Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 70 Memilih Berdiskusi Pada Suami


__ADS_3

"Apa maksudnya ini?" tanya Alena bergumam sendiri sembari menatap layar ponselnya yang sudah tidak terdengar lagi suara Elena dari sebrang telepon.


Meski panggilan telepon itu sudah berakhir, namun pandangan Alena masih tetap menatap pada ponselnya.


Wanita itu masih saja terpikirkan pada kabar yang Elena berikan.


Alena jadi teringat pada penghianatan yang telah dia lakukan beberapa tahun yang lalu. Alena yang mengkhianati Satria belum sempat meminta maaf pada pria itu.


Entah kata ma'afnya akan diterima oleh Satria atau tidak, tapi ia ingin tetap menemui mantan kekasihnya itu untuk meminta maaf.


Alena kemudian menyalakan lagi ponselnya, untuk mencari nomor Satria didaftar kontak yang ada diponselnya itu.


Setelah mendapatkan nomor Satria, wanita itu segera menelepon nomor tersebut.


Tuutt Tuutt


Panggilan telepon itu tidak mendapat jawaban dari Satria. Pria itu enggan untuk menerima panggilan telepon dari Alena dan memilih mengabaikan panggilan telepon tersebut.


Karena dipanggilan telepon pertama tidak mendapat jawaban, maka Alena terus menghubungi Satria.


Hingga panggilan telpon ke sebelas barulah Satria menjawab teleponnya, tapi tidak bersuara. Pria itu hanya diam saja untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan Alena.


"Hallo Mas," ucap Alena sesaat panggilan telepon itu terhubung.


Satri yang berada disebrang telepon tersebut bisa mendengar suara Alena. Suara yang sangat ia rindukan.


Meski sudah lebih dari dua tahun hubungan mereka berakhir, tapi rasa cinta dihati Satria tidak pernah kandas seperti hubungannya selama ini.


Pria itu masih sangat mencintai wanita yang sedang berbicara dengannya disambungan telepon ini.


"Hallo Mas Satria," ucap Alena lagi.


Deg deg deg


Ingin ia menyahuti suara Alena yang memanggil namanya, tapi pria itu tak mampu bersuara.


Jantungnya berdetak kencang karena mendengar suara Alena yang memanggilnya 'Mas Satria'. Panggilan itu terasa istimewa bagi Satria karena Alena yang memanggilnya.


Tapi lambat laun jantung yang berdebar kencang itu berubah menjadi debaran yang menyakitkan.


Sakit sekali.


Dada pria itu kini terasa sesak, membuatnya serasa kesulitan untuk bernafas.


Pada akhirnya Satria memilih mematikan sambungan teleponnya itu, karena tak sanggup mendengar suara Alena.


Ia juga tak sanggup mengingat kenangan lama mereka sering bertelponan.


Sedangkan Alena yang mendapati panggilan teleponnya dimatikan Satria, segera mencoba menghubungi lagi mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


Ada hal penting yang ingin ia bicarakan pada Satria, mengenai kabar Elena yang akan menikah dengan pria itu.


Tapi panggilan telepon darinya tidak kunjung dijawab oleh Satria.


Alena menyerah untuk menghubungi Satria, ia memilih untuk berdiskusi pada suaminya nanti setelah pulang ke rumah.


Tidak lama kemudian bel sekolah berbunyi menandakan waktu pergantian pelajaran.


Alena segera bersiap untuk mulai mengajar.


Hari ini mulai dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 02.00 siang Alena memiliki jadwal mengajar yang penuh.


Wanita itu benar-benar menikmati profesinya sebagai pengajar.


Menyalurkan ilmu yang ia miliki dan bisa bermanfaat bagi orang lain membuat Alena sangat bersyukur.


Kurang lebih 6 jam Alena berada di sekolahan akhirnya wanita itu pulang ke rumah Mayang.


Alena pulang menggunakan taksi online yang ia pesan karena Kevin sudah mengatakan bila tidak bisa menjemputnya.


"Loh kok tumben pulang sendiri, Al?" tanya Mayang.


"Iya Bu, tadi mas Kevin bilang kalau siang ini dia ada meeting," jawab Alena.


Wanita itu menyalimi ibunya, baru setelah itu masuk ke dalam rumah.


Alena meletakan tasnya di ruang tamu, lalu mencari baby Arkana yang sedang tertidur di kamar Mayang.


