
Seminggu berlalu, ujian akhir sekolah yang dilakukan oleh Kevin telah selesai dilakukan.
Kini Kevin hanya tinggal menunggu kabar kelulusan dari pihak sekolah.
Alena sudah tidak lagi datang ke sekolahan Karena dia sudah mulai cuti hamil. Terhitung kurang dari 2 bulan lagi Alena akan melahirkan putra pertama mereka.
Selama belum melahirkan, Alena akan menghabiskan waktunya untuk mengurus kakek Eren.
Kakak Eren sudah bisa berjalan dan bisa mengurus dirinya sendiri. Jadi Alena hanya menemani Kakek Eren disaat pria paruh baya itu sedang membutuhkan teman cerita.
Seperti saat ini Alena sedang menemani kakek Eren duduk diteras belakang rumah. Alena duduk bersandar disandaran kursi dengan perut besarnya yang menonjol.
"Tidak terasa kamu sudah mau melahirkan ya Alena," ucap Kakek Eren.
"Iya kek kurang dari 2 bulan lagi aku sudah melahirkan," ucap Alena.
"Apa sudah ada nama untuk calon anakmu?" tanya Kakek Eren.
"Mas Kevin yang akan memberi nama anak kami, Kek." ucap Alena.
Kakek Eren menganggukkan kepalanya.
Tadinya ia ingin menyumbang satu kata nama untuk cicit pertamanya, namun ia urungkan.
Kakek Eren ingin berbicara terlebih dahulu pada cucunya, bila ia ingin menyumbang nama untuk cicitnya itu.
Tidak lama kemudian Kevin datang menghampiri kedua orang yang sedang bersantai itu.
Kevin baru saja pulang dari sekolahan. Karena tidak ada kegiatan apa-apa di sekolah, jadi Kevin pulang lebih awal yakni pukul 11.00 siang.
"Sedang bahas apa nih, kok sepertinya serius sekali?" tanya Kevin yang baru saja tiba di teras belakang menemui Alena dan kakek Eren.
"Kamu sudah pulang Mas?" tanya Alena.
"Sudah sayang baru aja," jawab Kevin kemudian mengecup kening Alena.
Kakek Eren tersenyum melihat keharmonisan rumah tangga Alena dan Kevin, membuatnya teringat pada masa mudanya saat menikahi ibu dari Andrian.
Saat itu Kakek Eren sedang melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia, lalu bertemu dengan seorang gadis cantik yang menjadi sekretaris kliennya.
Kakek Eren kemudian jatuh cinta pada gadis itu, lalu menikah dan menetap diturki bersama dengan ibunya Andrian.
Namun setelah Andrian lulus kuliah. Kakek Eren, beserta anak dan istrinya kembali ke Indonesia, hingga ibunya Andrian meninggal dikota ini.
Alena dan Kevin yang sedang tertawa beralih menatap pada Kakek Eren yang menitikan air mata.
__ADS_1
"Kakak kenapa nangis?" tanya Alena.
Kakak Eren mengusap air matanya yang menetes, kemudian tersenyum pada Alena.
"Tidak apa-apa Al, kakek hanya rindu pada neneknya Kevin," ucap Kakek Eren.
"Kalau kakek rindu, ayo kita ziarah kemakam neneknya Kevin. Insya Allah aku dan Kevin akan menemani Kakek," ucap Alena.
Kakak Eren tidak langsung menjawab, ia beralih menatap Kevin, cucu semata wayangnya.
Dilihat oleh Kakek Eren, Kevin sama sekali tidak berminat dengan dirinya yang membahas mengenai neneknya.
Alena yang mengerti arti tatapan Kakek Eren menatap Kevin, segera menegur suaminya.
"Jangan seperti itu Mas, ayo kita ajak Kakek Eren berziarah ke makam nenekmu," bisik Alena.
Kevin menatap Alena yang membisikan sesuatu ditelinganya.
Dilihat oleh Kevin, Alena menatapnya dengan tatapan memohon, sehingga Kevin mau tidak mau menurutinya.
"Ayo Kek, kita ziarah kemakam nenek," ajak Kevin membuat Kakek Eren tersenyum bahagia.
