Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 27 Aku Ikut


__ADS_3

"Vin mengertilah, aku tidak mencintaimu. Aku tidak mau disentuh kamu lagi," ucap Alena yang ditanggapi oleh Kevin yang tersenyum sinis.


Kevin, merasa semakin tertantang oleh Alena yang menolaknya.


Bukannya menghentikan aksinya, Kevin justu semakin menjadi.


Pria itu melepas pengait bra milik Alena memudahkannya menccumbu bagian dadda wanita itu.


Alena menggigit bibir bawahnya dengan kuat, sebisa mungkin ia menahan agar tidak mendesah.


Ahh.


Tapi sayangnya, dessahan itu lolos begitu saja dari mulut Alena meski wanita itu sudah menahannya.


"Lo bisa bilang nggak mau, tapi tubuh lo nggak bisa bohong," ucap Kevin menyeringai.


Alena tidak mampu menjawab ucapan Kevin, ia hanya diam. Apa yang diucapkan Kevin itu memang benar, tubuhnya sama sekali tidak menolak sentuhan dari Kevin.


Kevin kemudian merebahkan tubuh Alena diranjang kamar itu, lalu melepas pakaiannya dan pakaian Alena.


Setelahnya kedua orang itu melakukan lagi apa yang seharusnya suami istri lakukan, hingga setelahnya kedua orang itu tidur bersama.


Mayang datang kerumahnya bersamaan dengan Elena. Mereka datang sudang malam yakni pukul delapan malam.


Setibanya dihalaman depan rumah, kedua wanita itu bisa melihat motor sport disana.


"Ini motor siapa, Bu?," tanya Elena pasalnya ia belum pernah melihat motor Kevin.


"Nggak tahu El," ucap Mayang karena ia juga belum pernah melihat motor itu.


Elena menganggukan kepalanya, kemudian berjalan lebih dulu menuju pintu masuk.


Elena melihat ada sepatu Alena disana dan juga sepatu sekolah milik pria.


"Apa Alena dirumah ya bu?," tanya Elena menoleh pada Mayang yang berjalan menghampirinya.


"Kita lihat kedalam El," ucap Mayang.


Wanita paruh baya itu membuka pintu rumahnya kemudian masuk lebih dulu kedalam rumah.


Ia melihat ada tas Alena dimeja ruang tamu, kemudian mengedarkan pandangannya kepenjuru rumah, tapi tidak melihat Alena.


"Ini tasnya Alena Bu," ucap Elena sembari menunjuk tas Alena yang berada dimeja itu.


"Iya El, berarti motor didepan tadi itu motornya Kevin," ucap Mayang.


Elena setuju dengan ibunya, bila Alena datang kerumah bersama dengan Kevin.


Tapi yang Elena herani, kenapa ia tidak melihat Alena dan Kevin.


"Terus orangnya kemana, Bu?," tanya Elena.


Mayang menggelengkan kepalanya, tanda ia tidak tahu.


Elena kemudian melangkahkan kakinya hendak menuju kamar Alena, ia ingin memastikan bila saudaranya yang datang kerumah.


Tapi baru beberapa langkah Elena berjalan, ia suah dicegah oleh ibunya


"Jangan, El," cegah Mayang.

__ADS_1


"Kenapa Bu?," tanya Elena heran karena dirinya dicegah oleh ibunya.


"Jangan kesana, takut ganggu mereka," ucap Mayang.


Elena mengangguk, ia mengurungkan niatnya untuk kekamar Alena.


Wanita itu memilih masuk kekamarnya sendiri, begitu juga dengan Mayang yang masuk kekamarnya.


Pukul sepuluh malam, Alena membuka matanya lebih dulu, ia melihat Kevin yang sedang terlelap disebelahnya.


Ini pertama kalinya mereka tidur bersama, biasanya mereka akan tidur dikamarnya masing-masing.


Alena mengangkat tangannya untuk membelai wajah tampan suaminya, dibelainyalah wajah Kevin disana.


"Prilakumu tidak setampan wajahmu, Vin," gumam Alena, namun pria yang sedangan dibelai wajahnya tidak merasakan sama sekali belaian dari istrinya.


Alena memejamkan matanya agar bisa terlelap lagi, namun ponsel Kevin justru berdering membuatnya mengurungkan niat untuk terlelap.


Kring.. Kring..


Kevin yang tadi terlelap segera membuka matanya mendengar suara ponselnya berbunyi.


Pria itu menoleh pada Alena disebelahnya yang masih berbaring, kemudian mendudukan tubuh polosnya di tepi ranjang.


Kevin meraih ponselnya lalu menjawab telepon tersebut.