"Cuci tanganmu dulu, Al." titah Mayang yang melihat Alena hendak memegang baby Arkana padahal belum cuci tangan.


"Ahh iya, aku lupa Bu, hehe." ucap Alena seraya menyengir pada ibunya.


Alena kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh tangannya terlebih dahulu, barulah kembali lagi ke tempat baby Arkana yang sedang terlelap.


Dikecuplah oleh Alena, pipi baby Arkana yang sedang terlelap itu.


"Ehh, sudah. Jangan dicium terus, biarin baby Arkana tidur," ucap Mayang.


"Aku masih kangen sama anakku Bu," ucap Alena.


"Kangen sih kangen, tapi kalau caranya seperti itu bisa-bisanya kamu membangunkan baby Arkana yang lagi tidur," ucap Mayang.


Jelas aja baby Arkana yang sedang tidur bisa terganggu oleh Alena. Pasalnya wanita itu terus saja menciumi baby Arkana membuat Mayang yang melihatnya saja sudah merasa risih.


"Sudah, sudah. Sini ikut ibu, ada yang mau Ibu bicarakan sama kamu, Al." ucap Mayang sembari menarik tangan Alena.


"Apa sih yang ingin Ibu bicarakan, sampai narik tanganku seperti ini." gerutu Alena.


"Sudah jangan menggerutu, ibu punya kabar bahagia untuk kita semua," ucap Mayang setelah tiba diruang tamu.

__ADS_1


"Kabar apa?" tanya Alena.


"Apa kamu tahu Al, tadi Elena bilang sama ibu kalau di mau menikah. Dan ternyata calonnya itu adalah kandidat menantu idaman Ibu selama ini. Dia Satria, sahabat kakakmu," ucap Mayang sumringah.


Wanita paruh baya itu tentu saja sangat bahagia mendengar kabar itu, pasalnya sedari dulu ia berharap salah satu putrinya bisa menikah dengan Satria.


Alena memasang wajah datar, bingung untuk menanggapi ucapan ibunya itu. Entah dirinya harus senang atau sedih mendengar kabar ini.


Meski sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Satria, tapi Alena merasakan bersalahan pada pria yang telah ia hianati itu.p


"Loh kok kamu diam aja sih Al? Bagaimana tanggapanmu?" tanya Mayang.


"Kenapa kabar ini tiba-tiba Bu?" tanya Alena.


"Maksudnya?" tanya Mayang yang tak mengerti pada pertanyaan Alena.


"Sejak kapan Elena menjalin hubungan dengan Mas Satria, Bu?" tanya Alena.


Mayang terdiam sejenak karena sedang memikirkan sesuatu.


"Emmm. Ibu juga tidak tahu, Al." jawab Mayang kemudian.


"Memangnya kapan Elena dan Mas Satria akan menikah Bu?" tanya Alena lagi.


"Besok Satria akan datang ke rumah Al, untuk membicarakan pernikahannya dengan Elena.


Jadi kamu juga harus datang ke rumah ibu untuk menyaksikannya juga," ucap Mayang.


Alena terdiam. Ia masih tak habis pikir kenapa bisa saudara kembarnya akan menikah dengan mantan kekasihnya.


"Kok malah bengong sih, Al. Pokoknya, besok kamu dan Kevin harus datang." ucap Mayang.


Pada akhirnya Alena menganggukkan kepalanya, karena tak mau mengecewakan ibunya.


"Mamah hiks, mamah hiks," terdengar tangis baby Arkana oleh kedua wanita yang sedang berbicara itu.


Alena dan Mayang segera masuk ke dalam kamar untuk menghampiri baby Arkana yang menangis.


"Cup cup cup, Sayangnya mamah jangan nangis ya, Sayang. Ini Mamah sudah pulang," ucap Alena kemudian menggendong baby Arkana.


"Mamah angan pelgi," ucap baby Arkana dengan logatnya.


"Nggak sayang, mamah nggak pergi. Ini mamah sudah pulang," ucap Alena.


Tidak lama kemudian baby Arkana yang tadi menangis kini sudah tenang karena berada di gendongan Alena.


...*******************************...


Untuk kisah cerita Elena dan Satria ada dinovel karya author lainnya berjudul "Di Nikahi Untuk Balas Dendam".

__ADS_1



__ADS_2