"Apa kamu juga mau menemani kakek, Kevin?" tanya kakek Eren.
"Iya kek aku dan Alena akan menemani kakek berziarah kemakam nenek," ucap Kevin.
Jarak pemakaman itu cukup jauh dari rumah Andrian, sehingga hampir dua jam mereka baru tiba di pemakaman umum tersebut.
Dipemakaman itu rupanya sudah ada Andrian disana sedang berdiri menatap pusaran sang ibu.
Pria paruh baya itu sudah datang 15 menit lebih dulu dibanding Kevin, Elena dan Kakek Eren.
"Rupanya kamu kesini juga Andrian," ucap kakek Eren.
"Iya Pah, aku tiba-tiba rindu dengan mamah." ucap Andrian.
Keempat orang itu kemudian melingkari pusaran neneknya Kevin, lalu berdoa bersama untuk mendoakan ibu dari Andrian itu.
Tidak lama mereka berada di pemakaman itu, karena hari mulai rintik dan akan turun hujan.
Kakek Eren ikut pulang bersama Andrian dengan mobil yang dikemudikan oleh supir. Sedangkan Kevin dan Alena memilih mencari hotel terdekat karena hujan lebat, dan Alena sudah kelelahan.
Setibanya di hotel Kevin segera mengangkat tubuh Alena yang tertidur lelap di kursi penumpang sebelah kemudi.
Alena dibawa menuju kamar hotel yang sudah dipesan oleh Kevin secara online.
__ADS_1
Tapi rupanya disana ada orang yang mengenali mereka berdua. Mereka juga melihat Alena digendong oleh Kevin mulai dari mobil hingga masuk ke dalam kamar.
"Tuh kan benar, Kevin dan Alena itu tidak mungkin sepupuan," ucap seseorang yang melihat Kevin dan Alena masuk ke dalam kamar hotel.
Orang tersebut yakni Bu Irma dan Bu Luna, rekan guru Alena.
Mereka berdua juga memfoto dan memvideo Alena yang digendong Kevin masuk ke dalam hotel.
Foto dan video tersebut langsung mereka kirim digrup chat guru SMA Cempaka.
Grup chat tersebut langsung saja dipenuhi banyak pesan tertulis maupun audio dari guru-guru yang masuk ke dalam grup tersebut.
Bu Irma juga mengirimkan foto dan video tersebut pada anaknya yang bersekolah di sekolahan itu.
Anak Bu Irma tentu saja mengirimkan foto dan vidio itu ke grup chat Siswa-siswi SMA Cempaka.
Sama dengan grup chat guru-guru yang langsung dipenuhi komentar, grup chat siswa-siswi SMA Cempaka juga sama.
Mereka banyak berkomentar negatif untuk Alena dan Kevin.
Komentar-komentar tersebut tentu saja membuat ponsel Alena terus berbunyi notifikasi menandakan ada pesan masuk diponselnya.
Sedangkan ponsel milik Kevin, hanya diam senyap tidak ada suara apapun. Selain Karena Kevin memindah mode dering ponselnya kemode diam, pria itu juga tidak masuk ke dalam grup chat siswa-siswi SMA Cempaka.
Ting
Ting
Ting
Suara-suara notifikasi tersebut ingin Alena abaikan karena ia sedang tertidur.
Namun tidurnya terganggu karena suara notifikasi diponselnya yang terus berbunyi.
Wanita itu membuka matanya, kemudian turun dari tempat tidurnya.
Alena mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya kemudian mengeluarkan ponsel tersebut
Dilihatnya olehnya diaplikasi hijau ada ratusan pesan yang belum dibuka.
"Banyak banget pesan yang belum dibuka," gumam Alena.
Wanita itu kemudian membuka aplikasi hijau tersebut, ternyata ratusan pesan tersebut berasal dari grup chat guru SMA Cempaka.
Matanya terbelalak saat melihat foto dirinya sedang digendong Kevin masuk kedalan kamar hotel.
__ADS_1
Bukan hanya foto saja melainkan juga ada vidio Kevin menggendong dirinya mulai dari keluar dari mobil hingga masuk kedalam kamar.