
Hari Senin tiba, Kevin mulai dengan Ujian Akhir Sekolahnya. Ujian yang akan berlangsung satu minggu ini.
Satu minggu ini Kevin akan fokus pada ujiannya. Setiap malam juga pria itu belajar dengan didampingi istrinya yang mengajari dirinya.
Selama ujian berlangsung, Alena akan bertugas menjadi pengawas ujian. Saat ini Ia ditempatkan untuk mengawasi kelas XII IPS 3 yang sedang menghadapi ujian Bahasa Indonesia.
Wanita itu membagikan lembar jawaban serta soal ujian bahasa Indonesia untuk semua murid yang ada di kelas itu.
Setelahnya Ia mulai mengawasi, sembari berjalan mengitari barisan tempat duduk.
Dilihat oleh Alena, Kevin sedang duduk tegak dengan pandangan yang fokus pada lembar soal ujian.
Alena berharap suaminya bisa mengerjakan soal-soal tersebut dengan baik.
Dikelas itu tidak ada siswa yang absen, semuanya hadir kesekolah untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah.
Bukan hanya Kevin saja yang fokus pada lembar soal ujian, melainkan semua siswa yang ada di dalam kelas tersebut juga fokus pada lembar soal ujian mereka masing-masing.
Berbagai ekspresi dari siswa dikelas itu yang bisa Alena lihat. Ada yang tegang, ada yang bingung, ada yang cemas serta ada yang santai.
Ujian berlangsung diiringi dengan suasana sunyi dikelas tersebut.
"Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu," ucap Alena pada semua murid yang ada di dalam kelas tersebut.
Tidak ada yang menjawab ucapan Alena namun mereka mengikuti apa yang gurunya itu arahkan.
Mereka mengerjakan soal ujian yang mudah terlebih dahulu.
Wajah Kevin terlihat tegang dan bingung, jujur saja meski dia sudah belajar saat malam hari dengan Alena, namun ia masih kesulitan untuk mengerjakan soal ujian tersebut.
Alena bisa melihat wajah Kevin yang terlihat tegang dan bingung. Usia Kevin yang sudah menginjak 23 tahun, seharusnya sudah tidak menghadapi ujian sekolah seperti ini.
Seharusnya pria itu sudah menghadapi klien penting dari perusahaannya, bukan masih menghadapi ujian sekolah.
"Apa ada yang kesulitan dengan soalnya?" tanya Alena.
"Tidak Bu," jawab seluruh murid yang ada dikelas itu kecuali Kevin dan Hans.
Ya, memang benar. Rupanya Bukan hanya Kevin yang kesulitan dengan soal tersebut melainkan Hans juga.
Pria itu kesulitan mengerjakan soal karena tadi malam tidak belajar, Hans justru mengikuti balapan liar dengan anggota geng motornya.
Meski Hans tidak belajar yang mengakibatkan ia kesulitan mengerjakan soal, tapi Hans masih bisa mengerjakannya dengan baik, karena pria itu tergolong siswa yang cukup pintar.
"Waktu ujian sisa 15 menit," ucap Alena sembari terus mengitari tempat duduk murid dikelas itu.
__ADS_1
Sejak tadi mengawasi ujian di kelas itu, Alena hanya duduk sebentar kemudian berjalan lagi mengitari barisan tempat duduk murid dikelas itu.
Alena menghentikan langkah kakinya disebelah meja Kevin. Dilihat olehnya, Kevin baru mengerjakan dua soal pilihan ganda itu juga jawaban pria itu salah.
Pukk.
Wanita itu menepuk keningnya sendiri, tak habis pikir dengan Kevin yang mengerjakan soal ujian.
"Mana jawaban soal mu, Kevin?" tanya Alena.
Kevin menyengir kemudian menyerahkan lembar jawabannya pada Alena yang langsung diterima oleh wanita itu.
Dengan mata yang menatap pada lembar jawaban soal milik Kevin, wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu tidak belajar Kevin?" tanya Alena.
"Belajar Bu hehehe," jawab Kevin sembari menyengir.
"Kalau sudah belajar seharusnya kamu bisa mengerjakan semua soal ini Kevin," ucap Alena.
"Iya Bu, ma'af," ucap Kevin.