"Hallo Vin" ucap Keenan disebrang telepon setelah panggilan telepon terhubung.


"Hem," ucap Kevin hanya berdehem.


"Dimana lo Vin?, ini hadiah balapan kemarin sudah datang dibasscamp," ucap Keenan.


"Tapi Vin, anak-anak pada nggak mau kalau nggak ada lo disini," ucap Keenan.


"Oke gue kesana," ucap Kevin, sembari menoleh pada Alena yang masih terbaring diposisinya.


Panggilan telepon tersebut berakhir, Kevin hendak bangkit dari tempat tidurnya namun tangannya dicekal oleh Alena.


"Kamu mau kemana, Vin?," tanya Alena.


"Bukan urusan lo," ucap Kevin.


"Aku mau tahu semuanya tentang kamu Kevin, bukannya kita ini suami istri. Aku berhak tahu tentang kamu," ucap Alena.


Kevin tersenyum sinis mendengar ucapan Alena.


Pria itu berjalan menuju kamar mandi kemudian membersihkan diri disana.


Setelah selesai membersihkan diri, Kevin segera mengenakan pakaiannya tadi.


"Ini sudah malam Vin. Apa kamu tetap mau pergi?," tanya Alena yang baru saja masuk kedalam kamar dengan tubuh yang segar dan sudah berpakaian.


Wanita itu tadi mandi dikamar mandi didapur karena kamar mandi dikamarnya digunakan oleh Kevin.


Kevin tidak menjawab, namun ia segera menyelesaikan berpakaian.


Kevin mengambil tas dan kunci motornya, kemudian berjalan menuju pintu kamar.


"Aku ikut," ucap Alena mampu menghentikan langkah kaki Kevin yang hendak pergi.

__ADS_1


Kevin membalikan tubuhnya menghadap pada Alena dibelakangnya.


"Mau ngapain lo ikut?," tanya Kevin.


"Aku nggak mau kamu kenapa-napa. Lagi pula ibu pasti nanya, kenapa kamu pergi malam-malam," ucap Alena.


Kevin terdiam, benar apa kata Alena bila ia pergi malam-malam seperti ini pasti mertuanya menanyakan dirinya.


Kevin akhirnya menyetujui Alena ikut dengannya.


Membuat Alena tersenyum, akhirnya ia akan tahu geng Lion.


Alena mengambilkan pakaian kakaknya untuk dikenakan oleh Kevin, sedangkan dia diminta Kevin untuk mengenakan masker alasannya karena dibasscamp banyak asap rokok.


Padahal bukan itu alasan utamanya, melainkan karena Kevin tidak ingin wajah cantik istrinya dilihat oleh teman-temannya.


Tepat pukul setengah sebelas Alena dan Kevin keluar dari rumah. Beruntung tidak ada Mayang dan juga Elena yang melihat mereka keluar.


Sepasang suami istri itu akhirnya menaiki motor, untuk pergi menuju basscamp geng Lion.


Grunngg..


Sayup-sayup Mayang mendengar suara motor keluar dari halaman rumahnya. Wanita paruh baya itu kemudian bangun dari tidurnya, membuka pintu rumah ternyata sudah tidak dikunci.


Mayang segera membuka pintu itu dan melihat dihalaman rumahnya sudah tidak ada motor milik menantunya.


"Apa Kevin dan Alena sudah pulang ya?," gumam Mayang bertanya sendiri.


Wanita paruh baya itu masuk kembali kedalam rumah, kemudian membangunkan Elena yang baru saja terlelap.


"El"


"El, bangun El," panggil Mayang sembari menggoyang tubuh putrinya.


Elena yang baru saja terlelap perlahan membuka matanya. Ia melihat ibunya sudah ada disebelah ranjangnya.


"Iya Bu," ucap Elena sembari menengakkan tubuhnya.


"Motor Kevin nggak ada, tas Alena juga nggak ada, apa mereka pulang ya El?," tanya Mayang.


"Apa ibu sudah cari kedalam kamarnya?," tanya Mayang.


"Belum, El," jawab Mayang.


"Kalau begitu ayo kita lihat dikamarnya," ucap Elena.


"Ayo El," ucap Mayang.


Elena dan Mayang segera keluar dari kamar itu dan segera mendatangi kamar Alena.


Setibanya didepan pintu kamar Alena mereka menghentikan langkah kakinya, menatap pintu kamar tersebut dan menoleh, saling pandang kemudian mengangguk bersamaan.


Elena memegang handle pintu kamar Alena, kemudian membuka pintu tersebut secara penuh.


Brakk.


Suara daun pintu yang dibuka Elena bertuburukan dengan dinding.


"Astagfirullahaladzim," ucap Elena bersamaan dengan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2