
Kedatangan Kevin kesekolahan tentu saja menarik perhatian semua orang yang ada disekolahan.
Siswa dan siswi yang melihat Kevin tentu saja terkejut dibuatnya. Ada yang merasa senang dan ada yang tidak. Ada juga yang takut bila Kevin kembali kesekolahan akan membuat keributan seperti biasanya.
Mereka tidak tahu saja bila Kevin yang sekarang sudah sedikit berubah. Pria itu sedikit bisa mengontrol emosinya.
Bukan hanya para siswa dan siswi yang terkejut, melainkan semua guru yang ada disekolahan itu juga tekejut dengan kembalinya Kevin kesekolahan.
"Kenapa harus kembali lagi kesekolahan sih. Padahal sekloahan sudah tenang tidak ada anak itu," ucap Kepala Sekolah tidak suka dengan kehadiran Kevin disekolahan.
Pria paruh baya itu berbicara disebelah Alena yang berdiri disebelahnya.
Alena bisa mendengar apa saja yang pria itu katakan, bukan hanya Alena yang mendengarnya, melainkan dengan semua guru yang ada disana.
Alena tentu saja tidak terima dengan ucapan kepala sekolah tersebut.
"Maaf Pak, bukannya semua siswa memiliki hak yang sama ya. Kevin juga berhak untuk datang kesekolahan karena statusnya dia masih pelajar disini, karena anda tidak mengeluarkan dia dari sekolahan," ucap Alena.
"Bagaimana saya mau mengeluarkan Kevin Bu, kalau sekolahan ini saja milik pak Andrian. Kalau saya mengekuarkan Kevin dari sekolahan yang ada saya juga dikeluarkan," ucap Kepala Sekolah tersebut.
"Kalau begitu bapak jangan bicara seperti itu, karena Kevin juga memiliki hak sebagai pelajar," ucap Alena, namun tidak ditanggapi oleh Kepala Sekolah tersebut.
Pria itu memilih menjauh dari Alena yang sedang ikut memperhatikan Kevin.
Pembelaan yang dilakukan Alena itu tentu saja bisa didengar oleh guru-guru disana.
Mereka ada yang setuju dengan ucapan Alena dan juga ada yang tidak.
Bu Farah tentu saja setuju pada ucapan Alena. Wanita itu juga mendukung pernikahan rekan gurunya yang masih dirahasiakan tersebut.
Bu Farah segera menghampiri Alena kemudian membisikan sesuatu ditelinga Alena.
"Saya ingin bicara dengan Bu Alena, Penting." bisik Bu Farah.
"Dimana?" tanya Alena dengan berbisik juga.
"Ayo ikut saya," ajak Bu Farah kemudian menggandeng lengan Alena.
Alena mengikuti kemana Bu Farah membawanya.
Rupanya Bu Farah membawa Alena menuju taman sekolahan.
Kedua wanita itu kini duduk dibangku taman dengan bersebelahan namun pandangan mereka saling bertatapan.
"Suami yang Bu Alena rahasiakan itu Kevin, kan?" tanya Bu Farah.
Alena tidak langsung menjawab, karena ia terkejut mendengar pertanyaan dari rekan gurunya itu.
"Dari mana Bu Farah tahu?" tanya Alena.
"Maaf sebelumnya. Saya tahu karena mengamati Bu Alena," ucap Bu Farah.
Alena tercengang disana, bisa-bisanya ia diamati oleh orang lain tapi ia tidak menyadarinya.
__ADS_1
Sejak kapan, sejauh apa Bu Farah mengamatinya Alena benar-benar tidak tahu.
"Apa alasan anda mengamati saya?" tanya Alena.
Ia ingin tahu juga alasan kenapa rekan gurunya itu mengamati dirinya.
"Awalnya saya tidak ingin tahu siapa suami Bu Alena, tapi setelah saya mendengar anda dan seorang pria didalam toilet sedang berciuman hingga mendesah, membuat saya ingin mencari tahu siapa suami anda." ucap Bu Farah menjelaskan.
Penjelasan dari Bu Farah tentu saja semakin membuat Alena terkejut.
Dalam benaknya ia tak menyangka bila saat dirinya berciuman dengan Kevin, ada Bu Farah didalam toilet dan mendengarnya berciuman.
"Apa saja yang Bu Farah tahu?" tanya Alena.
Ia ingin tahu juga sejauh mana rekan gurunya itu mengamati dirinya dengan Kevin.