Alena meletakkan kembali, lembar ujian milik Kevin di atas meja pria itu.
"Iya Bu," ucap Kevin.
Alena kemudian meninggalkan Kevin yang masih duduk di kursinya lalu kembali mengitari barisan tempat duduk siswa di kelas itu.
Setelah kepergian Alena, pria itu mengerjakan kembali soal ujiannya, menjawab di lembar jawaban dengan asal.
Meski malas membaca teks yang ada di soal tersebut, tapi Kevin tetap membacanya berusaha mencari jawaban dari soal di sana namun tetap tidak mendapatkan jawaban.
Sehingga Kevin dengan asal menjawab soal tersebut.
Teett teett
Bel sekolahan berbunyi tanda waktu ujian telah selesai.
Alena mengambil satu persatu soal dan lembar jawaban milik siswa yang ada dikelas itu. Setelahnya ia bawa menuju kantor lalu memberikannya pada Bu Nisa, guru bahasa Indonesia disekolahan tersebut.
"Terima kasih Bu Alena," ucap Bu Nisa menerima lembar soal dan lembar jawaban dari Alena.
"Sama-sama Bu Nisa," ucap Alena.
Setelah menerima lembar soal dan lembar jawaban Alena, Bu Nissa segera membawa kemejanya.
__ADS_1
Bu Nissa memeriksa lembar jawaban dari masing-masing kelas, mengambil lembar jawaban yang diberikan Alena lebih dulu, karena Bu Nissa adalah wali kelas XII IPS 3.
Semua lembar jawaban kelas XII IPS 3 diperiksa satu persatu oleh Bu Nissa, hingga pada giliran lembar jawaban milik Kevin.
"Apa ini?" Gumam Bu Nissa.
Dilihat oleh Bu Nisa lembar jawaban milik Kevin memang diisi semuanya, tapi tidak ada satupun yang benar.
Meski begitu, Bu Nisa sudah merasa senang, Karena Kevin sudah mau mengerjakan soal tersebut walau semua jawabannya salah.
"Apa Bu Nisa sudah memeriksa lembar jawaban milik Kevin?" tanya Alena.
"Sudah Bu, tapi ...." Bu Nisa tidak melanjutkan ucapan.
"Pasti jawabannya salah semua ya Bu?" tanya Alena.
"Iya Bu Alena, semua jawaban dilembar jawaban milik Kevin salah," jawab Bu Nisa.
Alena menganggukkan kepalanya, kemudian mengambil lembar jawaban yang diserahkan Bu Nissa padanya.
Wanita itu melihat dengan jelas semua jawaban Kevin dicoret Bu Nissa karena salah.
"Padahal tadi malam dia sudah belajar," lirih Alena.
Bu Nissa yang mendengar lirihan Alena segera menolehkan kepalanya pada rekan kerjanya itu.
"Sepertinya Bu Alena harus lebih keras lagi untuk mengajari Kevin," ucap Bu Nissa.
"Iya betul Bu Nisa," ucap Alena sembari menganggukan kepalanya, kemudian mengembalikan lagi lembar jawaban milik Kevin pada Bu Nissa.
Setelahnya Alena Kembali ke tempat duduknya, Ia memang harus berusaha lebih keras lagi untuk mengajari Kevin.
Nanti malam Alena akan mengajari Kevin lagi.
Setelah setengah jam beristirahat, akhirnya bell sekolah berbunyi, menandakan waktu ujian akan dimulai kembali.
Diujian kedua hari ini Alena tidak lagi mengawasi dikelas XII IPS 3, melainkan ia akan mengawasi di kelas XII IPS 2.
Seperti tadi, Alena membagikan soal dan lembar jawaban kepada semua murid yang ada di kelas tersebut.
Ia akan mengawasi lagi ujian akhir sekolah untuk siswa kelas XII hingga satu minggu kedepan.
Ia juga ingin memastikan bahwa suaminya mau mengerjakan jawaban soal yang sudah diberikan sekolahan pada pria itu.
Kevin tentu saja mau mengerjakan soal tersebut karena ia menargetkan untuk lulus sekolah kemudian mengelola perusahaan ayahnya dan usaha yang akan dirintis geng lion.
__ADS_1