmati orang lain," ucap Alena.

__ADS_1


__ADS_2