Alena khawatir bila Bu Farah tahu juga bila Kevin pernah direhab.
"Hanya itu saja Bu. Saya hanya tahu bila suami Bu Alena itu Kevin." ucap Bu Farah.
Belum sempat Alena menanggapi penjelasan dari Bu Farah, bell sekolah sudah berbunyi tanda waktu upacara bendera akan segera dimulai.
Bu Farah menepuk bahu Alena sembari berucap.
"Jangan khawatir Bu Alena, saya mendukung pernikahan anda. Saya tidak akan membocorkannya," ucap Bu Farah.
"Terimakasih Bu Farah," ucap Alena.
Alena mengedarkan pandangannya mencari keberadaan suaminya disana, tapi tidak ada.
Ia sudah menduga bila Kevin pasti sedang tidur didalam kelas.
Namun dugaannya itu salah saat ia melihat Kevin sedang berjalan menuju lapangan dan langsung menghmpiri barisan kelasnya.
Untuk pertama kalinya Kevin mengikuti Upacara Bendera. Hal itu tentu saja membuat geger seisi sekolahan.
'Nggak salah nih Kevin ikut upacara?'
'Kesambet apa tuh anak, tumben ikut upacara?'
'Mudahan aja dia nggak bikin onar,'
Slentingan-slentingan itu bisa didengar oleh Kevin, namun pria itu tetap tidak perduli.
Beda halnya dulu teman-temannya Kevin tidak ada yang berani membicarakannya karena takut, tapi kini ia bisa mendengar sendiri bila teman-temannya itu sedang membicarakan dirinya tanpa rasa takut Kevin akan menghajarnya.
Upacara akhirnya dimulai membuat orang-orang yang membicarakan Kevin terdiam sunyi menyimak Upacara yang sedang berlangsung.
Empat puluh lima menit upacara Bendera berlangsung, akhirnya selesai juga.
Kevin segera kembali kekelasnya untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya.
Alena yang melihat Kevin mengikuti upacara tentu saja sangat senang.
__ADS_1
'Ternyata kamu benar-benar berubah, Vin." ucap Alena.
Wanita itu kemudian kembali kekantor untuk beristirahat sejenak. Rasanya 45 menit ia berdiri mengikuti upacara membuatnya terasa lemas.
Terlebih lagi kini ia merasa perutnya sedang lapar.
Alena mengambil air minum dan cemilan didalam tasnya kemudian memakannya.
"Lumayan buat ganjel perit," gumam Alena.
"Bu Alena lapar ya?" tanya Bu Ningsih.
"Ehh, iya Bu saya lapar tapi ini lagi makan cemilan." ucap Alena.
"Apa perlu saya pesankan makanan?" tanya Bu Ningsih.
"Tidak perlu Bu, lagi pula sebentar lagi masuk kelas." jawab Alena.
"Ya sudah kalau begitu saya duluan kekelas ya." ucap Bu Ningsih.
"Iya Bu," ucap Alena.
Bu Ningsih bergegas masuk kekelas untuknya mengajar disana.
Sedangkan Alena, wanita itu bergegas menghabiskan cemilannya kemudian segera mengajar.
Disekolahan itu jadwal istirahatnya dua kali, yakni pukul setengah sepuluh dan pukul dua belas siang.
Biasanya Alena akan makan saat istirahat kedua, namun hari ini ia benar-benar lapar sehingga saat istirahat pertama, Alena segera memesan makanan.
Begitu makanan tiba Alena segera memakannya, karena perutnya yang lapar.
"Bu Alena kapan cuti?" tanya Bu Nissa.
"Masih tiga minggu lagi Bu." jawab Alena sembari memakan makanannya.
"Wahh, pas sekali Bu dengan anak-ana kelas XII selesai ujian." ucap Bu Nissa.
"Iya Bu," ucap Alena.
Setelahnya tidak ada yang mengajaknya bicara. Alena memakan makanannya dengan tenang.
Setelah selesai dengan makannya, Alena menyempatkan diri untuk buang air kecil.
Akhir-akhir ini juga ia lebih sering buang air kecil.
Wanita itu segera pergi ketoilet.
Toilet pria dan wanita pintu masuknya bersebelahan.
Alena sudah hendak masuk kedalam toilet wanita namun tangannya ditarik seseotang masuk kedalam toilet pria.
"Akkhh!" teriak Alena
__ADS_1